
Ana seakan tak percaya dengan apa yang mereka lalui sekarang, mereka berdua makan bersama dan hal itu terkesan romantis bagi Ana.
"Ini beneran nih? Kok aku ngerasa aneh yaa dengan yang terjadi saat ini?" Ucap Ana di dalam hatinya.
"Sebenarnya kenapa jadi seperti ini sih? Padahal 3 tahun lamanya kami kenal, enggak pernah kami melakukan hal seperti ini, jadi merasa aneh deh, apa sebenarnya....." Ucap Ana di dalam hatinya yang mulai berpikir macam-macam.
"Astaga! Sudah-sudah! Apa sih yang sebenarnya aku pikirkan, kenapa aku jadi berpikir yang macam-macam seperti ini!" Ucap Ana di dalam hatinya dengan sedikit resah dan gelisah.
Nagara yang melihat Ana gelisah lantas bertanya kepadanya,"Ada apa Ana? Kenapa kau terlihat gelisah? Apa makanannya tidak enak? Atau ada yang membuat mu kurang nyaman?" Tanya Nagara yang khawatir.
"Owh tidak kok! Tidak ada apa-apa!" Jawab Ana yang salah tingkah.
"Kalau tidak ada, kenapa kamu terlihat gelisah?" Tanya Nagara.
"Enggak kok, enggak ada apa-apa! Sudahlah lanjutkan saja makan kita!" Pinta Ana yang semakin salah tingkah ketika ditanya oleh Nagara.
"Baiklah kalau begitu, aku minta maaf aku hanya khawatir takutnya ada sesuatu yang membuat mu tidak nyaman!" Ucap Nagara yang sangat mengkhawatirkan dan peduli dengan Ana.
Setelah itu mereka lantas melanjutkan makan bersama dengan suasana yang canggung.
Setelah selesai makanan, Ana lantas berkemas, Nagara yang melihat hal itu lantas menghentikan Ana.
"Kamu mau ngapain?" Tanya Nagara.
"Iya berkemas lah!" Jawab Ana yang ketus dengan maksud untuk menyembunyikan salah tingkah nya.
"Sudah sudah enggak usah, biarkan aku saja yang mengemasi semuanya, kamu duduk aja!" Pinta Nagara kepada Ana.
__ADS_1
Ana yang sebenarnya ingin menolak permintaan itu justru sama sekali tidak bisa menolak, dia hanya diam membeku dan menyaksikan Nagara membereskan semuanya.
Setelah selesai mengemasi semuanya, Nagara lantas berpamitan dengan Ana tak lupa dia juga menyuruh Ana untuk beristirahat.
"Aku permisi dulu yaa, kamu istirahat saja biar cepat pulih! Aku permisi!" Ucap Nagara yang langsung keluar dari kamar Ana setelah mengucapkan kata-kata itu.
Ketika Nagara keluar dari kamar Ana, ternyata ada seseorang yang melihatnya secara diam-diam tanpa Nagara sadari.
"Kenapa panglima perang keluar dari kamar Ana?" Ucap seorang wanita dengan wajah cantik dan tubuh yang elok yang tak lain adalah lady Anastasia de silva yang sudah dari tadi memperhatikan kamar Ana.
"Dia membawa meja dorong dan bekas makanan, berarti habis makan bersama dong, apa jangan jangan mereka diam diam punya hubungan yaa?" Pikir Anastasia yang merasa curiga dengan hal itu.
"Kalau memang punya hubungan enggak papa sih, tapi kok aku ngerasa aneh sama mereka berdua yaa? Apa aku tanya saja langsung sama Ana?" Pikir Anastasia.
"Enggak usah deh! Lebih baik enggak usah aku tanyakan, lagian enggak baik juga kepo dengan urusan orang!" Pikir Anastasia dengan positif.
Tiba-tiba saja seseorang memanggil Anastasia yang sontak membuat Anastasia terkejut.
"Yang mulia!" Ucap seorang pelayan memanggil Anastasia.
"Arghh! Astaga! Kamu kok malah ngejutin saya? Saya kaget ini!" Ucap Anastasia dengan wajah kaget dan terkesan kesal dengan pelayan yang membuatnya terkejut.
"Maaf yang mulia, dari tadi saya melihat anda di sini, tidak baik bagi seorang calon permaisuri dan ibu dari kerajaan Adhrika berdiri lama seperti itu di tempat peristirahatan para ksatria!" Ucap sang pelayan yang terkesan mengajarkan Anastasia tentang etika seorang permaisuri raja.
"Kok dia malah ngajarin aku sih?" Ucap Anastasia di dalam hatinya.
"Owh iya terima kasih sudah mengingatkan saya, saya tahu kok tentang hal itu! Maaf saya hanya merasa nyaman saja seperti ini!" Ucap Anastasia dengan ramah dan menerima semua masukan dari pelayan itu meskipun sebenarnya ada penolakan dari dalam dirinya tentang ucapan pelayan itu.
__ADS_1
"Sial! Berani-beraninya dia mengajarkan aku seperti itu! Mana mengganggu aku lagi! Benar-benar deh!" Ucap Anastasia di dalam hatinya dengan menunjukkan senyum palsunya kepada pelayan itu.
"Maaf yang mulia kalau boleh tahu kenapa anda bisa berada di sini? Saya paham kalau anda merasa nyaman dengan tempat ini, tapi markas ksatria kerajaan cukup jauh dari istana ratu, jadi tak seharusnya anda berada di sini jika tidak ada kepentingan!" Ucap pelayan itu.
"Wah udah mulai songong nih pelayan, berani-beraninya dia berbicara seperti itu kepada ku! Apa dia enggak sadar akan posisinya dan diriku yang jelas sangat berbeda?" Ucap Anastasia di dalam hatinya sembari tersenyum palsu di hadapan sang pelayan.
"Hmmm! Hmmmm!" Anastasia mulai kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari pelayan itu.
Sebenarnya Anastasia memang sengaja datang ke tempat peristirahatan para ksatria dengan maksud untuk menemui Ana karena dia ingin bertanya dengan Ana yang tempo hari bolak balik berlari melewati istana ratu dengan panik, dia masih penasaran dengan hal itu tak lupa dia juga ingin bercerita dengan Ana tentang masalah dia dan Morona karena Anastasia sudah menganggap Ana sebagai teman, namun dia tidak ingin hal itu diketahui oleh orang lain, dia tidak ingin merusak citranya dan tak ingin menyebabkan rumor apa-apa.
Pelayan itu yang menyadari Anastasia gelisah dan tak menjawab pertanyaannya, kembali mencoba untuk bertanya.
Ketika sang pelayan hendak mengeluarkan suara, Anastasia langsung berbicara dan tak membiarkan pelayan itu berbicara.
"Maaf yaa, aku hanya kebetulan lewat saja, aku harap kamu sebagai seorang pelayan tidak bertanya kepada majikannya yang terkesan tidak sopan! Lagipula sebagai seorang pelayan kamu tahu kan etikat seorang pelayan? Pelayan itu tidak berhak untuk bertanya apa apa kepada majikannya, dia hanya perlu melakukan pekerjaannya dengan benar!" Ucap Anastasia dengan tegas yang sengaja memberitahu kepada pelayan itu untuk tidak macam-macam dengannya.
"Maaf kan saya yang mulia, saya tidak bermaksud seperti itu! Saya hanya ingin tahu saja, saya tak bermaksud untuk melanggar etikat saya sebagai seorang pelayan! Maafkan saya yang mulia!" Nyali pelayan itu seketika menciut, dia lantas meminta maaf kepada Anastasia.
"Enggak papa kok! Aku hanya bercanda saja! Maaf yaa, kamu jangan terlalu serius seperti itu, aku sama sekali tidak menekan atau pun mengancam mu!" Ucap Anastasia dengan tersenyum ramah dan terlihat jauh berbeda dengan yang sebelumnya.
Pelayan itu seketika merasa heran dengan Anastasia, padahal baru saja Anastasia terlihat menyeramkan yang mengancamnya dengan menakutkan, tapi sekarang Anastasia kembali menjadi wanita yang ramah dengan tutur kata yang sopan dan lembut.
Ketika Anastasia masih berbicara dengan pelayan itu, tiba-tiba saja terdengar suara seorang pria memanggil nama Anastasia.
"Anastasia!" Ucap seorang pria.
Anastasia lantas membalikkan tubuhnya untuk melihat ke sumber suara.
__ADS_1
Benar saja, Anastasia langsung terkejut ketika melihat orang yang memanggilnya adalah Morona.