Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Pembalasan Kecil


__ADS_3

Berita rencana pernikahan Raja Morona dengan putri Marquez sampai di telinga Karmila, dia benar benar murka dan marah.


"Apa apaan ini? Berani sekali dia! Bagaimana bisa dia menikahi wanita lain? Bukankah aku yang seharusnya menjadi ratu......"


Dengan penuh emosi Karmila melempar sebuah koran yang berisikan pengumuman rencana pernikahan Raja Morona.


Yang justru membuat Karmila semakin emosi adalah respon para rakyat, para rakyat justru setuju dengan keputusan raja mereka bahkan sangat mendukung Morona menikahi Anastasia.


"Kenapa rakyat justru setuju? Kenapa? Padahal jelas jelas mereka sangat benci jika rajanya berpaling dari ratunya yang sudah tiada!!!!!"


"Kenapa juga harus Anastasia? Kenapa harus wanita itu? Ini benar benar memuakkan!"


Kegaduhan yang dilakukan oleh Karmila terdengar sampai keluar, ayahnya count chaseiro lantas membuka pintu untuk memeriksa keadaan anaknya.


Ceklekkkkk


Suara pintu terbuka


"Ada apa Karmila? Apa yang terjadi? Kenapa kau marah?" Pria tua dengan rambut yang mulai memutih ini adalah ayah kandung dari Karmila.


"Apa ayah belum tahu? Morona si brengsek itu akan menikahi putri Marquez! Ayah kan tahu ......" Karmila lantas menangis karena apa yang selama ini dia kejar justru tak bisa dia gapai.


Count chaseiro lantas memeluk putrinya, count chaseiro sudah tahu segalanya tapi dia tidak ada sangkut paut dengan penghianatan yang dilakukan oleh Morona dan putrinya, count hanya tahu apa yang terjadi dan memiliki bungkam karena baginya keuntungan adalah yang paling penting.


Sementara di markas tentara kerajaan, Nagara terkejut dengan pengumuman yang menyatakan raja Morona akan menikah, di lantas bergegas bertanya kepada Ana.


Ana saat itu dengan berlatih panah.


"Ana! Apa kau sudah tahu dengan berita terbaru?" Nagara panik dan hanya di depan Ana lah dia baru berani membuka topengnya dan memperlihatkan wajah aslinya.


"Aku sudah tahu!" Dengan santainya Ana menjawab sambil berlatih memanah.


"Kau tidak khawatir sama sekali?" Tanya Nagara dengan kebingungan.


"Tidak! Sebenarnya aku sudah menyiapkan satu hal yang jauh lebih penting, biarkan saja dia menikah dengan wanita lain, asalkan itu bukan Karmila!" Ucap Ana sambil tersenyum penuh makna.


"Dari pada itu, lebih baik kau mulai menunjukkan wajah asli mu kepada publik! Apa kau tak marah dengan ocehan publik yang mengatakan kau buruk rupa?" Ucap Ana yang paham betul bagaimana rasa sakitnya di hina.

__ADS_1


Nagara tersenyum,"Aku tak ingin ada yang tahu wajah asli ku kecuali orang itu adalah orang yang ku suka, lagipula ada masanya nanti!" Setelah mengucapkan kata kata itu, Nagara langsung pergi meninggalkan Ana.


"Haa? Apa maksudnya? Suka? Bukankah hanya aku yang tahu wajah aslinya?" Pikir Ana.


"Tapi ya sudah lah, tak usah terlalu dipikirkan mungkin saja masih ada orang lain yang tahu wajah aslinya seperti apa!" Pikir Ana yang tak mau ambil tahu tentang ucapan Nagara.


Karmila dengan seenaknya masuk ke dalam istana untuk menemui Morona.


Sementara di depan gerbang, Karmila memaksa masuk ke dalam istana dengan berbagai alasan.


"Kenapa kalian tidak buka gerbang? Buka gerbangnya! Biarkan kereta kuda ku lewat!" Karmila yang berada di dalam kereta kuda miliknya menunjukkan wajahnya sembari memaksa untuk dibukakan gerbang.


"Maaf lady! Tapi ada keperluan apa lady datang ke istana? Kami hanya mengikuti perintah kepala pelayan Masia!" Kedua pengawal tampak bingung karena bagaimanapun mereka tidak boleh bersikap kasar kepada seorang lady.


"Ku bilang buka ya buka! Kalian paham enggak sih apa yang aku bilang!" Karmila yang kesal lantas turun dari kereta kudanya dan memarahi para pengawal istana.


"Maaf lady tetap tidak bisa, anda tidak bisa masuk ke dalam istana jika tidak memiliki kepentingan!" Pengawal itu berusaha bersikap tenang dan menjelaskan kepada Karmila.


"Atas dasar apa? Aku biasanya selalu langsung masuk ke dalam istana, atas dasar apa sekarang tidak boleh?" Teriak Karmila dengan marah dan harga dirinya sebagai seorang bangsawan benar benar sangat rendah, dia dengan mudah berteriak teriak dan memaksa.


Ternyata Ana sedang melihat Karmila yang memaksa masuk ke dalam istana.


"Huuh Karmila bisa bisanya kau bekerjasama dengan Morona untuk tahta, padahal Morona pasti akan menendang mu jika sudah selesai di pakai! Lihat saja sekarang Morona tak ingin bertemu dengan mu!"


"Aku memang sengaja tidak langsung membunuh kalian berdua karena aku ingin kalian merasakan penderitaan yang membuat kalian ingin mati!"


"Morona brengsek itu hanya belum dapat balasan dari aku, tapi tenang aja aku juga sudah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih besar lagi untuk Morona dan juga untuk mu Karmila seperti mana kau bunuh anak aku!"


Ana tersenyum dengan penuh makna sembari melihat Karmila yang di hadang para pengawal.


Sebuah kereta kuda muncul dan para pengawal membukakan gerbang dan membiarkan kereta kuda itu masuk dengan penuh hormat.


Ana lantas pergi dari tempatnya berdiri, sementara seorang wanita tersenyum penuh makna dari dalam kereta kuda itu.


"Hei ! Apa apaan ini? Kenapa kalian membiarkan kereta itu masuk dan memberi dia hormat?" Karmila merasa sangat marah dan tidak adil dengan peristiwa itu.


"Maaf lady Karmila tapi kereta kuda itu adalah kereta kuda Marquez de Silva!"

__ADS_1


"Maksud mu?"


"Di dalam kereta itu ada anak dari Marquez yaitu lady Anastasia sekaligus calon istri raja Morona dan permaisuri kerajaan Adhrika!"


"Tentu saja kami semua harus memberi hormat kepada calon ibu negara kerajaan kita!"


Ucapan itu benar-benar menusuk hati Karmila, dia benar benar syok karena awalnya dia pikir pernikahan Morona hanya rumor semata, tapi ternyata itu benar benar terjadi.


Sementara Anastasia di sambut hangat oleh seluruh pelayan dan pengawal dari kerajaan begitu juga dengan Morona dan seluruh staf kerajaan.


Anastasia yang sangat cantik berjalan dengan sangat anggun menghampiri Morona yang sedang duduk di kursi tahta.


"Hormat kepada yang mulia! Saya Anastasia de silva putri dari Marquez de Silva!" Anastasia membungkukkan badannya dan memberi hormat kepada Morona.


Morona lantas berdiri dan berjalan mendekat ke arah Anastasia, dia lalu mencium tangan Anastasia.


"Selamat datang calon ratu ku!" Ucapannya dengan lembut.


Anastasia tersenyum manis,"terima kasih yang mulia".


"Panggil saja aku Morona karena kamu adalah calon istri ku, kamu tidak usah terlalu formal kepada ku!" Ucap Morona dengan penuh kasih mesra.


"Baiklah Morona" jawab Anastasia sembari tersenyum dengan penuh kasih.


Morona lalu memperkenalkan Anastasia kepada seluruh orang yang berada di istana, setelah itu Anastasia di antar oleh para pelayan ke istana ratu karena Anastasia nantinya akan menjadi ratu dari kerajaan Adhrika.


Istana Adhrika terdiri dari beberapa istana lainnya, istana pertama adalah istana pusat yang berada tepat ditengah dan tempat untuk pertemuan oleh raja dengan bangsawan ataupun kerajaan tetangga.


Istana kedua adalah istana raja tempat Morona tinggal, dulunya istana itu ditempati oleh ratu Illeana dan Morona di kamar yang berbeda dan di kamar tamu istana raja adalah tempat tinggal Karmila di istana.


Istana ketiga adalah istana ratu, itu adalah istana bagi permaisuri kerajaan Adhrika dan merupakan tempat tinggal dari mendiang ratu Sarafina, ibu dari ratu Illeana.


Istana keempat adalah istana putri, tempat tinggal ratu Illeana ketika masih menjadi putri dan dulunya Karmila juga ikut Illeana tinggal di istana putri meskipun di kamar yang berbeda.


Istana kelima adalah istana pangeran, tapi di karenakan raja terdahulu hanya memiliki seorang putri maka istana ini tidak digunakan oleh siapapun.


Sebenarnya masih ada satu lagi istana dan jika total kerajaan Adhrika memiliki 6 istana, tetapi mendiang raja Adelardo bersama keluarganya sering menggunakan istana raja secara bersama, sehingga istana lainnya menjadi kosong, tapi di karenakan sekarang rajanya sudah berbeda maka aturannya pun sudah berbeda.

__ADS_1


Di kamar ratu, Anastasia sedang mengemasi barang barangnya yang di bantu oleh para pelayan,ketika melihat kaca Anastasia tak sengaja melihat Ana sedang berlatih panah.


Anastasia yang tertarik lantas memperhatikan hal itu dengan serius dan seketika dia terkejut.


__ADS_2