
......................
Saat ini, Lyra tengah berbaring diatas Alessio. Dengan ia yang menggambar pola pola abstrak dengan jari jarinya pada d*da Alessio. Dan laki laki itu yang tak berhenti mengelus punggungnya.
"Kau bosan, baby?". Tanya Alessio.
Lyra mengangkat kepalanya. Kemudian menggeleng dan memeluk Alessio erat. "Tidak. Aku nyaman disini". Ungkapnya.
Alessio terkekeh. "Yakin, tidak mau keluar?".
Mendengar itu, Lyra langsung menegakkan diri dan menatap antusias pada Alessio. "Serius? Aku bisa keluar?". Tanyanya seperti anak kecil.
"Tentu saja bisa, Princess. Siapa bilang kau tak bisa keluar?"
Lyra menunduk, memandang pada ujung ujung jarinya. "Aku tidak tahu. Aku hanya berasumsi aku tidak boleh keluar". Jawabnya jujur.
Alessio menatapnya tak suka, "Aku tidak akan mengurungmu disini, sayang. Kau bebas pergi kemanapun. Asal membawa bodyguard denganmu".
Perkataan Alessio membuat Lyra membelalakkan matanya. Ia kira Alessio akan menyembunyikannya disini untuk selamanya.
"Terimakasih". Ujarnya malu malu. Menyembunyikan pipinya yang tengah merona dari Alessio.
Alessio mengecup pelipisnya, "Kau mau kemana hari ini, princess?".
"Aku—aku mau berbelanja!". Jawabnya antusias.
Bibirnya terangkat begitu melihat wajah berbinar Lyra. Hatinya menghangat ketika melihat senyum tulus gadisnya. "Tentu. Aku akan bersiap".
Ketika Alessio berdiri. Lyra menatapnya bingung.
"Kau mau ikut?"
Alessio menatap Lyra seolah gadis itu menanyakan pertanyaan yang tak mau akal. "Tentu saja, sayang. Ada yang salah?"
"Tidak ada. Kupikir kau ada pekerjaan hari ini?"
"Tidak. Theo sudah mengurusnya, you don't need to worry. Just have fun today". Ujarnya
__ADS_1
[ Translate : Kau tidak perlu khawatir. Cukup bersenang senang sajalah hari ini ]
Lyra mengangguk. Kemudian bergegas pergi menuju walk in closet untuk memilih pakaian. Pilihannya tertuju pada flower sundres berwarna putih dengan bunga bunga kuning kecil dengan lengan tali pita dan kerutan dibagian bawah d*da.
Sembari menunggu Lyra yang tengah didandani oleh Nanny dan pelayannya. Alessio membuat sebuah panggilan, kemudian sambungan telepin pun tersambung.
"Aku ingin kau mengosongkan GUM sekarang juga".
Kemudian pria di seberang jaringan memberikan persetujuan atas perintah Alessio.
Alessio berbalik. Beralih berganti pakaiannya dengan turtleneck berwarna mocca dan celana putih. Menyemprotkan parfum dan mengecek Lyra.
Laki laki itu seketika terkesima ketika melihat tampilan Lyra. Menurut Alessio, warna putih adalah warna terbaik untuk dipakai Lyra —membuatnya nampak seperti seorang malaikat kecilnya. Apalagi dengan helaian coklat keemasan yang terjulur dibelakang punggungnya.
Laki laki itu kemudian memeluk Lyra dari belakang, menghirup dalam aromanya. "Kau membuatku ingin memakanmu, princess". Ujarnya serak.
Walaupun wajahnya sudah seperti kepiting rebus, Lyra mencebikkan bibirnya dan berkata manja. "Tapi aku ingin pergi belanja, Alessio". Manjanya.
Alessio terkekeh, kemudian mengelus rambutnya dan melepaskan pelukannya , "Baiklah baiklah. Ayo kita turun".
Mengambil tangan Lyra, Alessio mengenggamnya sampai mereka di mobil. Saat di mobil pun, laki laki itu masih terus mengenggamnya —dengan mereka berdua duduk dikursi penumpang.
Tak sampai beberapa menit, merekapun sampai di pusat perbelanjaan terbesar di Rusia yaitu GUM atau Glavny Universalny Magazin. Namun disini yang membuat ia heran adalah, di mall sebesar ini. Tak ada orang lain selain mereka dan bodyguard Alessio di belakang.
Lyra pun menyampaikan pertanyaanya pada Alessio. "Kenapa disini kosong?"
Alessio menatapnya tenang, "Karena aku sudah menutupnya untuk orang lain?".
Mulut Lyra ternganga saat mendengar pernyataanya. Gadis itu menatapnya tidak percaya, "Maksudmu, kau menutup seluruh mall ini hanya karena aku ingin berbelanja disini?".
Alessio mengendikkan bahunya acuh, "Aku tidak ingin kau sesak karena banyak orang nantinya"
Lyra masih benar benar menatapnya tidak percaya. Kemudian gadis itu tertawa. "Oh Tuhan, aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa".
Alessio memberikannya senyuman miring, "Well.. Kalau kau ingin membalas jasaku. Kau bisa pergi ke toko Lingerie di sebelah sana". Tunjuknya pada salah satu toko lingerie paling ternama 'Victoria secret'
Awalnya Lyra ingin menolak, namun sebuah ide nakal muncul dikepalanya. "Baiklah kalau itu maumu". Tanpa menunggu Alessio bereaksi, Gadis itu sudah menariknya menuju pada toko penjual busana busana haram itu.
Seorang pelayan toko menyambut mereka. Lyra dapat melihat telinga Alessio yang memerah ketika melihat koleksi pakaian dalam s*ksi yang ditampilan.
__ADS_1
Gadis itu menuntunnya pada salah satu sofa, kemudian mendorongnya untuk duduk. "Kau tunggu disini, aku akan memilih beberapa model dan akan kutunjukkan nantinya". Alessio mengangguk —matanya masih melihat kesana kemari.
Lyra dengan sigap pergi dan berkeliling toko. Mencomot setiap pakaian yang ia pikir menarik dan pasti membuat Alessio gila. Semua lingerie yang ia pilih pasti membuat laki laki manapun bertekuk lutut dihadapannya.
Setelah memilih lebih dari selusin lingerie. Lyra pun pergi ke ruang ganti yang ada didepan sofa dan mencoba satu persatu lingerie yang ia pilih. Yang pada setiapnya ia tampilkan pada Alessio dan meminta pendapat laki laki itu.
"Bagaimana penampilanku". Tanyanya sembari memutar mutar tubuh moleknya yang tengah menggenakan lingerie merah menyala dengan renda transparan yang membuat kulit seputih susunya terlihat, juga dilengkapi dengan garter belt. Membuat Alessio menenggak ludahnya dengan susah payah.
Mata abu abu laki laki itu sudah berkabut oleh n*fsu sekarang.
"Kemarilah, Princess". Ujarnya serak. Memberikan sinyal pada Lyra melalui tangannya.
Lyra pun berjalan dengan seduktif menuju Alessio. Menggoyangkan pinggulnya dan mengigit bibir bawahnya. Ketika ia sampai didepan Alessio, sebuah pekikan kecil lolos dari bibirnya tak kala laki laki itu menariknya ke dalam pangkuannya dan kemudian memberikan tamparan pada pant*tnya, Lyra membelalakkan mata.
"Itu hukuman untukmu, gadis nakal. Sekarang kau bawa semua lingerie iku pulang, aku tak sabar untuk merobeknya dari tubuhmu ketika aku memakanmu habis habisan nantinya". Ujarnya sembari memberikan jil*tan pada telinga Lyra.
Gadis itu mengangguk, kemudian bergegas pergi dan berganti pakaian. Disana, ia terlebih dahulu menenangkan debar jantungnya yang berirama dua kali lebih keras.
Setelah selesai, Lyra keluar ruang ganti dan memberikan semua lingerie itu pada pelayan tojo untuk dihitung nominalnya. Gadis itu kemudian berjalan menemui Alessio.
"Alessio. Aku mau ke kamar mandi sebentar". Pintanya memelas.
Alessio memandangnya sejenak, kemudian mengangguk. "Baiklah, aku akan mengantarmu kesana".
Lyra menggelengkan kepalanya dengan keras. Menahan Alessio yang sudah akan berdiri, "Tidak mau! aku malu, Alessio". Cicitnya, menunduk menyembunyikan wajahnya.
Alessio menatapnya tak suka, namun kemudian laki laki itu menghembusakan nafasnya. "Baiklah. Tapi segera kembali, atau kalau tidak aku sendiri yang akan menyusulmu"
Lyra mengangguk cepat, tidak ingin Alessio berubah pikiran. Iapun segera pergi ke kamar mandi perempuan dan menyelesaikan urusannya.
Setelah selesai, ia menatap ke arah cermin untuk memastikan bahwa penampilannya baik baik saja ketika ia dikejutkan dengan kehadiran seseorang dibelakangnya.
Alberto Moretti.
......................
Kemarin mau Update tapi masih ada deadline di platform lain gais.
Jangan Lupa vote, like dan komen ya.. Kalau aku lihat antusian kalian jadinya semangat up sehari lebih dari satu chapter..♡´・ᴗ・`♡
__ADS_1
Xoxo.