Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Penyidik


__ADS_3

Grand Duke beserta dua orang lainnya telah menemukan sebuah fakta kelam akan kematian keluarga kerajaan terdahulu, dia yang notabenenya merupakan orang yang sangat jujur dan sangat mencintai negara sudah lama sekali mengumpulkan dan mencari bukti karena merasa janggal dengan kematian mendiang raja maupun ratu Illeana, meskipun membutuhkan waktu yang sangat lama.


Di istana, tepatnya di istana raja.


Morona sedang duduk di ruang kerjanya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok


"Masuk!" Perintah Morona.


Seorang pria yang tak lain adalah Vito asisten dari Morona lantas masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang gugup dan terlihat sedang tidak baik baik saja.


Morona yang menyadari hal itu menjadi merasa khawatir dan tentu saja langsung bertanya kepada Vito akan apa yang membuat dia menjadi seperti itu.


"Ada apa Vito? Apa yang membuat mu menjadi seperti ini?Apa yang sudah terjadi?" Tanya Morona kepada Vito.


"Yang mulia! Gawattt! Bahaya! Seseorang telah menyelidiki kita sejak lama!" Ucap Vito.


"Apa? Siapa? Dia menyelidiki apa?" Tanya Morona yang terkejut yang merasa takut dan khawatir.


"Itu masalahnya yang mulia, kita tidak tahu siapa yang menyelidiki kita saat ini!" Jawab Vito.


"Maksud mu bagaimana? Coba ceritakan kepada ku yang sebenarnya terjadi!" Perintah Morona.


Vito lantas menceritakan semua yang telah terjadi, hal itu terjadi ketika malam hari.


Saat itu, Vito bersama beberapa bawahannya sedang melakukan pekerjaan ilegal demi mempertahankan kedudukan raja Morona saat ini.


Saat itu, mereka semua sedang berada di sebuah ruang rahasia yang senantiasa melakukan penyelidikan yang hanya mengkhususkan untuk raja Morona yang bertujuan mempertahankan tahta raja mereka saat ini yakni Morona.


Dua orang pria gagah berani dengan badan yang tegap dan wajah yang sangar masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Salam tuan!" Sapa keduanya dengan Vito.


"Salam! Tumben sekali kalian datang ke sini, apa ada sesuatu yang telah terjadi sehingga membuat kalian datang ke sini menemui aku?" Tanya Vito karena memang kedua orang itu hanya akan datang menemui Vito jika sesuatu yang sangat serius terjadi.


Kedua pria itu lantas menatap Vito dengan tatapan yang aneh yang bermaksud memberikan dia sebuah kode.


"Apa? Apa yang sudah terjadi? Apa ada bahaya yang mendekat?" Tanya Vito yang khawatir dan langsung naik pitam karena kode kedua pria itu.


Pria itu memberikan sebuah dokumen kepada Vito,"Seseorang telah menyelidiki kita! Lihat ini tuan! Ini adalah bukti yang kami dapatkan! Dia sudah menyelidiki yang mulia raja sejak lama!" Ucap kedua pria itu dengan serius.


Vito lantas mengambil dokumen itu, dia membuka dan membaca dokumen itu dengan seksama.


Ketika selesai membaca dokumen itu, Vito tentu saja naik pitam dan terkejut ketika mendapati bukti bukti yang dikumpulkan oleh seseorang tentang kematian mendiang raja Adelardo dan istrinya permaisurinya serta mendiang ratu Illeana.


Kembali ke saat ini, Vito lantas menyerahkan dokumen itu kepada Nagara.


Nagara lantas membaca dokumen itu dengan seksama, ketika selesai membaca dokumen itu Nagara sontak naik pitam dan terkejut bukan main.


Bammmm!


"Ampun yang mulia! Bawahan kita mendapatkan ini dari sebuah organisasi penyelidikan khususnya yang sangat rahasia!" Ucap Vito.


"Arghhhhh! Siallll! Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana bisa ada seseorang yang menyelidiki aku?" Ucap Morona yang sangat kesal karena selama ini ada orang yang diam dia menyelidikinya.


"Kenapa kau tidak mengantisipasi hal ini? Kenapa kau biarkan ini semua terjadi? Apa sebenarnya kerja mu?" Ucap Morona dengan kasar.


Morona yang saat ini sangat panik dan ketakutan lantas menyalahkan asistennya Vito atas semua yang telah terjadi, padahal jelas Vito sangat berusaha keras untuk membuat Morona sampai ke posisi saat ini dan tentu saja sangat menjaga dan membantu Morona dalam mempertahankan posisinya.


Sekarang, Morona justru melimpahkan segala kesalahannya dan menyalahkan semua yang terjadi karena Vito, benar benar orang yang tidak tahu diri.


"Maafkan saya yang mulia! Saya seharusnya lebih berhati hati agar ....." Vito berusaha membela dirinya.

__ADS_1


"Diammmm!" Morona lantas membentaknya yang membuat Vito sontak terdiam karena baru kali ini Morona membentak dirinya.


"Agar apa? Semuanya sudah terlambat! Semua ini salah mu! Bahkan mereka sudah menemukan bukti bukti kuat jika aku adalah pelaku yang menyebabkan kematian keluarga kerajaan!" Teriak Morona dengan sangat keras.


Vito hanya bisa tertunduk diam dengan tubuh yang sangat lemas atas apa yang menimpa dirinya saat ini, Vito yang biasanya selalu tegar kini hanya bisa tertunduk lemas dan sangat lesu saat ini.


Morona lantas meluapkan segala kekesalan dan kemarahan dia saat ini kepada Vito yang terkesan sangat keterlaluan.


Morona bahkan menghina dan mencaci maki Vito sebagai seorang budak.


"Kau itu seharusnya sadar! Kau hanya seorang budak yang aku beli untuk aku pekerjaan! Tapi aku justru bisa melewatkan hal seperti ini! Kau membahayakan tuan mu!" Ucap Nagara dengan kasar kepada Vito.


"Ingat yaa kau itu hanya budak! Budak yang aku beli di pasar dengan harga yang sangat rendah!" Ucap Morona dengan berteriak keras memarahi Vito.


"Kau itu hanya budak yang beruntung karena sekarang sudah menjadi asisten raja, dasar budak bodoh yang jelek!" Ucapan yang sangat keterlaluan itu keluar dari mulut Nagara begitu saja kepada Vito tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Sementara itu, Vito hanya bisa diam tak bersuara mendengarkan semua ucapan Morona yang sangat keterlaluan itu.


"Padahal selama ini saya selalu menghormati anda! Bisa bisanya anda menghina saya seperti ini!" Ucap Vito di dalam hatinya dengan sangat sedih.


Vito memang hanya seorang budak, tapi tak sepantasnya dia di perlakukan seperti ini, tak seharusnya Morona mengatakan hal seperti itu kepadanya padahal Vito sudah sangat banyak membantu Morona dalam segala hal.


Padahal jelas Vito dan Morona sudah bersama sejak lama, bisa dikatakan sudah hampir 15 tahun karena Morona membeli Vito saat dia masih remaja, tapi hubungan itu seperti tidak berarti apa-apa bagi Morona.


"Saya selalu menganggap anda seperti saudara dan juga tuan saya, tapi ternyata anda masih menganggap saya seperti seorang budak!" Ucap Vito di dalam hatinya.


Morona yang melihat Vito sudah tertunduk lemas, dia justru semakin memperparah keadaan dengan menghina dan memarahi Vito habis-habisan.


Vito yang merasa sudah tidak tahan mendengar semua ocehan dari Morona, lantas memotong ucapan Morona dan memberanikan diri untuk berbicara.


"Hentikan yang mulia! Cukup! Sudah cukup!" Ucap Vito dengan suara yang keras melebihi suara Morona yang sontak membuat Morona terdiam lantaran terkejut.

__ADS_1


Morona saat itu hendak kembali berbicara dan memarahi Vito karena merasa tidak dihargai lantaran Vito berani membentak dirinya.


"Anda tenang saja yang mulia! Saya sudah memiliki sebuah solusi untuk anda!" Ucap Vito.


__ADS_2