
"Lho! Yang mulia! Apa yang sedang dia lakukan di sana?" Seketika langkah kaki Anastasia terhenti ketika melihat Morona yang sedang berada di depan kamar nya.
"Apa jangan jangan yang mulia sengaja berada di sana untuk menunggu ku?" Pikir Anastasia.
"Aku rasa memang iya, dia pasti sedang menunggu ku! Aku temui dia atau tidak yaa?" Anastasia mulai berpikir dengan cermat.
"Sejujurnya aku malas sekali bertemu dengan nya, biar bagaimanapun aku tetap sakit hati atas apa yang sudah dia lakukan, tapi kalau aku pergi dari sini aku mau kemana?" Pikir Anastasia karena biar bagaimanapun perempuan yang tak sakit hati apabila tunangannya menghamili wanita lain.
Saat Anastasia masih berdiam diri dan berpikir keras apakah ingin menemui Morona atau tidak, tiba-tiba saja seorang pelayan datang menghampirinya dari belakang yang sontak saja membuat Anastasia terkejut.
"Yang mulia lady Anastasia!" Panggil pelayan tersebut.
"Iya!" Jawab Anastasia dengan kaget.
"Yang mulia lady Anastasia, apa yang sedang anda lakukan di sini? Mengapa anda berdiam diri seorang diri di sini?" Tanya pelayan tersebut yang penasaran dengan apa yang sedang di lakukan oleh Anastasia.
"Aku hanya lelah dan berdiam diri sebentar! Justru kau yang datang secara tiba-tiba dan mengagetkan aku! Apa kau tidak tau jika aku cukup terkejut?" Ucap Anastasia yang terkesan kesal dengan apa yang di lakukan oleh pelayan itu kepada dirinya.
"Maafkan saya yang mulia, saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengagetkan anda! Saya hanya tak sengaja melihat anda berdiam diri di sini seorang diri! Karena itu saya memilih untuk menghampiri anda dan bertanya kepada anda! Tapi saya tidak bermaksud sama sekali untuk mengagetkan anda! Sekali lagi saya minta maaf atas apa yang sudah saya lakukan!" Sontak saja pelayan tersebut langsung meras bersalah dan meminta maaf kepada Anastasia dengan ketakutan.
"Huuh! Iya tidak apa-apa! Aku maafkan kok! Kau tidak perlu setakut itu! Tapi lain kali jangan suka mencampuri urusan orang lain! Lakukan saja pekerjaan mu sendiri dengan baik!" Ucap Anastasia dengan lembut tapi menyakitkan.
"Kenapa yang mulia sangat berbeda dari biasanya? Bukankan dia wanita yang sangat lemah lembut dan sopan? Kenapa dia jadi seperti ini?" Ucap pelayan itu di dalam hatinya karena seperti yang di ketahui, Anastasia sangat lah terkenal sebagai wanita sempurna yang memiliki etiket dan pendidikan yang baik.
"Baiklah yang mulia, sekali lagi saya minta maaf atas apa yang sudah saya perbuat! Tapi ngomong-ngomong kenapa yang mulia lady Anastasia tidak menemui yang mulia raja? Karena dari tadi yang mulia raja sudah menunggu anda, maaf sekali lagi jika saya ikut campur, tapi saya hanya ingin menyampaikan hal ini saja!" Ucap pelayan itu dengan gugup dan sedikit takut.
__ADS_1
Anastasia hanya diam saja dengan wajahnya yang cantik dan polos itu, dia hanya menatap pelayan itu.
"Baiklah kalau begitu yang mulia, saya permisi dulu untuk melanjutkan pekerjaan saya!" Pelayan itu lantas buru-buru berpamitan dan pergi dari sana.
Setelah pelayan tersebut pergi, Anastasia dengan mau tak mau harus menemui Morona karena keberadaan sudah di ketahui oleh seseorang.
Anastasia lantas berjalan mendekat menghampiri Morona.
Morona yang mendengar suara langkah kaki lantas melihat ke arah sumber suara dengan harapan jika yang datang adalah Anastasia dan tentu saja harapannya terkabul karena yang datang memang benar-benar Anastasia.
Morona langsung berdiri dengan sangat gembira tapi tetap dengan kharisma seorang raja.
"Anastasia! Akhirnya kau kembali! Kau dari mana saja?" Tanya Morona yang mendekat dan menatap Anastasia.
"Salam yang mulia!" Jawab Anastasia dengan cukup canggung.
"Aku hanya mengambil barang yang tertinggal di rumah ku! Tentang berpamitan dengan mu, aku rasa kamu tahu alasannya!" Ucap Anastasia dengan cukup dingin layaknya seorang kekasih yang dengan marah dengan kekasihnya.
"Maafkan aku Anastasia! Aku janji kalau ini semua hanya salah paham!" Ucap Morona dengan lemah lembut.
"Salah paham anda bilang? Bagaimana bisa itu salah paham jika count sendiri yang datang kepada anda untuk menyampaikan hal ini?" Tanya Anastasia dengan mata penuh kesedihan yang mendalam.
Morona sontak terdiam karena tak tahu harus menjelaskan bagaimana lagi kepada Anastasia.
"Asal yang mulia tahu, saya memilih tetap bertahan di istana karena tak ingin ayah saya tahu ataupun semau orang tahu tentang masalah ini! Tapi saya harap anda bisa menyelesaikan semua ini sebelum hari pernikahan kita!" Ucap Anastasia dengan sangat serius.
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu!" Tanpa berkata apa-apa lagi, Anastasia lalu pergi meninggalkan Morona tanpa mau mendengarkan ucapan Morona lagi.
Setelah di tinggal Anastasia, Morona tentu saja menjadi sangat sedih dan takut, dia lalu bergegas pergi ke ruang rahasianya untuk menemui Vito.
Di kediaman count chaseiro, terlihat Karmila yang sedang duduk santai sambil menikmati kue strawberry kesukaannya di taman rumahnya.
"Anak ku! Kamu harus lahir ke dunia ini dan menjadi raja kerajaan ini! Karena ini semua memang akan menjadi milik mu nantinya!" Ucap Karmila sembari mengelus lembut perutnya dan tentunya menikmati kudapan yang ada di depannya.
Karmila lalu tersenyum licik dan mengambil gelas berisikan jus strawberry dan meminum minuman itu.
Datang lah seorang wanita yang tak lain adalah Baroness yaitu ibu kandung dari Karmila.
"Karmila! Sayang!" Panggil baronnes dengan sangat bahagia.
Karmila yang mendengar suara itu, lalu bangun dari tempat duduknya untuk menyambut ibunya, mereka lalu berpelukan layaknya seorang ibu dan anak.
Setelah kejadian pada hari itu di tambah lagi dengan keadaan Karmila yang saat ini sedang mengandung, tentu saja count chaseiro pada akhirnya membiarkan mantan istrinya yang tak lain adalah baronnes untuk datang ke rumah menemui putrinya Karmila.
"Nak! Bagaimana pertemuan mu dengan yang mulia raja? Apa dia bersedia bertanggung jawab atas apa yang sudah dia perbuat kepada mu?" Tanya baronnes yang penasaran.
"Tentu saja Bu, dia bersedia menikahi aku!" Jawab Karmila dengan sangat yakin dan sangat bangga.
"Baguslah kalau begitu! Tapi kamu yakin kan dia akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kamu dan anak yang ada di dalam kandungan kamu?" Tanya baronnes yang masih khawatir jika nantinya Morona tiba-tiba saja lepas tangan terhadap Karmila.
"Tentu saja Bu! Dia pasti akan bertanggung jawab atas ini karena mau tak mau dia harus tetap menikahi aku!" Jawab Karmila.
__ADS_1
"Tapi ketika kamu pergi ke istana, apa tidak ada yang aneh? Tidak ada racun kan?" Tanya baronnes yang seketika membuat Karmila menjadi syok.