
Ceklekkkkk
Pintu terbuka
"Argh!!!!" Seketika Anastasia berteriak kencang karena terkejut melihat hal yang ada di depannya.
Teriakan Anastasia seketika membangunkan Karmila yang sedang tertidur dalam keadaan tak berbusana.
"Aaaaaaaa!" Karmila justru berteriak terkejut ketika mendapati dirinya tak berbusana dan bersikap tak tahu apa apa.
"Kalian!! Kalian! Arghhhh!" Ucap Anastasia yang terkejut sembari berjalan mendekat ke arah Karmila dan Morona.
Kamila bersikap seolah olah dia adalah korban padahal ini jelas adalah rencananya untuk menjebak Morona dalam dekapannya, sementara Morona justru masih tertidur dan tak bangun.
Ana lalu berlari menghampiri Anastasia,"sabar yang mulia! Sabar!" Ana berusaha menenangkan Anastasia.
"Kalian keterlaluan! Kamu juga! Apa kamu enggak tahu aku adalah tunangannya?" Ucap Anastasia dengan marah sambil bersedih penuh kesedihan yang dalam.
"Hikss...hiks....saya minta maaf yang mulia... Saya....."
"Hiks......hiks......"
Karmila menangis sejadi-jadinya karena merasa dirinya sekarang adalah korban.
"Ahhh sudah!Muak aku berbicara dengan mu! Yang mulia bangun! Bangunlah!!!" Teriak Anastasia dengan penuh histeris membangunkan Morona.
"Heii!! Kenapa dia tak bangun bangun? Bangun!!!" Teriak Anastasia dengan perasaan sedih kecewa kesal dan marah yang bercampur menjadi satu.
Morona tetap saja tak bangun dari tempat tidurnya, dia tetap saja tertidur di atas ranjang dengan tak berbusana sementara Karmila hanya menangis dan trauma atas apa yang telah terjadi kepadanya.
Ana lalu mengambil semangkok air dan memberikannya kepada Anastasia.
"Yang mulia! Ini! Siram saja karena sepertinya dia tak akan bangun!" Pinta Ana yang memberikan Anastasia semangkok air.
Anastasia yang merasa kesal dan marah lantas mengambil air itu dan menyiraminya ke Morona yang sedang tertidur.
Byurrrrr
__ADS_1
Karmila yang menyaksikan hal itu seketika terkejut karena bisa bisanya mereka berani menyirami air kepada seorang raja.
Morona sontak terbangun dengan sangat marah "Apa apaan ini!! Kenapa ?" Ucap Morona yang kesal karena bisa bisanya di di siram air.
Ketika Morona membersihkan cipratan air diwajahnya sontak saja dia terkejut melihat di sekelilingnya.
Bagaimana tidak? Morona sangat terkejut ketika mendapati dirinya tak berbusana dan melihat tunangannya lady Anastasia berada di depannya dalam keadaan bersedih.
"Ada apa?" Morona lantas melihat ke sekeliling dan terkejut melihat Karmila berada di sebelahnya dengan keadaan tak berbusana.
"Kau! Kenapa kau ada di sini? Kenapa kau tak berbusana? Kitaa....." Seketika Morona menjadi gugup dan merasa takut karena tak tahu hendak berbicara apa, dia sendiri juga seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Aku.... Aku juga enggak tahu....Huaaa......." Karmila hanya menangis dan bersedih karena merasa menjadi korban dalam peristiwa ini dan harus mendapat keadilan dan rasa kasihan yang sangat besar atas apa yang sudah berlaku menimpa dirinya.
"Tega sekali yang mulia... Bisa bisanya yang mulia bersikap seperti ini....padahal kita baru saja bertunangan!" Teriak Anastasia dengan sangat keras dengan rasa sedih dan kecewa yang bercampur menjadi satu.
"Enggak! Ini ....aku enggak....."
"Karmila! Keterlaluan kamu yaa! Kamu pasti yang menjebak aku kan? Dasar wanita sialan!" Ucap Morona dengan sangat marah karena merasa sudah di jebak dan terperangkap dalam permainan yang di buat oleh Karmila.
"Karmila! Berani sekali kau ya! Dasar wanita ja...." Morona lantas mengangkat tangannya hendak memukul Karmila dengan maksud melepaskan amarah yang di simpan di dalam hatinya.
"Apa apaan ini?" Morona lantas melepaskan tangan Ana.
"Berani sekali kau ya! Kau hanya seorang ksatria? Atas dasar apa kau bisa........" Morona lantas mengeluarkan kemarahannya kepada Ana karena berani beraninya seorang ksatria biasa menghalangi raja.
"Hentikan! Aku bilang hentikan!" Anastasia lantas berteriak sangat keras sehingga mengejutkan Morona yang seketika terdiam.
"Anda keterlaluan yang mulia........."
"Hiks.....hiks.....hiks....."
"Kita baru saja bertunangan, bisa bisanya anda berselingkuh dengan dia! Apa jangan jangan selama ini anda sudah menyelingi saya?" Teriaknya sembari meneteskan air mata karena rasa sakit yang dia rasakan saat itu.
"Sa......ya....." Ucapnya yang terbata bata karena berusaha membela diri tapi tak tahu harus mengatakan apa.
"Saya apa? Cukup sudah!" Teriak Anastasia yang lantas berlari keluar dari kamar itu sembari menangis.
__ADS_1
Sementara Ana terkejut melihat hal itu, tapi dia tetap diam di kamar itu yang kemudian pergi juga.
"Saya permisi yang mulia dan lady!" Ucap Ana.
Trangggg!
Morona melempar sebuah guci yang berada di sebelahnya.
"Kau! Apa yang kau lakukan Karmila? Kau ingin menghancurkan aku?" Ucap Morona yang mengamuk.
"Hiks.....hiks.......hiks......hiks......." Karmila hanya menangis sedih karena bersikap layaknya korban atas semua yang terjadi.
"Hentikan Karmila! Aku tahu semuanya! Aku tahu kau sengaja menjebak aku kan? Iya kan?" Teriak Morona sangat keras dan kasar dengan wajah yang kebingungan.
"Aku juga enggak tahu! Aku di sini enggak tahu apa apa......" Karmila hanya bisa berusaha membela dirinya.
"Kau bohong! Aku tahu kau sebenarnya tahu! Ini kamar ku! Bagaimana bisa kau masuk ke dalam kamar ini dan kita melakukan hubungan ini??????" Ucap Morona yang sangat marah karena merasa sudah dibohongi oleh Karmila.
"A-ku....aku benar benar enggak tahu.....aku enggak tahu bagaimana kita bisa berakhir seperti ini....." Sambil menangis Karmila berbicara mengeluarkan air mata yang deras.
"Arghhhh! Diam!!!!" Teriak Morona.
"Hentikan semua itu! Aku tahu kau itu palsu! Beraninya kau menipu aku! Karmila apa karena ingin menjadi ratu kau menjadi seperti ini?" Tanya Morona dengan wajah penuh amarah dan kebencian.
"Ak...ku....." Jawab Karmila yang gugup.
Morona lalu mendekat ke arah Karmila dengan tatapan yang sangat mengerikan, dia memegang leher Karmila sangat kuat yang sontak saja membuat Karmila sangat ketakutan karena melihat aura pembunuhan dari Morona.
"Ingat jangan sampai hal ini diketahui oleh siapapun! Aku akan mengurus sisanya! Kau hanya perlu diam! Lagipula kita juga sudah sering melakukan ini kan?" Ucap Morona yang tersenyum serimingai penuh makna yang menakutkan.
Karmila hanya terdiam dalam keadaan yang ketakutan karena merasa Morona seperti ingin membunuh dirinya.
"Kau tenang saja aku tetap akan menjadikan mu ratu negeri ini! Tapi hanya sebatas ratu kedua dibawah kekuasaan ratu pertama! Akan ku jadikan dirimu selir!" Ucapan itu sangat mengejutkan Karmila karena dia sebenarnya sangat tidak terima dengan ucapan Morona yang ingin menjadikannya selir tapi di satu sisi dia saat ini sedang ketakutan.
Morona lalu menarik tangannya dari leher Karmila,"Keluar! Keluar!" Teriak Morona dengan keras yang mengusir Karmila tanpa memperdulikan Karmila yang tak mengenakan pakaian ataupun busana sedikit pun.
Karmila sontak saja terkejut dan ketakutan karena baru kali ini dia benar benar menyaksikan kemarahan Morona yang sangat gila, pada akhirnya dia pergi dari kamar Morona dengan menggunakan handuk dan selimut.
__ADS_1
Anastasia yang berlari sambil menangis masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya rapat rapat, setelah itu di berbaring di atas ranjangnya dan tersenyum.