Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Tak Ingin di Salahkan


__ADS_3

Baroness sangat terkejut menyaksikan hal tersebut, dia benar-benar tak menyangka jika count akan bertindak sangat jauh seperti itu.


"Arghhhhhhhh!" Morona langsung berteriak kesakitan karena pukulan count yang cukup keras itu.


"Kau gila? Berani sekali seorang count memukul ku seorang raja? Apa kau sudah bosan hidup? Apa kau mau mati?" Ucap Morona dengan sangat marah sambil menahan rasa sakit yang sangat dalam.


Count sama sekali tak takut dengan ucapan Morona, dia justru menatap Morona dengan sorotan yang tajam dan sangat menyeramkan.


Morona tentu saja kaget dan kini dia mulai merasa sedikit takut dan nyalinya mulai ciut melihat kemarahan count yang sangat menyeramkan.


"Berani sekali seorang count seperti mu menatap aku seperti itu? Apa kau tidak sadar dengan derajat mu? Apa kau tidak tahu siapa yang kau hadapi saat ini?" Morona berteriak keras dan terkesan membentak count meskipun sebenarnya dia merasa cukup khawatir dan takut ketika melihat count seperti itu.


"Saya tahu betul siapa yang saya hadapi saat ini, saya sangat paham orang yang berdiri di depan saya itu siapa!" Jawab count chaseiro.


"Itu kau tahu siapa! Tapi kau masih berani bersikap seperti ini kepada ku? Apa kau mau mati?" Teriak Morona.


Count lalu berjalan mendekat ke arah Morona sambil menatapnya dengan tatapan yang tajam.


"Apa yang saat ini saya lakukan memang sangat berani kepada seorang raja! Tapi anda adalah seorang pria yang sudah menghamili seorang wanita dan wanita itu adalah putri saya! Yang saya lakukan saat ini adalah hal yang sangat wajar bagi seorang ayah yang akan selalu melindungi putrinya!"


Mendengar ucapan itu, seketika Morona menjadi naik pitam dan sangat kesal atas apa yang sudah di lakukan oleh count.


"Siall! Berani sekali kamu bersikap seperti ini kepada ku!!!!!" Morona hendak memukul count.


Count dengan santainya menepis pukulan yang hendak mendarat di perut nya itu.


"Saya hanya ingin anda bertanggung jawab kepada putri saya atas apa yang sudah anda lakukan! Saya harap anda bertanggung jawab! Jika sampai anda lari dari tanggung jawab, maka jangan salahkan saya bertindak di luar batas!"


Setelah mengucapkan kata-kata itu, count lantas pergi meninggalkan Morona tanpa melihat ke belakang sama sekali.


Baroness juga mengikuti langkah count yang pergi meninggalkan taman istana.


"Ahhhhhh! Sialllll!!!" Teriak Morona dengan kesal atas apa yang terjadi kepadanya.


Morona dengan kaki yang cukup cepat lantas pergi dari tempat itu menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar.

__ADS_1


Morona yang sangat kesal dan penuh emosi itu lantas mengamuk, dia memberantaki semua barang-barang yang ada di kamarnya dan membuat kamarnya menjadi sangat berserakan.


Terdengar suara dentuman barang barang yang terjatuh dan suara Morona yang marah dan emosi.


Para pelayan yang mendengar hal tersebut lantas mencari asisten Morona yaitu Vito.


Setelah bertemu dengan Vito, pelayan itu lantas menceritakan apa yang terjadi saat ini dengan Morona, dia memberitahu Vito jika raja saat ini memiliki emosi yang tidak stabil, raja mengamuk dan memberantaki kamar.


Vito yang mendengar hal itu, lantas bergegas pergi menemui Morona dengan terburu-buru.


Saat Vito sampai di depan pintu kamar Morona, dia melihat beberapa pelayan berdiri di depan kamar itu dengan wajah yang binggung.


"Gawattt! Kenapa para pelayan justru berdiri di depan kamar raja? Aku harus membubarkan mereka!" Pikir Vito.


"Kalian semua! Apa yang kalian lakukan? Apa kalian tidak memiliki pekerjaan?" Teriak Vito.


"Bukan begitu tuan....." Seorang pelayan lantas berusaha menjelaskan situasi saat ini kepada Vito.


Belum selesai pelayan itu menjelaskan, Vito langsung memotong ucapan pelayanan itu yang tak membiarkan pelayan itu untuk berbicara lagi.


Para pelayan yang merasa takut dengan ancaman tersebut lantas membubarkan diri dan semuanya pergi dari tempat itu dan kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.


Setelah para pelayan pergi dan Vito merasa sudah cukup aman, dia lantas masuk ke dalam kamar raja.


Ketika Vito masuk ke dalam kamar, hampir saja sebuah benda yang di lempar oleh Morona mengenai dirinya, beruntungnya dia berhasil mengelak hal itu.


"Huuuh! Hampir saja?" Vito menghela nafas.


Ketika dia melihat sekeliling, dia sangat terkejut mendapati kamar yang sangat berantakan dengan barang-barang yang berserakan dan Morona yang terlihat mengamuk bak orang gila lantaran depresi berat.


"Yang mulia! Apa yang anda lakukan? Hentikan yang mulia! Hentikan sekarang juga!" Vito lantas berusaha menghentikan Morona yang hendak melempar sebuah guci yang cukup besar.


"Ahhhh! Vito! Dari mana saja kau? Apa kau tidak tahu telah terjadi sesuatu?" Ucap Morona.


"Ada apa yang mulia? Apa yang terjadi?" Tanya Vito.


Morona berusaha menenangkan dirinya dan tak ingin mengamuk lagi, dia lantas duduk di kursi, menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya agar dia tenang.

__ADS_1


Setelah cukup tenang dan pikirannya mulai kembali, Morona mulai bercerita kepada Vito.


"Vito, Karmila hamil!" Ucap Morona dengan pasrah.


"Apa? Bagaimana mungkin? Bukankah yang mulia sangat yakin jika lady karmila tidak akan hamil?" Vito tentu saja sangat syok dan terkaget kaget ketika mendengar berita itu.


"Aku juga tidak tahu! Aku juga tidak paham kenapa dia bisa hamil! Ini benar benar di luar prediksi ku!" Jawab Morona.


"Astaga! Bagaimana bisa? Padahal anda sendiri sangat yakin jika lady Karmila tidak akan hamil! Kenapa sekarang malah jadi seperti ini? Kenapa dia justru hamil? Padahal anda yakin dia tidak hamil! Ini akan merusak segalanya? Sekarang harus gimana? Apa anda akan menikahinya?" Ucapan Vito terdengar seakan menyalahkan Morona atas semua yang telah terjadi.


Gubrakkkkkkk


Morona menghentakkan meja dengan sangat keras yang membuat Vito terkejut


"Aku tidak tahu! Sudah kau jangan menyalahkan aku terus! Aku juga enggak tahu ini bisa terjadi, ini benar benar di luar prediksi ku! Sekarang bantu aku berpikir untuk apa yang akan aku lakukan!" Teriak Morona dengan suara yang keras namun bisa di dengar jika dia sedang binggung dan gelisah.


Di balkon kamar raja terdapat seorang pria yang sedang menguping pembicaraan mereka, pria itu lantas pergi dari balkon itu dengan melompat dari atas ke bawah dengan sangat lihai.


Di kamar Ana.


Tok Tok Tok Tok Tok


Bunyi ketukan pintu


"Masukk!" Ucap Ana yang sedang beristirahat.


Ceklekkkkk


Pintu terbuka


Masuklah seorang pria yang tak lain adalah Nagara ke dalam kamar Ana, setelah masuk dia lantas menutup pintu rapat rapat.


"Nagara! Kau datang lagi? Ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Ana.


Nagara lalu berjalan mendekat ke arah Ana dan duduk di kursi.


"Aku ada berita terbaru untuk mu! Lady Karmila saat ini sedang hamil anak Morona!" Ucap Nagara.

__ADS_1


__ADS_2