Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Bantuan Lain


__ADS_3

"hah? Kamu ngomong apa sih?" Tanya Karmila dengan tak percaya.


Wanita itu lalu berjalan mendekati Karmila,"Ibu tahu kok tentang hubungan kamu dengan raja!" Wanita itu tersenyum dengan penuh keyakinan kepada Karmila.


Ucapan wanita itu seketika membuat semua orang di sana menjadi bertanya tanya karena bagaimana bisa nona yang mereka layani memiliki hubungan diam diam dengan raja mereka saat ini.


Hal itu membuat Karmila menjadi gugup dan khawatir karena dia takut ada orang yang tahu tentang hubungannya dengan Morona karena itu akan memancing kemarahan publik,"aduhhh! Bagaimana ini? Kenapa wanita ini bisa tahu? Dan lagi dia mengatakan hal itu dengan suara yang kencang yang membuat mereka semua bertanya tanya!"pikir nya yang panik.


"Ahhh sial! Aku terpaksa berbicara dengan wanita mandul ini!" Ucapnya dalam hati.


"Sudahlah kau ayo ikut aku!" Karmila lantas menarik tangan wanita itu untuk masuk ke dalam rumahnya.


Wanita itu lantas tersenyum dan merasa bahagia karena anak semata wayangnya akhirnya mau menyentuhnya dan bersedia berbicara dengannya.


Karmila lantas mengajak wanita itu duduk di ruang tamu dan menyuruh seluruh pelayan untuk tidak berada di ruang tamu.


"Katakan! Bagaimana kau bisa tahu tentang hubungan ku?" Tanya Karmila yang tidak ingin banyak basa basi dengan wanita yang sudah menyakiti hatinya.


"Tidak usah terburu buru nak! Kita bisa berbicara tentang hal yang lain dulu!" Pinta wanita itu yang mencoba untuk mengulur waktu karena dia ingin lebih lama bersama Karmila.


"Cukup! Katakan saja intinya langsung! Jika kau banyak bertingkah maka jangan salahkan aku!" Ucap Karmila dengan suara yang lantang dan wajah yang sangat serius menatap wanita itu.


"Baiklah, ibu akan mengatakan semuanya kepada kamu! Ibu tahu kamu memiliki hubungan dengan raja Morona! Ibu juga tahu kamu sama seperti ibu...." Saat wanita itu berbicara, Karmila langsung memotong pembicaraan wanita itu.


"Sama apanya? Kita sama sekali tidak sama! Aku adalah wanita terhormat dan tidak mandul seperti dirimu!" Ucap Karmila yang tak terima.


Sebenarnya wanita setengah parubaya itu sangat sakit hati dengan ucapan Karmila, tapi dia berusaha sabar menghadapi Karmila yang tak lain adalah anak satu satunya yang dia miliki.


"Tenang dulu Karmila! Ibu belum selesai berbicara! Maksud ibu, ibu tahu tentang kamu yang sudah menjalin hubungan dengan raja Morona ketika yang mulia ratu Illeana masih hidup!"


Seketika ucapan wanita itu membuat Karmila syok dan kaget, dia sangat khawatir dan takut,"bagiamana bisa dia tahu tentang hubungan ku? Gawat jika dia juga tahu tentang pembunuhan itu? Bagaimana ini? Aku tak bisa membiarkan dia tahu semuanya rentang ku! Ahhh gawat!!!" Ucap Karmila di dalam hatinya.


"Tapi untungnya kamu berhasil kan? Karena pada akhirnya ratu Illeana mati!"

__ADS_1


"Owh syukurlah ternyata dia tidak tahu tentang hubungan ku!" Pikir Karmila setelah mendengar ucapan wanita itu yang ternyata tidak mengetahui tentang penghianatan dan pembunuhan yang di lakukan oleh Morona dan Karmila.


"Tapi sayangnya saat ini, kamu justru di buang sama raja Morona karena dia akan menikahi lady Anastasia putri dari Marquez de Silva!"ucap wanita itu yang prihatin dengan keadaan yang di terima oleh Karmila.


"Jadi?" Tanya Karmila dengan ketus.


"Ibu tahu kamu pasti tidak terima dengan hal itu! Ibu paham betul kamu sekarang kecewa dan kamu pasti ingin merebut kembali yang seharusnya menjadi milik mu?" Ucap wanita itu dengan penuh harapan kepada Karmila.


"Terusss?" Tanya Karmila dengan datar dan wajah yang dingin.


"Ibu bisa membantu mu merebut kembali apa yang menjadi hak mu! Ibu bisa bantu kamu Karmila!" Jawab wanita itu.


"Hahahahah!" Karmila tertawa.


"Kenapa kamu tertawa?" Tanya wanita itu dengan merasa heran.


"Kamu bilang mau bantu aku? Kamu sadar enggak sih dengan ucapan kamu? Atau jangan jangan kamu mau peras aku yaa? Dari mana kamu tahu tentang hubungan ku? Jawab!" Ucap Karmila dengan suara yang lantang.


"Apa maksudmu?" Tanya Karmila.


"Lady Anastasia adalah putri dari Marquez de Silva orang terkaya di kerajaan saat ini sedangkan kamu hanya putri dari seorang count yang tidak memiliki harta maupun tahta yang kuat! Jadi jika kamu mau ibu bantu, ibu punya rencana dan keluarga ibu juga bisa menjadi pendukung untuk mu sayang!"


"Diam!!!!!" Teriak Karmila yang seketika membuat wanita itu terdiam.


"Berani beraninya kamu menghina ayah ku! Keluarga mu? Apa Baron Dazan itu memang kaya tapi dia sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan ayah ku! Jadi nyonya baroness yang terhormat sebaiknya anda tari kembali perkataan anda! Jangan sesekali muncul lagi di sini!"


"Penjaga! Penjaga!" Teriak Karmila memanggil penjaga di rumahnya.


2 orang pria dengan tubuh tegap datang menghampiri,"Iya nona! Kamu datang!" Sapa mereka kepada Karmila.


"Usir wanita ini! Jangan pernah biarkan dia datang lagi ke rumah ini!" Perintah Karmila dengan tegas.


"Baik nona! Laksanakan!" Jawab dua penjaga itu.

__ADS_1


"Nak! Karmila! Ibu bisa bantu kamu!" Pinta wanita itu yang tak ingin pergi.


Wanita itu lantas pergi dari rumah Karmila karena di usir Karmila lantas memerintahkan seluruh pengawal dan para pelayan di rumahnya untuk berkumpul.


Ketika mereka semua sudah berkumpul, Karmila memerintahkan mereka semua untuk menutup rapat rapat tentang kejadian hari ini, Karmila tak ingin jika ayahnya tahu kalau ibunya datang berkunjung ke rumah mereka.


Malam harinya, count chaseiro pulang ke rumah, ketika masuk ke dalam rumah Karmila langsung menyambut ayahnya dan bertanya.


"Ayah! Bagaimana tadi di istana? Apa semuanya aman?" Tanya Karmila.


"Semuanya aman nak! Tapi....." Count Chaseiro seperti tak ingin mengatakan apa apa kepada Karmila.


"Tapi apa ayah? Apa terjadi sesuatu? Katakan saja kepada ku!" Pinta Karmila.


"Raja akan segera bertunangan dengan lady Anastasia! Pertunangan mereka akan di adakan 5 hari lagi! Kamu harus kuat ya nak! Mungkin memang semuanya sia sia!" Ucap count dengan penuh kesedihan karena dia tak ingin putrinya tersakiti.


"Enggak! Enggak mungkin! Kenapa harus secepat ini!" Karmila langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamarnya dia bersedih karena selama ini dia sudah melakukan segalanya, tapi apa yang dia dapatkan? Dia mendapatkan penghianatan, dia bahkan sudah membunuh sahabatnya sendiri, mungkin itu adalah suratan takdir dan karma untuk orang seperti Karmila.


"Apa apaan ini? Kenapa aku harus menangis! Aku enggak boleh menangis!" Karmila berusaha menguatkan dirinya.


"Hahahahah! Hahahahah! Hahahhaha!" Dia kemudian tertawa dengan terbahak-bahak.


"Lelucon apa ini? Kenapa aku harus seperti ini? Aku enggak bakal terima dan enggak akan terima! Aku akan rebut semuanya! Aku akan rebut kembali semua yang jadi milikku! Atas dasar apa aku harus menerima ini?"


Karmila lalu terpikir sebuah rencana dan tersenyum serimingai penuh makna.


"Baiklah! Jika harus seperti itu! Aku juga terpaksalah melakukan ini! Wanita itu pasti bisa membantu ku kan?" Pikir Karmila.


"Baiklah besok aku akan menemui wanita itu untuk merencanakan sesuatu dan merebut kembali apa yang menjadi milikku!"


"Aku tak akan membiarkan ini semua terjadi! Aku Karmila akan merebut dan mendapat semua yang aku mau! Tak peduli dengan cara apapun aku pasti akan dapatkan apa yang aku inginkan!"

__ADS_1


__ADS_2