Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Selidiki


__ADS_3

Ucapan itu seketika membuat Morona terdiam.


"Maksud mu bagaimana?" Tanya Morona yang mulai meredakan emosinya.


"Anda tenang saja yang mulia, semuanya tidak akan terungkap! Karena dokumen itu kami dapatkan dari orang yang menyelidiki kita!" Ucap Vito.


"Maksud mu bagaimana?" Tanya Morona yang tidak mengerti akan maksud dari yang di ucapkan oleh Vito.


"Orang itu mati saat kami tangkap, bukan karena kami hukum, tapi dia mati karena bunuh diri karena itu kami menyimpulkan jika mereka dari sebuah organisasi rahasia!" Ucap Vito yang memberitahu Morona.


"Maksud mu organisasi yang jika mereka ketahuan mereka akan langsung bunuh diri di tempat untuk menjamin kliennya?" Tanya Morona dengan Vito.


"Benar yang mulia, kami menangkap orang itu pas ketika dia akan menyerahkan dokumen ini kepada kliennya dan saya rasa kita setidaknya berhasil mengagalkan penyerahan dokumen ini!"Jawab Vito dengan yakin kepada Morona.


"Owh baguslah kalau begitu!" Setidaknya kini Morona bisa bernafas lega karena posisinya masih cukup aman.


Morona yang baru saja merasa tenang lantas kepikiran sesuatu,"Tunggu dulu! Bukankah itu sama saja ada seseorang yang akan berusaha terus menerus untuk mencari tahu kejadian yang sebenernya dan akan membahayakan posisi ku saat ini?" Ucap Morona yang khawatir.


Vito menelan salivanya,"Iya yang mulia, memang seperti itu yang terjadi saat ini!" Jawab Vito


Gubrakkkkkkk


Morona lantas menghentakkan tangannya ke meja dengan sangat keras untuk menguapkan kekesalan yang dia rasakan saat ini.


"Ini bahaya! Ini bahaya Vito!" Teriak Morona dengan wajah yang berkeringat dingin.


"Tenang yang mulia tenang!" Ucap Vito yang berusaha menenangkan Morona karena Morona terlihat seperti orang yang sedang depresi.

__ADS_1


"Tenang kata mu? Aku harus apa sekarang? Bagaimana bisa ada seseorang yang menyelidiki aku selama ini? Ini sudah 3 tahun dan orang itu sudah menyelidiki aku selama ini?" Ucap Morona dengan berteriak sangat keras dan bercampur rasa marah.


"Arghhhh!" Morona lantas membanting semua barang yang ada di ruang kerjanya itu.


Pranggggg


Bunyi pecahan kaca


"Kenapa kita bisa seperti ini? Kenapa kau bisa membiarkan hal ini terjadi begitu saja? Sebenarnya apa yang kamu kerjakan selama ini? Kenapa kita bisa tidak tahu jika ada orang yang diam diam menyelidiki kita?" Tanya Morona yang kembali emosi.


"Maaf yang mulia! Saya benar-benar tidak tahu jika akan terjadi hal seperti ini, ini benar benar di luar perkiraan kita!" Ucap Vito seraya menundukkan kepalanya untuk meminta maaf.


"Ahhh! Dasar bodoh! Bisa bisanya kau tidak memeriksanya dengan benar? Bisa-bisanya kau membiarkan hal ini terjadi begitu lama! Sebenarnya apa yang selama ini kau lakukan Vito?" Tanya Morona dengan penuh emosi yang menggebu.


Tanpa sadar, Morona kembali memarahi Vito habis-habisan atas apa yang terjadi saat ini, padahal sudah sangat jelas jika Vito sangat berusaha keras untuk membuat Morona berada di posisi saat ini, tapi Morona sama sekali tidak sadar dengan hal tersebut, dia justru menyalahkan Vito atas semua yang telah terjadi tanpa bercermin.


"Iya aku tahu, tapi itu hanya solusi jangka pendek, bagaimana dengan kedepannya Vito?" Ucap Morona dengan wajah yang berkeringat dingin dan panik.


"Aku benar benar tak habis pikir bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana bisa kita tidak tahu jika ada orang yang selama ini menyelidiki kita?" Tanya Morona dengan emosi.


"Tiga tahun, selama tiga tahun orang itu menyelidiki kita! Kamu lihat ini! Ini semua bukti yang mereka kumpulkan!" Sembari menunjukkan beberapa lembar kertas yang berisikan foto dan bukti bukti terkait peristiwa kematian keluarga kerajaan.


"Lihat Vito! Ini adalah kereta kuda keluarga kerajaan, mereka benar benar sampai sedetail itu untuk mengungkap sebuah peristiwa, ini lagi ! Lagi ! Dan lagi! Semua ini benar benar sangat detail dan kita akan ketahuan jika dokumen ini sampai ke orang itu!" Ucap Morona dengan keringat yang bercucuran.


"Ini semua benar benar memuakkan! Benar benar sangat mengesalkan!" Morona lantas mengobrak-abrik dokumen itu, semua kertas yang berada di dalam dokumen itu lantas dia hancurkan hingga tak tersisa.


"Intinya sekarang juga segera cari tahu siapa yang menyelidiki kita selama ini! Cari tahu dan tangkap orang itu, kalau bisa bunuh dia hingga mati dengan cara yang bersih! Buat tinggal nama di dunia ini! Paham kan?" Ucap Morona dengan tegas.

__ADS_1


"Paham yang mulia!" Jawab Vito.


"Aku tanya sekali lagi paham kan?" Morona kembali bertanya berulang dengan wajah yang sangat serius.


"Siap! Paham yang mulia!" Jawab Vito dengan tegas dan sangat yakin untuk meyakinkan Morona.


"Baik, sekarang juga kerjakan tugas itu! Secepatnya cari tahu siapa orang itu! Aku ingin tahu siapa yang selalu menyelidiki aku selama ini!" Perintah Morona kepada Vito.


"Baik yang mulia, kalau begitu saya permisi dulu, saya akan segera menemukan orang itu dan pasti akan membunuhnya untuk anda yang mulia!" Ucap Vito dengan penuh hormat.


Setelah itu, dia pergi dari ruangan Morona dan langsung bekerja untuk menyelidiki apa yang di minta oleh Morona.


Vito yang pada dasarnya sangat setia, hanya diam ketika di marahi dan di hina habis habisan oleh Morona, setelah itu dia lantas mengerjakan tugas yang di berikan oleh Morona dengan sangat gigih.


Di markas tentara kerajaan, tepatnya di tempat latihan berkuda di daerah berbukit, Nagara bersama Ana sedang berlatih kuda bersama.


Mereka berdua menaiki kuda jantan berwarna hitam yang sangat gagah perkasa untuk berlatih, mereka melewati berbagai rintangan latihan kuda yang bisa di katakan sangat berbahaya dan hanya orang yang profesional yang bisa melakukan hal itu.


Keduanya sangat menikmati latihan tersebut dan keduanya justru menganggap hal itu seperti sebuah jalan jalan yang seru sembari menunggangi kuda di sore hari, karena kebetulan juga hari saat itu sudah sore menjelang malam hari.


Mereka berdua justru mengulang ulang segala rintangan yang ada tanpa rasa takut dan semuanya bisa mereka atasi sembari tersenyum menikmati segarnya angin sore dengan tertawaan dan bercandaan riang gembira yang juga menandakan jika hubungan mereka sangat baik dan tidak ada masalah apapun dan segala masalah yang pernah terjadi sudah terselesaikan.


Ketika sedang asik bersenda gurau, tak sengaja kuda yang di tunggangi oleh Ana tak bisa melewati lompatan jerami dan alhasil Ana lantas terjatuh.


Gubrakkkk!


Bunyi suara orang terjatuh yang sangat kuat

__ADS_1


Nagara yang menyadari hal itu lantas panik, secepat kilat dia memberhentikan kudanya untuk dapat membantu Ana yang saat ini sedang terbaring lemas karena terjadi dari kuda yang dia tunggangi.


__ADS_2