
"Mohon ampun yang mulia, lady Anastasia hanya meminta kepada kami untuk mengatakan jika dia minta semuanya segera di selesai kan!" Ucap salah satu pelayan dengan suara yang pelan dan terlihat gugup.
"Kalau begitu kami permisi dulu yang mulia, karena sesuai dengan permintaan lady Anastasia untuk segera pergi setelah selesai mengatakan semua itu!" Ucap pelayan yang lain.
"Baiklah! Silahkan pergi!" Jawab Morona.
Kedua pelayan itu dengan bergegas langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Ketika kedua pelayan itu telah pergi, wajah Morona yang tadinya biasa saja langsung berubah menjadi panik,dia lalu bergegas pergi ke ruang rahasia miliknya untuk berbicara hal yang serius dengan Vito.
Saat masuk ke dalam ruangan tersebut, Vito tentu saja terkejut ketika melihat wajah Morona yang keringat dingin dan panik.
"Ada apa yang mulia? Anda kenapa?" Tanya Vito yang merasa heran dan khawatir.
"Gawat Vito! Gawat! Anastasia kembali menuntut lagi! Aku harus bagaimana sekarang?" Tanya Morona yang sangat khawatir dan takut.
"Bagaimana jika dia sampai melaporkan hal ini kepada Marquez? Apa yang akan terjadi kepada ku nanti? Dan tentu saja aku bisa turun tahta jika sampai seperti itu!" Morona tampak binggung yang di campur dengan rasa panik dia bahkan sama sekali tidak bisa duduk tenang.
"Tenanglah yang mulia! Tenanglah! Kita bisa atasi semua ini!" Ucap Vito dengan sangat tenang tanpa rasa khawatir yang berlebihan seperti Morona.
"Bagaimana Vito? Bagaimana? Apa yang harus ku lakukan?" Tanya Morona yang sangat takut dan khawatir.
Tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu ruangan mereka.
Tok Tok Tok Tok
Bunyi ketukan pintu
"Siapa?" Tanya Vito.
__ADS_1
"Saya tuan! Saya datang untuk menyampaikan sebuah berita!" Terdengar suara seorang pria yang cukup berat.
Vito lalu melihat ke arah Morona.
"Siapa Vito?" Tanya Morona.
"Orang suruhan kita yang mulia!" Ucap Vito.
"Owh baiklah persilahkan lah dia untuk masuk!" Perintah Morona.
"Baik yang mulia!" Jawab Vito.
Vito lalu membukakan pintu dan membiarkan orang itu masuk ke dalam ruangan rahasia mereka.
Ketika melihat Morona berada di dalam ruangan itu, pria itu tentu saja langsung memberi hormat kepada Morona.
"Salam yang mulia!" Hormat pria itu.
"Tentu saja yang mulia! Saya datang membawa kan anda sebuah berita baik!" Ucap pria itu dengan sangat yakin dan percaya diri.
Mendengar hal itu, Morona dan Vito langsung melihat satu sama lain dengan terkejut.
"Benarkah? Katakan lah apa berita baiknya!" Ucap Morona dengan tak sabaran.
"Mengenai orang yang mengumpulkan bukti tentang kematian mendiang raja Adelardo terdahulu dan istrinya serta anak mereka yang yang mulia ratu Illeana, saya sudah tahu siapa yang mengirim mereka untuk menyusup di kediaman istana!" Ucap pria itu.
Morona dan Vito yang mendengar hal itu lantas fokus mendengar kan pria itu berbicara dengan sangat serius di tambah dengan rasa khawatir yang cukup kuat.
"Mereka juga sebenarnya sudah mendapatkan bukti yang kuat dan mereka sudah tahu jika keluar kerajaan terdahulu mati karena pembunuhan yang di sengaja kan begitu juga dengan kematian ratu Illeana yang di sebabkan oleh pembunuhan!" Pria itu mulai memberitahukan segalanya kepada Morona dan Vito tentang semua informasi yang sudah dia dapatkan.
__ADS_1
Morona yang mendengar hal itu tentu saja menjadi panik dan khawatir dia takut karena ternyata semua yang dia sembunyikan sudah ketahuan dan tentu saja dia akan tamat jika hal itu sampai di ketahui oleh publik.
"Apa? Ini enggak mungkin kan? Jadi mereka semua sudah tahu?" Morona mulai berbicara omong kosong karena panik dan takut.
Pria itu langsung saja menghentikan Morona yang terlihat sangat panik dan ketakutan karena masih ada hal yang belum dia sampaikan.
"Tenang dulu yang mulia! Masih ada hal yang belum saya sampaikan! Anda jangan panik dulu karena ada hal lain yang harus anda ketahui!" Suara pria itu terdengar cukup lantang dengan cara bicara yang cukup tegas yang tentu saja membuat Morona terdiam.
Vito bahkan sampai merasa terheran-heran dengan apa yang di lakukan oleh pria itu karena berhasil membuat Morona yang tadinya sangat panik langsung terdiam dan mulai tenang.
"Baik terima kasih yang mulia! Jadi begini orang itu hanya mengetahui jika kematian mendiang raja Adelardo dan permaisurinya bukan lah karena kecelakaan biasa melainkan karena kecelakaan yang memiliki unsur kesengajaan, begitu juga dengan kematian mendiang ratu Illeana bukanlah karena kecelakaan ataupun pembunuhan dari kerajaan musuh, tetapi kematian ratu Illeana di sebabkan oleh seorang bangsawan dari kerajaan Adhrika!" Ucap Pria itu dengan sangat serius.
Terlihat jelas jika Morona sangat takut, hal itu bisa dilihat dari keringat dingin yang mengucur cukup deras dari wajahnya, tapi untungnya dia masih bisa bertahan dan tetap diam tak bersuara, dia masih serius dan fokus mendengarkan semua ucapan pria itu.
Begitu juga dengan Vito yang diam dengan serius dan fokus mendengarkan pria itu berbicara, Vito juga mulai menyusun rencana baru.
"Tapi tenang saja yang mulia orang itu hanya mengetahuinya hal itu, mereka sama sekali tidak tahu pelaku pembunuhan itu, yang mereka tahu hanya pelaku pembunuhan itu adalah seorang bangsawan dari kerajaan kita!" Ucap pria tersebut dengan sangat yakin dan percaya diri, dia juga sebenarnya bermaksud untuk membuat Morona tenang dan tidak panik maupun putus asa karena Morona terlihat sangat takut.
"Owh syukurlah kalau hanya begitu!" Morona mulai menghela nafas lega.
Tapi hal itu berbanding terbalik dengan Vito yang semakin berpikir keras setelah mendengar kan hal itu.
Morona yang menyadari hal itu, langsung bertanya kepada Vito karena Morona sangat paham jika sekarang Vito pasti sedang berpikir keras untuk merencanakan sesuatu lagi.
"Vito! Apa yang sendang kamu pikirkan? Bukankan kamu sudah dengar jika orang itu tidak tahu siapa pelaku pembunuhan itu, mereka hanya taunya jika orang itu adalah seorang bangsawan!" Ucap Morona yang berpikir sangat simpel tanpa sadar jika pikirannya itu akan mempercepat dia ke dalam kuburannya sendiri.
"Yang mulia! Mereka hanya belum tahu, bukan tidak menuntut kemungkinan jika mereka akan mengetahui siapa pelaku sebenarnya dan saat itu terjadi kita semua terutama yang mulia akan tamat sepenuhnya!" Ucap Vito dengan sorot mata yang tajam untuk membuat Morona sadar jika mereka tetap saja dalam bahaya.
Sejenak Morona terdiam dan mulai berpikir akan apa yang dikatakan oleh Vito.
__ADS_1
"Jadi sebenarnya siapa orang itu? Siapa yang selama ini memata-matai kami?" Tanya Vito.
"Orang itu adalah Duke!" Jawab pria itu.