
Hal yang paling benar terjadi saat ini adalah mereka sebenarnya adalah dua orang yang berbeda yang sengaja di tugaskan untuk menyusup ke dalam istana.
Pertama adalah orang yang mencari tahu kebenaran tentang kematian mendiang ratu Illeana dan mendiang raja Adelardo badhrika beserta istri, mereka ingin mengungkap keterlibatan Morona sebagai pelaku pembunuhan dalam hal ini dan tentu saja mengungkapkan penyebab sebenarnya.
Kedua adalah orang yang memang sengaja di tugaskan untuk menjaga dan melindungi Karmila tapi hal ini yang cukup sulit jika di pikirkan count Chaseiro bukanlah orang yang mampu dan tidak memiliki kemampuan untuk mempekerjakan seseorang yang bisa menyusup ke dalam istana.
Tapi tetap saja ini adalah jalan bantu karena baik Morona ataupun Vito sama-sama tak memiliki petunjuk untuk mengungkapkan masalah saat ini.
Tanpa di sadari oleh Vito dan Morona, semua hal yang mereka bicarakan di dengar sangat jelas oleh Nagara.
Setelah mendengar kan semua ucapan Anatar Morona dan asistennya Vito, Nagara tersenyum seringai penuh makna dengan sangat bangga dan terlihat cukup licik.
"Ternyata mereka masih tidak paham dan tidak tahu tentang hal ini! Benar-benar memalukan! Bahkan hal seperti ini saja mereka tidak bisa tebak!" Ucap Nagara di dalam hatinya seraya menguping semua pembicaraan rahasia yang terjadi antara Vito dan Morona.
"Ahhh tapi tetap saja ini mengesalkan! Sampai kapan mereka akan berbicara di dalam? Aku ingin segera mereka keluar agar aku bisa masuk ke dalam ruangan itu!" Ucap Nagara yang tadinya merasa cukup senang menguping semua pembicaraan antara Morona dan Vito, akan tetapi lama-kelamaan dia juga mulai kesal karena harus menunggu dan menunggu.
Semakin lama Nagara menunggu di sana, semakin membuatnya menjadi kesal apalagi di tambah dengan Vito dan Morona yang tak kunjung kunjung keluar dari ruangan itu yang membuat dia juga terpaksa harus terus menunggu mereka.
"Ahhh sampai kapan aku harus menunggu mereka? Kenapa mereka enggak keluar-keluar juga? Aku sudah sangat lelah dan kesal menunggu mereka di sini!" Ucap Nagara di dalam hatinya yang dari tadi masih menunggu di tempat yang sama dengan posisi yang masih sama juga.
Pada akhirnya, Nagara memilih untuk pergi karena Vito dan Morona tak kunjung juga keluar dari tempat tersebut.
"Sepertinya mereka tak akan keluar! Lebih baik aku pergi! Nanti saja aku datang lagi ke sini!" Ucap Nagara di dalam hatinya.
Anastasia yang berada di dalam kamarnya masih kepikiran tentang Ana yang dia rasa menyimpan sebuah rahasia dan cukup merugikan.
__ADS_1
"Sekarang aku harus bagaimana? Aku yakin Ana pasti menyimpan sebuah rahasia! Pasti ada cerita tentang dia yang di sembunyikan!" Pikir Anastasia.
"Aku harus cari tahu itu! Tapi bagaimana caranya supaya aku bisa mendapatkan informasi nya?" Pikir Anastasia dengan raut wajah yang sangat serius.
"Apa aku minta bantuan ayah saja ya? Aku yakin ayah pasti bisa membantu ku! Dia pasti bisa mengetahui semuanya tentang Ana!" Terlintas sebuah ide di dalam pikiran Anastasia.
"Iya sepertinya itu memang ide yang cukup baik! Aku harus menemui ayah sekarang juga! Aku akan pulang ke rumah lagi!" Pikir Anastasia dengan sangat bersemangat dan terkesan menggebu-gebu.
"Aku tinggal bilang ada yang ingin aku ambil di rumah ku kepada pelayan!" Anastasia lantas bersiap-siap, setelah itu dia lantas keluar untuk mencari kepala pelayan istana ratu.
Saat dia bertemu dengan kepala pelayan istana ratu.
"Salam yang mulia!" Pelayan tersebut lantas memberikan salam sebagai tanda penghormatan terlebih dahulu kepada Anastasia.
"Salam! Jadi langsung saja, saya ingin pergi ke rumah saya! Saya ingin pulang ke kediaman saya sekarang!" Ucap Anastasia yang tak ingin bertele-tele karena waktu itu sangat berharga.
"Aduhhhhhhh! Aku bilang apa yaa? Aku jawab sudah apa belum ya?" Pikir Anastasia.
"Owh iya aku lupa memberitahukan kepadanya, lagipula aku tidak bertemu dengan yang mulia dari tadi!" Jawab Anastasia yang memberikan alasan kepada kepala pelayan itu.
"Benarkah? Padahal yang mulia raja dari tadi ingin menemui anda tapi di karenakan lady Anastasia lelah dan ingin beristirahat, yang mulia raja memilih untuk pergi!" Jawab kepala pelayan yang memberitahukan kepada Anastasia tentang apa yang di lakukan Morona.
"Owh iya, sebenarnya aku harus menemui yang mulia, tapi aku tak menemukannya sepertinya dia sedang sibuk! Jadi bagaimana kalau kau saja yang memberitahukan yang mulia kalau aku pergi sebentar ke rumah ayah ku? Dan tolong suruh seorang kusir untuk mengantarkan aku pulang!" Ucap Anastasia yang tak ingin bertele-tele karena akan menghabiskan waktu dan dia ingin segera menemui ayahnya.
"Baiklah kalau begitu yang mulia saya yang akan menyampaikan hal ini kepada yang mulia raja, saya akan menyiapkan semua keperluan anda!" Kepala pelayan lalu pergi untuk menyiapkan semua keperluan yang akan di butuhkan oleh Anastasia.
__ADS_1
Kedatangan Anastasia di kediaman Marquez tentu saja membuat Marquez terkejut karena dia mengira ada masalah yang di hadapi putrinya.
Seorang pengawal di tempat kediaman Marquez datang melapor kepada Marquez akan kedatangan lady Anastasia.
"Salam tuan Marquez!" Ucap pelayan itu dengan penuh hormat.
"Salam! Ada apa?" Tanya Marquez.
"Lapor Marquez lady Anastasia baru saja tiba!" Ucap pengawal itu.
"Apa? Ada apa dengan Anastasia? Bukankan dia baru saja pergi ke istana kenapa sekarang kembali lagi? Apa terjadi masalah lagi dengan dia?" Tanya Marquez yang merasa heran.
"Mohon maaf sebelumnya tuan Marquez, saya tidak tahu tentang hal itu! Saya datang hanya untuk melapor!" Jawab pengawal itu apa adanya.
"Baiklah kalau begitu kau boleh pergi! Nanti aku akan datang menghampiri nya!" Ucap Marquez.
"Baik kalau begitu saya permisi terlebih dahulu tuan Marquez!" Pengawal itu lalu pergi.
"Sebenarnya apa ada masalah yang saat ini di hadapi Anastasia? Anak itu sudah berapa kali pulang ke rumah seperti ada masalah yang dia hadapi! Aku yakin itu, dia akan berbuat seperti ini jika ada masalah!" Pikir Marquez yang mengkhawatirkan keadaan putrinya itu.
"Lebih baik aku langsung tanya kepadanya saja!" Marquez lalu mengemasi semua dokumen yang sedang dia baca, setelah itu dia keluar dari ruangan nya untuk menemui putri nya Anastasia.
Saat bertemu dengan Anastasia.
"Papa!!" Panggil Anastasia yang berlari memeluk Marquez de Silva.
__ADS_1
Marquez tentunya memeluk balik Anastasia layaknya pertemuan seorang anak dengan ayahnya.
Setelah itu mereka lalu duduk dan berbicara, Marquez tentunya langsung bertanya kepada Anastasia akan masalah yang dia hadapi.