Pengantin Kedua Tuan Muda

Pengantin Kedua Tuan Muda
CHAPTER 45 | The Rescue


__ADS_3


......................


"Ladies and Gentleman, didepan kita adalah grandprize dari malam ini. Lihatlah dia! begitu cantik... Dan jangan lupakan jika perempuan didepan kalian ini adalah putri keluarga Estrella. Namun kalian tahu apa yang lebih pentingnya lagi? perempuan ini adalah wanita kesayangan Tuan muda kita, Alessio Romanov"


Semua orang bersorak. Diantara dari mereka bahkan ada yang bersiul. Lyra menatap pada mereka yang sebagian besar adalah laki laki tua bertubuh gemuk dengan perut buncit yang menatapnya mesum.


Seketika perutnya melilit, apakah ia benar benar akan dijual disini?


"Baik baik. Saya tahu anda semua sangat antusias. Apalagi beberapa dari kalian membawa mainan untuk dimainkan dirumah". Sang pembawa acara menyeringai. Lyra sangat membencinya.


"Dan gentleman... Kita akan mulai menawar dari simanis satu ini mulai dari 600 ribu dollar".


Sebanyak sepuluh orang menaikkan papannya. Satu persatu dari mereka mulai berbicara.


"tujuh ratus ribu dollar"


"delapan ratus ribu dollar"


"Satu juta dollar!"


"satu juta seratus dollar"


"satu juta dua ratus dollar"


Lyra semakin menunduk. Tidak berani menatap pada kerumunan orang orang tidak waras dihadapannya. Bagaimana mereka bisa melakukan ini padanya Lyra sama sekali tidak mengerti.


Sang pembawa acara terkekeh. Jelas senang dengan bagaimana jalannya pelelangan. Kemudian memukulkan palunya untuk menarik perhatian semua orang.


"Wow.. Kalian sangat antusias bukan? Baiklah. Satu juta dua ratus dollar. Ada yang mau menawar lebih untuk boneka cantik ini?".


Lyra terus mendengar suara teriakan orang orang yang berusaha membelinya dengan harga yang terus meningkat. Gadis itu mengepalkan tangannya. Ia tidak tahu bagaimana nasib gadis gadis lainnya. Mereka pasti sangat ketakutan.


Jika memang nanti ia terjual. Maka habis sudah. Ia tidak akan bisa lari. Mereka tentu akan mengurungnya. Lyra merasa sesak. Ia belum bertemu dengan keluarganya. Bagaimana keadaan mommy dan daddy jika mereka tahu ia diperlakukan seperti ini?


Lalu ia berpikir tentang Alessio. Apa yang laki laki itu lakukan kali ini? ia bahkan belum mengatakan bahwa Lyra mencintainya.


Ia bahkan tidak fokus dengan sekitarnya lagi. Hingga kemudian seseorang dengan final berkata.

__ADS_1


"2 miliar dollar!". Lyra tercengang. Gadis itu menatap ke sekeliling ruangan dan melihat wajah terkejut semua orang.


Dua Miliar dollar. Merupakan harga yang fantastis untuk membeli seorang wanita. Sang pembawa acara tersenyum kesenangan. "Baiklah. dua milliar dollar satu.. dua.. tiga.. Ada yang lebih?". Semua orang tak berani mengangkat papan mereka.


"Dua milliar dollar jatuh pada tuan Alberto Moretti!"


Begitu nama itu disebut, Lyra pun mengangkat wajahnya. Kemudian menatap pada Alberto yang berada di tengah tengah keramaian itu.


Belum sempat ia bereaksi, seorang penjaga kembali membawanya pergi.


Lyra sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Semuanya terjadi secara tiba tiba. Mulai dari acara pelelangan dan Alberto yang sudah dua hari menghilang tiba tiba sekarang ada disini.


Kemudian ia melihat figur familier Alberto diantara temaramnya lampu lampu dikoridor. Penjaga itu dengan kasar terus menariknya. Tatapan mata Alberto menatap tajam pada tangannya yang diseret oleh penjaga itu.


Alberto maju mendekat. Kemudian mencekal tangan penjaga yang memegangnya dengan kasar itu. "Lepaskan dia". Perintahnya.


Penjaga yang membawanya tersenyum miring, "Tidak sebelum kau menandatangani kontraknya"


Alberto mengeraskan rahangnya. "Dimana kontraknya".


Penjaga dibelakangnya menunjuk pada pria tua yang tadi mencatati datanya. Alberto kemudian pergi, Lyra mengira laki laki itu akan mengurusi semuanya.


Lalu penjaga itu benar benar melemparkan tubuhnya pada Alberto. Lyra akan terjatuh jika saja Alberto tidak menangkapnya. "Nikmati gadismu". Penjaga itu tertawa. Dan Alberto menatapnya tajam.


"Ayo, Lyra. Kita harus pergi dari sini". Alberto meraih tangannya dan menariknya lembut.


"Kita mau kemana? Tunggu.... Bagaimana kau bisa berada disini Alberto?". Cercar Lyra.


"Jangan bicara disini. Nanti saja". Lyra memutuskan untuk menutup mulutnya dan tidak memprotes.


Alberto membawanya ke sebuah ruangan. Ia sama sekali tidak tahu ruangan apa ini. Tapi ketika pintunya dibuka, Lyra bersumpah jantungnya berhenti bekerja saat itu juga.


Alessio ada disana. Menatapnya penuh kelegaan.


Lyra tak menunggu banyak waktu untuk menenggelamkan dirinya pada Alessio. Memeluknya sangat erat seolah memastikan jika laki laki itu benar benar nyata.


Karena nyatanya, Alessio benar benar nyata didepannya. Laki laki itu memeluknya sangat erat, sama sama memastikan jika didepannya benar benar Lyra dan bukanlah bentuk halusinasinya.


Lyra menumpahkan segalanya di pelukan Alessio. Segala rasa takut dan rasa ketidak berdayaan. Ia menumpahkan segalanya, menangis di pelukannya. Sungguh ia benar benar merasa lega saat ini. Lyra bahkan tidak peduli ada berapa pasang mata yang saat ini tengah menyaksikannya.

__ADS_1


"Hikss.. Aku sangat takut Alessio. Kenapa lama sekali". Lyra menangis sembari memukuli dada Alessio dengan kepalan tangannya. Entahlah, ia merasa sangat emosional. Alessio tidak cepat cepat datang hingga semua ini terjadi. Lyra tahu tidak seharusnya ia menyalahkan Alessio.


Alessio mengecupi pucuk keningnya beberapa kali. Selama itu tidak menghindari pukulan Lyra sedikitpun. Ia merasa pantas mendapatkannya. "Maafkan aku... Aku mohon maafkan aku, sayangku".


Lyra mengangguk. Yang terpenting sekarang Alessio sudah datang. Alessio tetap merengkuhnya erat bahkan saat ia memberikan komando pada anak buahnya yang tidaj digubris oleh Lyra.


Kepalanya terasa sangat pusing. Sebenarnya sudah pusing semenjak ia dibawa ke panggung tadi. Namun rasanya sekarang sangat pusing sampai berkunang kunang. Tubuhnya juga sangat lemas —untung saja ada Alessio yang sedari tadi terus terusan memeganginya.


Samar samar ia bisa mendengar suara tembakan diluar. Serta Alessio yang terus terusan memberikan perintah. Namun Lyra sama sekali tidak menangkapnya. Karena tiba tiba saja tubuhnya terasa sangat berat dan kakinya lemas.


Ia pingsan.


......................


"Nona muda mengalami dehidrasi. Kami menyarankan untuk memberikan nona infus selama beberapa hari ini untuk mengganti cairan tubuhnya yang hilang"


"Lakukan apa saja aku tak peduli, asalkan Lyra kembali sehat".


"Pasti Tuan muda".


Samar samar ia mendengar suara pembicaraan antara dua orang. Yang satunya ia tahu jika itu adalah Alessio dari suaranya. Yang satu lagi Lyra tidak tahu itu siapa.


Ia dengan perlahan membuka matanya. Menyesuaikan dengan cahaya ruangan yang cukup terang. Ia harus mengedipkan matanya berulang kali untuk mengenali jelas objek didepannya adalah Alessio yang menatapnya khawatir.


"Princess, are you awake? jangan bangun dulu. Kau masih lemas". Lyra mengedip ngedipkan matanya pertanda ia mengerti.


Alessio terus berbincang dengan dokter itu sembari terus mengelus rambutnya. Hingga kemudian ketika dokter itu mau keluar, begitu juga dengan Alessio yang akan pergi. Maka Lyra mengenggam tangannya.


"Jangan pergi". Ujarnya lirih.


Alessio memberikannya senyum lembut kemudian mencium keningnya.


"Jika kau yang meminta. Aku tidak akan pernah pergi, sayang"


......................


•| 2 Miliar Dollar : Kurang lebih 12 Triliun Rp.


**Jangan Lupa vote, like dan komen ya.. Kalau aku lihat antusian kalian jadinya semangat up sehari lebih dari satu chapter..♡´・ᴗ・`♡

__ADS_1


Xoxo****.


__ADS_2