
"Anna!" Panggil Nagara sembari mendekat ke Ana.
Nagara lantas mengangkat tubuh Ana dan menggendong nya dan membawanya ke tempat yang nyaman, setelah itu dia menurunkan tubuh Ana secara perlahan-lahan.
Ana yang merasakan hal itu seakan tak percaya dengan yang terjadi saat ini, Nagara benar-benar panik dan berusaha keras membantu Ana.
Setelah itu, Nagara dengan perlahan-lahan memeriksa keadaan Ana, ketika di memegang kaki Ana, Ana lantas merasa kesakitan.
"Arghhhh!" Teriak Ana yang merasa kesakitan ketika kakinya di tekan oleh Nagara.
"Maaf, sepertinya kau terkilir, biarkan aku mengobati dirimu!" Pinta Nagara.
Ana menjawab hal itu dengan mengangguk yang menandakan dia setuju membiarkan Nagara mengobati dirinya.
Nagara mengobati Ana dengan sangat lembut, secara pelan-pelan dan sangat hati-hati dia memijat kaki Ana sehingga Ana tak merasakan rasa sakit.
Ketika di pijat, Ana justru menjadi salah fokus dan dia secara diam-diam memperhatikan wajah Nagara dengan sangat dalam.
"Kenapa kau jadi seperti ini? Kenapa kau jadi lebih lembut seperti dia?" Ucap Ana di dalam hatinya sambil di pijat oleh Nagara.
Tak lama, Nagara pun selesai mengobati Ana.
"Sudah selesai! Bagaimana Ana? Apa sudah baikan?" Tanya Nagara.
Ana hanya diam saja sambil tetap memandangi wajah Nagara ke arah depan.
"Hei! Hei! Ana! Ana!" Nagara lantas menepuk pundak Ana yang bermaksud untuk menyadarkan nya.
"Ahhh! Iya!!!" Ucap Ana yang terkejut.
__ADS_1
"Kamu kenapa? Kenapa melamun?" Tanya Nagara kepada Ana.
"Tidak apa apa kok! Tidak ada juga!" Jawab Ana yang membingungkan.
"Baiklah! Bagaimana keadaan mu sekarang ? Apa sudah baik-baik saja? Apa kamu sudah merasa enakan ? Apa masih sakit? Apa kamu merasa sakit di tempat yang lain!" Tanya Nagara dengan detail yang sangat mengkhawatirkan keadaan Ana.
"Owh! Sudah sudah! Aku udah baikan kok! Makasih yaa!" Jawab Ana.
"Benarkah? Apa masih ada yang sakit mungkin? Kamu kan tadi jatuh, siapa tahu masih ada sakit di bagian yang lainnya! Apa benar benar sudah tidak apa apa lagi?" Tanya Nagara sekali lagi yang benar benar mengkhawatirkan keadaan Ana.
"Iya! Aku udah enggak papa! Aku enggak papa! Enggak ada lagi kok yang sakit!" Ucap Ana yang tidak ingin semakin membebani Nagara yang tampak sangat mengkhawatirkan keadaannya.
"Baiklah kalau begitu, kita sudahi saja latihan berkuda kita pada hari ini karena kondisi juga sudah tidak memungkinkan! Kalau begitu ayo kita kembali ke ruangan untuk beristirahat!" Ucap Nagara kepada Ana yang bermaksud meminta Ana untuk beristirahat karena keadaan Ana yang sekarang cukup memprihatinkan bagi Nagara.
"Hmmmm!" Ana menarik nafas.
"Sebenarnya aku masih mau latihan di sini! Aku masih mau ada di sini! Aku tidak ingin istirahat! Tapi kalau aku minta, pasti Nagara tidak mengizinkannya!" Ucap Ana di dalam hatinya karena memang Ana adalah orang yang pantang menyerah dan selalu bersemangat untuk sesuatu yang dapat membuat dia menjadi semakin hebat.
"Iya iya baiklah kalau begitu! Kita sudah latihan hari ini sampai sini!" Jawab Ana dengan tak yakin.
"Baiklah! Kalau begitu mari kita pergi ke tempat istirahat!" Ajak Nagara.
Ketika Ana hendak berdiri, dia kelihatan tak bisa dan sangat susah untuk berdiri, Nagara lantas berinisiatif menggendong Ana yang sontak saja membuat Ana terdiam dan tak bisa berkata apa-apa.
"Aku akan mengantar kan mu sampai ke ruang tempat mu berisitirahat!" Ucap Nagara sambil membopong tubuh Ana.
"Tunggu dulu! Apa kau tidak mau menggunakan topeng mu?" Tanya Ana karena kebetulan juga saat itu Nagara tidak menggunakan topeng nya.
Nagara akan selalu mengenakan topengnya di manapun dia berada, namun ketika hanya berdua bersama Ana dan tidak ada orang lain, Nagara pasti akan membuka topengnya dan menikmati waktunya tanpa menggunakan topeng bersama Ana sejak 3 tahun yang lalu.
__ADS_1
"Owh iya! Di mana topeng ku yaa?" Tanya Nagara yang tak sengaja melupakan letak topengnya yang sangat berbahaya.
"Topeng mu ada di saku mu!" Ana lantas mengambil sebuah topeng dengan ukuran yang kecil yang ketika digunakan akan menutup bagian mata dan juga hidung.
Setelah Ana mengambil topeng itu, dia lantas berinisiatif memakai kan topeng itu pada wajah Nagara dan Nagara sangat menurut dan menerima hak itu, meskipun sebenarnya di dalam hatinya Nagara merasa ada yang aneh bisa dikatakan seperti nya Nagara baper dengan apa yang di lakukan Ana kepadanya.
Setelah itu, Nagara lantas membopong tubuh Ana dan membawanya ke tempat para ksatria berisitirahat, ketika melewati tempat latihan para ksatria, Nagara berusaha tenang begitu juga dengan Ana meskipun pada saat itu begitu banyak para ksatria yang sedang berlatih dan memandangi mereka dengan tatapan yang aneh.
Para ksatria tentunya langsung bertanya-tanya tentang apa yang mereka lihat barusan.
"Hei! Apa kau melihat yang barusan?" Tanya seorang ksatria dengan ksatria yang lain.
"Tentu saja aku lihat!" Jawab ksatria.
"Menurut mu apa sebenarnya panglima kita memiliki hubungan khusus dengan wakili panglima?" Tanya ksatria yang lain.
"Bisa saja kan, lagipula kalau itu memang benar-benar terjadi bukankah itu sangat baik? Lagian mereka juga sangat cocok jika bersama!" Ucap ksatria yang lain.
"Benar benar! Aku juga setujuu kalau memang benar mereka memiliki hubungan khusus! Mereka berdua sangat cocok sama sama orang yang pemberani dan sangat ahli bela diri!" Ucap ksatria yang lainnya.
Tanpa sadar, para ksatria saat ini justru bergosip seperti wanita dan mereka semua menangkap jika sang panglima perang naga hitam memiliki hubungan khusus dengan wakil panglima perang ksatria wanita Ana dan rata-rata dari mereka sangat setuju dengan hubungan kedua orang itu yang di nilai sangat cocok jika mereka bersama.
Nagara dan Ana yang mendengar dan menyadari hal tersebut mengganggap itu semua hanya angin lalu dan tidak memperdulikan hal itu.
Sesampainya di kamar Ana, Nagara lantas menurunkan tubuh Ana dengan sangat lembut dan perlahan lahan dia meletakkan tubuh Ana di atas ranjang, dia juga membaringkan Ana yang bermaksud meminta Ana untuk tidur.
"Sudah kan ! Sekarang kamu istirahat saja di sini! Jangan melakukan aktivitas apa apa lagi! Istirahat saja untuk memulihkan keadaan mu!" Pinta Nagara dengan sangat kepada Ana.
"Iya iya! Aku tahu! Aku akan istirahat sekarang juga!" Jawab Ana yang menuruti permintaan Nagara.
__ADS_1
"Baik kalau begitu aku permisi yaa! Aku tidak akan mengganggu istirahat mu!" Nagara lantas pamit dengan Ana dan membiarkan Ana untuk beristirahat.