Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Tanggung jawab


__ADS_3

"Yang mulia harus bertanggung jawab atas lady Karmila! Lady Karmila sedang mengandung anak yang mulia raja!" Ucap baroness tanpa banyak basa-basi dengan sorot mata yang tajam menatap Morona.


"Apa? Enggak enggak mungkin!" Jawab Morona yang tak percaya dengan ucapan baroness.


Sementara Anastasia langsung menangis setelah mendengar ucapan baroness yang sangat menyakitkan itu.


"Ini memang benar yang mulia! Lady Karmila hamil anak anda! Anda harus bertanggung jawab!" Baroness sekali lagi menegaskan kepada Morona jika Morona harus bertanggung jawab kepada Karmila.


"Hikssss .......hiks .......hiks......" Anastasia lantas menangis dan meneteskan air mata kepedihan yang sangat dalam.


"Enggak enggak mungkin! Saya enggak percaya! Buktinya count chaseiro diam saja! Baroness pasti mengada-ada!" Jawab Morona.


Baroness lantas melihat ke arah count dengan tatapan yang menakutkan dia mengisyaratkan kepada count untuk segera berbicara.


Count paham dan mengerti maksud dari Baroness, tapi count masih memilih untuk diam dan bungkam saja karena sepertinya ada sesuatu yang lain yang dipikirkan oleh count dan count justru mulai mundur meninggalkan mereka.


"Lihat kan! Saya sudah bilang kalau Baroness mengada-ada dalam hal ini! Maaf sebelumnya Baroness, anda bukan siapa siapanya lady Karmila jadi anda tidak berhak mengatakan ini kepada saya! Sedangkan orang yang berkaitan dengan lady Karmila saja yaitu count chaseiro sebagai ayah nya tidak mengatakan apa-apa! Apa lagi hal ini bisa memperburuk hubungan saya dengan lady Anastasia!" Ucap Morona yang terkesan membentak Baroness.


Morona lantas berusaha menyentuh Anastasia dan meyakinkan Anastasia kalau Ini semua tidak benar dan dia sama sekali tidak menghamili Karmila.


"Anastasia! Ini semua tidak benar! Kamu jangan percaya dengan ucapan Baroness! Aku sama sekali tidak menghamili Karmila!" Morona dengan tingkah buayanya sambil memegang erat tangan Anastasia.


Anastasia dengan mau tak mau membiarkan Morona melakukan semua itu kepadanya, Anastasia tetap menangis karena merasa sakit hati.


Baroness tentu saja tak terima dengan apa yang di lakukan oleh Morona kepadanya, dia juga tidak terima melihat Morona dan Anastasia bermesraan sedangkan putrinya Karmila harus menderita.


Baroness dengan sangat emosi lantas menghampiri count dan menepuk pundaknya.


"Lihatlah count! Apa kau ingin membiarkan Karmila menderita sedangkan mereka bahagia? Apa kau mau melihat Karmila menderita dan tersakiti?" Ucap Baroness dengan sangat serius sebagaimana seorang ibu yang tak ingin putrinya sampai kesusahan apalagi menderita.

__ADS_1


"Kau tidak mengerti! Kau tidak mengerti apa-apa!" Jawab count.


"Aku tak bisa! Aku khawatir!" Ucap count di dalam hatinya.


"Apa yang aku tidak mengerti! Lihat sekarang! Buka matamu lebar-lebar dan lihat ke sana!" Ucap baroness sambil menunjuk ke arah Anastasia dan Morona yang sedang bermesraan.


Anastasia seakan menerima dan menganggap semua itu hanya salah paham, dia sepertinya percaya dan sudah termakan dengan ucapan Morona.


Count memperhatikan Morona dan Anastasia yang membuat perasaan dia campur aduk.


"Kau benar-benar tidak peduli? Kau itu ayahnya! Apa kau tidak menyayangi Karmila? Apa kau tega melihat Karmila menderita?" Teriak baroness yang mulai kecewa dengan sikap count saat ini.


Entah apa yang di pikirkan oleh count dia tetap diam saja meskipun baroness sudah marah-marah kepada-nya, dia tetap bungkam seakan tak sadar kalau sekarang dia harus berbicara kepada Morona untuk bertanggungjawab kepada putrinya Karmila.


"Aku benar-benar kecewa padamu, iya aku memang salah, tapi tak ku sangka kau seperti ini! Kau sama sekali tidak peduli dengan Karmila! Ternyata kau sama sekali tidak menyayangi dia!" Ucap baroness yang tanpa sadar air matanya menetes.


"Count! Apa kau akan membiarkan putri kita, tidak maksud putri mu Karmila melahirkan tanpa sosok seorang suami dan anaknya lahir tanpa sosok ayah? Apa kau ikhlas melihat pria yang seharusnya bertanggung jawab kepada nya justru menikah dan berbahagia dengan wanita lain?" Ucapnya dengan suara yang lembut dan sangat tulus.


Count dengan gagahnya lantas mulai berjalan menghampiri Morona dan Anastasia.


Morona dan Anastasia yang saat ini keadaannya mulai membaik, suasana mereka lantas berubah kembali menjadi tegang karena melihat aura menakutkan dari Count yang tidak seperti biasanya.


"Ada apa count?" Tanya Anastasia dengan suara yang lemah lembut.


"Ada apa count? Apa masalahnya masih belum selesai?" Tanah Morona dengan songgong.


"Masalahnya sama sekali belum selesai! Yang di katakan oleh baroness memang benar! Putri saya hamil dan dia saat ini mengandung anak yang mulia raja!" Ucap dengan sangat gigih dan berani.


"Apa? Jadi ini memang benar? Ini benar yang mulia? Anda memang menghamili lady Karmila? Saya benar benar tidak percaya dengan hal ini!" Anastasia lalu pergi sambil menangis dari tempat itu.

__ADS_1


"Tidak! Anastasia! Tidak itu tidak benar! Anastasia!" Morona lantas panik dan berusaha menghentikan Anastasia.


Count yang melihat Morona akan pergi lantas menghentikannya "Jangan pergi yang mulia! Urusan kita belum selesai!" Sambil memegang pundak Morona dengan sorot mata yang sangat tajam menatap Morona.


"Ahhhh ! Siallll! Baiklah!" Ucap nya dengan sangat kesal.


"Apa ? Kau pasti berbohong kan? Karmila tidak mungkin hamil! Kau pasti bercanda dengan ku!"


"Maaf yang mulia, jika saya lancang kepada anda, tapi saya tetap lah seorang ayah yang tak akan mungkin membiarkan anak nya kesusahan apalagi menderita!"


"Putri saya Karmila hamil dan dia mengandung anak anda! Anda harus bertanggung jawab kepada putri saya! Walaupun anda adalah raja dari negeri ini tapi anda tetaplah seorang pria!"


Baroness tampak merasa senang ketika melihat count berani berbicara kepada Morona.


"Hahahahahhaha!" Morona seketika tertawa mendengar ucapan count.


"Apa maksud yang mulia tertawa seperti itu? Apa anda mengira saya bercanda? Saya serius yang mulia! Jangan kira karena status anda, anda bebas melakukan apa saja! Karmila itu anak saya! Saya tak akan membiarkan dia menderita karena anda!" Ucap count dengan sangat tegas dan pemberani.


"Aku ini raja kan? Kenapa aku harus mendengar ucapan mu? Ucapan seorang count? Dan satu hal lagi! Karmila tidak mungkin hamil anak aku!" Dengan santai dan songgong, Morona sama sekali tidak menghormati count .


"Yang mulia anda jangan kelewatan! Saya tahu anda raja, tapi anda harus bertanggung jawab atas apa yang sudah anda lakukan! Anda tidak boleh lari dari tanggung jawab!" Count sama sekali tak gentar ataupun takut, dia terus maju dan berbicara kepada Morona sambil menatap Morona dengan tajam.


"Count chaseiro! Jangan lupa siapa dirimu sebenarnya! Beraninya kau berbicara seperti itu kepada seorang raja! Apa kau tidak takut aku hukum atas sifat kurang ajar mu itu?"


"Maaf yang mulia, saya selalu menghormati anda! Sifat anda yang justru keterlaluan! Sebagai seorang pria dan juga seorang raja, anda bukannya melindungi rakyat khususnya wanita, tapi anda justru menghamili wanita! Anda harus bertanggung jawab untuk apa yang sudah anda perbuat!".


"Tanggung jawab? Tanggung jawab kepada siapa? Karmila? Baiklah kalau memang dia benar benar mengandung, itu juga belum pasti anak ku! Siapa tahu itu anak orang lain!"


Brakkkkkkkkk

__ADS_1


Count lantas memukul Morona dengan sangat kencang


__ADS_2