
Saat ini, dikediaman count sedang terjadi kegaduhan lantaran count chaseiro tidak mendapati Karmila berada dikediaman.
"Hei kau! Dimana anak ku?" Tanya Count kepada kepala pelayan dengan wajah yang sangat tegang.
"Maafkan saya tuan, tapi lady Karmila memang belum pulang!" Jawab kepala pelayan dengan sopan dan penuh hormat.
"Apa? Bukankah anak saya tidak pergi kemana-mana? Dia seharian di rumah kan?" Seketika count chaseiro menjadi sangat terkejut dan tak menyangka karena dia mengira putrinya seharusnya berada di dalam rumah karena tidak pergi kemana-mana.
"Tidak tuan ku, lady Karmila sudah pergi sejak tadi pagi ketika anda pergi ke istana!" Jawab sang pelayan dengan cemas dan mengkhawatirkan tuannya.
"Apa! Kenapa aku tidak mengetahui hal ini sama sekali? Lalu kenapa sekarang dia belum juga kembali?" Tanya Count dengan panik yang mengkhawatirkan anaknya.
Di sisi lain, Karmila saat ini sedang berada di dalam kereta kuda, dia sedang di dalam perjalanan untuk kembali ke rumahnya.
Tiba tiba Karmila merasa tidak enak dan kepikiran tentang ayahnya, "aduh! Kok ngerasa enggak enak gini yaa? Apa jangan jangan terjadi sesuatu? Owh iya ayah? Apa jangan jangan ayah udah pulang ya? Terus mencari aku!" Pikir Karmila yang tak sengaja memikirkan ayah nya.
"Kalau memang benar ayah mencari ku, aku harus jawab apa? Dia pasti bertanya aku dari mana dan bertemu dengan siapa!" Pikir Karmila yang merasa khawatir dan takut.
"Tidak mungkin jika aku mengatakan aku bertemu dengan ibu, dia pasti akan marah dan mengamuk dengan ku! Aku harus bagaimana ini?" Karmila mengigit ibu jarinya sembari duduk dengan tatapan yang kosong dan wajah yang tegang.
Tanpa di duga, mereka pun sampai di kediaman count, Karmila dengan perasaan campur aduk yang khawatir lantas turun dari kereta dan berjalan masuk ke dalam rumah nya.
Awalnya Karmila berusaha tenang dan yakin jika tidak akan terjadi apa apa kepada dirinya, tapi ketika dia masuk ke dalam rumah.
"Kamu dari mana?" Tanya Count yang sedang duduk manis menatap Karmila, Count memang sengaja menunggu Karmila meskipun hari sudah hampir subuh.
"Ay-yah!!!!" Sontak saja Karmila menjadi kaget dan terkejut mendapati ayahnya sekarang sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat mengerikan.
__ADS_1
Count lalu berdiri dan berjalan mendekat ke arah Karmila dengan wajah yang tegas yang membuat Karmila menjadi gugup bukan main, jantungnya berdebar dengan sangat kencang.
"Kau dari mana?" Tanya Count Chaseiro.
"Aku....ak-ku dari luar ayah, ak-ku dari....." Ucapnya dengan gugup dan terdengar bergetar, Karmila binggung hendak mengatakan apa dan tak tahu harus mengelea bagaimana untuk menyelamatkan dia dalam situasi saat ini.
Tiba-tiba saja count chaseiro memeluk Karmila dengan penuh kasih sayang dan mesra yang sangat dalam yang membuat Karmila menjadi kebingungan karena dia berpikir ayahnya akan memarahinya, tapi yang terjadi saat ini sangat berbeda dengan apa yang dia pikirkan.
"Maafkan ayah ya! Ayah tahu kau sekarang pasti sedih dan kecewa karena sudah di campakkan, tapi ayah akan selalu ada di sini untuk mu!" Dengan penuh kasih sayang, count memeluk Karmila dan mengatakan itu semua dengan maksud membuat Karmila menjadi semangat.
"Ayah.....hiksss.......hiks........" Karmila lantas menangis di pelukan ayahnya.
Karmila benar benar tak menyangka jika ayahnya sangat mengkhawatirkan dan memperdulikan dia, bahkan ayahnya sama sekali tidak memarahinya meskipun dia baru pulang saat itu.
Morona saat ini bertemu dengan asistennya Vito secara rahasia.
Morona hanya diam sembari berpikir sangat keras.
"Tidak apa apa yang mulia jika lady Anastasia tidak ingin bertemu dengan anda! Itu tidak mengapa! Kita masih punya rencana lain! Anda tidak perlu terlalu memikirkan hal itu!" Ucap Vito yang bermaksud menyemangati Morona agar Morona tidak putus asa.
Mendengar ucapan itu, sontak saja membuat jiwa seorang Morona bergejolak karena merasa telah di remehkan oleh asistennya sendiri.
"Kau salah Vito! Anastasia bersedia bertemu dengan aku! Bahkan kami sudah mengobrol dari mata ke mata!" Jawab Morona dengan penuh keyakinan dan sangat percaya diri.
"Apa? Saya benar benar tak menyangka jika anda akan berhasil meluluhkan hati lady Anastasia! Lady Anastasia adalah perempuan yang sangat berwibawa dan bijaksana, saya kira sangat tidak mungkin bagi anda untuk meluluhkan hatinya!" Ucap Vito yang menuangkan semua pikirannya kepada Morona.
Morona lalu tersenyum dengan penuh makna,"Kau kan tahu aku, bahkan seorang ratu yang sangat tegas dan pemberani sekali pun bisa berada di dalam genggaman ku dan bisa ku buat dia mencintaiku sampai mati! Apa kau pikir aku tak bisa berbuat hal yang sama dengan lady Anastasia yang hanya seorang putri dari Marquez bukan pemilik kerajaan?" Ucapnya dengan sangat sombong dan membanggakan diri.
__ADS_1
"Jadi sebenarnya anda menggunakan trik yang sama untuk lady Anastasia?" Tanya Vito.
"Tentu saja, sama seperti halnya dengan Illeana, aku melakukan hal yang sma dengan lady Anastasia! Kau bisa lihat sendiri hasilnya dia luluh kan?" Ucap nya dengan sombong dan sangat bangga.
"Iya saya tahu benar bagaimana anda, anda memang seorang penakluk wanita wanita cantik! Hahahahah!" Ucap Vito yang membanggakan Morona sembari tertawa dengan sangat riang.
Setelah lama mereka tertawa lepas, Vito lantas bertanya dengan Morona "Yang mulia! Bagiamana dengan langkah dan rencana selanjutnya?" Tanya Vito.
"Owh iya aku bahkan sampai lupa untuk memberitahukan mu hal ini!" Ucap Morona yang seketika teringat akan tujuannya menemui Vito.
"Iya yang mulia! Saya rasa sekarang sudah saatnya kita menyusun rencana, kita tidak mungkin membiarkan hal ini begitu saja!" Ucap Vito dengan suara yang tegas kepada Morona.
"Baiklah, jadi begini biarkan saja semua yang sudah berlalu! Lupakan saja semua yang sudah lewat!" Ucap Morona dengan sangat santai seakan tak ada beban yang dia pikul.
"Maksud anda kita melupakan semua yang sudah terjadi?" Tanya Vito dengan binggung.
"Iya memang seperti itu!" Ucap Morona tegas.
"Lantas bagaimana dengan lady Karmila? Anda kan tahu sendiri dia adalah orang yang licik dan akan melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya! Tidak mungkin kita biarkan dia begitu saja, padahal jelas dia adalah ancaman utama bagi kita!" Ucap Vito yang kembali menjelaskan kepada Morona jika Karmila adalah orang yang berbahaya dan ancaman yang cukup besar.
"Aku sudah biasa melakukan hubungan dengan dia, jadi tak ada yang perlu di pedulikan! Dia memang gadis murahan, bisa saja dia melakukan hubungan badan dengan pria lainnya hanya untuk mencapai tujuannya!" Ucapan Morona terdengar sangat kasar.
"Iya saya tahu, tapi ada hal lain yang sangat saya khawatirkan!" Ucap Vito.
"Apa?" Tanya Morona dengan ketus.
"Bagaimana jika lady Karmila hamil?" Tanya Vito kepada Morona.
__ADS_1