
"Sebenarnya apa? Apa ada sesuatu? Apa ada sebuah rahasia tentang Karmila yang tak di ketahui?" Tanya Ana dengan tak sabaran dan sangat penasaran.
"Sebenarnya baroness itu adalah ibu kandung Karmila!" Ucap Nagara dengan datar.
"Apa??? Tunggu dulu! Aku tahu betul ibu Karmila hanya orang biasa yang bernama Karina sedangkan istri Baron Dazan adalah Diana dan merupakan seorang bangsawan murni kan? " Sontak saja Ana menjadi sangat terkejut, dia sama sekali tak menyangka jika istri dari Baron Dazan adalah ibu kandung Karmila.
"Itu lah yang selama ini kita tidak tahu, kenyataannya istri Baron Dazan bernama asli Karina, dia memang seorang bangsawan murni yang tak sengaja jatuh cinta dengan rakyat biasa, secara tak langsung lady karmila memiliki darah bangsawan meskipun itu adalah darah campuran!" Ucap Nagara yang menjelaskan semua yang sudah dia ketahui kepada Ana yang tentunya membuat Ana syok bukan main, karena selama ini dia tidak tahu apa apa tentang Karmila, padahal mereka dulunya adalah sahabat baik.
"Lady Diana sebenarnya bernama asli Karin Diana Biansa, dia adalah putri tunggal dari Marquez Biansa yang saat ini sudah meninggal! Seperti yang kamu tahu Baron Dazan hanya memikirkan bisnis, jadi ketika istri pertamanya meninggal, dia langsung menikahi lady Diana yang saat itu juga sedang kehilangan kedua orang tuanya!" Ucap Nagara.
"Lalu bagaimana dengan nasib count chaseiro? Apa baroness meninggalkannya begitu saja? Apa selama ini Karmila di tinggal oleh ibunya begitu saja?" Tanya Ana yang penasaran.
"Iya memang begitu kenyataannya, apa kau sekarang merasa iba dengannya?" Tanya Nagara dengan penasaran.
"Dia memang kasihan sih, tapi itu pantas dia dapatkan, itu juga memberitahu aku mengapa dia menjadi seperti ini! Memang bukan salahnya di didiknya menjadi orang yang keras dan kehilangan kasih sayang, tapi salahnya adalah tidak bisa membedakan yang baik dengan yang benar!" Ucap Ana dengan tegas.
"Aku tahu dia memang pantas mendapatkan itu semua, terlepas dari bayang bayang orang tuanya pun dia tetap orang yang kejam!" Jawab Nagara dengan sorot mata yang tajam dan wajah yang serius.
"Sekarang lupakan tentang itu! Kita balik lagi tentang baroness! Wanita itu terkenal sangat baik dan lemah lembut! Seharusnya dia bukan orang yang berbahaya dan lawan yang kuat! Tapi sesuai kata pepatah air tenang jangan di kira tak ada buaya!" Ucap Ana yang sangat waspada dan berhati-hati.
__ADS_1
"Aku rasa dia cukup berbahaya, dia saja rela meninggalkan suami dan anaknya demi kembali hidup dengan kemewahan! Bukankah itu sama saja mengartikan jika dia adalah orang yang rela melakukan apa saja demi apa yang dia inginkan?" Ucap Nagara dengan sangat serius kepada Ana.
"Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kau baru saja mengatakan baroness adalah orang yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang dia inginkan bukan? Sama seperti Karmila yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang dia inginkan!" Jawab Ana dengan sorot mata penuh kebencian karena teringat dengan semua hal yang sudah di lakukan Karmila kepada diri nya.
Secara tak sengaja, Nagara lantas memegang tangan Karmila yang bermaksud untuk menenangkannya.
"Tenanglah! Semua itu sudah berlalu, kamu pasti bisa membalaskan semua perbuatan mereka! Kamu pasti akan mendapatkan kembali apa yang menjadi hak mu!" Ucap Nagara yang bermaksud menenangkan dan menyemangati Ana.
Tiba tiba saja Ana tersenyum kepada Nagara,"Sebenarnya kita tidak perlu repot-repot menghancurkan mereka, karena mereka berdua akan hancur dengan sendirinya! Kita hanya perlu memberikan bumbu dan masalah untuk mereka! Sebenarnya ada hal lain yang belum kamu tahu!" Ucap Ana.
"Hal apa?" Tanya Nagara dengan penasaran dan wajah yang heran.
"Maksud mu?" Tanya Nagara yang tidak mengerti.
"Mereka bersatu demi sebuah tahta dan memiliki tujuan yang sama untuk menggulingkan ku! Faktanya Morona tidak mencintai Karmila, melainkan mereka berdua hanya bekerjasama saja!" Ucap Ana yang menjelaskan kepada Nagara tentang semua yang dia ketahui.
"Tapi, bukankah kamu menangkap basah mereka berdua saat sedang berhubungan badan? Bagaimana bisa mereka tidak saling cinta tapi melakukan hubungan suami istri? Apalagi mereka berdua itu adalah bangsawan, sudah seharusnya mereka tahu adab dan etika seorang bangsawan kan?" Tanya Nagara yang tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Ana.
"Aku kan sudah bilang orang seperti mereka berdua itu rela melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang mereka inginkan! Tak perduli itu benar ataupun salah, jika itu memberikan mereka keuntungan, mereka pasti akan melakukan nya!" Ucap Ana dengan tegas.
__ADS_1
"Hahahahahhaha! Hahahahha!" Seketika Nagara menjadi tertawa terbahak-bahak.
"Lawak apakah ini? Ini benar benar sebuah lelucon yang tak di sangka sangka!" Ucap Nagara yang seakan tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Ana.
"Sebenarnya itu memang sebuah lelucon menurut ku! Aku selalu berpikir menghadapi pasangan pengkhianat sejati, kenyataannya aku menghadapi pasangan yang bekerja sama untuk sebuah keuntungan semata! Tapi ada satu hal lagi yang harus kamu tahu, nyatanya Karmila mencintai Morona secara diam!" Ucap Ana yang juga merasa ini semua seperti lawakan.
"Hahahaha! Hahahahha! Ini benar benar membuat ku ingin tertawa! Aku merasa Seperti berada dalam sebuah permainan yang terlalu banyak rahasia!" Ucap Nagara.
"Sudahlah hentikan! Terlepas dari itu semua sebaiknya kita kembali ke rencana kita!" Pinta Ana dengan serius yang tak ingin lagi bercanda dengan Nagara, meskipun sebenarnya mereka sama sekali tidak bercanda.
"Baiklah! Baiklah! Katakan lah apa yang harus kita lakukan selanjutnya!" Jawab Nagara.
"Kita perlu mendukung rencana baroness! Biarkan baroness dan Karmila mendapatkan keinginan mereka! Saat masanya tiba baru kita hancurkan mereka semua termasuk Morona!" Ucap Ana dengan sorot mata penuh kebencian yang sangat dalam.
"Kau yakin untuk melakukan itu? Aku paham maksud mu, tapi bagaimana dengan lady Anastasia? Dia sama sekali tidak bersalah dan tidak memiliki kaitan apa apa dengan masalah kita!" Ucap Nagara yang sejatinya tidak ingin ada korban yang tidak memiliki kaitan dengan masalah mereka saat ini.
"Tengah saja! Aku sudah memikirkan hal itu matang matang! Aku tak akan membiarkan orang lain menjadi korban, apalagi orang itu adalah orang yang sangat aku kenal!" Ucap Ana.
"Kalau begitu, apa rencana mu?" Tanya Nagara.
__ADS_1
"Aku akan menghancurkan mereka berdua ketika upacara pernikahan berlangsung! Intinya sebelum mereka berdua sah menjadi suami istri, aku pasti sudah menghancurkan mereka!" Ucap Ana dengan wajah yang serius dan sorot mata yang penuh dengan kebencian dan kemarahan yang mendalam.