Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Mencari


__ADS_3

Morona lantas bergegas menghampiri dan melihat dari dekat akan botol yang tergeletak itu.


Morona lalu mengambil dan mencium botol tersebut dan benar saja ada bau menyengat dari cairan hitam pekat di dalam botol itu.


"Ini? Bukankah ini racun? Apa jangan jangan ini racun yang sudah di siapkan untuk Karmila? Tapi bagaimana bisa botol ini berada di sini dan cairan itu seperti bekas baru di buang seseorang! Apa jangan jangan memang benar racun ini di buang oleh seseorang sehingga rencana ku hancur? Aku yakin ini adalah racun!" Ucap Morona dengan sangat yakin dan mulai menerka jika rencana telah di gagalkan oleh seseorang melalui bukti racun tersebut telah di buang.


"Pertanyaan ku bagaimana bisa botol ini ada di sini? Bagaimana bisa isinya di buang oleh seseorang? Siapa yang sudah melakukan ini? Apa mungkin sebenarnya ini bukan racun milik ku? Tapi aku yakin jika ini adalah racun!" Pikir Morona yang mulai merasa kesal.


"Dari baunya saja sudah bisa ku tebak kalau ini adalah racun! Bagaimana bisa racun ini ada di sini? Siapa yang sudah menggagalkan rencana yang sudah ku persiapkan?" Pikir Morona yang sangat marah karena rencananya telah di gagalkan oleh seseorang.


"Ahhh sial!!! Aku harus memberitahukan hal ini kepada Vito!" Morona lalu membawa botol itu dan membawa botol itu bersamanya menemui Vito yang saat ini berada di ruang rahasia.


"Vito!" Panggil Morona dengan suasana yang tampak tegang.


"Yang mulia! Ada apa yang mulia?" Tanya Vito.


"Ini! Lihat ini!" Morona lalu memberikan botol yang dia temukan tadi kepada Vito.


"Ini? Bukankah ini racun? Ini racun yang seharusnya di berikan untuk lady Karmila?" Lirih Vito sambil mencium isi cairan dari botol itu.


"Tapi bagaimana bisa botol ini berada pada anda yang mulia? Di mana anda menemukan botol ini?" Tanya Vito.

__ADS_1


"Coba kau tebak Vito!" Ucap Morona dengan sorot mata tajam.


"Anda menemukan botol ini karena di buang seseorang?" Pikir Vito.


"Iya benar, aku menemukan botol itu tergeletak seakan baru di buang oleh seseorang!" Ucap Morona dengan kesal.


"Apa? Berarti rencana kita gagal karena di gagalkan oleh seseorang?" Tanya Vito.


"Iya! Ahhh benar sial! Siapa sih yang buat rencana kita jadi gagal?" Morona menjadi sangat kesal karena telah gagal menjalankan rencananya akibat seseorang yang tidak tahu siapa.


"Jadi rencana kita telah di gagalkan oleh seseorang! Siapa dia? Bagaimana bisa rencana kita di ketahui? Padahal jelas jelas ini sangat rahasia!" Vito seakan tak percaya jika ada orang lain yang mengetahui tentang rencana mereka sehingga rencana mereka gagal.


"Ahhhhh! Aku juga tidak tahu bagaimana kita bisa ketahuan! Vito ini benar benar sangat berbahaya! Orang itu juga pasti yang menyelidiki kita selama ini! Tapi siapa dia?" Morona mulai merasa sangat takut dan khawatir lantaran ada seseorang yang mengetahui semua tentang dia dan hal itu sangat berbahaya untuk dirinya.


"Lantas kita harus bagaimana? Kita tidak bisa membiarkan orang itu dengan leluasa masih berada di istana? Tapi siapa orang itu? Aku benar benar....." Morona sangat takut dan khawatir karena kini posisinya sangat terancam lantaran ada orang yang mencari tahu tentang semua yang dia lakukan apalagi orang itu bahkan dengan berani menggagalkan rencana nya.


"Sabar yang mulia! Sabar! Kita harus cari tahu siapa orang itu terlebih dahulu! Dia pasti adalah salah satu pekerja di istana ini!" Ucap Vito dengan sangat yakin seraya berusaha menenangkan Morona yang ketakutan dan panik.


Saat ini, Ana sedang melamun di kamarnya dengan perasan yang sangat sedih lantaran merasa bersalah dengan Nagara apalagi Nagara terlihat begitu marah dan kecewa kepada dirinya.


"Maafkan Nagara! Aku tahu aku salah, tak seharusnya aku melakukan ini semua!" Tanpa sadar air mata tak sengaja menetes jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Bagaimana ini? Apa aku minta maaf saja kepada Nagara? Tapi apa dia mau menemui aku?" Ana mulai kepikiran menemui Nagara untuk meminta maaf kepada Nagara atas semua yang sudah dia perbuat.


"Dia pasti akan menolak untuk menemui aku seperti hari itu, tapi tidak mungkin jika aku membiarkan dia marah dengan ku dalam waktu yang lama, tapi aku harus bagaimana sekarang? Apa aku temui saja dia dan minta maaf kepadanya?" Pikir Ana dengan perasaan campur aduk antara binggung dan sedih.


"Tidak tidak aku harus menemuinya! Aku harus meluruskan kesalahpahaman di antara kami! Aku tak bisa jika hanya diam saja membiarkannya marah kepada ku dalam waktu yang lama! Aku harus minta maaf dan berbicara kepadanya!" Pikir Ana dengan sangat yakin.


Ana lantas pergi mencari Nagara untuk minta maaf kepada Nagara atas semua yang terjadi.


Namun, sayangnya Ana tak bisa menemukan keberadaan Nagara di mana-mana, hampir di setiap sudut istana Ana mencari Nagara, tapi Ana tak kunjung menemukan keberadaan Nagara, Ana bahkan bertanya kepada para ksatria dan beberapa pelayan tapi hal itu tetap sia-sia karena mereka semua juga tidak tahu di mana keberadaan Nagara saat ini.


Ana lalu berinisiatif untuk pergi ke tempat biasanya Nagara menenangkan diri yaitu danau rahasia, tapi sayangnya tak seperti harapan Ana, Nagara juga tidak berada di tempat itu.


"Kemana sebenarnya Nagara pergi? Bahkan di danau juga tidak ada! Kemana lagi aku harus mencari Nagara?" Pikir Ana dengan perasaan yang bercampur aduk antara binggung dan sedih.


"Apa mungkin dia berada di bukit tempat aku menenangkan diri?" Ana mulai berpikir keras akan keberadaan Ana saat ini.


"Iya bisa jadi dia berada di sana! Aku harus ke sana sekarang!" Ana langsung buru buru menaiki kudanya dan dengan kecepatan penuh pergi ke bukit tersebut.


Tapi sayangnya, di bukit itu tidak terdapat siapapun dan keadaan di sana sangat lah sepi, sehingga Ana juga tidak bisa menemukan keberadaan Nagara.


"Nagara juga tidak berada di sini! Bagaimana sekarang ini?Kemana lagi aku harus pergi mencari Nagara ?" Ana masih berusaha keras untuk mencari keberadaan Nagara.

__ADS_1


"Nagara! Sebenarnya kamu ke mana? Kamu di mana? Aku benar benar binggung harus mencari kamu kemana lagi? Aku benar benar tidak tahu harus pergi ke mana? Semua tempat sudah aku kunjungi, tapi aku tetap tidak bisa menemukan keberadaan mu!" Ana mulai pasrah dengan keadaan saat ini, dia tidak tahu lagi harus pergi ke mana mencari keberadaan Nagara.


Ana yang dari tadi masih berada di atas kuda, lantas kembali pergi dengan kudanya.


__ADS_2