
"Duke?" Sontak saja Vito terkejut dan bertanya kepada pria itu.
"Iya tuan Vito itu benar, Duke lah dalang di balik semua ini, dialah orang yang sudah diam-diam memata-matai kita selama ini!" Jawab pria itu dengan penuh keyakinan dan sangat serius.
"Maksud mu Duke siapa?" Tanya Vito.
"Iya Duke! Satu satunya Duke di kerajaan kita!" Jawab pria itu.
"Tunggu dulu! Jangan bilang pada ku jika itu adalah Duke Samael?" Tanya Morona dengan sangat binggung dan tak percaya.
"Iya memang yang mulia grand Duke Samael lah yang selama ini memata-matai anda yang mulia!" Jawab pria itu yang sekali lagi menegaskan kepada Morona.
Mendengar hal itu Morona syok bukan main begitu juga dengan Vito yang merasa terkejut dan tak percaya karena grand Duke Samael adalah ayah kandung dari Morona, bagaimana bisa dia secara diam-diam memata-matai putranya sendiri, hal itu sangat di luar pemikiran mereka.
"Ini tidak mungkin! Kau pasti bercanda! Bagaimana mungkin grand Duke yang memata-matai ku selama ini? Padahal dia adalah ayah ku, dia ayah kandung ku! Itu tidak mungkin! Kau pasti salah kan?" Ucap Morona yang tak percaya jika ayahnya tidak mungkin memata-matai nya.
"Ini benar yang mulia raja! Itulah kenyataannya! Saya sendiri juga tak percaya! Tapi itulah kenyataannya!" Ucap pria itu dengan sangat yakin.
"Maaf tuan Vito dan yang mulia raja, ada hal lain yang harus saya kerjakan! Saya permisi terlebih dahulu! Panggil saja saya lagi jika kalian masih memerlukan sesuatu!" Ucap pria itu yang langsung berpamitan karena dia memiliki pekerjaan lain yang harus dia kerjakan.
__ADS_1
"Baiklah pergilah! Senang bekerja sama!" Ucap Vito yang mengizinkan pria itu pergi sementara Morona hanya terdiam dengan raut wajah binggung.
"Baik! Saya juga senang bekerja sama dengan kalian! Kalau begitu saya permisi dulu!"Pria itu lalu bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Vito dan Morona.
Setelah di tinggal Pria itu, Vito mulai berbicara dengan sangat serius kepada Morona.
"Anda dengar sendiri kan yang mulia apa yang di katakan orang suruhan kita! Ayah anda adalah dalang di balik semua ini! Selama ini dialah yang sudah memata-matai kita! Tapi untungnya dia tak mendapatkan bukti jika kita pelakunya melainkan hanya bukti jika itu semua adalah perbuatan seorang bangsawan di kerajaan Adhrika!" Ucap Vito yang terlihat marah kepada Morona karena sudah dari awal Vito mengingat kan kepada Morona jika bisa saja orang itu adalah grand Duke tapi sayangnya Morona sama sekali tidak percaya.
"Aku tak percaya ini! Tidak mungkin ayah ku! Bagaimana mungkin dia sengaja menyiapkan mata-mata untuk menyusup ke dalam istana! Padahal rajanya adalah pura nya sendiri!" Morona merasa sangat marah kecewa kesal yang bercampur menjadi satu.
"Saya sudah bilang kepada yang mulia kan! Padahal yang mulia juga sudah tahu dan sangat paham tentang grand Duke! Dia sangat mencintai keluarga kaisar! Dia pasti akan mencari tahu penyebab kematian mereka yang sesungguhnya!" Ucap Vito dengan wajah yang cukup kesal.
Vito hanya terdiam ketika mendengar semua ucapan Morona karena Vito paham betul maksud dari Morona, dia tahu sekarang tuannya sedang sakit hati.
Tiba-tiba saja Morona beranjak pergi dari tempat itu, dia pergi keluar dari ruangan itu dengan perasaan yang sangat sedih, Vito yang sebenarnya ingin berbicara untuk hal yang lebih penting memilih untuk diam dan membiarkan Morona untuk pergi.
Morona kemudian pergi ke kamarnya dan mulai merenungkan semua ini dengan perasaan yang cukup sedih.
"Kenapa sih paa? Kenapa dari dulu papa enggak pernah percaya dengan kemampuan aku? Papa selalu menyepelekan aku! Papa selalu membandingkan aku dengan dia!" Ucap Morona dengan perasaan yang sangat sedih dan terluka sembari menatap lukisan kedua orang tuanya, sorot matanya sangat tajam dan fokus menatap wajah grand Duke pada lukisan itu.
__ADS_1
"Padahal aku ini anak papa! Aku ini anak kandung papa! Sedangkan dia itu hanya anak haram! Tapi kenapa papa lebih menyayangi nya dan menyepelekan aku?" Morona benar-benar merasa sakit hati atas semua sikap dan perbuatan yang di lakukan oleh ayah kandung nya sendiri yang tak lain adalah Grand Duke Samael.
"Dari kecil sampai besar papa tak pernah sekalipun percaya padaku! Papa selalu membanggakan dia ketimbang aku! Papa enggak pernah sayang pada ku! Hanya dia yang di puji dan di banggakan! Sedangkan aku tak pernah sekalipun papa banggakan! Padahal aku sudah berusaha! Aku sudah berjuang dengan keras! Tapi bisa-bisanya papa menyepelekan aku!" Air matanya berlinang dengan kepedihan yang sangat dalam.
Di sisi lain terlihat Vito yang mulai kebingungan dan pasrah dan dalam ruangan dia terduduk diam dengan wajah yang sangat binggung.
"Bagaimana bisa seperti ini? Padahal aku sudah duga jika bisa saja orang itu adalah grand Duke yang terkenal dengan kejujuran nya dan sangat mencintai kerajaan ini, tapi yang mulia sama sekali tidak percaya dengan itu!" Vito mulai berpikir keras untuk apa yang harus dia lakukan ke depannya.
"Grand Duke adalah orang yang sangat picik dan licik! Dia bahkan bisa mengetahui semua rahasia yang sudah kami sembunyikan rapat-rapat ini! Dia pasti akan segera mengetahui siapa dalang kematian keluarga kerajaan dan mendiang ratu Illeana!" Ucap nya dengan tak bersemangat dan hampir pasrah dengan keadaan saat ini.
"Saat itu terjadi! Apa yang harus aku perbuat? Aku tak bisa membiarkan yang mulia ketahuan apalagi turun tahta! Dia harus tetap menjadi raja!" Pikir Vito dengan sangat binggung.
"Jika menutup rapat-rapat semuanya dan tak membiarkan mereka tahu, itu pasti akan gagal! Satu-satunya cara adalah mencari kambing hitam!" Pikir Vito yang mulai menyusun rencana.
"Tapi siapa yang akan aku jadikan kambing hitam dalam semua rencana pembunuhan ini? Orang itu tentunya harus memiliki alasan yang kuat kenapa dia membunuh keluarga kerajaan! Tapi siapa yaa?" Pikir Vito.
Vito lalu berdiri dan mengambil beberapa dokumen tentang bangsawan bangsawan yang ada di kerajaan Adhrika supaya dia dapat menentukan seseorang yang akan dia jadikan kambing hitam dalam masalah ini.
Vito membaca dengan sangat teliti satu persatu data semua bangsawan yang ada di kerajaan Adhrika dalam waktu yang cukup lama dan pada akhirnya dia menemukan satu yang cocok untuk di jadikan kambing hitam.
__ADS_1