Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Penjebakan


__ADS_3

Keesokan harinya, Karmila izin pamit dengan count Chaseiro dia berbohong dengan mengatakan ingin berbelanja padahal dia ingin ke rumah Baron Dazan untuk menemui ibu kandungnya.


Sesampainya di rumah Baron, Karmila di persilahkan masuk dan menunggu di dalam rumah, sesaat menunggu baroness keluar dan menyambut Karmila.


"Karmila! Anak ku! Anak ku!" Teriak wanita setengah baya itu penuh haru.


Wanita itu lantas memeluk Karmila dengan penuh kasih mesra karena akhirnya anak kandungnya bersedia menemuinya.


Karmila dengan enggan memeluk wanita itu karena dia membutuhkan sesuatu.


"Ahhh sial! Aku terpaksa memeluk wanita menjijikan ini! Kalau bukan karena itu aku juga tak mau memeluk dia bahkan menyentuhnya pun aku jijik!" Ucap Karmila di dalam hatinya yang berusaha keras menyembunyikan perasaannya.


"Akhirnya kamu mau ketemu ibu! Akhirnya bersedia mama bantu! Kamu mau kan mama bantu?"


"Aku memang butuh bantuan mu! Katakan apa yang harus aku lakukan? Kamu sendiri yang bilang kan kalau kamu mau membantu ku!" Tanpa banyak berbasa basi, Karmila lantas mengatakan maksud dan tujuan kedatangannya.


"Iya ibu tahu nak, ibu janji akan membantu mu , tapi bisakah kamu memanggil ku mama nak?" Tanya wanita itu.


"Sebenarnya aku enggak mau sih manggil dia mama, tapi terpaksa deh demi keinginan ku aku harus melakukan ini! Aku enggak bisa membiarkan semuanya selesai begitu saja! Aku akan rebut kembali apa yang menjadi milikku!" Pikir Karmila.


"Baiklah maa!" Ucap Karmila dengan penuh kelicikan.


"Mama senang banget!" Wanita itu lantas memeluk Karmila dengan penuh kasih mesra.


Terlihat wajah Karmila yang tersenyum penuh makna dan kelicikan yang mendalam.


Hari upacara pertunangan.


Hari ini adalah hari upacara pertunangan antara raja Morona Samael saat ini dan lady Anastasia de silva putri dari Marquez de Silva.


Pagi hari terlihat keadaan istana sangat sibuk, para pelayan dan para pengawal sibuk mempersiapkan acara pertunangan yang akan di adakan malam hari.


Karmila saat ini tengah duduk santai di rumahnya menikmati sarapan pagi yang mewah, padahal sudah jelas hari itu adalah hari upacara pertunangan kekasihnya dengan wanita lain.


Pada malam harinya, upacara pertunangan pun dilaksanakan dengan penuh hikmat yang di hadiri oleh banyak orang, tak terkecuali Ana dan Nagara yang menjadi tamu di upacara itu.


Seorang pelayan wanita terlihat mencurigakan, Ana akhirnya mengikuti langkah wanita itu karena dia merasa curiga dengan pelayan wanita itu.


"Aku merasa ada sesuatu dengan wanita itu! Entah kenapa dia patut aku curigai!" Ana lalu berbisik kepada Nagara.

__ADS_1


Setelah itu dia mengikuti dan memantau pelayan wanita itu secara diam-diam.


Benar saja pelayan itu diam diam menaruh sesuatu pada minuman yang akan di hidangkan untuk raja.


"Sepertinya ini ada kaitannya dengan Karmila! Apa kira-kira yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengagalkan hal ini? Apa aku justru harus membantunya?" Ucap Ana di dalam hatinya dengan tersenyum bangga.


Ternyata apa yang di lakukan oleh pelayan itu juga di ketahui oleh asisten Morona yang tak lain adalah Vito, Pelayan wanita itu lantas di tangkap oleh Vito.


"Hei kau! Apa yang kau lakukan?" Ucap Vito yang berteriak keras sehingga menyebabkan pelayan itu terkejut.


"Sa-ya...." Pelayan itu menjadi gugup dan tubuhnya bergetar ketakutan karena dia ketahuan oleh asisten raja.


"Baiklah kau tak perlu menjelaskan lagi! Aku sudah tahu! Dan matilah kau!" Vito lalu mengeluarkan pedangnya dan menebas kepala pelayan itu serta memanggil beberapa pengawal untuk membersihkan mayat wanita itu, dia juga menghancurkan minuman yang sudah dia siapkan pelayan itu.


Ana yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis dan pergi dari tempat itu.


Vito lalu bergegas menemui Morona untuk memberitahukannya tentang hal ini, tapi ketika sampai di aula dan hendak mendekati raja, terlihat jelas jika raja sangat sibuk dengan lady Anastasia karena upacara pertunangan mereka masih berlangsung.


"Bagaimana ini? Aku seharusnya memberitahu raja tentang masalah ini! Tapi keadaannya sangat tidak memungkinkan untuk memberitahu dia!" Pikir Vito.


"Tapi sudahlah karena aku juga sudah menyelesaikan masalah ini, raja tak mungkin kenapa kenapa!" Pikir Vito yang kemudian ikut meramaikan acara pertunangan itu.


Karmila ternyata saat ini berada di dalam kamar raja Morona.


Wanita itu sedang duduk di atas ranjang dengan menggunakan pakaian lingerie seksi berwarna hitam yang sangat pendek, memang tubuhnya indah dan sangat terlihat cantik dan seksi.


Karmila hanya tersenyum tipis penuh makna sembari duduk di ranjang itu seperti sedang menunggu sesuatu dengan lampu kamar yang di matikan.


Ceklekkkkk!


Tiba tiba saja pintu terbuka dan seorang pria masuk ke dalam kamar dengan terombang-ambing.


Karmila lalu berdiri menyambut pria itu sembari tersenyum bangga dan tak lupa menunjukkan keseksian tubuhnya.


Entah apa yang terjadi dengan pria itu dia seperti orang yang sangat haus, Karmila lantas memeluk pria itu di tubuhnya dan tak lupa gundukan kembar miliknya menempel di tubuh pria itu sehingga birahi sang pria meningkat dia lantas mencium Karmila dengan penuh nafsu, lalu pria itu menjatuhkan tubuh Karmila di atas ranjang dan mensesapi leher wanita itu dengan sangat dalam yang semakin ke bawah dan hubungan percintaan suami istri pun terjadi.


Anastasia saat ini masih berada di aula kerajaan tempat di adakan nya acara pertunangan.


"Lho? Yang mulia kemana yaa? Padahal acara kan belum selesai" ucap Anastasia di dalam hatinya yang menyadari jika Morona tidak ada di aula.

__ADS_1


"Permisi dulu yaa!"Anastasia lalu permisi dengan orang orang yang berada di aula.


Dia lantas pergi mencari keberadaan Morona, saat sedang berjalan mencari Morona, tak sengaja Anastasia bertemu dengan Ana, Anastasia lantas menyapanya.


"Hai! Kamu kok ada di sini? Kenapa tidak berada di aula?" Tanya Anastasia kepada Ana.


"Salam yang mulia, saya hanya sedang berjalan jalan saja di sini dan ini juga saya mau kembali ke aula yang mulia!" Hormat Ana kepada Anastasia karena Anastasia sudah berstatus sebagai putri kerajaan Adhrika.


"Ternyata begitu, owh iya tentang apa yang terjadi pada tempo hari saya minta maaf, saya tak bermaksud apa apa, saya hanya ingin berteman, apakah boleh?" Tanya Anastasia dengan tulus.


"Apa anda tidak mengapa berteman dengan saya yang mulia? Saya hanya seorang ksatria biasa yang tak memiliki gelar bangsawan" Tanya Ana.


"Emang apa masalahnya? Bagiku berteman itu boleh dengan siapa saja! Asal dia adalah orang yang baik, kita bebaskan berteman dengan dia?" Ucap Anastasia dengan penuh keyakinan.


"Baiklah kalau begitu, saya bersedia berteman dengan yang mulia!" Entah apa yang terjadi, Ana bersedia berteman dengan Anastasia, padahal jelas Anastasia seharusnya di jadikan musuh untuknya, tapi sepertinya dia memiliki sebuah rencana karena hal itu terlihat jelas dari wajahnya yang tersenyum penuh makna.


"Kalau begitu jangan memanggilku yang mulia tapi panggil saja aku Anastasia karena kita sekarang adalah teman!" Pinta Anastasia.


"Baiklah! Tapi ngomong-ngomong bagaimana kamu bisa berada di sini bukan di aula? Bukankah acara pertunangan masih berlangsung?" Tanya Ana.


"Sejujurnya aku sedang cari yang mulia karena dia tidak ada ditempat acara pertunangan kami, apa kamu melihat yang mulia raja?" Tanya Anastasia.


"Ini adalah kesempatan yang bagus!" Ucap Ana di dalam hatinya.


"Entahlah saya juga tidak melihat yang mulia raja! Apa anda mau saya bantu cari?" Ucap Ana yang sebenarnya dia tahu di mana Morona berada saat ini.


"Boleh, ayo temani aku mencarinya!" Ucap Anastasia.


Mereka berdua lalu pergi mencari Morona dengan berjalan sambil berbicara hal hal yang lucu yang membuat keduanya tertawa hingga mereka sampai di depan pintu kamar raja Morona.


"Yang mulia! Hmmm tidak maksud saya Anastasia, bagaimana jika anda mengecek kamar raja! Bisa saja raja saat ini berada di dalam kamarnya!" Ucap Ana.


"Baiklah kalau begitu" Anastasia lantas mengetuk pintu itu dengan sopan.


Tok! Tok! Tok!


Suara pintu itu nyatanya tidak mendapatkan balasan apa apa dari dalam kamar.


Anastasia lalu mencoba membuka pintu itu yang kebetulan tidak terkunci.

__ADS_1


__ADS_2