Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Mencari Bukti


__ADS_3

1 minggu sebelumnya.


Nagara dengan sangat bersemangat dan antusias secara diam-diam pergi mengikuti Nagara.


Nagara seakan menyadari seperti ada seseorang yang mengikutinya.


"Kenapa aku merasa seperti ada yang mengikuti aku yaa?" Pikir Morona sembari berjalan menuju ke tempat rahasia miliknya.


"Apa jangan jangan ada yang mengikuti aku yaa?" Pikir Morona.


Langkah kaki yang tadi sangat ringan kini terasa berat, langkah kaki itu mulai terhenti karena rasa tidak nyaman yang di rasakan oleh Morona.


Nagara yang menyadari hal itu langsung dengan secepat kilat bersembunyi agar tidak ketahuan.


Morona lalu melihat ke arah belakang dan memperhatikan arah sekelilingnya karena merasa ada orang yang mengikuti nya, akan tetapi dia tak bisa menemukan siapapun di sana.


"Enggak ada siapa siapa kok! Apa cuma perasaan aku aja ya?" Pikir Morona dengan perasaan tidak nyaman.


"Tapi kenapa aku ragu? Aku masih merasa ada seseorang yang sedang mengikuti dan mengawasi aku!" Ungkap Morona dengan sangat was was dan hati-hati.


"Aku coba cek lagi deh!" Morona lantas berjalan ke sekeliling untuk memastikan tidak ada siapapun yang mengikuti dirinya saat ini.


Setelah cukup lama berkeliaran ke sana ke sini, Morona tak kunjung menemukan siapapun di sana.


"Ternyata memang enggak ada siapa-siapa! Ternyata cuma perasaan aku aja!" Ucap Morona dengan merasa sedikit lega karena ternyata tidak ada siapapun yang mengikuti dirinya.

__ADS_1


Setelah merasa cukup yakin dan cukup lega jika tidak ada orang yang mengikuti apalagi mengawasinya, Morona lantas melanjutkan perjalanannya.


"Dasar Morona!Dia bahkan tak bisa melihat aku! Benar benar memalukan! Padahal aku berada sangat dekat dengannya!" Ucap Nagara yang secara tak langsung menertawakan Morona.


"Morona! Morona! Kamu masih saja seperti dulu! Masih tidak bisa menemukan aku dan masih belum bisa mengalahkan aku!" Ucap Nagara di dalam hatinya.


Perlahan-lahan tapi pasti Nagara mengikuti langkah kaki Morona yang pergi bersama Vito ke suatu tempat yang tak lain dan tak bukan adalah ruangan rahasia.


Secara diam-diam Nagara melihat dengan jelas bagaimana Morona dan Vito masuk ke dalam ruangan itu melalui kode rahasia, dengan sangat lihai dan dalam waktu yang cukup cepat, Nagara dengan mudah menghapal kan berbagai tata cara untuk bisa masuk ke dalam ruangan itu.


"Ternyata mudah sekali masuk ke dalam ruangan itu! Tapi aku tak bisa langsung masuk ke sana sekarang! Aku harus menunggu mereka keluar terlebih dahulu!" Ungkap Nagara dengan sangat bangga akan kemampuan yang dia miliki.


Nagara lantas menunggu di tempat itu sampai Morona dan Vito ke luar dari ruangan rahasia tersebut.


Selang lama menunggu, Morona akhirnya keluar dari ruangan itu akan tetapi tidak dengan Vito yang tidak ikut Morona keluar bersama.


"Tapi di mana Vito? Di mana asistennya? Kenapa dia tidak ikut keluar bersama Morona?" Ucap Nagara yang baru menyadari jika Vito tidak ikut keluar bersama Morona.


"Ahhh sial ternyata dia tidak ikut keluar bersama Morona! Padahal aku baru mau langsung masuk ke dalam! Aku mau lihat dan cari tahu! Tapi dia malah masih ada di dalam! Benar benar memuakkan! Sangat mengesankan!" Ucapnya di dalam hati yang kesal karena ternyata masih ada orang di dalam ruangan itu.


"Terpaksa aku harus menunggu lagi! Aku harus menunggu nya lagi! Ahhhh benar benar memuakkan!" Dengan terpaksa Nagara harus kembali menunggu Vito pergi dari ruangan itu agar dia bisa masuk ke dalam ruangan itu.


Dalam waktu yang cukup lama Nagara menunggu Vito keluar dari ruangan itu bahkan sampai badannya merasa pegal dan cukup lelah menunggu.


"Ahh lama sekali dia keluar! Sebenarnya apa yang sedang dia lakukan? Aku benar benar kesal dan sangat lelah berdiri di sini menunggu dia keluar!" Ucap Nagara yang masih betah berdiri layaknya patung demi menunggu Vito keluar.

__ADS_1


Beruntungnya tak lama setelah mengucapkan kata-kata itu, Vito keluar dari ruangan itu.


"Owh ternyata dia sudah keluar! Dia sudah pergi! Akhirnya!" Ucap Nagara yang merasa gembira karena pada akhirnya Vito keluar dari ruangan itu setelah cukup lama dia menunggu.


Setelah Vito pergi dengan sangat berhati-hati Nagara lantas masuk ke dalam ruangan itu, dia dengan sangat lihat mengikuti apa yang di lakukan oleh Nagara untuk membuka pintu itu.


Pintu akhirnya terbuka dan Nagara lantas masuk ke dalam ruangan itu, dia juga menutup kembali pintu itu agar tidak di lihat ataupun di curigakan oleh siapapun dan antisipasi jika Morona tiba-tiba saja datang kembali.


Di dalam ruangan itu, Nagara melihat betapa banyaknya dokumen dan juga buku-buku yang tersusun rapi di dalam ruangan tersebut, di dalam ruangan itu juga terdapat berbagai senjata dan bahan bahan maupun alay yang berbahaya.


"Wow! Banyak sekali dokumen di sini! Ini bukan dokumen tentang negara! Ini pasti dokumen rahasia gelap dari Morona! Mereka pasti banyak menyimpan rahasia yang tak di ketahui oleh publik!" Ucap Nagara yang sangat takut sekaligus terkejut ketika melihat begitu banyak dokumen dan buku-buku di dalam ruangan itu.


"Pasti ada dokumen yang berkaitan dengan kematian ratu Illeana! Dan pasti juga ada bukti tentang kematian ratu Illeana yang di sebabkan oleh pembunuhan yang di kesengajaan dan pasti ada juga kasus kematian mendiang raja Adelardo dan istrinya!" Pikir Nagara.


"Aku harus cari dokumen itu!" Nagara lantas mencari dokumen tersebut.


Di dengan sangat hati-hati dan dalam waktu yang cukup cepat dia mulai memeriksa di setiap sudut ruangan itu untuk mencari dokumen yang berkaitan dan bisa menjadi bukti atas kematian ratu Illeana maupun mendiang raja Adelardo dan istrinya.


Dalam waktu yang cukup lama dan hampir di semua tempat Nagara mencari keberadaan dokumen ataupun bukti-bukti itu, akan tetapi dia tak bisa dan tak kunjung menemukan hal yang dia inginkan.


"Ahhh kenapa aku tak bisa menemukan apa-apa? Sebenernya ada di mana dokumen itu? Di mana buktinya? Bagaimana bisa aku tidak menemukan apa pun?" Nagara mulai merasa kecewa dan resah karena tak menemukan apapun.


"Tunggu dulu! Aku kan belum memeriksa di laci laci maupun di meja! Aku harus periksa di sana sekarang!" Ungka Nagara yang baru menyadari jika dia sudah melewatkan sesuatu yang belum dia periksa.


Nagara lalu membuka laci laci yang ada di meja dalam ruangan itu, akan tetapi dia juga masih belum dan tak kunjung menemukan apa-apa sampai ke laci dengan ukuran kecil yang letaknya paling bawah.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Nagara ketika menemukan sebuah map coklat yang berisikan bukti bukti akan kematian ratu Illeana.


__ADS_2