Pengantin Kedua Tuan Muda

Pengantin Kedua Tuan Muda
CHAPTER 56 | Between Siblings


__ADS_3


......................


Elain pulang dengan diam diam. Ia bahkan memberitahu security untuk tidak memberitahu orang rumah jika ia datang, karena ia sendirilah yang akan memberitahu mereka. Ia juga memarkirkan mobil Porsche nya dengan pelan.


Kemudian gadis itu berjalan memasuki Mansion Volkov. Ia mengintip dan melihat keadaan rumah yang sepi, Elain menghembuskan nafasnya lega.


Gadis itu kemudian naik ke tangga hendak menuju kamarnya untuk rebahan. Namun ketika ia melewati kamar kakaknya, dengan tak sengaja ia mendengar suara disana.


Suara Ivan dan Igor.


Sebelumnya Elain langsung ingin mengacir menuju kamarnya, namun ia mendengar suara tinggi Igor yang terdengar sampai ke luar.


Gadis itu kemudian mendekat. Dan menempelkan daun telingannya ke pintu.


"Bagaimana papa bisa melakukan ini pada Elain! papa tidak bisa seenaknya seperti ini!"


"Jangan berbicara kurang ajar pada papa, Igor. Semua yang papa lakukan itu demi kebaikan Elain"


"Hah.. Kebaikan Elain papa bilang? papa? Orang yang tidak pernah menoleh padanya? bisa bisanya berkata seperti itu. Papa bahkan tidak tahu apa yang membuat Elain bahagia! Papa hanya melakukannya untuk kebaikan Papa sendiri!"


"Jaga bicaramu Igor!"


"Aku yakin, jika mama tahu tentang ini. Mama pasti akan kecewa pernah meninggalkan Elain pada Papa, karena nyatanya Papa gagal menjadi orang tua untuk Elain"


"IGOR!"


Elain terkesiap dan menutup mulutnya dengan reflek begitu mendengar suara tamparan didalam sana. Gadis itu kemudian berlari menuju kamarnya dan mengunci pintunya.


Kemudian ia terduduk di kasurnya. Elain mengatur nafasnya. Gadis itu masih syok dengan apa yang terjadi.


Kakaknya membelanya didepan papanya, bukan hanya itu bahkan sampai Ivan menamparnya. Elain menyerap itu semua.


Dia benar benar menyesal sudah meragukan Igor. Ia menyangka kakaknya akan menuruti apapun kemauan Ivan. Namun ternyata ia salah.


Ia benar benar menyesal.


Sejurus kemudian, pandangannya tertuju pada apa yang ada di meja. Sebuah bacon dan telur yang disajikan diatas piring. Lengkap dengan sebuah toast. Elain melihat rupa telur yang tak karuan bentuknya, serta toast yang sedikit gosong itu. Matanya menilik pada secarik kertas yang ada di pojokkan.


Jangan lupa dimakan, adikku❤


- Kakakmu yang paling tampan.


Elain terkekeh melihat isi notes yang diberikan oleh Igor. Memang benar dugaanya bahwa Igor yang membuat ini semua. Terbukti dari rupa makanan yang sedikit gosong. Namun Elain sangat menghargainya. Gadis itu tahu betapa Igor benci berada di dapur dan tidak bisa memasak.

__ADS_1


Namun kakaknya masih membuatkannya ini.


Benar benar membuat Elain tersentuh.


Ia masih sibuk menatap pada makanan yang ada di depannya ketika ia mendengar suara pintu balkonnya yang terbuat dari kaca diketuk. Gadis itu menoleh, mendapati kakaknya Igor yang berdiri di luar balkonnya sembari mengetuk pintunya.


Gadis itu bergegas menuju pintu dan membukakannya. Kemudian membiarkan Igor masuk.


Ketika kakaknya sudah sampai didalam, Elain baru meneliti tampilannya. Baju kusut dan acak acakan, wajah tampan Igor terlihat letih. Kemudian gadis itu terkesiap ketika melihat sudut bibir Igor yang sobek.


Gadis itu reflek mencari tangan Igor dan mengenggamnya. Membuat laki laki yang notabenya sebagai kakaknya tiba tiba meringis kesakitan.


Elain tidak tahu kenapa, namun matanya terbelalak begitu melihat ruam merah di tangan Igor yang ia genggam.


"Astaga, kakak! Apa yang terjadi dengan tanganmu!". Serunya. Gadis itu beralih mengenggam lengan Igor dan membawanya ke kasurnya. Membuat laki laki itu duduk.


Elain dengan sigap mencari kotak p3k yang ia letakkan di kamar mandi. Lalu membawanya kembali kepada Igor.


Gadis itu berlutut didepan kakaknya. Kemudian mengambil kapas dan alkohol kemudian menekan nekannya pada luka bakar di tangan Igor.


"Kau ini kenapa, sih? kok bisa jadi seperti ini?". Omel Elain.


Igor menggaruk tengkuknya. "Aku tadi tidak sengaja menyentuh wajan yang panas, hehe.."


Elain semakin melotot. "Kau gila! sudah tahu tidak bisa masak, tapi kenapa masih memaksakan diri?". Omel Elain.


Dengan itu, tatapan Elain pun melembut pada Igor. Hatinya benar benar tersentuh.


"Tapi kau bisa menyuruh pelayan untuk membuatkannya?"


"Aku ingin membuatnya sendiri untukmu"


Elain menunduk. Berusaha menahan air mata yang memaksa untuk keluar.


"Aku, minta maaf, kakak"


Igor terlihat terkejut dengan kata kata Elain. Ditambah lagi adiknya itu sedang tertunduk didepannya. Ia pun meraih dagu Elain dan membuat adiknya mendongak. Memperlihatkan wajah sedih dengan mata berkaca kaca.


"Hei, kenapa sedih?"


Elain memukul pelan paha Igor. "Kakak! lain kali jangan berlaku seperti itu! aku tidak mau kau terluka. Jangan memaksa juga jika tidak bisa, nanti kau terluka".


Igor kemudian membawa adiknya dalam dekapannya. Kemudian mengusap ngusap punggungnya untuk menenangkannya. Gadis itu bergantung pada Igor.


Sejak dulu, kakaknya ini memang selalu menjadi sandarannya. Ketika Ia dibully habis habisan disekolah, Igor lah yang selalu menjadi perisainya. Hingga kakaknya diancam dikeluarkan dari sekolah karena terus terusan berkelahi.

__ADS_1


Elain tentu tidak mau. Maka dari itu diputuskan bahwa ia akan homeschool saja. Demi nama baik keluarga mereka.


Disaat papanya diam saja, Igor lah yang bergerak menggantikan peran papa yang hilang didalam hidupnya. Laki laki itu mampu menjadi sosok kakak sekaligus ayah baginya. Walaupun terkadang Elain merasa terkekang, ia yakin jika maksud dari kakaknya itu baik.


Igor ingin melindunginya dari dunia luar.


"Ini hanya luka biasa. Hanya luka ringan. Tidak perlu khawatir". Ujar Igor menenangkan adiknya.


Tak disangka Elain justru menangis lebih kencang. Gadis itu mencengkram kaos yang dipakai oleh kakaknya.


"Aku.. tadi juga mendengar percakapan kakak dengan Papa"


Igor menghela nafas. Tangannya menyusuri surai coklat adiknya. "Aku tahu"


Elain terkejut. Kemudian menarik diri dari kakaknya dan menatap Igor tidak paham. "Huh? bagaimana kau bisa tahu?"


"Tadi aku mendengar suara langkah kaki dari luar?".


"Maafkan aku... Gara gara aku kakak jadi kena tampar papa"


Igor mengenggam tangan mungilnya. "Hey, tidak apa apa. Kakak sangat menyayangimu, aku akan melakukan apapun agar kau bahagia. Maaf jika aku tak bisa menyakinkan papa lebih dari ini"


Elain pun memeluk Igor kembali.


"Aku menyayangimu, kak"


"Aku lebih menyayangimu, adikku"


......................


Anjay bedmud bgt gais. Garagara tahun baru guru saia kasih tgs 8 subjek dari jam set 7 deadline jam 8.


Keriting pls ini jari🤮


Aslinya ini udah siap update dari siang. Cuma kurang edit sama revisi aja sie, soalnya kadang meski udah aku bold sama italic disini bakalan balik ke font biasa.


Tapi krn tugas... ah sudahlah🥱


SELAMAT TAHUN BARU


Btw next chapter nikahannya Elain nih hehe..


Jangan Lupa vote, like dan komen ya.. Kalau aku lihat antusian kalian jadinya semangat up sehari lebih dari satu chapter..♡´・ᴗ・`♡


Xoxo.

__ADS_1


- Balqis istrinya NaNa


__ADS_2