Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Menemukan Bukti


__ADS_3

"Ini pasti map nya!" Ucap Nagara dengan penuh keyakinan sangat kuat.


Nagara lantas mengambil Map itu, dia lantas membuka isi map itu.


Di dalam map terdapat beberapa kertas kertas yang berisikan bukti yang cukup konkrit tentang kematian ratu Illeana yang sebenarnya sengaja di bunuh.


Secara tak langsung Nagara juga menemukan sebilah pedang yang terlihat sangat mirip dengan apa yang pernah di ceritakan oleh Ana, pedang itu juga adalah pedang yang sama pada sebuah gambar.


"Ini pedang apa? Ehhh tunggu dulu bukan kah pedang ini sama dengan pedang yang ada di gambar itu?" Pikir Nagara yang tak sengaja melihat sebuah pedang yang sangat mirip dengan gambar di dalam map rahasia tersebut.


Nagara lalu berjalan mendekati pedang tersebut untuk melihat lebih dekat dan memastikan apakah pedang tersebut sama dengan gambar yang dia lihat di kertas dalam map itu.


Dia dengan sangat tenang dan berhati-hati memegang pedang tersebut untuk menelaah dan mencoba memaknai lebih dalam tentang tersebut.


Sebagai seorang yang cukup ahli dan sangat paham dengan hal ini, Nagara dengan perlahan-lahan menyentuh tekstur pedang tersebut.


Dia dapat melihat akan apa yang pernah terjadi dari pedang itu, dia bisa menebak jika pedang itu adalah pedang yang memang digunakan oleh Morona untuk membunuh Illeana dengan cara menusuk perutnya.


"Jadi seperti itu kamu membunuh nya! Kamu benar benar kejam Morona! Aku tidak menyangka kamu akan melakukan hal seperti ini!" Ucap Nagara dengan tersenyum licik yang menyadari betapa kejamnya Morona.


"Morona! Morona! Kamu benar-benar di luar kendali !" Ungkap Nagara yang seakan sangat memahami bagaimana sikap dan watak Morona yang sesungguhnya.

__ADS_1


Nagara seakan sudah kenal dekat dan sangat memahami tentang Morona, dia seperti tahu betul siapa itu Morona dan bagaimana Morona.


"Pasti ada bukti lagi! Ini memang benar bukti-bukti pembunuhan! Morona benar benar kejam bisa-bisanya dia membunuh istri dan anak yang sedang di kandung istrinya padahal anak nya adalah darah dagingnya sendiri.


"Pasti ada bukti lain lagi! Kalau sampai dia bisa membunuh Ana, dia juga pasti adalah dalam di balik kematian mendiang raja Adelardo dan istrinya!" Pikir Nagara dengan sangat yakin jika Morona pastilah dalang di balik semua penghianatan terhadap keluarga kerajaan yang terjadi.


Nagara lalu dengan bergegas mencari lagi di laci laci yang tersisa yang belum dia periksa dengan sangat teliti karena yakin jika pasti ada bukti yang masih tersisa.


"Pasti ada di sini! Pasti masih ada di sini!" Ucap Nagara di dalam hatinya sambil mencari cari dokumen yang bisa di jadikan bukti jika Morona adalah pelaku yang telah membunuh mendiang raja Adelardo badhrika dan istrinya.


Setelah cukup lama Nagara mencari, dia tak kunjung menemukan apa pun di sana.


"Kenapa justru enggak ada! Aku yakin pasti ada! Karena kalau enggak salah Ana pernah bilang tentang dokumen yang mengatakan jika mendiang raja Adelardo dan istrinya meninggal akibat kecelakaan yang di sengaja kan oleh seseorang.


Ketika dia mulai pasrah dengan keadaan yang cukup lelah dia rasakan, dia secara tak sengaja justru melihat terdapat sebuah laci yang berada di posisi paling bawah dan di sudut ruangan itu yang tampak sangat lama.


"Lho! Masih ada lagi ternyata! Ternyata masih ada yang belum aku periksa! Aku yakin pasti ada di situ dokumen yang aku cari! Pasti ada bukti yang selama ini aku cari di sana!" Nagara yang awalnya merasa ingin menyerah, kini menjadi bersemangat kembali karena ternyata masih ada yang belum dia periksa dengan benar yang artinya bisa jadi yang selama ini dia cari ada di dalam tempat itu.


"Pasti ada dokumen dan bukti di sana!" Pikir Nagara dengan sangat yakin dan percaya diri.


Nagara lantas bergegas menghampiri laci itu untuk memeriksa dan mencari bukti lagi.

__ADS_1


Saat hendak melangkah mendekat ke arah laci itu, dalam radius yang cukup jauh Nagara bisa mendengar jika ada langkah kaki yang mendekat ke tempatnya saat ini.


"Sepertinya ada yang akan datang ke sini! Ahh benar benar sial! Padahal aku hampir saja mendapatkannya! Baiklah kalau begitu, nanti aku pasti akan kembali untuk mengambil dokumen yang tersisa di dalam laci itu!" Pikir Nagara yang sebenarnya masih enggan untuk pergi dan sebenarnya masih ingin berada di tempat itu untuk mencari tahu lebih dalam lagi.


Nagara lalu pergi dari tempat itu, sebelum itu dia tak lupa merapikan tempat itu terlebih dahulu dan membuat tempat itu seperti ke tempatnya sebelumnya agar tidak ada siapapun yang mencurigai tempat ini apalagi Morona maupun Vito.


Setelah semuanya selesai dan di rasa sudah oke, Nagara lalu mengambil Map coklat yang berisikan bukti bukti bahwa kematian ratu Illeana adalah unsur kesengajaan seseorang dan bukti-bukti itu juga mengarah ke Morona.


Dengan keahlian yang luar biasa dia miliki, Nagara lantas pergi dari tempat itu tanpa diketahui oleh siapapun.


Tak lama setelah Nagara pergi, benar saja seseorang masuk ke dalam ruangan itu, orang itu tak lain dan tak bukan adalah Vito yang kembali ke ruangan untuk mengerjakan suatu hal yang cukup penting.


Saat Vito masuk ke dalam ruangan itu, Vito yang memiliki insting yang cukup kuat merasa ada sesuatu yang berbeda yang tidak biasanya.


"Kenapa aku merasa ada yang tidak beres ya?" Pikir Vito sambil melihat ke sekeliling ruangan itu dengan tatapan yang terheran-heran.


"Aku merasa ada yang aneh dengan ruangan ini? Apa ya yang aneh? Aku cek aja deh!" Vito lalu memeriksa ke sana ke sini untuk memastikan jika tidak ada yang aneh dari ruangan itu.


Setelah cukup lama memeriksa dengan cukup teliti, Vito justru tak menemukan keanehan apapun karena memang Nagara sudah membuat tidak ada celah untuk di curigai.


"Enggak ada apa apa kok! Tapi kenapa aku merasa tetap ada yang tidak beres? Apa sih yang sebenarnya tidak beres?" Pikir Vito sekali lagi sebagai orang yang cukup teliti dan sangat berhati-hati.

__ADS_1


"Aduh! Apalagi sih ini? Kenapa aku merasa ada yang tidak beres? Apa yang sebenarnya masih kurang ? Apa yang sebenarnya salah?" Vito kembali mencoba menerka nerka.


"Apa jangan-jangan ada dokumen yang hilang dari ruangan ini?" Pikir Vito.


__ADS_2