
Suara itu lantas membuat langkah kaki Morona terhenti, ketika Morona menoleh ke belakang benar saja ada seorang wanita yang keluar dari kamar itu, dia tak lain adalah Anastasia yang membuat Morona merasa senang.
"Yang mulia!" Panggil wanita itu dengan suara yang lemah lembut dan wajah yang sendu.
"Anastasia! Kamu akhirnya bersedia menemui aku!" Ucap Morona dengan penuh suka cita karena akhirnya Anastasia bersedia menemui dirinya.
"Yang mulia! Maafkan saya, tak seharusnya saya memperlakukan anda seperti ini, meskipun saya tahu perbuatan kalian itu tercela dan salah, tapi anda kak tetap seorang pemimpin dan seorang raja dari kerajaan ini, jadi mohon maaf atas kelancangan saya!" Ucap Anastasia kepada Morona dengan sangat bijaksana.
Ucapan Anastasia memang terkesan sangat berbeda dari yang dipikirkan oleh Morona, Morona bahkan berpikir jika Anastasia akan sangat marah dan tak menghormati dirinya, tapi hal itu benar benar di bantah dengan sikap Anastasia saat ini yang justru bersedia menemui Morona dan malah meminta maaf.
"Ini salah ku, tak seharusnya kau meminta maaf! Seharusnya aku lah yang meminta maaf atas semua yang sudah terjadi! Maafkan aku Anastasia!" Ucap Morona dengan sangat tulus.
"Saya hanya di ajarkan bagaimana menjadi seorang wanita terhormat dan seorang bangsawan yang bermartabat! Terlepas dari semua yang sudah terjadi, status saya masih tunangan anda dan seorang bangsawan, sedangkan anda adalah raja dan pemimpin dari kerajaan ini yang berarti anda juga adalah pemimpin saya!" Ucap Anastasia dengan penuh wibawa dan martabat.
"Terima kasih Anastasia! Aku benar benar tidak salah memilih untuk menjadikan mu permaisuri dan ibu dari kerajaan ini!" Jawab Morona dengan raut wajah yang terkesima dengan jawaban jawaban yang di lontarkan Anastasia.
"Tapi yang mulia, saya rasa ada hal yang harus anda katakan terkait apa yang sudah terjadi! Saya dengar jika anda ingin menjelaskan semua yang terjadi dan merasa itu semua adalah kesalahpahaman semata! Benar kan?" Ucap Anastasia.
"Sebenarnya aku juga tidak tahu bagaimana aku bisa bersama dengan Karmila! Tapi asisten ku mendapatkan bukti jika aku telah di racun! Ada sesuatu dalam minuman ku yang membuat aku menjadi seperti ini!" Ucap Morona yang berusaha menjelaskan kepada Anastasia atas semua yang telah terjadi dan meyakinkan Anastasia jika semua ini bukan salahnya.
"Hmmm! Siapa yang percaya sih? Lagian laki laki bajingan tukang selingkuh mana bisa di percaya!" Ucap Anastasia di dalam hatinya.
__ADS_1
"Jadi aku benar benar minta maaf atas semua yang terjadi! Aku bisa pastikan kalau yang terjadi hanya sebuah kesalahpahaman! Jadi aku mohon maafkan aku ya Anastasia! Dan aku minta untuk tidak membiarkan semua ini terdengar oleh orang lain!" Pinta Morona.
"Aku tak bisa membiarkan orang lain tahu tentang ini semua, termasuk ayah ku, padahal ayah mulai memperhatikan aku dan menyayangi ku! Aku tak bisa membiarkan semua ini terbongkar!" Ucap Morona di dalam hatinya karena dia pada dasarnya tak ingin imejnya hancur dan orang orang menganggap rendah ataupun remeh akan dirinya.
"Huhh sudah kuduga! Tapi, tujuan ku cuman satu yaitu menjadi ratu! Dan untuk Karmila aku ingin menghancurkan mu dan mengembalikan kamu ke tempat seharusnya kamu berada!" Ucap Anastasia di dalam hatinya yang sepertinya dia memiliki maksud dan tujuan lain dan sepertinya dia memiliki sebuah rahasia tentang Karmila.
"Tidak apa apa yang mulia! Saya percaya dan yakin dengan anda, tapi terlepas dari itu semua tolong anda pastikan jika semua yang anda katakan adalah benar!" Ucap Anastasia dengan tatapan yang serius.
Morona hanya menatap Anastasia raut wajah yang binggung dan sendu.
"Bukan saya tidak percaya! Tapi saya harap anda paham kalau saya tidak ingin ikut campur masalah ini, saya akan menganggap jika apa yang sudah terjadi tentang anda dan lady Karmila tidak pernah terjadi!" Ucap Anastasia dengan suara yang lembut tapi terdengar sangat tegas dan serius.
Morona hanya diam sembari berpikir akan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
"Kalau begitu saya permisi!" Anastasia lantas masuk kembali ke kamarnya dan menutup pintu yang membiarkan Morona seorang diri di luar.
Morona lalu kembali ke ruangannya untuk menemui asistennya.
Saat ini, Ana dan Nagara sedang berada di dalam sebuah ruangan yang terkesan rahasia dan hanya ada mereka berdua.
"Bagaimana? Apa kau sudah tahu siapa pendukung Karmila sekarang?" Tanya Ana kepada Nagara.
__ADS_1
"Aku sudah tahu siapa orang yang mendukung dan membantu nya selama ini dan terkait masalah yang terjadi ketika upacara pertunangan itu juga adalah ulah dari pendukungnya!" Ucap Morona dengan sangat yakin dan sorot mata yang tegas.
"Bagaimana kau bisa tahu secepat ini? Apa yang sudah kau lakukan?" Tanya Ana seakan tak percaya karena ini masih dalam acara pertunangan kerajaan.
Nagara lantas memberitahukan kepada Ana tentang apa yang terjadi dan apa yang di lakukan sehingga dia bisa mengetahui siapa orang yang menjadi pendukung dan pembantu Karmila saat ini.
Sebelumnya, Nagara tak sengaja melihat Karmila keluar dari gerbang istana menaiki kereta kuda, Nagara lantas mengikuti Karmila dengan menunggangi kuda miliknya.
Benar saja, Karmila tidak pulang ke kediaman count melainkan pergi ke suatu tempat dan tempat itu adalah kediaman Baron Dazan, awalnya Nagara seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat, dia menerka mereka kenapa Karmila berhenti di kediaman Baron dan merasa tak yakin jika orang yang membantu Karmila selama ini adalah sang Baron yang terkenal cuek dan hanya peduli tentang bisnis.
Nagara dengan kemampuannya mampu mengendap -ngendap dan masuk ke dalam kediaman Baron, saat masuk ke dalam kediaman itu dia terkejut mendapati Karmila menemui seorang wanita yang tak lain adalah istri dari Baron Dazan, dia adalah sang baroness.
"Jadi maksud mu baroness adalah orang yang membantu Karmila selama ini?" Tanya Ana yang sontak terkejut dan seakan tak percaya karena dia paham betul jika Baron Dazan adalah orang yang hanya mementingkan bisnis tanpa peduli hal yang lain.
"Apa anda juga mengenalnya?" Tanya Nagara.
"Aku tahu betul siapa itu Baron Dazan, dia adalah orang cuek dan hanya peduli tentang bisnis, dia sama sekali tidak memperdulikan hal lain, jadi sangat tidak mungkin jika dia bersedia menjadi pendukung bagi Karmila yang tak memberikan dia keuntungan ataupun hubungan dengannya!" Ucap Ana dengan raut wajah yang binggung dan seakan tak percaya.
"Sebenarnya bukan Baron yang mendukung lady Karmila, tapi istrinya yaitu baroness!" Ucap Nagara dengan sorot mata yang tajam.
"Maksud mu? Apa hubungan baroness dengan Karmila?" Tanya Ana.
__ADS_1
"Sebenarnya...."