
"kamu kenapa nak?" Tanya count yang mengkhawatirkan keadaan putrinya.
"Huekkkk! Huekkkk!" Karmila merasa semakin mual yang tentu saja membuat count menjadi khawatir dengannya.
"Enggak kok, aku enggak papa ! Aku baik baik saja!" Ucap Karmila.
"Beneran ? Kamu enggak papa?" Tanya count sekali lagi karena khawatir dengan Karmila.
"Iya papa, aku baik baik saja kok! Udah kita lanjut aja makannya!" Pinta Karmila.
"Pelayan!" Panggil count.
Pelayan lantas datang dan menghidangkan makanan kepada count dan Karmila untuk di santap, ketika Karmila di berikan hidangan untuk di santap, dia justru merasa sangat mual mencium bau makanan itu.
"Huekkk!" Karmila berusaha menahan rasa mualnya.
"Kok aku merasa mual begini yaa?" Ucapnya di dalam hati.
Count dari tadi terus saja memperhatikan Karmila karena khawatir, Karmila yang menyadari hal itu lantas berusaha menutupi rasa mual yang dia rasakan dan memaksa untuk makan.
Ketika makanan nya sampai ke mulut, Karmila sudah tak sanggup lagi menahan rasa mual yang dia rasakan.
"Huekkkk Huekkkk!" Karmila lantas berlari menuju kamar mandi untuk muntah.
"Nak!! Karmila!" Count lantas panik dan mengejar Karmila.
Karmila menutup pintu kamar mandi dan mulai muntah, sedangkan count menunggu di depan pintu kamar mandi dengan khawatir dan cemas.
"Kamu kenapa nak? Kamu baik-baik saja kan? Apa yang terjadi dengan kamu?" Ucap count dengan panik dan khawatir sembari berdiri di depan pintu kamar mandi.
Karmila masih saja berada di dalam kamar mandi dalam waktu yang cukup lama yang tentunya membuat count menjadi sangat khawatir.
"Sebenarnya anak ku kenapa? Apa yang terjadi kepada nya?" Ucap count yang sangat mengkhawatirkan keadaan Karmila.
Count lantas mencoba sekali lagi berbicara dengan Karmila untuk bertanya kepadanya.
__ADS_1
"Karmila! Karmila! Kamu tidak apa-apa? Papa panggilkan dokter yaa!" Ucap count sembari mengetuk pintu kamar mandi.
Karmila masih saja muntah muntah di dalam kamar mandi yang dibarengi dengan rasa mual dan tak berbicara apa apa.
Count Chaseiro lantas berinisiatif memerintah kan kepala pelayan untuk memanggil dokter.
"Hei kamu! Kesini sekarang!" Perintah count kepada seorang pelayan yang sedang lewat di depannya.
"Salam tuan count, apa perlu apa ya?" Tanya pelayan itu.
"Sekarang juga pergi ke kepala pelayan dan bilang kepadanya count memerintahkan untuk memanggil dokter dengan segera!" Perintah count kepada pelayan itu.
"Baik count, kalau begitu saya permisi dulu!" Pelayan itu lantas pergi untuk menjalankan perintah count.
"Baik! Saya persilahkan!" Jawab count dengan wajah yang gugup dan sangat khawatir.
Tak lama berselang, Karmila pun keluar dari kamar mandi dalam keadaan yang sempoyongan dan terlihat seperti orang sakit yang tak enak badan.
Count lantas dengan sigap memegang tubuh putrinya itu.
"Nak! Kamu kenapa? Kamu kenapa bisa seperti ini?" Tanya count sembari menggenggam erat bahu putrinya.
"Ayo papa bantu kamu untuk pergi ke kamar yaa!" Count lantas membawa Karmila pergi ke kamar putrinya untuk dapat beristirahat.
Sesampainya di kamar, count lantas membantu Karmila untuk berbaring di atas ranjang, setelah selesai dia lantas duduk di kamar putrinya itu untuk menemani putrinya yang sedang sakit.
"Nak! Kamu kok bisa mual seperti ini? Kamu sakit apa?" Tanya count dengan khawatir.
"A-ku aku juga enggak tahu! A-ku merasa sangat enggak enak badan dan tolong jangan biarkan ada makanan di dekat ku, rasanya aku mau muntah ketika mencium nya!" Ketika berbicara, suara Karmila terdengar sangat berat dan agak bergetar yang membuat Count begitu takut khawatir dengan keadaan putri nya itu.
"Kamu kenapa sebenarnya sih nak? Papa sangat khawatir dengan kamu! Sebenarnya apa yang terjadi kepada mu?" Ucap count di dalam hatinya dengan wajah yang sendu dan sedih sembari memandangi Karmila, putri satu-satunya yang dia miliki terbaring lemah di atas kasur.
Count menunggu cukup lama di dalam kamar putrinya itu, akan tetapi dokter yang dia tunggu tunggu tak kunjung juga datang yang tentunya membuat count sangat marah.
"Di mana dokter itu? Kenapa dia tak kunjung juga sampai ke sini? Sudah hampir 1 jam aku menunggu di sini! Ke mana sebenarnya dokter yang aku panggil?" Ucap Count dengan suara yang pelan namun sangat emosi.
__ADS_1
Karmila yang menyadari hal itu, lantas bertanya kepada count.
"Papa kenapa? Kenapa papa terlihat sangat marah?" Tanya Karmila dengan suara yang agak berat.
"Sebelumnya papa meminta kepala pelayan untuk memanggil dokter untuk memeriksa keadaan mu, tapi dokternya tak kunjung juga hadir padahal sudah hampir 1 jam!" Jawab count dengan putus asa.
Tiba tiba saja kepala pelayan kediaman count chaseiro datang dengan membawa seorang dokter wanita yang tak lain adalah dokter pribadi keluarga mereka yang biasanya mereka panggil.
Tok Tok Tok Tok
Bunyi ketukan pintu
"Masuk!" Pinta count.
"Mohon ampun tuan count, maaf atas keterlambatan yang terjadi, ini saya sudah membawa dokter yang anda minta!" Ucap kepala pelayan itu dengan sopan.
"Huuhhh! Baiklah kau boleh kembali dan kembali lagi ke sini 1 jam lagi!" Jawab count dengan menghela nafas.
Kepala pelayan lantas meninggalkan ruangan itu dan membiarkan dokter tersebut untuk tetap tinggal bersama count chaseiro dan Karmila di dalam kamar.
"Permisi tuan count! Maaf ya atas keterlambatan saya karena kebetulan tadi ada pasien!" Ucap dokter wanita dengan rentang usia 30-35 tahun, dia adalah dokter pribadi keluarga count chaseiro.
"Iya dok tidak apa apa, sekarang tolong periksa keadaan putri saya! Apa yan sebenarnya terjadi kepadanya? Kenapa dia dari tadi muntah-muntah, mual dan pusing!" Ucap count yang secara tak langsung menjelaskan keadaan yang terjadi kepada Karmila saat ini.
"Baiklah kalau begitu saya mengecek dulu ya tuan count!" Jawab dokter itu.
Sang dokter lantas mengeluarkan alat alat yang biasa di gunakan untuk memeriksa keadaan pasien, dia lantas memeriksa keadaan Karmila dengan sangat berhati-hati.
Tak lama berselang, dokter itu pun selesai memeriksa keadaan Karmila.
Terlihat wajah tegang dari dokter tersebut dengan raut wajah yang kebingungan karena bisa di katakan dokter itu sudah sangat mengenal keluarga count Chaseiro.
"Bagaimana dok? Apa yang terjadi kepada putri saya? Dia sakit apa? Apa yang menyebabkan dia sampai seperti ini?" Tanya Count Chaseiro.
Dokter itu terlihat kebingungan dan seperti tak ingin mengatakan apa apa kepada count yang membuat count dan Karmila menjadi takut dan khawatir.
__ADS_1
"Dok! Kenapa dokter malah diam saja? Apa yang terjadi kepada anak saya?" Tanya Count yang merasa takut.
"Lady Karmila tidak sakit sakit apa, akan tetapi dia hamil!" Jawab dokter itu.