
Vito lantas mencari tahu apakah benar ada dokumen yang hilang dari ruangan tersebut.
Dia memeriksa dengan sangat teliti dan hati-hati agar dapat memastikan jika tidak ada dokumen yang hilang untuk memuaskan rasa curiganya.
Setelah cukup lama mencari, Vito justru tak menemukan ada yang hang di dalam ruangan itu, semuanya masih ada seperti sebelumnya.
"Enggak ada yang hilang! Enggak ada yang berubah juga posisinya!" Pikir Vito dengan linglung dan masih tak percaya.
"Tapi kenapa aku merasa ada yang salah yaa? Apa cuma perasaan aku aja? Apa benar enggak ada apa apa?" Vito yang linglung jadi semakin binggung dengan apa yang dia rasakan.
Sejenak Vito terdiam dalam waktunya yang lama dengan wajah yang linglung dan memperhatikan ke sekeliling.
"Sepertinya memang enggak ada yang salah! Hanya perasaan aku saja!" Pikir Vito karena tak kunjung menemukan apapun yang mencurigakan di dalam ruangan itu.
"Sudahlah enggak usah aku pikirkan lagi! Aku lanjutkan saja pekerjaan ku yang belum aku kerjakan!" Vito akhirnya menyerah dengan semua kecurigaan yang dia rasakan, dia memilih untuk melupakan semua itu dan melanjutkan pekerjaannya.
Kembali ke saat ini, Nagara berada di dalam ruangannya sambil memegang map coklat yang berisikan bukti bukti tentang kematian mendiang ratu Illeana yang sebenarnya di sebabkan oleh pembunuhan yang di sengaja kan.
Nagara membuka map itu dan membaca serta melihat kembali akan bukti bukti yang ada di dalam map tersebut.
"Ana! Padahal aku sudah menyiapkan ini semua untuk mu! Padahal aku mau kasih tau kalau aku sudah mendapatkan bukti-buktinya!" Ucap Nagara seraya mengeluarkan isi dari map tersebut.
__ADS_1
"Tapi sekarang keadaan kita malah seperti ini! Hal itu juga yang buat aku menjadi ragu dan memilih untuk merahasiakan semua ini dari mu!" Terlihat jelas jika Nagara sudah benar-benar kecewa atas semua yang sudah di lakukan oleh Ana, sampai-sampai dia memilih untuk merahasiakan hal ini padahal selama ini, bukti-bukti inilah yang mereka cari.
Nagara memilih mengecek kembali semua kertas yang ada di dalam map tersebut, saat sedang mengecek, sepintas Nagara teringat dengan laci yang belum sempat dia periksa dia dalam ruangan rahasia milik Morona.
"Sepertinya masih ada yang belum aku periksa di dalam ruangan itu!" Pikir Nagara.
"Owh iya laci kecil yang ada di ujung! Aku belum periksa laci itu! Apa aku pergi saja ya sekarang untuk memeriksakan laci tersebut?" Pikir Nagara.
"Sebaiknya aku pergi saja ke sana dulu! Lagian tidak ada salahnya jika aku mengumpulkan semua bukti tersebut terlebih dahulu!" Pikir Nagara dengan sangat yakin dan percaya diri tanpa memperdulikan hubungannya yang saat ini dengan kacau bersama Ana.
Nagara lantas pergi ke ruangan rahasia itu.
Saat hampir sampai di ruangan tersebut, Nagara lantas memeriksa terlebih dahulu apakah ruangan itu ada orang atau tidak.
Secara tak langsung juga Nagara jadi mendengar dan mengetahui akan rencana Vito dan Morona.
"Bagaimana sekarang Vito? Saat ini Anastasia sudah ada di istana, walaupun begitu kehamilan Karmila tetap menjadi masalah yang besar dalam hidup ku!" Ucap Morona.
"Jadi apa yang harus kita lakukan saat ini Vito? Aku tidak mau kalau sampai posisi ku terancam? Aku tidak mau Marquez sampai meminta kembali semua dana yang pernah dia berikan kepada ku, begitu juga dengan Anastasia! Aku tak ingin kehilangan dia! Apa yang harus kita lakukan? Apa yang harus aku perbuat sekarang?" Tanya Morona yang khawatir, takut-takut ada sesuatu yang mengancam posisinya.
"Hmmmm! Biarkan saya berpikir terlebih dahulu yang mulia! Biarkan saya memikirkan sebuah rencana yang matang untuk ini!" Ungkap Vito yang meminta waktu terlebih dahulu untuk berpikir dengan sangat matang mengingat rencana sebelumnya yang di kira akan berhasil justru gagal total.
__ADS_1
"Hmmmm!" Lirih Nagara
"Saya masih tak percaya yang mulia, rencana kita yang sudah di susun dengan sangat sempurna justru harus gagak yang di sebabkan oleh seorang penyusup! Saya rasa alangkah lebih baik jika kita mencari penyusup itu karena saya khawatir rencana kita selanjutnya juga akan gagal karena hal yang sama yaitu di karena kan seorang penyusup!" Ungkap Vito yang mulai berhati-hati karena dari sekarang semua rencana yang dia jalankan sudah tidak aman lagi dan berpotensi akan mengalami kegagalan kembali.
"Iya aku juga tidak percaya bagaimana bisa ada seorang penyusup di istana ini bahkan sudah berani mengagalkan rencana kita!" Ucap Morona.
"Tapi Vito, aku sempat kepikiran jika orang itu adalah orang yang berkaitan dengan Illeana, bukankan seharusnya dia tidak membantu Karmila? Ini justru malah sebaliknya! Orang itu malah menyelamatkan Karmila dari maut!" Ucap Morona yang meluapkan akan apa yang dia pikirkan saat ini.
"Itulah masalahnya yang mulia! Saya kepikiran apa jangan jangan orang itu adalah orang yang di tugaskan oleh Count Chaseiro untuk menjaga lady Karmila karena takut lady Karmila akan kenapa-kenapa!" Ucap Vito yang masih ragu.
Saat ini, mereka benar benar binggung akan siapa sebenarnya penyusup yang ada di dalam istana ini, karena hal ini sangat bertolak belakang, mereka sebenarnya curiga jika itu adalah penyusup untuk mengungkap kematian ratu Illeana karena berhubung dengan bukti yang mereka kumpulkan, tapi kenapa penyusup itu justru menolong Karmila yang jelas jelas Karmila juga ada sangkut pautnya dengan kematian ratu Illeana.
"Apa jangan jangan sebenernya penyusup di dalam istana untuk mengungkap kematian ratu Illeana dan orang yang kemarin mengagalkan rencana kita adalah orang suruhan dari count chaseiro untuk menjaga lady Karmila karena khawatir akan kenapa-kenapa!" Ucap Vito yang berpikir dengan sangat keras untuk mengamankan dan membantu Morona menjadi raja kerajaan Adhrika.
"Bisa jadi sih! Tapi bagaimana bisa count mempekerjakan orang seperti itu? Dia jelas tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu!" Ucap Vito karena seperti yang di ketahuan count chaseiro hanyalah bergelar count yang tak memiliki harta berlimpah ataupun pengaruh yang kuat dalam istana, dia juga menjadi seorang bangsawan karena hadiah dari mendiang raja terdahulu yaitu raja Adelardo badhrika yang tak lain adalah ayah kandung ratu Illeana hanya karena putrinya karmila menyelamatkan ratu Illeana waktu masih kecil yang tersesat di hutan.
"Huuuh!" Vito menghela nafas.
Sementara Nagara yang berada di luar terus mendengar semua pembicaraan rahasia antara Vito dan Morona.
"Bagaimana sekarang Vito? Bagaimana? Aku benar benar binggung untuk apa yang harus kita lakukan selanjutnya!" Ucap Morona yang benar-benar sangat binggung dan lelah.
__ADS_1
Sekarang benar-benar sudah jalan buntu.