Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Kerjasama


__ADS_3

"Apa?" Sontak saja Ana menjadi terkejut dan kaget mendengar hal itu.


"Huuh! Aku benar-benar tidak percaya jika Karmila akan hamil anak Morona! Mereka kan hanya kerja sama yang tak memiliki rasa sama sekali!" Ucap Ana.


Ana lalu tertawa terbahak-bahak


"Hahahaha! Hahahhaha!"


Nagara lantas ikut tertawa bersama Ana.


"Hahahahahhaha! Hahahaha!"


Count telah sampai di kediamannya, dia lantas bergegas pergi menemui Karmila yang sedang terbaring lemas di kamar.


Saat masuk ke dalam kamar Karmila, count melihat Karmila yang sedang tertidur sangat lelah.


Dengan wajah yang sendu, count lantas berjalan mendekati Karmila, dia duduk di sebuah kursi yang letaknya cukup dekat dengan ranjang tempat tidur Karmila sambil memandangi putrinya itu dengan wajah yang sangat sedih.


"Karmila !Maafkan papa nak! Maafkan papa karena tidak bisa menjadi seorang ayah yang baik untuk mu!" Ucap count dengan sangat tulus sembari memegang tangan Karmila.


"Maafkan papa yaa, papa sudah gagal menjadi seorang ayah yang baik untuk mu! Papa sudah gagal karena tak bisa mendidik mu dengan baik! Papa yang salah karena membuat mu menjadi orang seperti ini! Lebih baik kamu tidak memiliki seorang ayah seperti papa! Papa ini adalah ayah yang buruk untuk kamu!" Suara count terdengar sangat berat seperti orang yang sedang menahan kesedihan yang sangat dalam.


"Maafkan papa nak! Maafkan papa Karmila! Sekarang kamu hamil dalam keadaan tak memiliki suami! Maafkan papa karena tak bisa menjadi ayah yang baik untuk mu! Tak bisa menjadi pelindung dan keluarga untuk mu!" Ucap count dengan sangat sedih yang tanpa sadar air matanya menetes.

__ADS_1


Ucapan ucapan yang di lontarkan oleh count memang tidak kuat, tapi itu terdengar sangat tulus dan memiliki kesedihan yang sangat dalam.


"Papa janji! Papa akan menjadi pelindung untukmu! Papa janji tidak akan membiarkan kamu kesusahan apalagi menderita! Papa tak akan membiarkan kamu hidup seperti dulu! Papa akan lakukan apapun!" Lirih Count.


"Papa tak akan membiarkan kamu melahirkan seorang anak tanpa seorang suami! Papa tak akan membiarkan anak kamu lahir tanpa memiliki seorang ayah! Papa pasti akan membuat pria itu bertanggung jawab kepada mu! Papa akan membuat dia menikahi kamu! Meskipun dia seorang raja, tapi dia tetap harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dia perbuat kepada kamu!" Terlihat jika count sangat teguh dan gigih dalam ucapannya meskipun dengan wajah yang sedih dan mata yang sembab.


Count terus memandangi putrinya itu dengan wajah yang sangat sedihh dan terlihat memiliki rasa penyesalan yang cukup dalam. Dalam waktu yang cukup lama dia memperhatikan putrinya.


Setelah merasa sudah cukup, count lalu pergi dari kamar putrinya, pelan-pelan dia keluar dari kamar Karmila dan tak lupa pula menutup pintu kembali.


Ketika count menuruni tangga rumahnya, dia melihat seorang wanita yang berdiri tegak sedang menunggu nya, wanita itu tak lain adalah Baroness, count lantas menghela nafas.


"Ada apa lagi baroness? Apa anda memiliki masalah atau urusan lain dengan saya?" Tanya count tanpa banyak basa-basi.


"Putri ku! Apa urusannya dengan mu? Aku mau berapa lama juga itu urusan ku! Tidak ada urusannya dengan mu!" Jawab count dengan ketus dan sangat dingin.


"Kenapa dia malah balik dingin sih pada ku? Padahal baru saja dia sudah baik kepada ku! Kenapa sekarang malah dingin dan cuek lagi?" Ucap baroness di dalam hatinya yang merasa kesal dengan apa yang di lakukan count kepadanya


"Udah lah enggak apa apa! Kalau bukan karena Karmila dan posisi ku yang terancam, aku juga tidak mungkin akan bersikap seperti ini kepada nya!" Ucapnya di dalam hati.


"Iya tuan count, maaf jika salah berbicara! Bagaimana kalau kita duduk dulu dan berbicara empat mata!" Pinta baroness dengan santai yang bisa di bilang dia sama sekali tidak tahu malu dan tidak menyerah untuk mencapai tujuannya dalam menghadapi count Chaseiro yang jelas jelas sangat menolaknya.


"Dasar perempuan keras kepala! Masih saja seperti dulu! Pasti akan memaksa dan tak menyerah untuk mendapatkan apa yang dia mau!" Ucap count di dalam hatinya akan kilas balik masa dia bersama baroness dulu ketika masih saling mencintai satu sama lain.

__ADS_1


"Ingin sekali aku menolak permintaan dia! Tapi dia pasti tak akan menyerah dan akan memaksa aku untuk tetap mau mengikuti apa yang dia inginkan! Percuma aku menolak karena pada akhirnya aku harus mau menurutnya apa yang dia inginkan!" Pikir count Chaseiro.


"Baiklah silahkan duduk!" Jawab count.


Count dan baroness lalu duduk di ruang tamu, tak lupa count memerintahkan kepada pelayan di kediamannya untuk menyeduhkan teh kepada baroness, karena biar bagaimanapun baroness adalah seorang tamu yang sudah sewajarnya diperlakukan sesuai dengan etikat dan aturan bagi seorang tamu yang sedang berkunjung.


"Langsung saja! Tidak perlu mengulur banyak waktu dan tidak perlu basa basi! Apa yang ingin aku bicarakan kepada ku?" Tanya count dengan sangat ketus dan sangat dingin kepada baroness.


"Baik kita langsung saja ke Intinya! Bagaimana dengan Karmila! Apa raja bersedia bertanggung jawab kepadanya? Apa raja bersedia menikahinya?" Tanya baroness.


"Kenapa kau harus peduli dengan Karmila? Dia kan bukan siapa siapa bagi mu! Atas dasar apa kau harus ikut campur dengan hal ini sekarang?" Tanya count dengan raut wajah yang kesal.


"Sudah berapa kali aku harus katakan! Karmila itu Putri ku! Dia anak ku! Anak kandung ku! Anak yang lahir dari rahim ku! Sembilang aku mengandung dia! Sudah jelas kenapa aku harus melakukan ini, karena dia putri ku!" Jawab baroness dengan sangat tegas.


"Ahhhhh! Baiklah! Aku sudah lelah berbicara dengan mu! Katakan lah apa yang ingin kau katakan! Aku sudah lelah jika harus memaksa mu untuk berhenti! Kau sangat keras kepala!" Ucap nya yang sudah lelah dengan keadaan yang terjadi saat ini.


"Aku tahu dia pasti akan membiarkan ku! Dia tidak mungkin dan tak akan pernah bisa menolak ku! Meskipun sudah begitu banyak hal yang aku lakukan kepadanya!" Ucap baroness di dalam hatinya dengan sangat bangga.


"Baik, aku cuma ingin pastikan kalau putri ku Karmila tidak akan mengalami kesusahan apalagi menderita! Aku ingin raja Morona menikahi putri kita Karmila! Aku ingin dia bertanggung jawab atas apa yang sudah dia perbuat kepada Karmila!" Ucap baroness.


"Aku akan pastikan hal itu! Aku juga tak akan membiarkan putri ku melahirkan tanpa seorang suami apalagi cucuku lahir tanpa seorang ayah! Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi!" Jawab count.


"Aku akan membantu mu untuk membuat raja Morona bertanggungjawab jawab menikahi Karmila! Mari kita bekerjasama!" Ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2