
Nagara dan Ana lantas kembali ke istana untuk melanjutkan rencana mereka.
Di tempat lain, di kediaman count chaseiro sedang terjadi keributan dikarenakan Karmila kembali berulah yang membuat Count Chaseiro naik pitam.
Sudah seharian penuh sejak Karmila kembali, dia memilih berdiam diri dan tak keluar dari kamarnya entah kenapa, bahkan tidak satupun orang yang tau alasan dia melakukan ini.
Tok! Tok! Tok!
Bunyi ketukan pintu
Para pelayan mengetuk pintu dan berusaha memanggil Karmila agar dia keluar dari kamarnya, bahkan count juga mencoba bersama para pelayan mengetuk pintu kamar Karmila agar Karmila bersedia keluar menemuinya.
Terlihat jelas semua orang sangat panik dan khawatir akan Karmila, bahkan wajah count chaseiro yang biasanya terlihat bersemangat kini terlihat sangat lesu dengan mata yang sangat sembab, dia benar benar sangat mengkhawatirkan keadaan putri satu satunya itu.
"Yang mulia! Lady! Kamu berharap anda keluar! Lady! Lady Karmila! Lady Karmila!" Ucap 2 orang pelayan sambil mengetuk pintu kamar Karmila.
"Lady Karmila! Lady Karmila! Apa anda masih di dalam? Tolong keluar sekarang! Kami mohon yang mulia! Kami mohon sekali!" Tambah para pelayan yang berusaha membujuk Karmila agar mau menemui mereka.
"Lady Karmila kami mohon dan kami harap anda keluar sekarang! Lihatlah keadaan count saat ini! Kami mohon agar lady bersedia menemui count chaseiro! Ayah kandung lady!" Ucap para pelayan yang terlihat jelas mereka sangat mengkhawatirkan Karmila dan keadaan count chaseiro yang sangat memprihatikan.
__ADS_1
Count Chaseiro hanya bisa diam dengan keadaan yang lemah, letih dan lesu menghadapi keadaan putrinya saat ini, dia benar benar tak memiliki daya dan kekuatan sama sekali.
Para pelayan tak tinggal diam, mereka yang selama ini di perlakukan sangat baik oleh count chaseiro lantas berusaha memanggil dan membujuk Karmila untuk bersedia keluar dari kamar dan menemui count.
Perlahan lahan dia mulai menyerah dengan keadaan saat ini, count chaseiro sudah tak bisa lagi memaksa Karmila untuk menemuinya, Count Chaseiro lantas meninggalkan tempat itu dan pergi ke kamarnya untuk merenungkan diri dan mengingat akan semua yang sudah terjadi.
Di dalam kamarnya, count chaseiro duduk di samping ranjang dengan tatapan yang kosong.
"Karmila! Maafkan ayah! Ayah sudah salah mendidik mu menjadi seperti ini! Maafkan ayah karena gagal menjadi ayah yang baik untuk mu!" Ucap count chaseiro di dalam hatinya dengan wajah yang sendu dan tubuh yang sangat lesu tak bersemangat.
"Maafkan ayah nak! Maafkan ayah yang tak bisa menjadi ayah yang baik untuk mu! Maafkan ayah karena tak bisa memberikan keluarga yang utuh untuk mu!" Dalam lamunannya Count Chaseiro merasa sangat bersalah dan menyesal untuk semua yang telah terjadi karena merasa ini semua adalah kesalahan dia yang tak bisa menjadi ayah yang baik untuk Karmila.
"Aku menyesal karena memilih membawa kabur seorang wanita bangsawan untuk hidup dengan ku! Padahal aku tahu seseorang yang biasa hidup mewah tidak akan bisa hidup susah!" Ucap count chaseiro yang tanpa sadar air matanya jatuh ke lantai.
Ibu kandung Karmila adalah seorang bangsawan murni yang hidupnya sangat mewah, tapi dia justru jatuh cinta dengan count chaseiro yang saat itu hanyalah seorang rakyat biasa dan seorang pemotong rumput,hal itu tentunya sangat di tentang oleh ayah kandung ibu Karmila karena sudah melanggar etika seorang bangsawan, tapi dikarenakan cinta keduanya yang sangat besar, mereka pada akhirnya memilih untuk kabur dan hidup berdua bersama selamanya.
Memang saat itu hidup mereka sangat bahagia dan dunia terasa milik berdua, namun bangsawan tetaplah bangsawan, ibu kandung Karmila tak tahan hidup dalam kemiskinan bersama count Chaseiro, pada akhirnya setelah dia melahirkan Karmila, dia langsung meninggalkan count begitu saja yang di bantu oleh ayahnya karena ingin kembali hidup dalam kemewahan yang di layani dan disiapkan tanpa harus melakukan apa apa.
Count lantas berusaha menghentikan hal itu, dia tidak ingin ibu kandung Karmila pergi meninggalkan mereka, sekuat tenaga dia menahan, tapi pada akhirnya itu sia sia karena ibu kandung Karmila pergi, count masih saja berusaha, dia lantas pergi ke rumah ayah mertuanya untuk menjemput istrinya, namun sayangnya ayah mertuanya menghinanya dan mempermalukannya sedangkan ibu kandung Karmila langsung mengatakan jika mereka sudah bercerai karena memang Pernikahan mereka tidak terdaftar dalam catatan pernikahan kerajaan, dia juga menghina dan mempermalukan count serta tidak mengakui Karmila sebagai putrinya dan di balik itu ternyata dia juga sudah bertunangan dengan Baron Dazan yang membuat Count Chaseiro sangat terpukul dengan kenyataan itu.
__ADS_1
Sejak saat itu juga Karmila menjadi seorang piatu dan Count Chaseiro benar benar membenci ibu kandung Karmila dan berjanji tak akan bertemu dengan wanita itu lagi, dia juga sangat melarang keras Karmila bertemu dengan ibu kandungnya, ibu yang telah membuang dan tidak mengakui putrinya sendiri.
Jauh di dalam lubuk hati count, dia ternyata masih mencintai mantan istrinya itu, faktanya dia bahkan masih menyimpan foto istrinya, meskipun dia selalu benci dan marah jika mendengar ataupun mengingat tentang mantan istrinya dan hal lain yang tak diketahui oleh count chaseiro saat ini adalah Karmila ternyata bertemu dan menjalin hubungan dengan mantan istrinya itu.
Saat ini di dalam kamar, Karmila sedang merenung diri dengan duduk di atas ranjang tempat tidurnya dengan tatapan yang kosong dan wajah yang sangat sedih, dia benar benar tak perduli sama sekali dengan apa yang terjadi, padahal suara teriakan para pelayan sangat terdengar jelas.
Di kediaman Grand Duke Samael.
Grand duke Samael saat ini sedang berada di dalam ruangan kerja bersama dua orang bawahannya, terlihat jelas wajah serius dari mereka semua dan sepertinya mereka sedang membahas sesuatu yang sangat penting.
"Lapor grand Duke, saya dan rekan saya yakin jika kecurigaan grand Duke itu benar!" Ucap seorang pria dengan tubuh tegap dan wajah yang lumayan tampan kira kita usia pria ingin adalah 35 tahun.
"Itu benar grand Duke, saya dan rekan saya ini juga mendapatkan fakta dan bukti yang kuat tentang kecurigaan grand Duke!" Ucap pria lainnya yang memiliki badan tegap dan gagah yang jauh lebih besar dari pria sebelumnya dengan usianya kira kira 32 tahun.
"Dari awal aku memang curiga, tapi apa masih berlaku jika kita menguak ini sekarang?" Tanya grand Duke Samael.
"Masih grand Duke! Masyarakat pasti akan mendukung kita dan mereka pasti akan berdemo menuntut keadilan jika kasus ini ditutup begitu saja!" Jawab pria itu .
Suasana di dalam ruangan itu benar benar sunyi dan sangat tegang.
__ADS_1
"Kita harus memberitahukan seluruh rakyat jika kematian mendiang raja Adelardo dan mendiang ratu Illeana adalah unsur kesengajaan seseorang untuk merebut tahta!" Ucap grand Duke dengan tegas.