
......................
Elain memandang dengan sayu pada pantulan dirinya sendiri yang ada di kaca besar didepannya. Wajahnya yang tengah di rias sama sekali tidak menunjukkan kebahagiaan padahal hari ini adalah hari pentingnya.
Ya, hari pernikahan Elain dan Dominick akhirnya datang.
Setelah dua minggu, melalui masa canggung dengan Dominick. Akhirnya mereka pun menikah.
Hubungannya dengan Dominick lebih renggang dari sebelumnya. Selama ini mereka jadi jarang berbicara. Suasana terasa sangat canggung diantara mereka berdua.
Ia tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan saat bertemu dengan Dominick nanti. Haruskah ia menampilkan senyum bahagia?
Tetapi kenapa yang dirasakan Elain nyatanya adalah keterbalikannya?
Seharusnya ia menjadi orang paling bahagia sedunia bukan?
Bagian dari dirinya meraung tidak terima. Namun Elain tetap mencoba untuk tersenyum. Lagipula bukankah ini yang dari awal Elain inginkan?
Menikah dengan Dominick Ivanov.
Lalu kenapa ia malah menjadi wanita paling menyedihkan di dunia?
Make up nya sudah selesai. Kini giliran menata rambutnya. Gadis itu menatap ke arah kaca lagi, mendapati pantulan gadis cantik bermata coklat yang benar benar menawan. Dengan wajahnya yang dipoles elegan serta kerlap kerlip gaun pernikahannya yang bergemerisik indah membuat Elain merasa seperti seorang putri.
Namun ketika ia menatap pada mata itu. Ada sesuatu yang kurang. Binar bahagia yang seharusnya ada kini tak lagi terlihat di matanya. Ia meremat erat gaunnya sendiri. Elain merasa seperti boneka kosong.
"Ini hari pernikahanmu sendiri, kenapa terlihat sedih, adikku? Apa kau gugup?".
Elain menoleh kebelakang. Mendapati kakaknya Igor berjalan ke arahnya. Semua perias sudah keluar dari ruangan.
"Kakak! kau mengagetkanku!". Elain memaksakan senyumannya dan pergi bergelayut di lengan kakaknya.
Kakaknya tersenyum. Namun Elain bisa melihat senyuman itu yang terdapat dalam dirinya. Mereka sama sama memalsukan senyumannya.
"Mau kabur? ini belum telat untukmu pergi"
Elain membulatkan matanya mendengar pernyataan Igor. Memang beberapa hari ini, karena sudah putus asa Igor memberikannya solusi untuk kabur saja dan melepas nama Volkova. Kakaknya itu juga menjanjikan bahwa ia akan memenuhi semua kebutuhan Elain dan apapun yang diinginkan gadis itu.
Namun Elain menolak. Ia tak mau menambah masalah bagi Igor. Sudah cukup apa yang selama ini dilakukan Igor untuknya. Lagipula disini juga yang dipertaruhkan adalah nama baik keluarga mereka.
"Tidak mau. Lagipula, kakak ini bukannya mendukung malah menyemangati adiknya kabur. huft". Canda gadis itu.
Tak disangka, Igor justru menampilkan raut muka sedihnya. Kemudian tiba tiba memeluknya erat. Tak lama kemudian ia merasakan tubuh kakaknya bergetar.
Igor Volkov menangis.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku tidak bisa memperjuangkan kebahagiaanmu. Aku gagal menjadi kakak. Maafkan aku, Elain adikku".
Elain yang mendengar pernyataan pilu kakaknya itupun sekuat tenanganya menahan air mata yang sudah merengek meminta dikeluarkan. Ia tidak mau menghancurkan riasan wajahnya.
"Kakak, jangan menangis. Atau kau akan membuatku menghancurkan riasanku".
Gadis itu menepuk nepuk punggung tegap kakaknya. "Ini sama sekali bukan salahmu. Aku sudah menerima takdirku. Kau sudah menjadi pendukungku yang terbaik hingga saat ini. Aku sangat beruntung menjadi adikmu"
Igor pun menarik diri. Menatap pada wajah tulus adiknya, serius. Elain adalah wanita tercantik setelah ibunya, dan akan selalu begitu. Bahkan disaat saat seperti inipun gadis itu mampu bersinar disaat sinar kebahagiaan sendiri redup dari matanya.
Si*lan memang Dominick! ia akan membunuhnya jika laki laki itu berani menyakiti adiknya!
Kemudian pintu kembali terbuka. Kedua bersaudara itu sama sama menoleh dan melihat Papa mereka, Ivan Volkov berdiri disana.
Ya, walau bagaimanapun juga. Ivan masih berstatus sebagai orang tuanya. Maka dari itu ialah yang akan mengantar Elain sampai ke altar nanti.
"Papa". Sambut Elain. Yang diangguki oleh Ivan.
"Ayo. Semua sudah menunggu kita". Ujar Ivan.
Elain hendak maju. Namun sejurus kemudian ia merasakan tangannya yang ditahan oleh kakaknya. Ia menoleh kesamping. Igor sama sekali tidak menatap ke arahnya. Melainkan ke pada Ivan. Kakaknya juga memberikan pandangan tajam pada Papanya.
Elain menyadari, setelah kejadian itu. Hubungan kakak dan papanya memang sedikit merenggang —tapi bukan berarti tidak merenggang sebelumnya. Hanya saja sekarang atmosfir rumah benar benar dingin. Ivan dan Igor yang biasanya mampu sarapan di meja makan yang sama pun mulai tak terlihat.
Kakaknya selalu menghindari Papanya jika ada dirumah. Itupun walaupun mereka bertemu, Igor selalu melayangkan tatapan tajamnya pada Papanya.
Elain jadi bertanya tanya darimana Igor bisa mendapatkan keberanian sebesar itu. Selama ini mereka berdua selalu menurut akan apapun yang Papa mereka katakan. Terutama Igor, karena ia adalah pewaris keluarga mereka. Namun sekarang? hubungan keduanya bahkan renggang.
Kemudian mereka bertiga pun memasuki limousin. Elain sedari tadi tak henti hentinya menatap ke arah luar jendela.
Selang beberapa menit, merekapun sampai ke Gereja Katolik Presvyatogo Serdtsa Iisusa. Yang berjarak kurang lebih seribu km dari pusat kota Moskow. Berada di pinggiran sungai Volga, Gereja ini merupakan salah satu Gereja paling bersejarah di Rusia.
Upacara yang diadakan cukup sederhana. Hanya didatangi oleh orang orang terdekat mereka saja. Media pun dilarang meliput acara ini untuk menjaga ke-sakral an upacara. Elain pun turun.
Kemudian papanya menawarkan tangan, Elain menghela nafasnya dan mengaitkan tangannya di lengan Ivan.
Oke, ini saatnya.
Saat ia masuk, alunan biola pun terdengar. Bersamaan dengan para tamu undangan yang berdiri. Namun pandangan Elain hanya lurus kedepan, pada calon suaminya.
Dominick Ivanov. Pria itu terlihat tampan dengan tuxedo hitam yang memancarkan kontras mata birunya. Lagi lagi, Elain gagal dibuat tidak terpesona olehnya.
Ia benar benar keringat dingin, apalagi saat ia sampai di depan Dominick dan papanya menyerahkannya pada pria itu. Dominick sedari tadi tersenyum padanya, tapi Elain tahu, sama dengannya itu juga adalah sebuah senyuman palsu.
Akhirnya mereka berdua pun bergandengan, saling menatap di depan pendeta. Elain menatap gugup pada orang orang.
Semua kerabat mereka diundang. Termasuk teman temab Dominick dan teman kerja kedua keluarga.
__ADS_1
Sayangnya Elain tidak melihat Lyra disini.
Pendeta pun memulai upacaranya.
"Dominick Alfonso Ivanov and Elain Queensha Volkova, have you come here freely and without reservation to give yourselves to each other in marriage?"
"I do"
Elain mengambil nafas. Lalu menjawab, "I do"
"Will you honor each other as man and wife for rest the of your lives?"
"I do"
"i do"
"Will you accept children lovingly from God, and bring them up according to the law of Christ and his church?”
"i do"
"i do"
Lalu, Dominick mengambil sumpah pernikahan mereka. Didepan seluruh undangan, didepan pendeta dan didepan Tuhan.
"I, Dominick Alfonso Ivanov, take you, Elain Queensha Volkova, to be my wife/husband. I promise to be true to you in good times and in bad, in sickness and in health. I will love you and honor you all the days of my life."
Elain dapat merasakan air matanya yang berada di ujung tanduk.
"I, Elain Queensha Volkova, take you, Dominick Alfonso Ivanov, for my lawful wife/husband, to have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, until death do us part."
"You may kiss the bride"
Perlahan namun pasti, Dominick mendekat. Masih dengan keadaan mengenggam tangan Elain, laki laki itu menciumnya lembut. Tidak ada ******* penuh nafsu, hanya kecupan lembut. Namun bisa membuat Elain merasakan kembang api di perutnya.
Ia mendengar suara tepukan dari tamu undangan.
Sekarang ia dan Dominick resmi menikah.
......................
**Ini kalian butuh translate-an nya ga? Kalau iya nanti aku kasih di komen paragraf. Soalnya rada gimana gitu kalau semisak kita sumpah pernikahannya pakai b Indo huhu😭
Btw, besok udah sekolah ding. Ngeri banget hehe..
Kasih ucapan selamat dong, buat Mrs.Ivanova kita wkwkwk..🥳
Jangan Lupa vote, like dan komen ya.. Kalau aku lihat antusian kalian jadinya semangat up sehari lebih dari satu chapter..♡´・ᴗ・`♡
__ADS_1
Xoxo.
- Balqis istrinya NaNa**