Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Aku kembali


__ADS_3

Anna membuka topengnya dan tersenyum manis"Salam yang mulia, nama saya Anna"


Mendengar hal itu Morona seketika terkejut bukan main, dia langsung terjatuh terduduk lemas yang membuat orang orang disekitar lantas terkejut.


"Yang mulia!" Ucap beberapa bangsawan, sementara para bangsawan lain melihat Morona dengan tatapan aneh.


Karmila yang juga melihat hal tersebut, seketika terkejut "Yang mulia! Dia kenapa? Apa yang terjadi dengannya?" Ucap Karmila di dalam hatinya.


"Ada apa yang mulia? Apa ada yang salah?" Tanya Nagara dengan raut wajah yang keheranan.


"Dia? Mengapa wajahnya seperti itu? Kenapa dia mirip Illeana?" Ucap Morona dengan tegang sambil menunjuk ke arah Anna.


Seluruh orang yang berada di sekitar lantas melihat ke arah Anna dengan tatapan yang aneh , "Astaga! Mengapa mereka semua malah melihat ke arah sini dengan tatapan seperti itu? Seharusnya tidak ada yang mengenali aku lagi dengan tampilan seperti ini!" Ucap Anna yang khawatir.


Namun untungnya tidak ada yang menyadari ataupun merasa aneh dengan wajah Anna, sebaliknya mereka semua justru mengira kalau raja Morona sedang berhalusinasi.


Ucap salah satu bangsawan"Ada apa dengan yang mulia raja? Apa dia sedang berhalusinasi?"


"Apa dia masih mengenang mendiang Ratu Illeana?" Tambah bangsawan lain.


"Iya, tapi bukankah dia sendiri yang meminta seluruh rakyat untuk melupakan mendiang ratu Illeana?" Ucap bangsawan lain.


"Iya, tapi kenapa sekarang dia malah seperti itu? Apa jangan jangan dia ....." Tambah bangsawan lainnya.


"Apa yang mulia raja punya masalah dengan ratu Illeana? Kalau tidak, kenapa wajahnya ketakutan seperti itu?" Ucap bangsawan yang lain.


Morona melihat dan mendengar ucapan orang orang di sekitarnya yang membuat dia sangat geram dan kesal"Kenapa wajahnya harus mirip dengan Illeana? Benar benar membuat ku sangat takut! Tapi kenapa aku takut seperti ini? Padahal jelas jelas Illeana sudah mati, dia mati di tangan ku, orang di depan ini hanyalah mirip sekilas dengannya!"ucapnya dalam hati dengan penuh keyakinan meskipun di dalam hati kecilnya dia merasa sangat takut.


Sementara Anna benar benar merasa sangat puas dan senang ketika mendengar ucapan para bangsawan dan melihat wajah ketakutan dari Morona.


"Maaf yang mulia, nama saya Anna, saya hanya orang biasa yang tidak memiliki ayah ataupun ibu yang di angkat sebagai seorang ksatria wanita!" Ucap Anna dengan santai dan sopan.


Morona tertawa "Hahahhhahahah!" Spontan hal itu membuat seluruh orang di dalam aula istana menjadi sangat heran.

__ADS_1


"Maaf ya, saya tadi sedikit terkejut melihat wajah kamu sangat mirip dengan perempuan yang sangat saya cintai bahkan sampai titik ini! Padahal saya tahu dia sudah tidak ada lagi di dunia ini!" Ucapan itu terdengar sangat tulus dan sedih.


Bagi Illeana atau yang sekarang adalah Anna, ucapan itu benar-benar sangat memuakkan, dia berusaha menahan rasa marah yang dia simpan, terlihat jelas dia sedang menggenggam tangan nya sendiri dengan erat.


Sementara para bangsawan di dalam aula kembali menjadi iba dan terharu dengan raja mereka yang sangat mencintai mendiang ratu mereka tercinta.


"Aku benar mau muntah mendengar ucapannya! Aku benar ingin membunuhnya! Ingin sekali ku robek mulut lebarnya itu!" Ucap Anna didalam hatinya dengan penuh kemarahan dan kebencian yang sudah mendarah daging di dalam dirinya.


"Anda adalah orang yang hebat yang sangat mencintai istri anda !" Ucap Anna yang memuji.


"Terima kasih karena bagi saya Illeana adalah satu satunya wanita di dalam hidup saya selain ibu saya!" Jawab Morona dengan penuh harapan.


Morona menghapus air mata palsunya,"Baiklah sudah hentikan, sekarang ayo kita nikmati santapan makanan atas kembalinya sang naga hitam panglima perang kerajaan Adhrika beserta para kesatria hebat kerajaan Adhrika!" Ucap Morona dengan penuh semangat.


Mereka semua lalu menikmati santapan makan di istana, sambil mengobrol penuh suka cita.


Setelah selesai makan, raja undur diri terlebih dahulu untuk kembali ke kamarnya dan ternyata sudah ada Karmila di dalam kamar Morona yang menunggu.


Ternyata Anna juga ikut undur diri dan pergi mengikuti Morona.


"Apa masalahnya? Bukankah aku sudah sering seperti ini ? Lagipula kau juga sering masuk ke dalam kamar ku setiap malam!" Jawab Karmila dengan wajah cemberut.


"Ada apa dengan Karmila? Kenapa dia cemberut? Astaga bisa berbahaya jika sekarang dia seperti ini! Aku harus menenangkannya dulu" Pikir Morona karena memang Karmila adalah orang yang sangat licik dan egois, dia tak segan segan menghancurkan orang lain demi kepentingan dan kepuasan dirinya.


Morona lantas berjalan mendekat "Sayang! Kamu kenapa? Ada masalah apa? Kenapa kamu cemberut?" Tanya Morona dengan suara yang sangat lembut.


Morona sejatinya adalah orang yang melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Tadi siapa yang ada di aula? Kenapa kamu masih menyebut nama Illeana?" Tanya Karmila yang cemburu dengan Morona.


"Owhhh! Dia ksatria wanita dan wakil dari panglima perang naga hitam!" Ucap Morona dengan santai.


Karmila menjadi kesal"Bukan itu maksud aku sayang!" Ucapnya dengan marah.

__ADS_1


Morona kebingungan"Maksudnya gimana? Aku binggung!" Ucap Morona.


"Aku tanya kenapa kamu sebut nama Illeana lagi? Kenapa kamu masih ingat dia? Dia itu sudah mati!" Ucap Karmila dengan sangat marah yang membuat Morona terdiam dan binggung untuk menjawab.


"Kenapa kamu diam? Apa jangan jangan kamu suka sebenarnya sama Illeana? Kamu cinta sama Illeana? Jawab aku!!!!" Karmila semakin menjadi kesal dan marah, dia bahkan berdiri menghadap ke arah Morona dengan tatapan sadis.


"Stop! Kamu kok jadi bentak aku kayak gini? Kamu ingat dong aku ini sekarang adalah raja, kamu harus tahu bersikap yang sopan dengan raja!" Morona yang tak terima langsung memarahi dan membentak balik Karmila yang dia rasa Karmila sama sekali tidak menghormatinya sebagai seorang raja.


"Owh jadi sekarang kamu ngerasa kamu udah hebat yaa? Kamu jangan lupa siapa yang bantu kamu naik tahta? Jangan lupa siapa yang bantu kamu menyingkirkan semua penghalang! Kamu enggak lupa kan?" Ucap Karmila yang semakin menjadi jadi tingkahnya.


"Ahhh sial!! Perempuan ini benar benar sangat merusak!" Ucap Morona di dalam hatinya yang seketika berusaha menahan amarahnya karena merasa takut.


"Aku ingat! Sangat ingat! Kamu di jadikan ratu kerajaan ini! Aku tahu Karmila, tapi kamu juga harus pahami aku sekarang!" Ucap Morona yang berusaha menahan amarahnya dan menurunkan egonya.


"Iya aku paham! Karena itulah kenapa aku masih menunggu! Sekarang kamu jawab pertanyaan aku ! Kamu masih cinta sama dia?" Ucap Karmila dengan nada yang penuh emosi.


"Enggak Karmila enggak! Aku enggak cinta sama Illeana! Aku hanya ingin tahtanya! Aku terkejut dan menyebut nama Illeana tadi karena wajah kesatria wanita itu mirip sekali dengan Illeana! Aku hanya kaget!" Ucap Morona yang berusaha menjelaskan situasi yang terjadi kepada Karmila.


"Itu berarti kamu masih cinta sama Illeana! Kamu bisa bisanya halusinasi tentang Illeana! Jawab aku! Kamu cinta kan sama Illeana? Kamu jangan jangan merindukan Illeana sampai kamu berhalusinasi seperti itu!" Ucap Karmila dengan kesal yang menjunjung tinggi egonya.


"Astaga Karmila aku udah berapa kali bilang kalau aku enggak cinta sama Illeana! Aku cuman mau tahta! Kamu kenapa sih enggak percaya sama ucapan aku?" Ucap Morona yang masih berusaha sabat dan menahan amarah yang dia pendam.


"Kenapa aku harus percaya dengan ucapan kamu? Lagian kamu itu kan penipu! Satu hal lagi kamu saja bisa berpura pura mencintai Illeana apalagi dengan aku!" Ucap Karmila yang pada dasarnya hanya menginginkan tahta menjadi ratu dan dia adalah orang yang licik dan sangat waspada.


"Kau gila yaa! Bukankah mau sendiri tahu apa yang terjadi! Kita juga sudah membuat perjalanan! Bisa bisanya kau mengatakan aku seorang penipu!" Morona benar benar tak bisa menahan lagi amarah yang dia pendam, emosinya benar benar memuncak.


Karmila justru semakin menjadi jadi dengan tingkahnya, dia justru semakin memancing perkelahian di antara mereka, perdebatan di antara mereka tak dapat lagi di elakkan.


"Kau yang gila! Dasar laki laki tak tahu diri! Kau harus ingat dengan apa yang kau lakukan! Dasar laki laki enggak tahu diri!" Ucapan Karmila menjadi semakin kasar dan memojokkan Morona.


Morona semakin kesal dan membentak Karmila "Diam!!!Jaga mulut mu! Apa kau tahu apa yang kau ucapkan? Aku laki laki tak tahu diri? Kau harusnya sadar! Kau itu adalah perempuan benalu dan parasit yang tak tahu diri!" Ucap Morona yang menghina dan merendahkan Karmila.


"Apa katamu?" Karmila menjadi sangat marah dengan ucapan Morona yang menghina dirinya.

__ADS_1


"Apa? Yang aku katakan itu benar! Kau itu parasit dan benalu!" Ucap Morona dengan sangat keras yang terdengar hingga keluar kamar yang di dengar oleh para bangsawan.


"Yang mulia ! Yang mulia! Anda Baik baik saja?" Beberapa bangsawan lantas bertanya kepada Morona yang membuat Morona sontak kaget.


__ADS_2