Pengantin Kedua Tuan Muda

Pengantin Kedua Tuan Muda
CHAPTER 66 | Family


__ADS_3


......................


Setelah menyelesaikan sarapannya. Yang tentu saja dibantu oleh Alessio, Lyra kemudian bersiap siap. Dibantu oleh Nanny nya untuk menyisir rambutnya.


Setelah selesai, ia menatap pada pantulan dirinya yang berada dikaca. Cantik sekali, batinnya. Ya, anggap saja ia terlalu percaya diri atau apalah. Tapi hanya orang buta saja yang akan mengatakan jika dirinya ini jelek.


Saat asyik menggagumi kecantikannya. Gadis itu merasakan Alessio yang sudah ada di belakangnya. Laki laki itu memegang pundaknya, kemudian menyampirkan rambutnya dan mengecup pundaknya yang terekspos. Mata mereka masih terjalin di pantulan cermin.


"Baby, aku harus pergi". Ujar Alessio tiba tiba.


Mood Lyra yang awalnya membaik kini benar benar hancur ketika Alessio berkata demikian. Ia pikir ia akan menghabiskan waktunya bersama Alessio hari ini. Namun ternyata ia salah, bahkan Alessio baru saja datang. Dan sekarang laki laki itu mau pergi lagi?


Ia menepis tangan Alessio yang ada di pundaknya. Lalu, berjalan menjauh tanpa menghiraukan Alessio yang menatapnya bingung.


Gadis itu berlalu untuk mengambil buku di rak buku yang tersedia di kamar. Wajahnya sudah sangat muram. Ia sangat tidak ingin menatap Alessio saat ini.


Alessio tentu menyadari akan mood Lyra yang memburuk. Laki laki itu lalu mendatangi Lyra dan hendak memegang tangannya namun justru ditepis oleh gadis iti secara kasar.


Alessio mengusap wajahnya dengan kasar, "Lyra....".


Lyra sama sekali tidak menghiraukan eksistensinya.


"Jangan seperti ini". Ujar Alessio penuh penekanan.


Lyra kemudian menutup bukunya dengan kasar sehingga menyebabkan buku dengan sampul tebal itu mengeluarkan bunyi cukup keras. Kemudian gadis itu menatap tajam pada Alessio.


"Apa lagi? Kau mau aku bersikap seperti apa? Senang jika kau pergi?". Ujar Lyra sembari tertawa sarkas.


"Maaf. Tapi ini benar benar penting". Alessio berusaha memberikan Lyra penjelasan.


"Kau sudah mengatakan itu dari kemarin. Ini penting, itu penting. Tapi apa aku memang tidak sepenting itu untukmu?".


"Bukan begitu. Tapi ini memang masalah pekerjaan yang harus aku urus".

__ADS_1


Lyra terdiam. Jika sudah begini, apa benar ia memang egois karena terlalu memaksakan kehendak sendiri? Tapi ini benar benar keterlaluan. Sampai kapan Alessio akan keluar? Apakah akan selalu seperti ini untuk kedepannya?


Gadis itu tertunduk, lalu bergumam lirih. "Padahal orang tuaku akan datang pagi ini".


Sontak Alessio membulatkan matanya. Terkejut akan informasi yang baru saja Lyra berikan.


"Apa? Sekarang? Kenapa baru bicara sekarang. Astaga, Lyra...". Laki laki itu berucap frustasi. Alessio menyugar rambutnya ke belakang.


Lyra pun memilin jarinya. Ia tidak mau mengakui bahwa ia salah, maka dari itu ia menjawab Alessio. "Ya kan aku sudah memberitahumu sekarang!"


"Tapi kan...."


Belum sempat Alessio menyelesaikan ucapannya. Suara ketukan pintu membuyarkan percakapan yang terjadi diantaranya. Laki laki itupun bangkit dan membuka pintu.


Terlihat seorang pelayan yang tengah menunduk.


"maaf menganggu anda Tuan Muda. Tapi anda kedatangan tamu yang mengaku sebagai keluarga Nona Estrella".


Mendengar itu, sontak Lyra pun berdiri dan menurunkan bukunya, gadis itu lalu berjalan keluar dan menarik tangan Alessio. Melupakan rasa marahnya pada laki laki itu.


"Ayo Alessio". Ajaknya tanpa menunggu persetujuan dari Alessio dan langsung menyeret laki laki itu menuju pintu depan. Gadis itu lalu membuka pintu dan langsung disambut wajah mommy, daddy dan Leo. Lyra pun memekik bahagia.


"What the f*ck! kenapa kau juga disini Moretti?"


......................


"Jadi, bagaimana daddy bisa kesini dengan Alberto?"


Ya, yang dimaksud oleh Alessio tadi adalah Alberto Moretti yang tiba tiba saja sudah datang bersama dengan keluarga Lyra kesini.


Sekarang, mereka semua sudah duduk di sofa ruang tamu. Dan sedari tadi Alberto dan Alessio tidak berhenti melemparkan tatapan tajam pada satu sama lain.


"Tadi saat daddy mau pergi. Kebetulan Alberto sedang berkunjung ke rumah. Dan semenjak daddy lupa bertanya dimana alamatmu, jadinya daddy ajak saja Alberto kesini"


Lyra manggut manggut mendengar penjelasan daddynya. Kemudian ia melirik ke sebelahnya pada Alessio yang tengah menatap tajam pada Alberto. Lyra lalu menyikut perutnya dan membuat perhatian Alessio kini teralihkan padanya.

__ADS_1


"Kau tidak jadi pergi?"


Alessio menatapnya tidak percaya. "Dan membiarkanmu disini bersama Alberto? tidak tidak"


Lyra menghela nafas. Apalagi dengan laki laki ini, tadi siapa yang ngotot mau pergi karena ada urusan. Dan sekarang....


"Ish.. tidak apa apa. Aku kan mau menghabiskan waktu dengan daddy dan mommy". Jawabnya.


"Hei, bagaimana denganku?". Protes Leo yang sama sekali tidak digubris oleh Lyra.


Alessio nampak berpikir sejenak. Kemudian akhirnya laki laki itu mengangguk pasrah.


"Baiklah, aku pergi dulu. Jaga dirimu, Aleksei akan segera pulang. Jika ada apa apa langsung hubungi saja aku". Lyra mengangguk akan pesan Alessio. Laki laki itu memberikan ciuman di kening Lyra sembari menatap tepat di mata Alberto


Alessio lalu berpamitan pada keluarganya. Kemudian pergi.


"Daddyy... aku sangat rindu". Setelah Alessio pergi, Lyra langsung melemparkan dirinya pada pelukan daddy nya yang menyambutnya.


"Tidak rindu mommy?". Canda mommy nya.


Lyra pun tertawa, lalu balas memeluk erat mommynya.


"Hei sudah sudah... kau pasti sangat merindukanku ya". Ucapan Leo dibalas dengan dengusan oleh Lyra. Leo yang merasa tidak terima lalu mengacak rambut adiknya.


"Hei...." Protes Lyra. Kemudian gadis itu meraih tangan Leo dan mengigitnya sampai kakaknya itu mengaduh kesakitan dan mengusap tangannya.


Kedua orang tua mereka terkekeh melihat kelakuan kedua anak mereka.


Sementara Alberto masih betah menjadi pengamat diantara keduanya.


......................


Oke, habis ini langsung ke konflik utama kita. Jadi siapin ati ya... #Jiakhh


Jangan Lupa vote, like dan komen ya.. Kalau aku lihat antusias kalian jadinya semangat up sehari lebih dari satu chapter..♡´・ᴗ・`♡

__ADS_1


Xoxo.


- Balqis istrinya NaNa


__ADS_2