Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Patah Hati


__ADS_3

Nagara yang pergi ke arah berlawanan ternyata pergi ke sebuah danau yang berada di belakang istana kerajaan tepatnya berada di belakang taman istana, tempat itu sangat lah indah dan sangat sepi, dia seorang diri duduk di sana dengan wajah yangs sedih dan perasaan yang hampa sembari memandangi danau.


Wajah yang biasanya sangar dan tubuh yang biasanya tegap, kini tertunduk lesu dan suram seakan merasakan kepedihan yang sangat dalam.


Nagara hanya diam seribu bahasa dan tak berbicara apapun sembari menatap danau, tapi terlihat jelas dari wajahnya dia sangat sedih dan kecewa, entahlah karena apa tapi itu yang bisa di lihat dari sosoknya yang saat ini sangat berbeda dari biasanya.


Di sisi lain, Ana berjalan dengan penuh amarah menuju markas pelatihan tentara kerajaan, saat sampai di tempat itu, dia lantas mengambil busur panah dan menembakkan semua anak panah dengan penuh tenaga dan terkesan seperti orang yang kerasukan dengan kemarahan dan rasa sakit bercampur kecewa yang sangat besar.


Nagara bersedih menyendiri di danau sembari meratapi kepahitan yang dirasakan diri sendiri sedangkan Ana memilih meluapkan semua kekesalan dan rasa kecewanya dengan berlatih panah, entah kenapa saat itu Ana terlihat sangat kecewa dan marah sedangkan Nagara sangat sedih dan kecewa mendapati Ana yang seperti itu.


Di sisi lain, Karmila memilih pergi dari istana dengan deraian air mata yang menetes dari pipinya, dia menaiki kereta kuda dan pergi dari istana, entah bagaimana caranya tapi Karmila bisa dengan mudah masuk ke dalam istana.


Di sepanjang perjalanan, Karmila menangis dan bersedih atas apa yang terjadi pada dirinya saat ini.


"Kenapa jadi seperti ini? Kenapa?" Ucapnya dengan perasaan yang sangat sedih.


"Hiks......hiks......"Karmila menangis dengan sejadi jadinya, air matanya mengalir dengan deras.


"Aku mencintainya! Kenapa aku tak bisa mendapatkan dia? Kenapa? Padahal baru kali ini jatuh cinta, baru kali ini aku memiliki rasa ingin memiliki dan mencintai seseorang!" Ucap Karmila.


Hal yang tak di sangka sangka bagi seorang Karmila akhirnya bisa jatuh cinta, namun sayangnya cintanya seakan bertepuk sebelah tangan dan tak terbalaskan, lantaran pria yang dia cintai mencintai wanita lain.


"Aku akan selalu mendapatkan apapun yang aku inginkan, tapi tidak dengan cinta, kenapa aku selalu kehilangan cinta dan kasih sayang dari orang yang aku cintai?" Ucapnya dengan air mata yang mengalir sangat deras.


"Kenapa sih? Kenapa? Kenapa aku kayak gini? Kenapa ini semua enggak adil untuk aku? Kenapa aku harus kayak gini?Ini enggak adil!!!!!!" Ucapnya dengan penuh kesedihan.

__ADS_1


"Arghhhhhhhh!"Teriak Karmila dengan sangat keras yang tentu saja membuat sang kusir terkejut dan langsung menghentikan kereta kuda itu.


Sang kusir lantas turun dan mengetuk pintu kereta kuda untuk menanyakan keadaan Karmila.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu


"Yang mulia! Anda baik baik saja? Apa terjadi sesuatu dengan anda? Yang mulia! Tolong jawab saya!" Ucap sang kusir dengan panik dan khawatir akan tuannya.


Karmila tentunya terkejut dan langsung menghapus air matanya agar tidak diketahui oleh siapapun kalau dia sedang bersedih.


"Yang mulia! Yang mulia tolong jawab saya!" Sang kusir menjadi semakin panik dan takut karena Karmila sama sekali tidak menjawabnya.


Karmila masih berusaha membenah diri dan menghapus air matanya, dia sengaja diam dan tak menjawab sang kusir karena ketika dia berbicara maka suaranya akan terdengar serak seperti orang yang baru saja menangis.


"Apa??? Kenapa?" Karmila langsung berbicara dengan nada yang tinggi yang bermaksud menutupi rasa sakit hati dalam dirinya.


"Yang mulia! Anda baik baik saja kan? Tadi saya mendengar anda berteriak dengan sangat keras, saya khawatir terjadi sesuatu dengan anda! Apa anda baik baik saja?" Tanya sang kusir dengan wajah yang gugup bercampur rasa takut, tapi tetap bertanya dengan Karmila.


"Aku enggak apa apa! Engak ada terjadi apa apa dengan aku! Seharusnya aku yang bertanya kenapa kau berhenti tiba tiba? Apa aku menyuruh kau untuk berhenti?" Ucap Karmila dengan nada tinggi dan terkesan sedang memarahi sang kusir, Karmila sengaja melakukan itu semua untuk menutupi rasa sakit hati dan kepedihan yang dia rasakan.


"Maaf yang mulia lady karmila, saya hanya mengkhawatirkan anda! Saya takut terjadi sesuatu kepada anda! Maafkan saya!" Ucap sang kusir dengan penuh hormat dan sangat sopan menghadapi Karmila yang sangat bertingkah.


"Sudahlah! Ayo sekarang lanjutkan perjalanan! Jangan berhenti sebelum kita sampai tujuan! Aku ingin cepat pulang!" Perintah Karmila dengan tegas.

__ADS_1


"Baik yang mulia!" Jawab sang kusir.


Kusir itu lantas bergegas menaiki kereta kuda dan melanjutkan perjalanan pulang ke kediaman count, sementara Karmila kepedihan dan rasa sakitnya sudah tak terbendung lagi, pada akhirnya dia tetap menangis di dalam kereta kuda di sepanjang perjalanan.


Mereka pun akhirnya sampai di kediaman count, Karmila langsung bergegas turun dari kereta kuda dan masuk ke dalam kediaman, dia berlari secepat mungkin untuk masuk ke dalam kamarnya.


Setelah sampai di dalam kamarnya, dia langsung menutup pintu rapat rapat dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


Karmila menangis dan menangis, dia benar benar sangat sedih atas apa yang terjadi padanya saat itu, dia benar benar tak terima Morona mencintai wanita lain selain dirinya, bahkan Karmila berpikir jika Morona tak akan pernah jatuh cinta ataupun menyukai perempuan lain, tapi hari itu semuanya benar benar terbantah karena Karmila melihat Morona dengan Anastasia yang bermesraan dan terlihat jelas kalau Morona memang mencintai Anastasia.


Malam harinya, Count Chaseiro pulang ke kediaman, dia terkejut melihat seisi rumah yang sangat hening dan tidak seperti biasanya yang selalu sibuk melayani Karmila yang banyak permintaan dan banyak maunya yang membuat count Chaseiro menjadi bertanya tanya akan apa yang sudah terjadi sebenarnya.


"Sebenarnya apa lagi yang terjadi? Bukankah Karmila perlahan lahan mulai menerima keadaan ini?" Pikir count Chaseiro dengan cemas.


"Kenapa sekarang justru semakin parah? Bahkan aku tak melihat satu pun pelayan berada di kawasan anak ku?" Ucap Count Chaseiro dengan sangat khawatir.


Count Chaseiro lantas menemui kepala pelayan dan bertanya kepadanya akan apa yang sudah terjadi selama dia tidak ada di rumah.


"Kepala pelayan! Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa suasananya sangat hening? Aku tahu jika anakku sering berpergian, tapi suasana hari ini sangat berbeda! Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" Tanya count chaseiro secara langsung tanpa basa-basi.


"Maaf kan hamba tuan count, hamba juga tak begitu mengerti apa yang terjadi, tapi intinya lady Karmila tiba tiba saja mengunci dirinya di dalam kamar!" Jawab kepala pelayan itu.


"Apa? Bagaimana bisa dia mengunci dirinya sendiri?" Tanya Count dengan cemas.


"Sebelumnya lady Karmila pergi meninggalkan kediaman ini dan ketika pulang dia langsung jadi seperti itu!" Jawab sang kepala pelayan.

__ADS_1


"Apa????" Count lantas bergegas pergi menemui Karmila lantaran khawatir dengan keadaan anak nya itu.


__ADS_2