Pengantin Kedua Tuan Muda

Pengantin Kedua Tuan Muda
CHAPTER 10 | His Own Slut?


__ADS_3


......................


Selesai mandi, Lyra pun melilitkan handuk pada tubuhnya. Ia baru ingat jika ia meninggalkan pakaianya diluar sana.


Akan tetapi, ketika ia keluar dari kamar. Ia mendapati dua orang perempuan yang tengah menundukkan kepalanya di depan pintu kamar mandinya.


Salah satu dari mereka berkata, "Selamat pagi nona, kami adalah pelayan tuan muda Romanov. Tuan muda memerintahkan kami untuk memberikan ini pada anda".


Kemudian pelayan itupun menyodorkan sebuah paperback padanya. Lyra membuka isinya dan terlihat sebuah dress cantik bermotif floral lengkap dengan dalaman.


Melihat itu, Lyra jadi blushing sendiri. Sejak kapan Alessio tahu ukuran **********?


Menggeleng dari fikirannya itu, Lyra keluar dari kamar mandi, kemudian menoleh kebelakang pada dua pelayan tadi.


"Bisakah kalian membantuku memakai ini?". Ugh.. ia sangat tidak terbiasa meminta bantuan, karena biasanya maid di mansion Estrella pasti paham akan tugas mereka untuk melayani tuan muda mereka.


"Tentu nona". Merekapun dengan sigap membantu Lyra memakai pakaiannya. Kemudian membantunya merias diri dan menyisir rambutnya.


Ketika tengah asyik disisir rambutnya, Alessio datang. Laki laki itu menggunakan kemeja biru dengan tiga kancing terbuka, namun dengan dalaman kaos hitam. Jam tangan rolex dan celana hitam. Penampilannya casual, namun Alessio tidak pernah gagal untuk memukau.


"keluar". Titahnya tegas. Kedua pelayan itu membungkukkan badan dan keluar.


Lyra menatap Alessio dari pantulan cermin dihadapannya ketika laki laki itu mengambil sisir dan mulai menyisiri rambut coklat keemasannya.


"Aku suka ketika rambutmu terurai, sangat cantik". Pujinya.


Lyra memerah dalam pujian Alessio. "Terimakasih"


Tatapan mereka terhubung lewat pantulan kaca. Namun tangan Alessio tidak berhenti menyisiri rambutnya.


"Jika kau bersamaku nanti, kau tidak perlu khawatir. Aku akan selalu memenuhi semua kebutuhanmu. Apapun yang kau minta, kau minta padaku dan aku akan langsung mengabulkannya. Kau tidak akan kekurangan apapun, aku juga akan membawakanmu lusinan pelayan untuk membantu keseharianmu".


Lyra menunduk, menatap ujung jarinya dengan perasaan sedih bercampur kecewa. Laki laki itu mengingatkannya bahwa sebentar lagi akan menjadi salah satu dari simpanan seorang Alessio Romanov. Sebenarnya berapa wanita yang pria itu miliki?

__ADS_1


Benar benar kurang ajar!


Dengan itu, Lyra pun bangkit. Mengabaikan protes Alessio. Berjalan menjauhi laki laki itu. Ia dapat melihat raut kecewa laki laki itu. Lyra tertawa sarkas.


"Terimakasih telah mengingatkanku akan statusku yang setelah ini akan menjadi selingkuhamu Alessio"


"Lyra, apa yang kau maksud? aku hanya—"


Lyra memotong Alessio, "Kau itu lelaki br*ngsek! aku setuju hanya karena kau mengancam keluargaku. Sekarang aku tanya, apa yang akan kau katakan pada istrimu".


Alessio terdiam. Dan Lyra sudah bisa menyimpulkan sesuatu dari keterdiamannya.


Lyra tertawa tanpa humor, "Oh, tentu saja! kau tidak memberitahunya. Kau akan menyembunyikanku sebagai dirty little secret-mu!"


[ Translate : Rahasia kotormu ]


Alessio akan mendekat, namun Lyra mengangkat tangannya. Mengisyaratkan laki laki itu untuk tidak mendekat.


"Aku tidak mau! aku berbagi! kenapa kau melakukan ini? aku tidak ingin menjadi selingkuhamu". Lyra menangis histeris. Kemudian tubuhnya merosot ke lantai. Menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, perempuan itu terisak.


Beberapa lama kemudian, Lyra merasakan seseorang yang mengelus pucuk kepalannya kemudian memeluknya. Alessio. Kali ini Lyra tidak menolak, namun ia juga tidak membalas pelukan laki laki itu.


"Apa yang harus kukatakan pada orang tuaku?". Lirih Lyra.


Ia merasakan Alessio mengecup keningnya lembut. "Katakan mereka bahwa kau mencintaiku, dan kau akan pergi tinggal bersamaku".


Pernyataan Alessio itu membuat Lyra mendongak, "Kau gila? aku tidak mau berbohong pada mereka" Lyra menggeleng.


Alessio menghela nafasnya, "Baby, kau harus melakukannya. Karena mereka tidak akan setuju jika mereka tahu apa yang sebenarnya"


"Tentu saja mereka tidak akan setuju jika putri mereka menjadi selingkuhan orang lain". Sindir Lyra.


Alessio kembali terdiam. Lama mereka diposisi itu dalam keheningan, tidak ada satu dari mereka yang memecah keheningan. Beberapa menit berlalu hingga Alessio bersuara.


"Ayo makan, aku sudah membuatkan sarapan untukmu".

__ADS_1


Alessio mengulurkan tangannya. Yang disambut oleh Lyra. Bersama mereka berjalan menuju meja makan. Disana, Alessio menarik salah satu kursi untuk Lyra duduk dan mendudukkan dirinya sendiri disebelah gadis itu.


Tak lama kemudian, pelayan datang membawakan scrambled eggs dan hashbrown. Lyra mengunyanya dan rasanya sangat enak!


"Enak sekali. Siapa yang membuatnya?". Tanya Lyra.


"Aku" Jawaban simpel Alessio membuat Lyra menyipitkan matanya. Tidak mungkin laki laki ini bisa memasak bukan?


"Kau bisa memasak?". Tanyanya menyelidik.


Alessio mengendikkan bahunya, "Tentu. Aku belajar saat di High School". Lyra mengangguk puas. Kemudian teringat sesuatu.


"Berbicara tentang masak memasak, kau jangan mengharapkan aku untuk memasak ya! karena aku tidak bisa"


Alessio tersenyum geli, "Aku juga tidak berencana untuk membuatmu memasak. Sudah kubilang bukan, aku akan menyediakan pelayan untukmu"


Lyra menegakkan dagunya, menatap angkuh ke arah Alessio, "Aku ingin banyak pelayan. Dengan spesialis masing masing. Aku ingin mereka membantuku bersiap dan kebutuhan pribadiku, aku ingin mereka mengurusi rumah, aku ingin mereka memasak. Dan aku ingin lemariku diisi dengan baju baju yang kuinginkan, oh ya! jangan lupa dengan supir pribadi". Oceh Lyra.


Bodoh amat! Jika Lyra menjadi simpanan Alessio, lebih baik ia berlaku demikian. Dengan menghabiskan uang Alessio. Sebenarnya, Lyra bukanlah orang yang materialistis. Ia hanya ingin memberikan Alessio pelajaran!


Tak disangka laki laki itu malah terkekeh, kemudian mengeluarkan sesuatu dari sakunya yang membuat Lyra terbelalak.


Digenggamanya, Alessio mengeluarkan American Express centurion black card dan JP Morgan Reserve Card. Kartu orang orang paling kaya didunia yang memiliki limit tanpa batas! dan hanya diproduksi khusus untuk orang tertentu saja.


"itu saja? kau bisa membeli apapun dengan milikku. Nanti akan kubuatkan atas namamu".


Mulut Lyra mengangga lebar. Wow! jika seperti ini, ia benar benar selingkuhan ekslusif dengan bayaran jutaan dollar.


"Wow.. aku benar benar merasa seperti selingkuhan sungguhan seperti ini —lebih tepatnya pel*cur". Ejek Lyra.


Alessio menggerutkan keningnya —nampak tak suka. Namun kemudian ekspresinya berubah menjadi sebuah senyum miring, "selama hanya aku yang bisa membayarmu kenapa tidak? pel*cur pribadiku. Hanya milikku. Karena semua orang tidak bisa membayarmu kecuali aku".


Lyra tidak tahu harus bereaksi apa. Disisi lain ia harus marah ketika Alessio mengatainya sebagai pel*cur —walaupun ia yang mengatakannya lebih dulu. Namun ia pasti sudah gila karena jantungnya berdegup dua kali lebih cepat oleh deklarasi posessive dari Alessio.


"Setelah sarapan, aku akan mengantarmu kuliah". Ujar Alessio memecahkannya dari lamunannya. Lyra mengangguk.

__ADS_1


Menepati janjinya, Alessio mengantar Lyra menuju sekolahnya dengan Aston Martin-nya yang cukup menarik perhatian. Dan sebelum Lyra, keluar. Laki laki itu sudah terlebih dahulu mencuri ciuman darinya lalu kemudian terakhie mengecup pipinya. Debaran itu kembalu datang kepada Lyra.


Astaga.


__ADS_2