Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Memaksa Masuk


__ADS_3

"Hah? Dia siapa? Kenapa aku merasa dia tidak asing? Apa aku mengenalnya?" Sembari memperhatikan Ana dari jendela kamarnya dengan penuh tanda tanya.


Anastasia lantas memanggil seorang pelayan yang sedang berkemas,"hei kau! Tolong kesini sebentar!"


"Baik nona!" Pelayan itu lantas menghampiri Anastasia dan bertanya kepadanya, "ada apa nona? Apa ada masalah? Atau ada yang anada tidak suka dengan pekerjaan kami? Atau anda membutuhkan sesuatu? Katakan saja nona!" Ucapnya dengan khawatir jika pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan kehendak tuannya.


"Ahh bukan itu, aku ingin tahu siapa dia?" Anastasia menunjuk ke arah luar jendela yang terlihat Ana sedang berlatih memanah.


Pelayan itu lantas melihat ke arah yang Anastasia tunjuk,"dia ksatria wanita dari kerajaan kita nona, dia juga adalah wakil dari panglima perang naga hitam!" Ucap pelayan itu kepada Anastasia.


"Berarti dia adalah orang yang membantu naga hitam menumpas para monster dan pemberontakan di kerajaan kita ya dan juga salah satu ksatria wanita terhebat yang pernah ada?" Tanya Anastasia.


"Iya yang mulia, itu benar beliau lah ksatria wanita itu, tapi kenapa anda sangat terkejut? Apa anda mengenalnya nona?" Tanya pelayan itu yang merasa heran dengan Anastasia.


"Tidak aku tak mengenalnya, tapi entah kenapa dia sangat mirip dengan seseorang, orang yang sangat aku kenal dekat dulunya!" Ucap Anastasia sembari tersenyum seakan mengingat sebuah kenangan yang indah.


"Sepertinya orang yang anda maksud sangat spesial, dia siapa nona? Apa anda masih dekat dengan dia?" Tanya pelayan itu yang penasaran.


Seketika Anastasia menjadi murung, dia yang awalnya tersenyum langsung terdiam ketika pelayan itu menanyakan keberadaan orang yang Anastasia maksud,"sudahlah tak perlu di lanjutkan lagi!" Anastasia langsung pergi dari tempatnya berdiri dengan murung.


Karmila yang tak diberikan izin untuk menginjakkan kaki ke dalam istana terpaksa harus pergi dari istana.


Dalam perjalanan menuju rumahnya, Karmila memikirkan sebuah rencana.

__ADS_1


"Apa apaan ini? Aku benar benar tidak terima dengan perlakuan mereka! Mereka pikir mereka siapa? Padahal jelas jelas aku adalah calon ratu kerajaan ini yang sebenarnya! Berani beraninya mereka bersikap seperti itu kepada calon ratu!" Di sepanjang perjalanan, Karmila mengoceh tak terima dengan apa yang telah terjadi kepadanya.


"Sial! Sial! Sial! Berani beraninya mereka kepada ku dan atas dasar apa Anastasia menjadi ratu? Aku yang berjuang susah payah untuk mendapatkan semua ini! Atas dasar apa wanita lain yang menjadi ratu bukan aku? Apa lagi perempuan itu adalah Anastasia, aku benar benar tidak terima dengan hal ini! Aku tak terima!" Karmila benar benar merasa jika perlakuan yang dia terima sangat tidak pantas karena dia selalu berpikir jika dia adalah ratu masa depan kerajaan Adhrika bukan Anastasia ataupun perempuan lainnya, hanya Karmila yang akan dan boleh menjadi ratu kerajaan ini.


Tak terasa kereta kuda yang ditumpangi Karmila sudah sampai di kediaman count chaseiro, saat turun dari keretanya, Karmila melihat ayahnya count chaseiro sedang ingin menaiki kereta kuda yang tentunya hendak pergi ke suatu tempat.


"Ayah! Ayah mau ke mana?" Karmila lantas menghampiri ayahnya dan bertanya.


"Karmila, kamu sudah pulang? Ayah ingin pergi sebentar karena ada urusan!" Count yang awalnya hendak menaiki kereta kuda, langkahnya menjadi terhenti karena kedatangan Karmila.


"Urusan apa ayah? Pergi ke mana? Pentingkah urusannya ayah?" Tanya Karmila.


"Ayah harus ke istana sekarang untuk menyambut kedatangan calon istri raja Morona! Lady Anastasia putri dari Marquez de Silva telah memasuki istana!" Jawab count yang seketika membuat Karmila terkejut.


"Apa?" Teriak Karmila yang terkejut.


"Kenapa ayah tidak bilang? Apa ayah tidak tahu kalau aku berusaha masuk ke dalam istana tapi tidak bisa masuk? Kenapa ayah tidak katakan kalau ayah ingin ke istana? Ayah tahu tidak kalau aku tadi benar benar di permalukan, mereka tidak membiarkan aku masuk dan mengusir aku!" Karmila lantas merengek dan menceritakan segala yang terjadi kepadanya.


"Maaf, ayah benar benar tidak tahu apa apa! Ayah tak pernah berpikir jika kamu di usir dari istana! Ayah benar benar tak tahu hal itu! Maafkan ayah, kamu pasti sedih karena di perlakukan seperti itu!" Count Chaseiro lantas memeluk Karmila dan berusaha menenangkannya.


"Sudahlah tidak apa apa nak! Mereka tak akan memperlakukan kamu lagi seperti itu!" Ucap count kepada Karmila.


"Kenapa yah! Kenapa aku selalu saja mendapatkan perlakuan seperti ini? Padahal aku adalah bangsawan! Kita juga bukan rakyat miskin seperti dulu ketika mereka semena-mena dengan kita!" Karmila yang dulunya adalah rakyat biasa yang termasuk ke dalam golongan miskin selalu direndahkan dan diperlakukan semena-mena oleh mereka yang ada di atas.

__ADS_1


Karmila yang selalu diperlakukan tidak adil karena terlahir dari keluarga miskin, tiba-tiba saja mendapatkan harta dan tahta karena tak sengaja membantu putri Illeana yang tersesat di hutan, tapi bukannya bersyukur dia justru ingin lebih dan lebih.


Pada akhirnya Karmila ikut bersama ayahnya count chaseiro, mereka berdua kemudian pergi ke istana menaiki kereta kuda.


Sementara di istana, Anastasia yang sedang berjalan di lorong tak sengaja bertemu dengan Ana yang sedang berjalan.


Ana lantas membungkukkan badannya untuk memberi hormat kepada Anastasia yang merupakan seorang bangsawan.


Ketika selesai memberi hormat,"Kamu pasti ksatria wanita yang terkenal itu? Kamu wakil panglima perang naga hitam kan? Aku enggak nyangka bisa bertemu sama wanita sehebat kamu!" Anastasia sangat kegirangan ketika bertemu dengan Ana, "Nama kamu siapa?" Tanya Anastasia.


"Benar yang mulia, saya adalah seorang ksatria wanita dan wakil dari panglima perang, perkenalkan nama saya Ana, mohon maaf sebelumnya kenapa anda tidak keluar bersama pelayan?" ucapnya dengan penuh sopan dan hormat.


"Aku Anastasia senang berkenalan dengan mu, aku memang sedang ingin berjalan sendiri! Kamu mau ke mana Ana?" Anastasia bertanya seakan akan mereka sangat dekat, padahal mereka baru pertama kali bertemu.


"Saya ingin ke dapur kerajaan yang mulia, maaf jika saya lancang, tapi alangkah baiknya jika anda berbicara formal dengan saya, karena bagaimanapun anda seorang bangsawan dan hanya rakyat biasa!" Ucapan Ana seketika membuat Anastasia terdiam karena dia tak menyangka jika Ana bisa berbicara seperti itu kepadanya.


"Maaf jika saya lancang dan tak hormat kepada anda yang mulia! Kalau begitu saya permisi dulu yang mulia!" Ana lantas berpamitan dan pergi dari hadapan Anastasia.


Anastasia kemudian tersenyum,"apa aku salah? Apa ada yang salah dengan sikap ku? lagian kenapa aku bisa berbicara seperti itu kepadanya? Padahal jelas jelas aku tak mengenalnya dan ini adalah pertemuannya pertama kami" Seperti ada sesuatu yang tersimpan yang mengingatkannya dengan kejadian yang terjadi saat ini dan Anastasia lantas pergi dari tempat itu.


Sementara Karmila bersama count sudah sampai di depan gerbang kerajaan, awalnya Karmila tidak di izinkan masuk ke dalam istana karena tidak memiliki kepentingan, tapi di karenakan count memiliki kepentingan dan Karmila memang sengaja dia ajak, maka para pengawal terpaksa membukakan gerbang dan membiarkan mereka masuk.


Begitu masuk ke dalam istana, Karmila langsung bergegas pergi ke kamar Morona secara diam-diam, hampir saja dia ketahuan dengan penjaga dan beberapa pelayan, tapi untungnya dengan akal cerdiknya dia berhasil masuk ke dalam kamar Morona.

__ADS_1


Morona saat itu sedang mandi dan sama sekali tidak mengetahui jika Karmila saat ini berada di dalam kamarnya.


Ketika Morona keluar dari kamar mandi, dia langsung terkejut mendapat Karmila berada di dalam kamarnya dan dengan duduk di atas ranjangnya sambil tersenyum penuh makna kepadanya.


__ADS_2