
"Ibu!" Panggil Karmila dengan lemah lembut kepada seorang wanita yang sedang berdiri di depannya.
Wanita itu lantas menoleh ke arah Karmila sambil tersenyum,"Nak!" Sapa wanita itu.
"Kenapa? Kenapa wajah mu terlihat tidak senang?" Tanya Wanita itu karena menyadari jika wajah Karmila terlihat tidak baik baik saja.
Karmila hanya diam dengan wajah yang sedih atas apa yang terjadi kepada dirinya.
Wanita itu lantas berinisiatif kepada Karmila,"Ayo kita duduk dulu!" Ajak wanita itu kepada Karmila.
Setelah mereka duduk, wanita itu yang tak lain adalah baroness lantas meminta seorang pelayan untuk menjamu tamu, setelah itu dia mulai mendekat dan berbicara kepada Karmila yang terlihat sedih.
"Kenapa sayang? Apa semuanya tidak berjalan sesuai rencana?" Tanya wanita itu.
Karmila hanya diam dengan wajah sedih dan kaku serta terlihat takut.
"Rencana ibu tidak mungkin gagal kan? Ibu yakin semuanya pasti berjalan dengan sangat lancar!" Ternyata orang yang membantu Karmila adalah wanita itu yang tak lain adalah baroness istri dari Baron Dazan sekaligus ibu kandung dari Karmila.
"Sebenarnya semua memang terjadi sesuai dengan yang kita rencanakan, tapi......." Jawab Karmila dengan sorot mata sayu.
"Bagus dong, ibu yakin sekali jika rencana kita tidak mungkin gagal, tapi kenapa?" Tanya baroness.
"Yang mulia....dia benar benar sangat marah....dia bahkan hampir membunuh aku Bu......." Ucap Karmila dengan sorot mata layu dengan wajah yang ketakutan.
"Apa?" Sontak saja ucapan itu membuat baroness menjadi terkejut.
"Tapi kamu tidak apa apa kan sayang? Tidak terjadi semua yang berbahaya dengan kamu kan nak?" Tanya baroness yang mengkhawatirkan Karmila karena takut terjadi sesuatu kepada Karmila.
__ADS_1
Karmila lalu mengibas rambutnya dan memperlihatkan bekas tangan Morona di lehernya yang membuat baroness menjadi sangat terkejut.
"Sayang, bagiamana bisa ini terjadi? Apa yang mulia benar benar ingin membunuh dirimu?" Tanya baroness dengan wajah yang sangat terkejut.
"Aku benar benar tak menyangka dia akan bertindak seperti ini Bu!" Ucap Karmila dengan wajah yang sendu.
Baroness lalu tersenyum dengan licik dan menyemangati Karmila,"owh sayang, tidak apa apa, kamu tenang saja! Tujuan kita pasti akan tercapai! Kamu tidak perlu sedih, karena ibu pasti akan memastikan kamu mendapatkan apapun yang kamu inginkan!" Ucap baroness dengan sangat percaya menyakinkan Karmila.
Karmila lalu tersenyum tipis yang terkesan di paksakan,"aku tahu ibu pasti bisa di andalkan dalam hal seperti ini!" Jawab Karmila.
Di sisi lain, saat ini Morona sedang berusaha menemui Anastasia, dia sekarang berada di istana ratu tepatnya di depan kamar Anastasia.
Tok tok tok tok
Morona mengetuk pintu yang di temani oleh asistennya yang sangat setia
"Lady, tolong kasih saya kesempatan untuk menjelaskan kepada anda atas apa yang sudah terjadi! Saya bisa memberikan jawaban kepada anda!" Morona terus saja mencoba dan berusaha meminta lady Anastasia menemui dirinya.
Sebenarnya yang terjadi saat ini benar benar bentuk sebuah penghinaan bagi seorang raja, karena bagiamana pun tidak sepantasnya seorang raja seperti Morona mengetuk pintu dan memohon kepada seorang yang pangkatnya berada di bawahnya, meskipun saat itu adalah waktu malam hari dan keadaan di sana sangat sepi hanya ada Morona dan asistennya, tetap saja hal itu sangat memalukan bagi seorang raja jika diketahui oleh masyarakat.
Faktanya Anastasia saat ini sedang duduk di atas ranjang sambil mendengarkan semua ucapan yang dilontarkan oleh Morona dan hanya memilih tetap diam.
Anastasia diam saja dengan wajah yang sendu, tapi entah kenapa dia terlihat seperti biasa saja dan sama sekali tidak sakit hati dan seperti sedang menunggu sesuatu.
Morona terus saja memohon dengan sangat teramat kepada Anastasia, dia benar benar seperti tidak memiliki wibawa sebagai raja.
"Yang mulia! Apa sebaiknya kita kembali saja? Saya pikir lady Anastasia tidak ingin menemui anda!" Saran Vito kepada Morona karena sudah lumayan lama mereka berdua berada di tempat itu.
__ADS_1
Mendengar ucapan itu, Morona justru tak memperdulikan hal itu dia tetap saja melanjutkan permohonannya kepada Anastasia sampai Anastasia benar benar luluh.
"Astaga! Yang mulia sudahlah sepertinya tidak ada gunanya! Padahal saya sudah memberikan anda saran tapi anda justru memilih untuk datang kesini meminta maaf dengan lady!" Ucap Vito kepada Morona.
Kenyataannya memang ini semua adalah keinginan dari Morona, Vito sama sekali tidak meminta Morona untuk menemui dan meluluhkan hati Anastasia dan sepertinya Morona memiliki persepektif lain tentang hal ini.
Karena sudah kesal dengan semua ucapan dari Vito, akhirnya Morona menjawab semua ucapan dan pertanyaan dari Vito,"Sudah cukup! Kau jangan berbicara lagi! Aku tahu apa yang aku lakukan! Kali ini biarkan aku melakukannya sesuai pikiran dan keinginan ku!" Pinta Morona karena kali ini dia memiliki jalan dan rencana sendiri.
Vito lantas diam dan membiarkan Morona melakukan apa yang dia inginkan, Morona terus saja melanjutkan tingkahnya dengan mencoba terus menerus meluluhkan Anastasia untuk bersedia menemui dan berbicara dengannya.
Waktu terus berjalan dan Morona tetap masih berada di tempat itu dan tak beranjak sama sekali, dia terus saja berusaha meluluhkan hati Anastasia sampai pada akhirnya Vito menyerah dengan apa yang di lakukan Morona, dia lantas memilih permisi untuk pergi kepada Morona.
"Maaf yang mulia sepertinya saya sudah tidak sanggup menemani anda! Saya kira lady Anastasia juga tidak akan luluh dan bersedia menemui anda!" Ucap Vito dengan tak nyaman, karena dia pasti akan selalu berada di samping Morona apapun yang terjadi, tapi kali ini dia sudah tidak sanggup menemani Morona yang masih memilih untuk tetap berada di istana ratu membujuk dan meluluhkan hati Anastasia.
"Kau mau meninggalkan aku?" Tanya Morona dengan dingin dan seakan tak percaya.
"Maaf yang mulia, tapi saya kali ini benar benar sangat lelah, izinkan saya untuk kembali dan mengerjakan tugas yang lain daripada menemani anda tetap berada di istana ratu!" Pinta Vito yang sudah sangat lelah menemani Morona yang sangat keras kepala berada di istana ratu, padahal Vito sangat yakin jika seorang wanita pasti akan sangat susah untuk memaafkan sebuah perselingkuhan.
"Tidak apa! Kau bisa kembali ke istana raja dan melanjutkan pekerjaan mu! Biarkan aku tetap di sini untuk bisa menjelaskan semua yang terjadi dengan Anastasia!" Jawab Morona dengan penuh keyakinan.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu yang mulia, tapi saran saya sebaiknya anda juga kembali ke istana raja! Karena sepertinya ini tidak akan berhasil!" Saran Vito kepada Morona, dia lantas pergi dan meninggalkan Morona seorang diri.
Morona sama sekali tidak menyerah dan terus saja mencoba dan mencoba sangat lama dan pada akhirnya dia memilih menyerah.
Ketika hendak beranjak pergi, tiba tiba saja.
Klotakkkk
__ADS_1
Suara pintu terbuka.