Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Awal Pembalasan


__ADS_3

Morona langsung bergerak cepat menutup mulut Karmila "Kau diam lah jangan bersuara!" Ucapnya yang berbisik ke telinga Morona.


"Tidak ada apa apa!" Teriak Morona dari dalam kamarnya.


"Maaf yang mulia, tapi anda berbicara dengan siapa?" Tanya para bangsawan yang merasa khawatir sambil mengetuk pintu.


"Tidak ada!" Jawab Morona sambil menutup mulut Karmila, "Bisakah kalian pergi dari depan kamar saya?" Pinta Morona yang mengusir para bangsawan yang berada di depan pintu kamarnya.


"Baiklah yang mulia, kalau begitu kami permisi!" Jawab para bangsawan, mereka kemudian pergi dari tempat itu.


"Kau lihat kan? Kita hampir saja ketahuan! Kau jangan berteriak lagi dan lain kali jangan masuk ke dalam kamar ku ketika banyak tamu hadiri di kerajaan!" Ucap Morona.


"Iya baiklah! Kali ini aku akan membiarkan mu!" Jawab Karmila yang sebenarnya juga merasa khawatir jika hubungannya dengan Morona terbongkar.


Morona kemudian meminta Karmila untuk keluar dari kamarnya.


Ketika Karmila keluar dari kamar Morona, dia terkejut karena ternyata di depan kamar Morona ada grand Duke Samael yang sedang berdiri.


"Huft!" Ucap Karmila yang syok mendapati grand Duke Samael berada di hadapannya.


"Lady Karmila kenapa anda bisa keluar dari kamar yang mulia raja?" Tanya grand Duke dengan wajah yang kebingungan.


"Sa-yaa!" Seketika Karmila menjadi sangat kaget dan tak bisa berkata apa, jantungnya berdetak sangat kencang.


"Anda kenapa? " Tanya Grand Duke.


Karmila berusaha bersikap tenang "Saya hanya datang menyapa grand Duke untuk memberikan dia sebuah dokumen!" Jawab Karmila.


Mendengar ucapan Karmila, Grand Duke Samael hanya diam sambil melihat wajah Karmila dengan tatapan yang aneh.


Karmila menjadi sangat takut dan gugup apalagi grand Duke Samael adalah orang yang sangat tegas dan sangat susah untuk dibohongi.


Ketika sedang gugup, Karmila justru melihat Anna berada dibelakang Grand Duke Samael yang sontak membuat dia menjadi kaget seperti Morona.


Karmila seketika jatuh terduduk lemas "Kau! Illeana?" Ucap Karmila dengan wajah serius dan tegang.


"Ada apa lady? Apa ada yang salah dengan ksatria ini?" Grand Duke lalu melihat ke belakang dan dia menyadari jika respon Karmila sama dengan respon yang diberikan oleh Morona ketika pertama kali melihat Anna.

__ADS_1


"Ksatria? Kenapa? Kenapa wajahnya mirip dengan Illeana?" Tanya Karmila dengan wajah yang tegang dan ketakutan.


Raja Morona yang mendengar keributan di luar kamarnya langsung menghampiri dan melihat Karmila sedang terduduk lemas di hadapan grand Duke Samael dan Anna.


Morona mendekati Karmila, "Karmila! Ada apa? Apa yang terjadi?" Morona langsung memegang pundak Karmila dan menenangkannya.


"Yang mulia!" Grand Duke Samael menyapa mereka dengan tatapan tajam.


Spontan Morona langsung melepaskan tangannya dan berdiri,"Ayah! Ayah bagaimana bisa berada di sini?" Sementara Karmila masih berusaha sadar dengan kenyataan yang ada didepannya.


"Maaf yang mulia, mengapa anda bisa menyentuh tubuh lady Karmila seperti itu?" Tanya grand Duke dengan dingin sambil menatap tajam Morona.


"Owh ayah ini tidak seperti yang ayah pikirkan! Aku hanya mencoba menenangkan karena tak sengaja!" Ucap Morona yang hendak mengelak.


"Sepertinya grand Duke Samael mulai curiga dengan hubungan mereka, meskipun aku tak tahu apa yang akan dilakukan oleh Grand Duke, tapi aku sangat puas dengan wajah ketakutan mereka berdua! Terimalah hadiah pertama dari ku!" Ucap Anna di dalam hatinya dengan sangat puasa karena ternyata semua ini di rencanakan oleh Anna.


Awalnya Anna dengan sengaja meminta para bangsawan untuk melewati kamar Morona ketika Morona dan Karmila tengah bersama, kemudian ketika para bangsawan di usir oleh Morona, dia mencoba berbicara dengan grand Duke dan meminta grand Duke untuk memberitahukannya tentang istana Adhrika dan ketika mereka sampai di kamar Morona, Anna sengaja berhenti dan berdiri didepan kamar yang mulia raja.


"Bagaimana hadiah ku? Apakah kalian puas? Bersiaplah aku akan memberikan hadiah yang jauh lebih dari ini!" Ucap Illeana di dalam hatinya sambil tersenyum tipis.


"Menenangkan seorang lady? Apakah dengan begini caranya?" Tanya Grand Duke Samael dengan tatapan yang mengerikan.


"Bagaimana bisa kau memanggil lady Karmila hanya dengan namanya? Bukankah memanggil nama seorang lady sama saja dengan dia memiliki hubungan dengan lady itu? Yang mulia kan tahu betul tentang tata Krama ini!" Jawab Grand Duke Samael.


Morona hanya bisa terdiam dan tak tahu harus berkata apa lagi, sementara Karmila yang sadar jika posisinya mereka terancam lantas mencoba berbicara kepada grand Duke.


"Maaf yang mulia grand duke, tapi yang mulia raja hanya menolong saya sebagai bentuk kemanusiaan sesama manusia!" Ucap Karmila yang mencoba mengelak dan menutupi fakta sebenarnya yang terjadi.


"Bentuk kemanusiaan? Lalu bagaimana dengan lady yang bisa keluar dari kamar yang mulia raja? Apa itu juga bentuk kemanusiaan?" Tanya Grand Duke yang kembali menyudutkan Karmila dan Morona.


"Bukankan saya sudah bilang kalau saya hanya mengantarkan dokumen kepada yang mulia raja Morona!" Jawab Karmila yang kembali menjelaskan tujuannya ke kamar Morona.


"Apa wewenang anda membawa dan mengantarkan dokumen kepada raja? Anda hanya tamu di istana ini lady Karmila!" Ucap Grand Duke dengan dingin dan wajah yang sangat serius.


Ucapan itu benar-benar membuat mereka berdua terdiam dan tak tahu harus mengatakan apa lagi.


"Saya permisi dulu! Ayo Anna!" Grand Duke pun pamit pergi bersama Anna yang meninggalkan Morona dan Karmila.

__ADS_1


Morona lalu menarik tangan Karmila dan membawanya ke ujung lorong.


"Kau lihat kan! Kau lihat sekarang! Grand Duke sudah melihat kita! Dan lagi kenapa kau bisa kaget seperti itu?" Ucapan Morona yang marah karena rencananya bisa gagal.


"Wajahnya sangat mirip dengan Illeana, aku bahkan mengira jika Illeana masih hidup dan ingin membalaskan dendamnya dengan kita!" Jawab Karmila yang masih tercengang.


"Aku kan sudah bilang, tapi kau tidak percaya!" Ucap Morona.


Tiba tiba saja sifat Karmila berubah,"Maafkan aku sayang, aku benar benar tak tahu!" Karmila lalu bertingkah manja dan menggoda Morona.


"Baiklah! Ini juga bukan salah mu!" Ucap Morona yang menghela nafas.


Karmila lalu mencium pipi Morona dengan mesra.


"Tapi, bagaimana sekarang? Kita harus apa?" Ucap Morona yang panik.


"Kenapa kamu panik sayang? Bukankah tidak ada masalah lagi, perempuan itu bukan Illeana!" Jawab Karmila yang berusaha menenangkan Morona.


"Bukan itu masalah nya! Ayah ku Karmila... Ayah ku ......" Ucap Morona sambil menatap wajah Karmila.


Karmila "Ada apa dengan grand Duke? Dia kan ayah kandung mu! Tidak mungkin dia ingin menghancurkan dirimu!"


Morona "Kau salah, ayah ku tidak akan membiarkan kita, dia pasti curiga dan akan mencari bukti tentang kita! Dia akan menghancurkan kita Jiak terbukti bersalah!" Morona sangat panik dan ketakutan.


Karmila "Apa? Apa grand Duke seperti itu? Tapi kamu kan anaknya!"


Morona "Aku kenal betul bagaimana ayah ku, dia itu sangat keras dan sangat benci dengan kebohongan dan penghianatan, apalagi dia sangat mencintai kerajaan ini dan sangat dekat dengan keluarga Badhrika!"


Karmila yang awalnya bisa saja, kini mulai merasa khawatir, "Kita harus berbuat apa kalau seperti ini?" Tanya Karmila.


Morona "Aku juga tak tahu harus melakukan apa!"


Karmila "Tapi aku rasa grand Duke masih belum yakin dengan hubungan kita! Kamu kan sekarang sudah menjadi raja, kamu seharusnya bisa menghalangi Grand Duke tentang hubungan kita! Kamu saja bisa melenyapkan bukti kematian Illeana dan kedua orangtuanya!" Ucap Karmila dengan penuh keyakinan dan bermaksud menenangkan Morona.


Morona "Tapi ayah ku itu orang yang sangat bijaksana! Dia pasti bisa menemukan bukti tentang hubungan kita dan selanjutnya akan menemukan bukti tentang pembunuhan itu!"


Karmila "Sayang tenanglah! Kau saja bisa menyingkirkan raja Adelardo yang sangat ambisius dan istrinya lalu kau juga berhasil menyingkirkan Illeana yang bijaksana! Apakah kau tak bisa menyingkirkan Grand Duke Samael?"

__ADS_1


Morona "Apa maksud mu! Kau ingin melenyapkan grand Duke? Melenyapkan ayah kandungku sendiri?"


__ADS_2