Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Pedang


__ADS_3

Seketika Anastasia menjadi panik dan gugup ketika dihadapkan dengan kenyataan Morona berada di dekatnya.


"Yang mulia raja? Bagaimana dia bisa ada di sini?" Ucap Anastasia di dalam hatinya dengan panik.


"Aduhhh! Aku harus ngomong apa lagi ini? Dia pasti akan bertanya kenapa aku bisa ada di sini? Apa yang harus aku katakan kepadanya?" Pikir Anastasia yang mulai ke mana-mana karena khawatir.


"Lagian kenapa yang mulia bisa ke sini yaa? Apa jangan-jangan dia ngikutin aku dari tadi?" Anastasia mulai berpikir yang macam-macam.


Morona lantas berjalan mendekat ke arah Anastasia yang membuat jantung Anastasia menjadi berdetak begitu cepat.


"Aduhhh! Gimana nih? Kenapa dia malah jadi semakin mendekat ke arah aku?" Ucap Anastasia di dalam hatinya.


"Anastasia!" Morona kembali menyapa Anastasia ketika dia sudah dekat dengan Anastasia.


"Salam yang mulia!" Sapa Anastasia yang berusaha menutupi kepanikannya didepan Morona.


"Salam! Aku enggak nyangka ya aku bisa ketemu kamu di sini!" Ucap Morona dengan informal layaknya seorang tunangan.


"Owh iya, aku juga enggak nyangka bisa ketemu yang mulia di sini, apa mungkin karena kita jodoh yaaa?" Ucapnya dengan bercanda dan menggoda Morona.


"Hahahaha! Iya pasti karena kita jodoh! Hahahaha!" Jawab Morona yang tertawa kegirangan mendengar candaan Anastasia.


"Tapi ngomong-ngomong Anastasia, bagaimana kamu ada di sini? Ini kan markas ksatria kerajaan dan tentu saja kamu tidak memiliki kepentingan apa apa ke sini kan?" Tanya Morona yang penasaran dengan Anastasia.


"Aduhhh! Astaga! Tuh kan dia bertanya dengan aku! Aku harus jawab apa nih? Aku mau alasan apa?" Ucap Anastasia di dalam hatinya yang mulai panik dan khawatir.


"Saya juga enggak tahu sih yang mulia bagaimana bisa ada di sini ya mungkin karena itu tadi karena kita jodoh kali yaa makanya saya bisa ada di sini! Hihihihi!" Jawab Anastasia dengan bercanda yang bermaksud mengalihkan pembicaraan dengan Morona.


"Kamu ini bisa saja yaaa Anastasia! Hahahah!" Jawab Morona dengan bercanda.


Anastasia lantas tertawa seakan mengajak Morona untuk melupakan hal yang telah terjadi, pelayan yang masih berada di dekat Anastasia merasa cukup kebingungan dengan apa yang terjadi sekarang.


Pengalihan pembicaraan yang di lakukan oleh Anastasia cukup berhasil untuk membuat Morona melupakannya sebentar, tapi sepertinya Morona tidak termakan rayuan dari Anastasia dan pengalihan pembicaraan mereka masih berlanjut dengan yang tadi.


"Sudah cukup Anastasia! Jangan mengajak aku untuk tertawaan lagi! Katakan lah sebenarnya bagaimana bisa kamu di markas ksatria kerajaan?" Tanya Morona dengan serius.


Sontak saja hal itu membuat Anastasia menjadi syok dan kaget dengan ucapan Morona karena nyatanya pengalihan pembicaraan yang di lakukan oleh Anastasia gagal.

__ADS_1


"Lho! Kok kamu malah diam Anastasia? Aku kan hanya bertanya bagaimana kamu bisa berada di sini? Kenapa kamu malah diam? Ayo jawab!" Tanya Morona dengan raut wajah yang kebingungan.


"Aku harus jawab apa nih? Aku benar-benar enggak tahu mau kasih dia alasan apa?" Ucap Anastasia di dalam hatinya yang panik bukan main.


"Ayo dong Anastasia? Pikirkan apa alasannya! Ayo Anastasia! Ayo!" Anastasia berusaha berpikir keras untuk mencari alasan dari semua pertanyaan Morona kepadanya.


"Anastasia! Anastasia!" Ucap Morona dengan suara yang keras yang sontak saja membuat Anastasia kaget dan langsung melihat ke arah Morona.


"Ayo katakan! Bagaimana kamu bisa ada di sini?" Tanya Morona sekali lagi kepada Anastasia.


"Owh jadi begini yang mulia, saya sebenarnya ke sini karena mencari pelayan di sebelah saya!" Jawab Anastasia yang ngawur dengan menjadikan pelayan sebagai alasannya.


"Maksud mu bagaimana Anastasia? Aku enggak paham! Coba jelaskan sekali lagi!" Pinta Morona kepada Anastasia.


"Jadi begini yang mulia, saya punya keperluan penting dengan pelayan yang berada di sebelah saya, karena itu saya datang ke sini untuk mencarinya!" Ucap Anastasia sambil menunjuk ke arah pelayan yang berada di sebelahnya.


Morona tentu melihat ke arah pelayan itu dan pelayan itu terlihat kebingungan dengan keadaan yang dia hadapi sekarang ditambah dengan ucapan Anastasia yang ngawur tentang dia.


"Benar itu?" Tanya Morona kepada pelayan itu.


"Saya tanya sekali lagi apa yang di katakan oleh Anastasia itu benar?" Tanya Morona sekali lagi kepada pelayan itu dengan suara yang cukup keras.


Anastasia lantas memberikan kode kepada pelayan itu untuk membenarkan ucapannya, dia lantas menepuk tubuh pelayan itu dari belakang dan tak lupa memperlihatkan wajahnya yang cukup menakutkan dan hal itu terkesan mengancam sang pelayan.


Sang pelayan itu yang sebenarnya tidak ingin berbohong, tentu saja tak bisa berbuat banyak karena dia takut dengan ancaman dari Anastasia.


"Kenapa kamu malah diam? Jawab saya! Apa yang dikatakan oleh lady Anastasia itu benar?" Teriak Morona dengan keras kepada pelayan itu.


"Mohon ampun yang mulia, semua yang dikatakan oleh lady Anastasia itu benar, beliau memang datang ke sini untuk mencari saya dikarenakan suatu keperluan yang penting!" Jawab pelayan itu dengan tubuh yang gemetar karena diteriaki oleh Morona.


"Baiklah kalau begitu! Anastasia!" Morona kembali memanggil Anastasia.


Anastasia yang mulai merasa aman seketika terkejut dan kembali harus khawatir dengan keadaan saat ini.


"Iya yang mulia! Apa ada lagi yang ingin yang mulia tanyakan?" Jawabannya dengan santai.


"Keperluan apa yang membuat mu harus menemui pelayan ini? Bukankah pelayan di istana ratu sangat banyak? Kenapa kamu masih harus menemui pelayan lain, apalagi itu adalah pelayan khusus di tempat para ksatria?" Tanya Morona.

__ADS_1


"Owh begini yang mulia, sebenarnya saya berencana untuk memberikan yang mulia sebuah hadiah berupa pedang, tapi karena saya tidak paham tentang pedang, makanya saya datang ke sini untuk mencari orang yang paham tentang pedang!" Jawab Anastasia.


"Untung saja aku sudah memikirkan alasan lainnya, jadi enggak perlu repot-repot deh!" Ucap Anastasia di dalam hatinya dengan bangga akan apa yang dia lalui.


"Ternyata dia ingin memberikan aku sebuah hadiah! Morona Morona! Ternyata kamu salah sangka kan dengan tunangan mu! Bisa-bisanya berpikiran yang aneh-aneh tentang pelayan mu sendiri!" Ucap Morona di dalam hatinya.


"Owh ternyata begitu, maaf yaa aku malah salah sangka kepada mu! Kalau begitu aku tak akan mengganggu mu! Kamu bisa melanjutkan rencana mu! Aku akan menunggu hadiah dari mu!" Ucap Morona dengan tersenyum lepas kepada Anastasia.


"Baik yang mulia, saya juga sangat menantikan hari itu!" Jawab Anastasia.


"Kalau begitu aku permisi!" Morona lantas pergi meninggalkan Anastasia dan kembali melanjutkan perjalanannya.


Ketika Morona sudah pergi, sang pelayan yang dari tadi berdiri di sebelah Anastasia lantas mencoba berbicara kepada Anastasia.


"Permisi lady Anastasia!" Panggil pelayan itu dengan takut.


"Iya, ada apa?" Tanya Anastasia dengan ketus.


"Karena semuanya sudah selesai, kalau begitu saya permisi juga yaa karena saya harus melanjutkan pekerjaan saya!" Ucap pelayan itu dengan gugup dan takut.


"Tunggu dulu! Kamu dengar kan apa yang saya katakan dengan yang mulia?" Tanya Anastasia.


"Iya yang mulia!" Jawab pelayan itu.


"Saya enggak mau tahu yaa, kamu urus hadiah untuk yang mulia, minta pandai besi istana membuatkan pedang yang khusus untuk yang mulia raja, katakan sebagai hadiah dari calon permaisuri kerajaan Adhrika!" Perintah Anastasia kepada pelayan itu.


"Maaf yang mulia, tapi...." Pelayan itu berusaha menolak permintaan Anastasia.


"Tidak ada tapi tapi! Kamu jangan mencoba untuk menolak permintaan saya! Saya enggak mau tahu pedang itu harus selesai dalam 1 bulan! Segera lapor ke saya! Bisa kan?" Teriak Anastasia yang mengintimidasi sang pelayan.


"Baik yang mulia!" Jawab pelayan itu dengan takut.


"Waktu 1 bukan sangat banyak kan? Jadi aku mau pedang itu sangat bagus dan tak mengecewakan! Kalau sampai mengecewakan, aku pastikan darah mu akan mengotori pedang itu!" Ancam Anastasia kepada pelayan itu.


"Baik yang mulia, kalau begitu saya permisi!" Pelayan lantas berpamitan kepada Anastasia untuk segera melakukan permintaan Anastasia.


"Pedang? Sepertinya aku punya ide yang bagus!" Ucap seseorang yang ternyata dari tadi menyaksikan dan memperhatikannya semua yang di lakukan Anastasia.

__ADS_1


__ADS_2