Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Menegur


__ADS_3

Morona masih terbujur kaku dalam keadaan yang sangat sedih memikirkan ayahnya yang tak pernah sekalipun percaya dengan kemampuan yang dia miliki, dia tak pernah di banggakan dan merasa ayahnya sama sekali tidak adil kepadanya.


Setelah itu dia beranjak dari kamarnya dan pergi ke suatu tempat.


Di markas pelatihan ksatria kerajaan, terlihat Nagara yang sedang menyaksikan para ksatria kerajaan yang sedang berlatih saat ini, namun saat ini wajahnya terlihat sangat letih dan lelah yang tidak seperti biasanya dia selalu bersemangat, bahkan para ksatria menyadari hal itu dan merasa cukup aneh dan kebingungan dengan Nagara yang sekarang.


"Hei! Apa kau lihat panglima kita sekarang?" Ucap seorang ksatria yang berbicara dengan ksatria yang lain.


"Iya aku lihat! Dia terlihat sangat sedih dan murung berbeda dengan biasanya yang selalu bersemangat!" Jawab ksatria yang lain sembari mereka berdua duduk mengasah pedang.


"Menurut mu kenapa dia seperti itu? Itu sangat berbeda dengan dia yang biasanya! Apa yang sebenarnya terjadi dengan nya?" Tanya ksatria itu.


"Menurut mu sendiri kenapa? Kalau menurut ku pasti ada hubungannya dengan wakil panglima kita, siapa lagi kalau bukan Ana!" Jawab ksatria itu.


"Iya kurasa juga seperti itu! Mereka sepertinya sedang ada masalah! Apa jangan-jangan mereka berdua memiliki hubungan yang spesial? Sepertinya ada masalah dalam hubungan yang mereka jalani!" Ucap ksatria itu.


Kemudian datanglah dua orang ksatria lain yang sudah selesai berlatih menghampiri mereka berdua.


"Hei! Apa yang kalian bicarakan?" Tanya seorang ksatria yang menghampiri mereka.


"Benar! Apa yang sedang kalian bicarakan? Pasti seru yaa!" Ucap ksatria satunya lagi.


Lalu tiba-tiba datang lah satu ksatria lagi yang ikut bergabung bersama mereka.


"Hei kalian! Kalian pasti sedang berbicara tentang panglima kan?" Ucap ksatria yang lain yang baru saja ikut bergabung.


"Itu tau!" Ucap kstaria yang sedang duduk.

__ADS_1


"Aku juga penasaran sebenarnya ada masalah apa sih antara panglima dengan Ana? Lihat saja panglima sekarang sangat murung dan sedih tidak seperti biasanya yang selalu bersemangat dan ambisius!" Ucap seorang ksatria yang sedang berdiri.


Kini 5 orang ksatria itu justru malah bergosip membicarakan panglima sampai sampai mereka melupakan tugas dan latihan mereka.


"Aku rasa itu pasti masalah besar dan membuat hubungan mereka menjadi renggang!" Jawab salah satu Ksatria.


"Aku juga yakin seperti itu! Tapi menurut mu masalah apa yang sendang mereka hadapi saat ini?" Tanya ksatria yang lain.


"Apa jangan jangan panglima berselingkuh di belakang Ana?" Tanya seorang ksatria yang mulai berpikir macam-macam tentang masalah Nagara dan Ana.


"Heiii! Mulut mu! Aku rasa bukan karena itu! Tidak mungkin juga panglima kita sampai berselingkuh dengan wanita lain di belakang Ana! Apa kau pernah liat tidak berhubungan dengan wanita lain?" Ucap ksatria yang sedang berdiri yang tidak setuju dengan ucapan ksatria itu.


"Iya aku juga merasa itu bukan karena wanita lain! Pasti ada masalah lain yang terjadi di antara mereka!" Ucap ksatria yang sedang duduk yang setuju dengan ucapan ksatria itu.


"Aku setuju dengan mu! Panglima tak memiliki hubungan dengan wanita mana pun kecuali Ana! Tapi ngomong-ngomong apa panglima naga hitam memiliki hubungan dengan Ana wakil panglima kita?" Tanya ksatria itu.


Para ksatria lain yang mendengar hal itu sontak saja terkejut karena ternyata masih ada yang belum tahu tentang hubungan spesial antara Nagara dan Ana padahal hal itu sudah terlihat cukup jelas.


"Iya benar padahal semua orang di markas pelatihan ksatria kerajaan ini sudah tahu! Bisa-bisanya kau tidak tahu!" Ucap ksatria lain yang sedang berdiri.


"Emangnya kalian pernah melihat mereka berduaan?" Tanya ksatria itu yang sebenarnya tidak terlalu yakin akan hal ini namun dia memilih untuk tetap bergabung.


"Kau benar-benar tidak tahu ternyata! Mereka sering kali berduaan! Dan hal itu cukup romantis bahkan perlakuan spesial dari panglima kepada Ana! Itu sudah membuktikan jika mereka memiliki hubungan yang cukup spesial!" Ucap ksatria lain.


"Iya aku tahu tentang sikap spesial yang di lakukan oleh panglima kepada Ana! Tapi kan belum tentu mereka memiliki hubungan spesial! Bisa saja itu sebagai bentuk penghormatan panglima kepada Ana kan?" Ucap pria itu.


"Ya sudahlah sini biar aku kasih tahu, aku sudah beberapa kali melihat mereka berduaan, apa kau tahu tentang danau yang berada di belakang taman istana?" Ucap salah satu ksatria yang ingin menegaskan kepada ksatria itu kalau Nagara memang memiliki hubungan yang spesial dengan Ana.

__ADS_1


"Aku tahu kok! Terus apa yang mereka lakukan?" Tanya ksatria itu.


"Mereka seperti orang pacaran! Selain itu juga aku sering melihat mereka berlatih hanya berdua di tempat panahan, aku juga pernah melihat mereka di bukit belakang istana! Yang lain juga melihat hal itu kan?" Ucap ksatria itu.


"Iya kami melihat nya! Mereka sudah terlalu sering pergi hanya berdua!" Ucap ksatria yang lain.


Di sisi lain Nagara yang sedang murung, menyadari jika kelima orang itu sedang asik berbicara tanpa melanjutkan latihan yang seharusnya di lakukan.


"Apa yang sebenarnya di lakukan oleh mereka? Apa mereka tidak tahu jika waktu istirahat mereka sudah habis dan seharusnya mereka melanjutkan latihannya?" Ucap Nagara di dalam hatinya yang mulai merasa kesal karena Nagara sejatinya adalah orang yang sangat ambisius dan tak ingin menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak penting.


Nagara lantas beranjak dari tempat duduknya dan mulai berjalan menghampiri mereka.


Kelima ksatria itu masih saja asyik mengobrol tanpa sadar jika Nagara sedang berjalan menghampiri mereka.


"Hei kalian! Apa yang kalian lakukan?" Ucap Nagara dengan suara yang sangat tegas dan terkesan marah.


Sontak saja kelima ksatria langsung terkejut bukan main karena orang yang mereka bicarakan ada di belakang mereka.


"Tuan panglima! Maafkan kami!" Ucap kelima ksatria itu dengan kompak yang terkejut.


"Apa kalian tidak tahu waktu istirahat sudah habis? Kenapa kalian malah berbicara asik dan bergosip di sini seperti wanita? Kalian kan laki-laki juga seorang ksatria! Apa kalian tidak tahu tugas kalian apa?" Ucap Nagara yang tampak sangat marah dengan para ksatria itu.


Kelima ksatria itu hanya terdiam dan merasa bersalah.


"Diam kalian? Apa yang kalian lakukan? Bubar sekarang!" Teriak Nagara dengan suara yang sangat lantang.


"Siap!!!!" Jawab kelima ksatria itu yang langsung bubar dan kembali ke tempat mereka masing-masing untuk melanjutkan latihan mereka.

__ADS_1


Setelah itu, Nagara lalu berjalan pergi ke kamarnya, saat hampi sampai di kamarnya, tiba-tiba terdengar suara seorang pria berbicara kepadanya.


"Masih saja ya seperti dulu! Selalu ambisius!" Ucap pria itu yang tak lain adalah Morona yang sudah dari tadi menunggu kedatangan Nagara.


__ADS_2