Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Kecewa


__ADS_3

"Karmila hamil? Apa kau yakin?" Tanya Morona dengan meremehkan.


"Iya yang mulia, tidak menuntut kemungkinan kan yang mulia jika lady Karmila hamil!" Jawab Vito yang mengkhawatirkan sesuatu terjadi di luar kendali.


Morona lantas tertawa kecil, "Huhhh Vito, padahal kau tahu aku sudah sering melakukan itu dengan dia, tapi dia tidak pernah hamil!" Ucap Morona dengan bangga dan sangat yakin.


Sambil tertawa terbahak bahak Morona seakan menghina Karmila,"Aku bahkan sempat berpikir apakah wanita itu mandul, sampai kami tidak memiliki keturunan, tapi sepertinya tidak karena sebenarnya memang aku yang tidak ingin memiliki anak dengan Karmila! Hahahahah!" Ucapnya tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Sudahlah intinya lupakan semua yang sudah terjadi, karena itu juga sama sekali tidak penting untuk ku!" Tamba Morona.


"Baiklah kalau begitu yang mulia, jadi sekarang kita hanya perlu melupakan semua yang sudah terjadi kan? Kita hanya perlu tetap melaksanakan upacara pernikahan anda kan?" Tanya Vito.


"Iya, anggap saja tidak pernah terjadi hal seperti ini dan jangan mengkhawatirkan tentang dia karena aku yakin sekali dia tidak akan hamil anak ku!" Ucap Morona dengan tegas dan sangat yakin yang sangat membanggakan dirinya.


"Lalu bagaimana dengan janji anda dengan lady Karmila? Anda kan berjanji akan menjadikan dia permaisuri dan ibu dari kerajaan ini!" Ucap Vito yang kembali mengingatkan Morona tentang janjinya kepada Karmila.


"Owh tenang saja, aku adalah orang yang menepati janji, aku akan menjadikan dia istri ku, lebih tepatnya permaisuri kedua!" Jawab Morona dengan tegas.


"Maksud anda selir? Apa anda yakin karena lady karmila sama sekali tidak memiliki harta maupun tahta? Bahkan jika anda ingin mencari selir, setidaknya anda perlu seorang wanita dengan posisi yang tinggi atau harta yang berlimpah!" Ucap Vito.


Morona lantas tersenyum kepada Vito dan mengisyaratkan sesuatu hal.


3 hari kemudian, Karmila merasa sangat panik dan tak nyaman lantaran tak mendapatkan berita apapun setelah kejadian itu terjadi, kejadian dimana dia masuk ke dalam kamar Morona dan mereka berhubungan badan yang tertangkap basah dengan Anastasia de silva.


Saat ini Karmila sedang berada di dalam kamarnya sambil berpikir akan apa yang terjadi serta menunggu berita selanjutnya, dia benar benar seperti orang gila dengan wajah yang sembab.


"Apa apaan ini? Kenapa tidak ada berita sama sekali? Padahal ini sudah 3 hari!" Ucapnya yang menggerutu dengan panik dan khawatir.

__ADS_1


"Aku tidak bisa membiarkan ini begitu saja! Aku harus mendapatkan apa yang aku inginkan!" Ucapnya dengan wajah yang sangat panik.


"Arghhhh! Aku harus bagaimana sekarang? Kenapa tidak ada berita apa apa? Seharusnya ada berita dari istana!" Ucapnya dengan perasaan yang bercampur aduk antara sedih, kecewa dan marah yang bercampur menjadi satu.


"Ahhhhhhh! Astaga bagaimana ini? Masak tidak ada berita apa apa, padahal aku sangat menunggu berita ini!" Ucapnya.


Di istana, Morona berinisiatif menemui Anastasia dan mengajaknya berjalan jalan di taman istana.


"Salam yang mulia!" Sapa Anastasia kepada Morona dengan penuh hormat.


"Salam! Lady bagaimana kalau sekarang kita berjalan jalan di taman istana sambil lebih mendekatkan diri satu sama lain!" Pinta Morona dengan penuh harap.


"Sekarang? Apa anda tidak memiliki kesibukan yang lain?" Tanya Anastasia.


"Kebetulan aku tak memiliki tugas apa apa, jadi bisakah kita pergi?" Pinta Morona yang bermaksud mempererat hubungannya dengan Anastasia.


"Baiklah kalau begitu yang mulia!" Jawab Anastasia yang setuju dengan ajakan Morona.


Tak terasa, mereka berdua telah sampai di taman istana, Morona lantas menghentikan langkahnya dan meminta Anastasia juga ikut berhenti.


"Anastasia ayo kita berhenti di sini!" Ucap Morona yang meminta Anastasia berhenti di sebuah gazebo di tengah taman istana.


"Baik yang mulia!" Ucap Anastasia yang menurut dengan Morona.


"Aku punya sesuatu untuk mu!" Ucap Morona.


"Apa itu?" Tanya Anastasia.

__ADS_1


Morona lalu menutup mata Anastasia dan membawanya ke gazebo, setelah itu Morona melepaskan tangannya dari wajah Anastasia.


Anastasia lalu perlahan lahan membuka matanya.


"Wahhhh! Ini benar benar....." Anastasia terkejut mendapati gazebo di taman istana yang di hias sangat cantik dan indah, terdapat 2 buah kursi dan 1 meja yang di hias sangat indah.


"Ini benar benar indah!! Aku suka sekali! Terima kasih! Apa ini semua untuk ku? Apa yang mulia yang mempersiapkan ini semua?" Tanya Anastasia dengan wajah yang sangat bahagia dengan penuh riang gembira.


Morona lantas tersenyum bahagia,"Iya ini semua aku persiapkan untuk mu! Apa kamu menyukainya?" Tanya Morona.


"Tentu saja! Terima kasih yang mulia!" Jawab Anastasia yang lantas memeluk Morona dengan penuh kasih sayang, Morona terkejut mendapati Anastasia berinisiatif memeluk dirinya tetapi dia juga sebenarnya sangat bahagia, dia lantas memeluk balik Anastasia dengan suka cita.


Pasangan itu seakan melupakan semua yang sudah terjadi, mereka justru saat ini sedang bermesraan tanpa perduli dan mengingat apa yang sudah terjadi, mereka benar benar sudah melupakan hal yang sudah lewat.


Pasangan itu lantas menikmati masa bahagia itu, mereka makan bersama, berdansa dan bersenda gurau dengan penuh gembira.


Saat sedang bersenda gurau, pasangan itu seakan hanyut dalam suasana yang akhirnya mereka berdua saling berciuman di tengah taman istana.


Seorang wanita berdiri membelakangi mereka bersembunyi di balik pohon dengan wajah yang sedih.


"Kenapa rasanya sangat sakit? Kenapa jadi seperti ini?" Wanita ini tak lain adalah Karmila, ternyata Karmila sengaja menyelinap ke istana bermaksud menemui Morona.


Tapi tak di sangka dia justru mendapati Morona dan Anastasia sedang bermesraan di taman istana, bak petir di siang bolong bagi Karmila ini sangatlah menyakitkan.


Tanpa di sadari air mata jatuh dari pipinya, wajahnya yang biasanya ceria kini menjadi sangat suram dan sedih lantaran apa yang terjadi saat ini, apalagi dia melihat Morona berciuman penuh kasih mesra dengan Anastasia.


Di belakang tempat Karmila berdiri, ada wanita lain yang menatap ke arah gazebo tempat Anastasia dan Morona, wanita itu adalah Ana, Ana ternyata dari tadi sudah mengikuti Morona dan Anastasia sejak dari istana ratu.

__ADS_1


Ana menatap Morona dan Anastasia yang sedang berciuman dengan wajah yang sendu dan terlihat sedih, Ana lantas pergi dari tempat itu tanpa sadar jika Karmila juga berada di sana.


Kepergian Ana, ternyata juga di saksikan oleh Nagara yang ikut andil menyaksikan pasangan Anastasia dan Morona bermesraan, tapi tujuannya kali ini adalah mengikuti Ana, Nagara seakan tersiksa melihat Ana bersedih saat itu, Nagara juga ikut pergi meninggalkan tempat itu tapi pergi ke arah yang berlawanan dengan Ana.


__ADS_2