Pengantin Kedua Tuan Muda

Pengantin Kedua Tuan Muda
CHAPTER 41 | The Godfather


__ADS_3


......................


"Alberto?".


Lyra menatap takut pada Alberto. Dengan keadaan tubuhnya yang terikat diatas kursi membuatnya tidak bisa melakukan apa apa.


Alberto menatapnya khawatir. Kemudian laki laki itu bergerak untuk menyentuh wajahnya dan Lyra menghindar.


Lyra dapat melihat raut kekecewaan di wajah laki laki itu. Namun kali ini ia benar benar takut, Alberto membawanya ke tempat yang sama sekali tidak ia kenal.


Alberto menatap sedih pada Lyra. Melihat satu satunya wanita yang selalu ada dihatinya itu menatapnya bak binatang yang ketakutan akan pemburu, seolah ia tega menyakitinya.


"Alberto.... Dimana kau membawaku? kenapa aku bisa ada disini?". Lyra berbisik. Mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.


"Aku tidak tahu neonata".


"Apa maksudmu tidak tahu?". Tanya Lyra sedikit lebih keras. Alberto reflek membungkam mulutnya dengan telapak tangannya.


"Ssst..... Jangan berisik. Atau tidak penjaga yang ada diluar akan datang kesini".


Untuk sejenak mereka sama sama terdiam. Kemudian setelah dirasa keadaan sudah tenang. Alberto memberikan isyarat pada Lyra yang diangguki oleh gadis itu. Alberto pun membuka bekapannya pada Lyra.


"Aku juga tidak tahu sejujurnya. Mereka memberikanku sebuah undangan untuk kesini. Saat aku kesini, aku melihat dirimu yang dibawa keluar dari dalam mobil. Aku langsung mengikutimu hingga kemari dan berhasil mengelabuhi penjaga yang ada diluar".


Lyra mengangguk. Sebenarnya ia tidak percaya penuh dengan perkataan Alberto. Namun ditempat ini seseorang yang familie baginya hanyalah Alberto.


"Siapa yang mengundangmu kemari? tempat apa ini?"


Alberto ragu ragu menjawab.


"Sebenarnya aku tidak tahu. Identitas pengirim undangan itu atas nama anonim. Kukira itu adalah orang iseng awalnya. Tapi ternyata surat itu datang dengan tulisan 'tamu spesial dari Rusia' maka dari itu aku mengira itu adalah sebuah perangkap".


"Namun disisi lain aku juga merasa aneh. Ada sesuatu yang janggal di undangan ini, pertama karena mereka menggunakan segel rahasia para petinggi yang diketahui oleh orang tertentu saja". Lanjut Alberto.


"Lalu, apa kau tahu siapa yang mengirim undangan itu?"


"Tidak. Tapi aku punya kecurigaan"


Lyra sangat tertarik mendengarnya. "Dan siapa itu?"


"The Godfather"


Lyra pernah mendengar nama itu. Selama ini mungkin di media televisi ataupun internet. Namun ia sangat awam dengan istilah itu.

__ADS_1


"The Godfather? apa itu Alberto?"


Alberto menghela nafasnya. Kemudian menatap Lyra lurus dimatanya. "Kau tahu Pakhan?"


Tentu saja Lyra mengangguk, karena Alessio adalah penerus pakhan.


"The Godfather adalah semacam Pakhan dalam organisasi kami. Namun tidak seperti Pakhan, identitas mereka terjaga rahasia. Kami tidak pernah berhadapan langsung dengan Godfather, namun jika iya maka itu adalah masalah yang sangat serius. Orang diluar organisasi kami tidak tahu siapa Godfather yang sebenarnya karena memang identitas mereka sangat dirahasiakan".


"Lalu, kau mengira bahwa ini adalah perintah The Godfather? Namun untuk apa menculikku? aku bahkan tidak pernah berhubungan dengan organisasimu". Protes Lyra.


Alberto menyampirkan anak rambutnya ke belakang telinga, Lyra tidak dapat menepis tangannya karena kedua tangannya tengah terikat. "Neonata, tidakkah kau tahu. Hubunganmu dengan Pakhan heir saja sudah membuatmu berada dalam bahaya besar"


Tentu saja Lyra tidak bodoh untuk menyadari hal itu. Sejak awal ia sudah mewanti wanti hal ini. Sekarang, karena kebodohannya sendiri ia bisa ada disini.


Maka dari itu ia akan bertekat untuk keluar. Lyra memberikan tatapan memelasnya pada Alberto, ditambah dengan matanya yang berair. Sebuah ekspresi yang mampu meluluhkan Alessio sebelumnya —ia akan mencobanya pada Alberto.


"Bantu aku keluar, Alberto"


Laki laki itu mengusap wajahnya kasar. Nampak tak berdaya begitu Lyra menatapnya seolah ia adalah pahlawan penyelamat yang ia tunggu tunggu.


"Aku tidak bisa". Laki laki itu berkata dengan serak.


"Kenapa tidak bisa?


"Kau tidak tahu. Sekarang lokasi kita adalah ditengah antah berantah dengan ratusan penjaga diluar sana. Walaupun aku bisa membantumu lari, kita tak akan bertahan sampai seratus meter. Para regu penjaga akan langsung menangkap kita"


Alberto melihat raut putus asa di wajah Lyra pun cepat cepat menambahkan.


"Jangan khawatir. Aku akan mencari cara untuk membantumu keluar. Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu"


Lyra mengangguk. Berdoa pada Tuhan untuk memberikannya keselamatan dari tempat ini.


......................


"Aku tidak peduli! kau harus menemukannya, tidak peduli sesusah apapun itu". Titah Alessio pada semua orang.


Viktor pun mulai mengetikkan sesuatu di layar komputernya dengan jari jarinya. Theo dan Aleksei pergi meninggalkan ruangan dengan pistol di saku celana mereka. Mereka semua ditambah dengan orang orang suruhan Alessio mulai melaksanakan tugas masing masing.


Alessio memijit keningnya. Begitu tahu Lyra hilang, ia memanggil semua pasukan pencari sekaligus pasukan darurat. Para Bratva pun tak kalah ia berikan perintah untuk terus melakukan pencarian beruntun untuk Lyra.


Baru sehari, namun laki laki itu sudah sangat lelah. Ia sangat membutuhkan Lyra berada disisinya kali ini.


Tidak, gadisnya itu lebih membutuhkannya. Ia tak bisa membayangkan wajah Lyra yang menangis meminta pertolongannya. Gadis itu pasti sangat takut, hatinya terasa remuk ketika membayangkannya.


Seharusnya memang ia tidak meninggalkannya, ini semua salahnya. Lyra dibawa karena ia adalah Alessio Romanov. Lebih baik ia ditembak saja daripada merasakan rasa putus asa dan sakit seperti ini.

__ADS_1


Ia benar benar tidak bisa ditinggal oleh Lyra. Alessio kacau, dunianya terasa hilang. Senyum Lyra yang biasanya menghangatkan hatinya kini hilang, dan digantikan oleh rasa dingin yang menusuk raganya.


"Kembalilah, Princess". Gumamnya.


Diruangan ini hanya tersisa Alessio, Dominick, Igor dan Alexander. Maxim sedang berada di Roma karena terakhir ia mendapat petunjuk disana.


"Ini bukanlah kebetulan belaka. Pertama Elain dan sekarang Lyra. Aku benar benar yakin jika ini adalah ulah para Italia si*lan itu!". Geram Igor. Laki laki itu benar benar kesetanan ketika mengetahui adiknya nyaris saja ditangan para penyerang.


"Lalu apa motif mereka menculik Lyra?". Tanya Dominick.


Alexander. Yang walaupun dengan raut dinginnya— laki laki itu sedari tadi tak kalah kalut dengan Alessio. Mengerahkan seluruh anak buahnya sekaligus anak buah gabungan dari koneksi yang ia punya. Laki laki itu mejawab dengan nada mematikan.


"Itu simpel. Karena Lyra berhubungan dengan Alessio"


Perkataan Alexander sukses membuat diam satu ruangan. Ketegangan meliputi seluruh area, Aura Alessio pun lebih gelap daripada sebelumnya.


"Apa kau bilang?". Suaranya dingin dan tajam. Bahkan Igor saja bulu romanya berdiri mendengarnya.


"Itu karena ia berhubungan denganmu, Alessio".


Alessio membalikkan tubuhnya. Menatap lurus pada Alexander. Kemudian menodongkan pistolnya, dan menekan pelatuknya tanpa dua kali berpikir.


Kabar baiknya, peluru itu menancap tepat di dinding sebelah kepala Alexander. Hanya satu senti saja, maka dipastikan darah akan keluar dari kepala Alexander.


"Kuperingatkan padamu. Jangan pernah kau masuk dalam hubungan kami, atau jika tidak aku akan benar benar membolongi kepalamu. Aku tidak pernah meleset, Alexander. Ketahuilah batasanmu".


......................


Kalau kalian masih bingung, boleh lihat gambar dibawah.



•| Yang paling atas itu BOSS atau DON : Nah kita disini nyebutnya kalau Rusia itu PAKHAN kalau Italia itu THE GODFATHER. Mereka ini benar benar yang ngendaliin seluruh organisasi. Nah The GODFATHER ini biasanya dipanggil 'Don'. Perbedaan mereka adalah, disaat semua orang tahu identitas PAKHAN, The GODFATHER ini benar benar disembunyiin, cuman inner circle ( kalau orang indo bilangnya orang dalam yang tahu). Nah semua orang itu disumpah dengan kode Omerta, yaitu mereka diminta diam atau nanti nyawa melayang.


•| Kedua ada Underboss : Mereka ini anak pertama laki laki yang bakalan jadi penerus Boss besar. Contohnya Alessio. Mereka yang dilatih buat jadi penerus. Nah bedanya lagi, di COSA NOSTRA ( Organisasi Mafia Italia ) itu yang jadi Underboss gak selalu anak, bisa jadi sanak saudara dll. Nah peran mereka di Cosa Nostra pun beda, karena The Godfather itu benar benar disembunyiin keberadaanya, si Underboss ini nih yang bakalan dijadiin tameng ke publik. Mereka yang seakan akan dikenalin sebagai Don padahal aslinya nggak, jadi kalau ada penyerangan, si Don nggak kena. Tapi yang kena Underboss-nya.


•| Ketiga ada Consigliere : Mereka ini orang terpercaya Pakhan atau The Godfather. Orang kedua setelah boss besar. Contohnya, Ayahnya Theo dan setelah itu Theo.


•| Capo : Nah mereka ini anggota keluarga yang memimpin pasukan atau orang orang terpercaya. Contoh, Viktor dan Aleksei.


Yang nggak ke deskripsi itu Dominick, Igor, Maxim dan Alexander. Mereka itu anggota Bratva, posisinya satu tingkat dibawah Underboss. Para tiang Bratva dibawah pimpinan Pakhan atau Don.


Oke, paham? Kalau ada yg gapaham boleh tanya ke aku.


Jangan Lupa vote, like dan komen ya.. Kalau aku lihat antusian kalian jadinya semangat up sehari lebih dari satu chapter..♡´・ᴗ・`♡

__ADS_1


Xoxo.


__ADS_2