Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Siapa ayahnya?


__ADS_3

Count yang mendengar hal itu langsung syok dan kaget "Apa? Ini enggak mungkin! Anak saya pasti sakit! Dia enggak mungkin hamil!"Count seakan tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh dokter itu dan dia sangat yakin jika putrinya tidak hamil.


"Saya juga tak percaya dengan hal ini tuan count, tapi lady Karmila memang tidak sakit, akan tetapi dia hamil, kalau count masih tidak percaya dan kurang yakin dengan apa yang saya ucapkan, count bisa membawa lady Karmila ke rumah sakit!" Ucap dokter itu dengan rasa bersalah.


Wajah count seketika menjadi pucat dan sangat pusing memikirkan hal ini.


"Bagaimana bisa? Bagaimana mungkin?" Ucapnya dengan sangat binggung.


"Saya juga tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi, tapi memang ini kenyataan nya, lady Karmila memang hamil!" Ucap dokter yang sekali lagi menegasikan kepada count Chaseiro kalau Karmila hamil.


Karmila yang mendengar hal itu tentu saja sangat terkejut "Aku hamil? Aku hamil?" Ucap Karmila dengan wajah yang kaget.


Count seketika terduduk lemas mendengar semua ucapan dari dokter, dia masih tak percaya jika putri satu-satunya yang dia sayangi saat ini hamil.


Karmila yang melihat keadaan count yang cukup memprihatinkan menjadi khawatir dan takut jika ayahnya kenapa-kenapa.


"Papa! Papa!" Karmila berusaha bangun dari tempat tidurnya untuk mendekat ke arah count.


Karmila terlihat sangat susah untuk bangun dari tempat tidurnya, dokter itu lantas menghentikan Karmila agar tidak beranjak dari ranjang tempat tidur.


"Ladyy! Jangan bangun! Keadaan anda belum sepenuhnya pulih! Sebaiknya anda istirahat saja!" Ucap dokter itu yang membantu Karmila untuk berbaring di atas ranjang.


"Tapi...." Karmila ingin sekali mendekat ke arah papanya, tapi hal itu seperti tidak mungkin.


Count yang tadi duduk lemas, kini berdiri dan terlihat sangat emosi.


"Baik dokter, saya ucapkan terima kasih, nanti kepala pelayan akan datang ke sini untuk mengantarkan dokter! Saya permisi dulu!" Ucap count yang langsung pergi meninggalkan ruangan itu tanpa melihat ke belakang yang tentunya membuat Karmila menjadi terkejut dan takut.


"Papa! Papa! Papa!" Karmila tentu saja langsung berteriak memanggil Count Chaseiro.


"Tenang! Tenang lady!" Dokter itu lantas berusaha menenangkan Karmila yang panik.


"Papa dok! Papa pasti marah pada ku!" Ucap Karmila dengan perasaan yang sangat sedih.


"Maaf jika saya lancang lady, tapi bagaimana bisa lady hamil sedangkan lady tak memiliki suami?" Tanya dokter itu yang tak habis pikir dengan Karmila.

__ADS_1


Karmila memilih diam dan tak menjawab pertanyaan dari dokter itu.


"Aku enggak mungkin bilang kalau ini adalah anak hasil hubungan gelap aku dengan Baginda raja!" Ucap Karmila di dalam hatinya.


"Ya sudah kalau lady enggak mau bicara, saya cuman mau bilang kalau keadaan lady sangat lemah, jadi saya harap lady bisa menjaga kehamilan lady dengan baik!" Ucap dokter itu.


"Iya dok, kalau boleh tahu saya sudah mengandung berapa lama?" Tanya Karmila.


"Menurut perhitungan saya kurang lebih 3 Minggu lady!" Jawab dokter itu.


"Berarti waktunya pas dan Morona tidak akan bisa menolak apalagi mengelak tentang hal ini!" Ucap Karmila di dalam hatinya dengan rasa puas, meskipun saat ini dia bimbang antara sedih dan senang, dia gembira karena rencananya berhasil akan tetapi dia juga sedih dan takut dengan keadaan Count Chaseiro.


Tok Tok Tok Tok


Bunyi ketukan pintu


"Apa jangan jangan papa datang lagi ke sini untuk menemui aku?" Pikir Karmila dengan penuh harap.


"Masuk!" Perintah Karmila.


"Permisi dokter! Saya datang ke sini untuk mengantarkan anda!" Ternyata orang yang datang adalah kepala pelayan bukan count chaseiro seperti yang di harapkan oleh Karmila.


"Baik, kalau begitu saya permisi ya lady!" Dokter itu lantas berpamitan dengan Karmila yang tentu saja pergi meninggalkan Karmila seorang diri.


Setelah itu ditinggal sendirian, Karmila lantas membunyikan lonceng untuk memanggil pelayan kepercayaannya.


Tak lama, datanglah seorang pelayan wanita.


"Salam lady! Anda memanggil saya?" Tanya pelayan itu.


"Iya, kau pergi lah ke kediaman Baron Dazan dan temui baroness katakan kepadanya rencana berhasil!" Perintah Karmila kepada pelayan itu.


"Rencana apa yang berhasil yang mulia?" Tanya pelayan itu yang merasa sangat penasaran.


"Kau tidak perlu tau apa apa! Lakukan saja sesuatu dengan yang aku perintahkan! Dan ingat satu lagi jangan sampai ada orang lain yang tahu tentang hal ini! Pastikan hanya baroness yang mengetahui hal ini!" Perintah Karmila dengan tegas kepada pelayan itu.

__ADS_1


"Baik yang mulia lady Karmila, kalau begitu saya pamit undur diri!" Jawab pelayan itu.


"Baik! Pergilah!" Jawab Karmila.


Di tempat lain, tepatnya di ruang istirahat, count Chaseiro sedang terduduk lemas di atas ranjang dengan wajah yang pucat pasi seperti layaknya orang yang sedang depresi memikirkan keadaan putrinya.


"Bagaimana bisa? Bagaimana bisa putri ku hamil? Bagaimana ini bisa terjadi? Dia bahkan tidak memiliki suami!" Ucap count dengan suara yang sedih bercampur takut.


"Kau harus melakukan apa sekarang? Tidak mungkin aku membiarkan putri ku melahirkan tanpa di temani sosok suami dan cucuku lahir tanpa sosok ayah! Aku tak bisa membiarkan hal itu terjadi!" Ucap count yang tak ingin anak nya menderita.


"Tapi apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku perbuat? Aku tak bisa membiarkan Karmila menanggung semua ini sendirian!" Ucap count dengan sangat sedih yang bercampur rasa takut.


"Kenapa? Kenapa semua ini harus terjadi kepada ku? Kenapa sekarang malah anak mu yang menjadi seperti ini?" Ucap nya yang tanpa sadar meneteskan air mata.


Malam harinya, Karmila sudah mulai merasa enakan dan dia sudah bisa bangun dari tempat tidurnya.


"Papa gimana ya? Papa pasti dengan sedih! Dia pasti sangat khawatir dengan keadaan ku!" Karmila mulai terpikir dengan keadaan count chaseiro.


"Aduhh! Aku harus gimana sekarang? Seharusnya papa enggak boleh tahu tentang hal ini, dia pasti syok jika tahu!" Ucapnya.


"Tapi sekarang semua sudah terjadi! Aku tak bisa melakukan apa apa lagi! Nasi sudah menjadi bubur! Aku tak tahu jika orang yang pertama tahu tentang kehamilan aku adalah papa!" Ternyata Karmila memang mengharapkan hal ini terjadi, akan tetapi dia sama sekali tak terpikir jika count chaseiro akan mengetahui hal ini.


"Aku harus menemui papa sekarang! Aku harus berbicara kepadanya!" Ucap Karmila dengan semangat.


Karmila lantas pergi ke kamar Count Chaseiro, sesampainya di kamar count, Karmila terkejut karena pintu kamar tidak terkunci dan Karmila langsung masuk ke dalam kamar.


Count seperti sudah menunggu kedatangan Karmila karena hal itu terlihat jelas dengan count yang sedang duduk dan memandangi Karmila dengan wajah yang sangat dingin.


"Papa kok sangat berbeda dan seperti biasanya!" Pikir Karmila dengan was-was.


"Karmila! Katakan kepada papa siapa ayah dari bayi yang kamu kandung?" Tanpa banyak berbicara count langsung bertanya kepada Karmila.


Karmila langsung menangis dan bersimpuh di kaki count chaseiro.


"Papa! Huaaaaa! Aku minta maaf! Aku minta maaf papa! Huaaaaa!" Ucapnya dengan air mata yang mengalir deras sembari bersimpuh di kaki count chaseiro.

__ADS_1


"Katakan saja kepada papa! Siapa yang menghamili kamu? Siapa ayah dari bayi yang kamu kandung?" Tanya count dengan sangat dingin seakan tak peduli dengan Karmila yang sedang menangis.


"Huaaaa! Ini bayi yang mulia raja! Huaaa!" Jawab Karmila dengan menangis tersedu-sedu.


__ADS_2