
Di istana, Morona yang sudah tidak tahan lagi lantas pergi ke istana ratu untuk menemui Anastasia, tapi sayangnya saat dia sudah sampai di istana ratu di justru tidak menemukan keberadaan Anastasia di manapun, Morona lantas berinisiatif bertanya kepada kepala pelayan istana ratu.
"Hei kau! Kemari" Panggil Morona yang tak sengaja melihat kepala pelayan lewat di depannya.
Pelayan itu lantas menghampiri Morona dan bertanya kepadanya tak lupa memberikan salam kepada Morona sebagai bentuk penghormatan.
"Salam yang mulia! Apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu untuk yang mulia?" Tanya pelayan itu dengan sangat sopan.
"Iya sebenarnya aku dari tadi mencari Anastasia, tapi Aku tak menemukan dia di kamarnya, apa kau tahu di mana?" Tanya Morona.
"Maaf yang mulia, saya dari tadi juga tidak melihat keberadaan lady Anastasia, terakhir yang saya tahu ketika lady Anastasia bersama anda yang mulia!" Ucap pelayan itu kepada Morona.
"Kalau begitu cepat cari tahu di mana dia berada sekarang juga! Sekarang!" Perintah Morona kepada kepala pelayan itu.
Kepala lantas pergi dari tempat itu dengan tergesa-gesa untuk melaksanakan perintah Morona.
Morona menunggu dengan resah dan gelisah di tempat itu.
Beruntungnya tak lama kemudian kepala pelayan istana ratu datang menghampiri Morona, melihat kepala pelayan itu sudah kembali, Morona langsung bertanya kepada pelayan itu.
"Apa kau sudah tahu informasinya? Dimana keberadaan Anastasia saat ini? Di mana tunangan ku berada?" Tanya Morona dengan wajah dan sekujur tubuh yang gelisah.
"Lady Anastasia sedang pergi ke kediaman orang tuanya yaitu kediaman Marquez de Silva!" Jawab pelayan itu dengan sangat yakin.
"Apa?" Morona menjadi semakin panik dan ketakutan mendengar hal itu, karena Anastasia pergi ke rumah Marques secara diam-diam yang berarti hubungan mereka berdua sedang tidak baik-baik saja.
"Iya yang mulia, apa lady Anastasia tidak berpamitan dengan anda sebelumnya? Kenapa anda sangat terkejut?" Tanya pelayan itu yang merasa aneh melihat Morona, karena menurut pelayan itu hubungan Morona dengan Anastasia tidak memiliki masalah.
"Owh dia tentu saja berpamitan dengan saya, saya seperti nya lupa sesuatu! Sudahlah kalau begitu kamu lanjutkan saja pekerjaan mu!" Perintah Morona kepada pelayan itu dengan segera.
__ADS_1
"Baik kalau begitu saya permisi dulu yang mulia!" Pelayan itu berpamitan, setelah itu dia lantas pergi meninggalkan Morona untuk melanjutkan pekerjaannya.
Morona lalu bergegas pergi keluar dari istana, dia dengan sangat tergesa-gesa meminta seorang pelayan untuk segera menyiapkan dia kereta kuda karena dia ingin segera mungkin menghampiri Anastasia yang sedang berada di kediaman Marquez de Silva.
Setelah semua persiapan di rasa sudah sempurna, Morona dengan tergesa-gesa dan langkah yang sangat cepat pergi ke gerbang istana untuk menunggu kusir datang menjemput nya.
Tak lama kemudian, datanglah sebuah kereta kuda menghampirinya.
Tanpa banyak berpikir dan keadaan yang sangat terburu-buru, Morona lantas menaiki kereta kuda itu di langsung memerintahkan sang kusir untuk segera pergi ke kediaman Marquez de Silva.
Saat kusir mulai bergerak, tiba tiba saja seseorang memberhentikan kereta kuda mereka yang membuat kusir menghentikan kereta kuda secara mendadak.
"Astaga! Ada apa ini?" Morona menjadi kesal dengan hal tersebut.
Morona lantas turun dengan sangat emosi,dia berniat untuk menghampiri kusir tersebut dan memarahi kusir itu.
"Vito! Ternyata kau! Kenapa kau memberhentikan kereta kuda ku? Apa ada masalah? Sebenarnya apa masalah mu?" Tanya Morona dengan suara yang cukup lantang.
"Ampuni hamba yang mulia karena sudah bersikap lancang kepada anda, tapi ketahui lah jika apa yang hamba lakukan saat ini adalah yang terbaik untuk yang mulia!" Jawab Vito dengan penuh hormat dan sangat sopan.
"Hmmm, apa jangan jangan...." Pikir Morona.
Morona yang merasa ada yang salah dan sangat percaya dengan Vito mulai meredakan emosinya untuk mengembalikan akal sehatnya dan pikiran mulai dingin kembali.
Morona langsung memerintahkan kepada kusir untuk kembali dan membatalkan perjalanannya ke kediaman Marquez de Silva.
Setelah itu, dia langsung meminta Vito untuk ikut bersamanya, mereka berdua pergi ke ruangan tempat kerja raja.
Setelah sampai, Morona lalu menutup rapat-rapat tempat itu dan mulai berbicara dengan sangat serius dan rahasia dengan Vito.
__ADS_1
"Apa Vito? Apa yang sebenarnya membuat sampai memberhentikan kereta kuda ku?" Tanya Morona dengan sangat serius.
"Begini yang mulia, jika anda sampai pergi menghampiri lady Anastasia saat ini yang jelas-jelas sedang marah dengan anda, bukankah dia tentu tidak akan menerima anda? Dan tentunya masalah kalian akan menjadi semakin besar?" Ucap Vito.
Morona mulai mencerna dan berpikir baik-baik tentang ucapan Vito.
"Iya kurasa kau memang benar, jadi apa yang selanjutnya harus aku lakukan?" Tanya Morona.
"Sebaiknya sekarang anda berpikir tentang lady Karmila! Saya paham jika anda memang nantinya juga akan menikahinya, tapi kondisi saat ini sangat berbeda dari rencana dan prediksi kita!" Jawab Vito yang selalu berpikir ke depan.
"Hmmmmmmm" Morona menghela nafas.
"Sebenarnya yang mulia, saya punya sebuah rencana!" Ucap Vito.
"Hah? Apa ? Apa rencananya?" Tanya Morona yang penasaran.
"Anda bisa menikahi lady Karmila dan menjadikan dia selir setelah anda menikahi lady Anastasia dan menjadikan dia ratu negeri ini! Tapi seperti yang kita tahu jika lady Karmila adalah orang yang sangat nekat, saya khawatir dia akan membuat huru hara!" Ucap Vito.
"Aku baru mulai bersemangat karena rencana mu sangat sempurna, tapi ternyata ada saja yang kurang!" Ucap Morona yang mulai pasrah.
"Tapi tunggu dulu , bagaimana jika yang mulia meminta lady Karmila mengugurkan kandungannya! Owh tapi tidak bisa juga, karena dia tidak mungkin dan tidak akan mau menggugurkan bayinya karena dia menginginkan untuk menjadi ratu!" Ucap Vito yang mulai terpikir sebuah rencana yang cukup kejam.
Mendengar itu, Morona menjadi sangat terkejut, "Tidak! Aku tidak boleh membunuh anak ku lagi! Anak itu darah daging ku! Aku tidak mau membunuh anak ku sendiri!" Ucap Morona di dalam hatinya.
"Bagaimana jika kita paksa saja lady Karmila mengugurkan kandungan nya! Atau tidak kita saja yang bunuh bayi itu!" Ucap Vito yang sangat kejam dan tega demi sebuah rencana yang sempurna.
"Tidak Vito! Aku tidak mau ! Kau jangan gila ! Aku tidak mau membunuh lagi! Apalagi jika itu anak aku sendiri! Aku tidak mungkin membunuh anak ku lagi!" Jawab Morona dengan sangat tegas kepada Vito.
"Yang mulia! Apa anda bercanda ? Bagaimana bisa anda berbicara seperti itu? Apa anda sudah lupa dengan apa yang sudah kita lakukan?" Vito mulai mendesak Morona untuk kembali melakukan hal yang kejam demi tercapainya sebuah tujuan terkadang kita harus melakukan hal yang sangat kejam.
__ADS_1