Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Rasa Sayang


__ADS_3

"Apa? Racun?" Tanya Karmila.


"Kenapa pemikiran ibu sama dengan persis dengan pemikiran papa dan juga kenapa kecurigaan nya sama dengan yang terjadi kepada ku?" Ucap Karmila di dalam hatinya seakan tak percaya setelah mendengar semua ucapan ibu nya.


"Iya! Tidak ada racun kan? Mama merasa curiga dengan khawatir dengan mu! Mama khawatir jika sampai yang mulia raja berbuat nekat dengan meracuni mu!" Ucap baronnes layaknya seorang ibu yang mengkhawatirkan keadaan putrinya.


"Owh tidak kok buuu! Semuanya aman terkendali! Tidak ada masalah apapun yang terjadi! Semuanya berada di bawah kendali ku! Lagipula yang mulia tak akan berani bersikap sampai sejauh itu kepada ku!" Ucap Karmila dengan sangat percaya diri yang membanggakan dirinya sendiri.


"Mama harap memang seperti itu! Tapi kamu juga tetap harus hati-hati tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini apalagi yang mulia itu terlihat sebagai orang yang sangat ambisius dan mama dengar dia mendapatkan suntikan dana yang sangat besar dari Marquez de Silva!" Baroness lantas memberitahukan kepada Karmila terkait semua yang dia ketahui tentang Morona karena dia termasuk bangsawan kelas tinggi yang cukup di hormati.


"Benarkah? Jadi maksudnya yang mulia menikahi lady Anastasia karena membutuhkan biaya yang cukup besar? Dia sengaja membangun hubungan dengan Marquez de Silva melalui pernikahan dengan lady Anastasia?" Tanya Karmila yang kaget karena dia sama sekali tidak mengetahui berita ini.


"Iya mama rasa seperti itu karena itu mama khawatir kamu kenapa kenapa!" Ucap baronnes.


"Baiklah maa!" Ucap nya yang tampak sangat bahagia.


"Aku tahu dia pasti menikahi nya karena suatu hal bukan karena cinta! Aku tahu itu! Aku tahu!" Ucap Karmila di dalam hatinya dengan sangat bahagia.


"Sudah ku duga dia tidak mungkin mencintai Anastasya, dia pasti memiliki alasan untuk menikahi Anastasia yang tentunya untuk mendapatkan keuntungan!" Ucap Karmila di dalam hatinya yang tanpa sadar dia mengeluarkan ekspresi bahagia dengan senyum senyum sendiri yang terpancar dari wajahnya.


Hal itu tentu saja di lihat oleh baronnes yang sontak saja membuat baronnes merasa heran dan langsung bertanya kepada Karmila.


"Karmila!" Panggil baronnes dengan suara yang lemah lembut.

__ADS_1


Karmila seakan tak menyadari hal itu, dia diam saja ketika di panggil baronnes dan sama sekali tak menoleh melihat ke arah baronnes.


"Apa yang sebenarnya dia pikirkan sampai tersenyum senyum sendiri seperti itu?" Tanya baronnes pada dirinya sendiri yang merasa heran dengan tingkah dari Karmila.


"Karmila! Karmila!" Baronnes mencoba memanggil Karmila sekali lagi dengan suara yang cukup keras.


"Ehhh iya maaa! Ada apa?" Sontak saja Karmila sedikit terkejut.


"Apa yang kamu pikirkan? Kenapa sejak dari tadi mama panggil kamu enggak menyahut?" Tanya baronnes.


"Tidak kok, aku hanya memikirkan tentang betapa indahnya ketika menjadi seorang ibu! Bayi ku pasti akan memiliki kebahagiaan yang sempurna!" Ucap Karmila dengan penuh harapan yang terlihat jelas dari wajahnya.


"Menjadi ibu memang indah tapi hendaknya memenuhi kewajiban mu sebagai seorang ibu itu!" Ucap baronnes dengan sangat tulus.


"Dan itulah yang tak pernah aku lakukan! Andai kamu tahu jika sebenarnya ibu sangat bahagia ketika kamu lahir ke dunia ini! Tapi entah kenapa di karenakan mama yang masih belum siap dengan keadaan mama memilih untuk meninggalkan kamu! Maafkan mama ya nak!" Ucap baronnes di dalam hatinya yang merasa menyesal atas apa yang sudah dia lakukan kepada Karmila di masa lalu.


"Baiklah kalau begitu!Owh iya Karmila ngomong ngomong di mana papa mu berada? Kenapa mama dari tadi tidak melihat dia ada di sini?" Tanya baronnes.


"Owh papa! Papa dari tadi sedang berada di ruang kerjanya! Dia memiliki banyak pekerjaan! Apa mama mau menemui papa?" Tanya Karmila.


Saat ini, Karmila juga sudah tanpa sadar mulai menerima keberadaan ibu kandung nya yang dulu pernah membuang dan tidak mengakui dia sebagai anak, perlahan-lahan tapi pasti dia sudah mulai terbiasa memanggil baronnes dengan sebutan mama.


"Owh papa mu lagi sibuk yaa! Ya sudah lh biarkan saja! Takutnya mama mengganggu dia bekerja!" Ucap baronnes dengan menghela nafas kecewa.

__ADS_1


"Lho enggak apa-apa lho kalau mama mau menemui papa! Lagian apa salahnya! Papa juga sebenernya enggak sibuk-sibuk sangat ! Dia hanya melakukan pekerjaannya seperti biasa yang dia lakukan!" Ucap Karmila yang kini mendukung kedua orang tuanya itu untuk sering bertemu agar terciptanya hubungan yang baik kedepannya.


"Hmmmmmmm....hmmm....." Lirih Baronnes.


"Ya sudahlah mama permisi dulu yaa! Mama mau menemui papa mu karena ada hal yang ingin mama bicarakan kepada mama mu!" Ucap baronnes.


"Iya maa! Pergilah sana!" Jawab Karmila.


Baroness lantas pergi meninggalkan Karmila untuk menemui count Chaseiro karena ada sesuatu yang ingin dia lakukan.


Setelah di tinggal oleh Baroness, Karmila melanjutkan mimpi mimpi dan keinginannya tadi.


Di istana, Morona sedang berbicara dengan sangat serius bersama Vito.


"Vito! Gawat! Anastasia masih tak ingin bertemu dengan ku! Dia masih tak terima dengan kehamilan Karmila! Bagaimana ini? Aku harus lakukan apa?" Tanya Morona dengan sangat panik dan khawatir.


"Tapi bukankah lady Anastasia sudah kembali ke istana? Kenapa dia kembali jika dia masih marah dengan anda yang mulia?" Tanya Vito.


"Hmmmmmmm!" Morona menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya.


"Begini Vito, Anastasia melakukan itu agar perkelahian kami tidak di ketahui oleh siapapun, dia sengaja tidak pergi untuk menjaga nama mu agar tidak buruk dan tentunya karena tak ingin di ketahui oleh Marquez karena kau tahu sendiri betapa besar cinta Marquez kepada Anastasia dan seberapa marahnya Marquez jika dia mengetahui putrinya telah di sakiti oleh seseorang! Tentunya orang itu tidak akan pernah selamat!" Ucap Morona dengan sangat khawatir.


Seperti yang di ketahui bahkan hampir semua orang jika Marques de Silva sangatlah menyayangi dan mencintai putrinya Anastasia, dia bahkan tak segan-segan untuk membunuh orang yang menyakiti putrinya walaupun hanya seujung kuku karena pernah ada cerita dulunya ketika lady Anastasia berusia 5 tahun saat sedang jalan-jalan di pasar, Anastasia tak sengaja terjatuh tersungkur karena buah yang di lempar oleh seorang anak Baron yang tak tahu apa-apa dan ketika Marquez mengetahui hal itu, dia lalu membuat anak itu terjatuh juga dengan cara melempar anak itu dari jarak yang cukup jauh sehingga mengakibatkan anak itu mengalami patah pada pergelangan tangan kanannya.

__ADS_1


__ADS_2