
Sementara Karmila terpaksa pergi dari istana, kepergian Karmila di saksikan oleh Ana dengan tersenyum puas.
"Bagaimana perasaan mu sekarang?" Tanya Nagara yang berada tepat di samping Ana.
"Aku sangat puas akhirnya dia pergi dari istana ku! Harusnya sudah dari dulu aku mengusirnya pergi!" Jawab Anna dengan tersenyum tipis.
Setelah rapat para bangsawan selesai, tersisa Morona seorang diri dan juga asistennya Vito.
"Vito! Sekarang semua masalah sudah teratasi! Aku berterima kasih karena kamu semuanya bisa teratasi dengan baik!" Ucap Morona yang merasa lega dan puas atas apa yang sudah berlalu.
"Yang mulia jangan senang dulu! Sebenarnya ada lagi masalah yang harus anda hadapi!" Ucapan itu seketika membuat Morona terkejut karena dia merasa segalanya sudah teratasi dengan baik.
"Apa lagi? Masalah apa lagi?" Tanya Morona.
"Yang mulia......"
"Tenanglah........."
"Sebenarnya ada yang harus anda ketahui ini berkaitan dengan keuangan yang anda miliki!"
"Ada apa dengan keuangan ku? Apa ada masalah?"
"Masalah yang mulia, masalahnya sangat besar, sebenarnya lady Karmila telah menggunakan uang anda untuk foya-foya sejak ratu Illeana meninggal, lady Karmila terus menerus menggunakan uang anda secara berlebihan sehingga harta dan uang yang anda miliki semakin menipis! Selain itu sebenarnya saat lady Karmila pergi dari istana, dia juga membawa beberapa harta milik anda!" Vito lantas memberitahu kepada Morona tentang masalah keuangan yang di hadapi Morona saat ini.
Morona yang mendengar hal itu langsung marah, "Apa? Bagaimana bisa ini terjadi? Dasar perempuan kurang ajar! Aku memang membiarkan dia menggunakan uangku, tak ku sangka dia justru menghabiskan uangku untuk foya-foya!"
"Arghhhhh! Benar benar sial!!!" Menyesal dan marah itulah yang di rasakan oleh Morona saat ini.
"Saya sebenarnya punya saran untuk yang mulia! Bagaimana jika yang mulia menikah saja?" Ucap Vito.
"Apa menikah? Tidak mungkin! Bukankah kamu bilang Karmila tidak bisa di jadikan ratu kerajaan ini ataupun menjadi istri ku? Aku kan sudah cari cara supaya tidak menikahinya! Bagaimana bisa sekarang kamu menyuruhku untuk menikahinya?" Tanya Morona.
__ADS_1
"Saya tidak menyuruh yang mulia menikah dengan lady Karmila!" Lirih Vito.
"Lalu dengan siapa?" Tanya Morona.
"Dengan putri Marquez de Silva!" Ucap Vito dengan tersenyum.
"Maksud mu ?" Tanya Morona.
"Maksud saya nikahilah putri Marquez de Silva yaitu lady Anastasia de silva, anda kan tahu sendiri kalau Marquez adalah orang terkaya saat ini! Keluarga mereka adalah pemilik tambang terbesar di Kerajaan, mereka juga memiliki berbagai macam bisnis lainnya! Hal itu sangat menguntungkan Anda! Apalagi lady Anastasia adalah perempuan yang sangat cantik dan sangat pintar, dia juga adalah wanita berbudi luhur dan tentunya lahir dari keluarga terpandang, berbeda sekali dengan lady karmila!" Saran Vito.
"Anastasia yaa? Dia memang gadis yang cantik dan sangat terkenal di pergaulan atas, memang sangat berbeda dengan Karmila, tapi bagaimana dengan lady Karmila? Aku kan sudah berjanji dengan dia!" Tanya Morona yang sepertinya juga tertarik dengan Anastasia.
"Itu sangat mudah anda tinggal menjadikan dia selir anda yang mulia, lalu jika dia sudah punya anak, dia akan di angkat menjadi ratu kedua kerajaan ini! Bukankah itu sama saja jika anda sudah menunaikan janji?" Ucapnya dengan santai dan sudah memikirkan hal yang seharusnya terjadi.
"Hmmm....." Morona bergumam.
"Coba anda pikirkan yang mulia, bagaimana jika lady Karmila menjadi permaisuri anda dan ibu dari kerajaan ini? Tentunya anda pasti akan mendapatkan kecaman dari publik karena lady Karmila selalu tinggal dengan Ratu Illeana saat ratu masih hidup, publik pasti berasumsi anda berselingkuh dengan lady karmila! Selain itu anda juga tidak bisa mendapatkan apa apa dari lady Karmila! Karena dia tak punya harta ataupun tahta!" Ucap Vito.
Ana sekarang merasa puas dan bahagia karena Karmila akhirnya di usir dari istana,tapi
Karmila nyatanya saat ini sedang berbelanja di salah satu butik mewah dan terkenal, dia memang sudah merencanakan sesuatu jika dia terpaksa harus pergi dari istana, dia sengaja mengambil uang dan sebagian harta milik Morona, apalagi sekarang hubungannya dengan Morona sedang tidak baik baik saja, jadi tidak ada salahnya jika dia membuat Morona menjadi sedikit bangkrut, hal itu sama sekali tidak di ketahui oleh Ana maupun Nagara, tapi kebahagiaan yang di rasakan oleh Karmila juga tidak akan lama karena sebentar lagi dia harus merasakan sakit hati yang sangat dalam.
Di rumah Marquez de Silva, seorang pria datang dan mengaku sebagai utusan kerajaan.
Marquez de Silva menyambut utusan kerajaan itu dan bertanya akan maksud dan tujuan kedatangan sang utusan ke rumahnya.
"Saya tidak ingin berlama lama, jadi bisa kalian katakan apa maksud dan tujuan kalian ke rumah saya?" Tanya sang Marquez dengan raut wajah yang serius.
"Maaf mengganggu waktu anda tuan Marquez, saya datang ke sini hendak memberikan ini!" Sang utusan memberikan Marquez sebuah amplop dengan cap kerajaan yang berisikan sebuah surat.
"Ini titipan yang mulia raja Morona, karena kami sudah menyampaikannya, kalau begitu kami permisi dulu!" Utusan kerajaan kemudian pamit dan pergi dari kediaman Marquez.
__ADS_1
Marquez de Silva lantas membaca surat tersebut yang berisi pengajuan Morona untuk menikahi Anastasia de silva, putri satu satunya dari Marquez de Silva.
Setelah membaca surat itu, Marquez de Silva menjadi dilema, di satu sisi hal ini sangat menguntungkan baginya dan keluarganya bayangkan saja jika putrinya menjadi ratu tentu dia akan mendapatkan keuntungan yang berlipat lipat, tapi Anastasia adalah satu satunya putrinya, Marquez sangat mencintai putrinya itu, dia tidak mungkin membiarkan putri satu satunya menikah dengan Morona yang tak lain adalah suami mantan ratu terdahulu.Baginya Morona tetaplah suami dari ratu Illeana meskipun sang ratu telah meninggal.
Marquez lantas meminta seorang pelayan di rumahnya untuk memanggil Anastasia ke ruangannya sekarang karena ada hal yang ingin dia bicarakan dengan putrinya itu.
Tak lama kemudian seorang wanita dengan wajah yang sangat cantik dengan rambut panjang yang lurus, tubuh yang tinggi semampai dengan sangat anggun dan elegan datang menghampiri sang Marquez.
"Salam ayah, ada apa ayah memanggil ku ke sini?" Tanya Anastasia kepada ayahnya karena tak biasanya ayahnya meminta nya datang ke ruang kerja.
"Anastasia! Ayah meminta mu datang ke sini karena ada hal yang ayah ingin bicarakan!" Ucap Marquez dengan hati yang berat.
"Baiklah ayah, ayah katakan saja apa yang ayah ingin katakan!" Pinta Anastasia.
"Raja Morona meminta pengajuan pernikahan untuk mu!" Ucapnya dengan sangat dalam.
"Lalu apa keputusan ayah? Aku akan mengikuti apapun keputusan yang ayahanda inginkan!" Anastasia sejatinya adalah anak yang sangat penurut dan tak pernah melawan apapun yang ayahnya inginkan.
"Ayah akan mengikuti apapun keinginan mu, jika kamu bersedia ayah mempersilahkan tapi jika kamu tak bersedia ayah juga tidak akan memaksa kamu untuk menikah!" Ucapnya dengan penuh kasih sayang dan harapan.
"Apa ayah yakin? Jika aku menolak, ayah tidak apa apa? Bukankah jika aku menerima akan memberikan keuntungan bagi keluarga kita?" Tanya Anastasia.
"Iya ayah sama sekali tidak apa apa karena bagi ayah kebahagian mu adalah yang paling utama, menjadi ratu memang menguntungkan untuk keluarga kita, tapi menjadi ratu juga memiliki banyak tanggung jawab dan beban yang harus kamu lakukan! Apalagi raja kita sekarang sudah berganti, bisa saja aturannya juga berganti kedepannya dan kamu bisa nantinya sakit hati karena aturan raja!" Ucap Marquez de Silva yang hanya menginginkan kebahagiaan untuk putrinya.
"Terima kasih ayah karena sangat menyayangi aku, tapi aku bersedia! Aku bersedia menikah dengan raja Morona dan menjadi ratu kerajaan ini!" Ucap Anastasia dengan penuh keyakinan dan seketika hal itu membuat Marquez terkejut karena putrinya menerima padahal dia sangat yakin jika putrinya akan menolak keras pengajuan lamaran itu.
"Apa kamu yakin Anastasia? Ayah hanya ingin kamu bahagia! Apa kamu yakin akan bahagia? Apa kamu benar benar sudah yakin?" Tanya Marquez.
"Tentu saja ayah, aku sangat yakin untuk menikah dengan raja Morona! Aku sangat yakin untuk menjadi ratu kerajaan ini!" Ucapnya dengan penuh keyakinan yang sangat dalam.
"Akhirnya aku bisa membalaskan dendam ku!" Ucap Anastasia di dalam hatinya yang sepertinya sudah lama menyimpan dendam kepada seseorang.
__ADS_1
Keesokan harinya muncullah sebuah berita yang menyatakan jika raja Morona akan menikahi putri Marquez de Silva yaitu Anastasia de silva.