Pengantin Kedua Tuan Muda

Pengantin Kedua Tuan Muda
CHAPTER 08 | Mine


__ADS_3


......................


Lyra masih terpaku di ruang tengah Alessio. Gadis itu kini dengan resah duduk disalah satu sofa empuk disana. Pikirannya masih menalar apa yang Alessio katakan.


"Aku mau kau menjadi milikku"


Cih, memangnya dia pikir siapa? Hanya karena satu malam yang mereka bagi bersama, kini laki laki itu berpikir bahwa Lyra adalah miliknya?


Benar benar gila.


Namun lebih gilanya lagi, ketika ia memikirkan tawaran —atau lebih tepatnya ancaman Alessio. Seharusnya tadi ia menampar laki laki itu dan meneriakkan kata 'tidak' didepan wajahnya.


Gadis itu mend*sah frustasi. Entah dosa apa yang ia lakukan sehingga ia bisa terjebak bersama devil seperti Alessio.


Laki laki itu wajahnya seperti Prince Charming tapi kelakuannya seperti Devil.


Lalu masalah dengan video. Terlepas dari apa yang dikatakan Alessio itu benar atau tidak, Lyra tetap harus berjaga jaga. Ia tidak bisa memberikan resiko reputasi keluargannya terancam.


Kalau begitu apa bedannya dengan menjadi mistress Alessio? Kalau semua orang tahu juga habis sudah harga dirinya. Sejak kecil, Lyra selalu berkhayal menemukan pangeran berkuda putih yang menyelamatkannya dan menjadikannya satu satunya. Bukan salah satunya.


Memikirkan itu membuat Lyra kembali menitikkan air mata. Sekarang ia harus memilih antara nama baik keluarganya dan kebahagiaanya.


Hingga kemudian, bayangan Orion, Lily dan Leo yang tertawa bersama muncul, menimbulkan gejolak hangat yang selalu hadir ketika ia memikirkan tentang keluarga tersayangnya.


Lyra menggeleng mantap, menghapus air matanya.


Ia tidak akan pernah membiarkan hal buruk terjadi pada mereka.


Lyra berjalan menuju dinding jendela yang menampilkan hiruk pikuk kota London dimalam hari. Kota ini benar benar tidak pernah mati, kendaraan berlalu lalang kesana kemari.


Hingga kemudian tubuhnya menegang begitu mendengar suara langkah kaki mendekat. Namun Lyra tidak repot berbalik.


Tubuhnya tercekat begitu ia merasakan seseorang yang merangkulnya dari belakang. Melilitkan lengannya pada perutnya. Wangi maskulin yang familier tercium, Lyra tidak perlu berbalik untuk tahu siapa itu.


"Sudah dapat jawabanya, Моя красота?". Tanyanya didekat sisi wajah Lyra.

__ADS_1


[ Russian Translate : My Beauty / Cantikku ]


Lyra pun berbalik, menatap pada laki laki dihadapannya. Tatapan Alessio tidak mengungkapkan apapun, sungguh ia akan membayar berapapun untuk tahu apa yang laki laki itu pikirkan sekarang. Kedua tangan laki laki itu kini bertempat di pinggulnya.


"Kenapa kau seperti ini Alessio? Kau bisa mendapatkan siapapun yang kau mau. Kau bahkan memiliki istri, for God's sake!".


Tidak disangka, Alessio mengambil dagunya dengan ibu jari dan jari telunjuknya, kemudian mendekatkan wajah mereka. "Tapi aku maunya kau". Ucapnya terakhir kemudian menyatukan bibir mereka dalam pangutan nafsu.


Alessio menangkup pipi Lyra. Kemudian secara tak terduga membawa Lyra dalam gendongannya. Lyra hanya melingkarkan tanganya di leher Alessio. Saat ini tubuh dan pikiranya benar benar tidak sinkron.


Alessio menurunkan Lyra perlahan di ranjang abu abunya. Kemudian tak butuh waktu lama baginya untuk memanggut kembali bibir gadis itu. Kemudian setelah itu, mengusap bibirnya dengan pandanganya menatap Lyra tajam.


"Bibir ini. Setiap detik selalu ada dalam bayanganku. Bibir ini, dapat membuat laki laki manapun bertekuk lutut"


Lyra tidak tahu harus berkata apa, namun ia tahu apa yang harus ia lakukan. Ia kembali mengalunkan tanganya pada leher Alessio dan menariknya untuk berbaring. Hingga posisi tubuhnya berada diatas Lyra.


Lyra tidak tahu setan apa yang merasukinya hingga ia kemudian menarik Alessio dan membalikkan posisi mereka. Sampai Lyra kini berada diatas Alessio dengan mengangkanginya.


Keterkejutan tercetak jelas di wajah Alessio akan sikap berani Lyra, sebelum kemudian ekspresi itu berbalik menjadi senyuman miring kala melihat tatapan berkilat dari Lyra.


Lyra menciumi setiap jengkal tubuh Alessio. Mulai dari bagian wajahnya, hingga turun pada otot perutnya dan terus memberikan ciuman hingga pada tubuh bagian bawahnya.


"Suck me, baby. Kau tidak bisa membayangkan berapa kali aku berfantasi memiliki bibirmu yang membungkus milikku".


Dengan ragu ragu, Lyra menarik celana yang dikenakan oleh Alessio. Dilanjut dengan boxer yang dikenakan laki laki itu. Matanya membulat melihat benda yang menegak itu dihadapannya.


...(DIPOTONG)...


Laki laki itu tidak repot bermain lembut, karena itu ia menarik kedua kaki Lyra dan menyenderkanya pada pundaknya. Membuat miliknya bisa masuk lebih dalam dan menyentuh tempat tempat yang membuat Lyra mendes*h gila gilaan.


Alessio seperti orang kesetanan. Terus mendorong keluar masuk dengan cepat dan keras, membuat kasur yang mereka tumpangi itu mendecit. Peluh keringat membasahi dahinya, namun fokusnya hanya satu. Pemandangan ketika Lyra ada dibawahnya, tepat dibawah kuasanya.


Gadis itu meracau tak jelas, hingga kemudian ia merasakan sesuatu yang familier di bagian bawah perutnya, matanya sayu.


"Ugh.. Alessio..." Alessio tahu apa yang dimaksud dengan gadis itu, maka dari itu ia mempercepat temponya dan bersama merwka meraih kenikmatan surgawi.


Alessio pun kembali melingkarkan tanganya ditubuh Lyra. Berhati hati untuk tidak sepenuhnya menaruh bobotnya diatas gadis itu atau kalau tidak Lyra bisa roboh. Keduanya sibuk mengatur nafas.

__ADS_1


"Kau tidak memakai pengaman lagi". Rajuk Lyra, mengerucutkan bibirnya.


Alessio terkekeh, dan menatap pada gadis —ralat, perempuan dibawah kungkungannya. "I just f*ck you. Dan itu hal pertama yang keluar dari mulutmu".


Lyra memukul bahu Alessio, "Ish.. Aku tidak ingin hamil Alessio. Aku masih muda"


"Lalu kenapa kalau masih muda, hmm? semua kebutuhanmu akan tercukupi. Lagipula aku sangat penasaran seperti apa bentuk kreasi dari kita berdua". Ujarnya sembari mengelus perut Lyra. Membuatnya merasakan gelanyar aneh di perutnya.


Kini, Alessio telah sepenuhnya turun dan beralih posisi disebelah kiri Lyra. Memeluk erat perempuan itu dan menghirup aroma khas tubuhnya yang selalu berhasil membuatnya hilang kewarasan.


"Lalu, kau pikir itu cukup. Aku juga tidak ingin anakku dicap sebagai anak simpananmu". Ujar Lyra sinis. Alessio mendaratkan satu kecupan di pundaknya.


"Apa ini berarti kau setuju dengan tawaranku?".


"Hei! kau tidak menawariku ya. Kau itu mengancamku!".


Alessio menaikkan satu alisnya. Eskpresinya lagi lagi tidak bisa ditebak. Membuat Lyra bingung sendiri bagaimana ia harus tahu apa yang dipikirkan laki laki ini.


"Lalu?". Tanyanya enteng.


Lyra menyipitkan matanya, "Lalu? Kau bahkan tidak memiliki bukti kalau rekaman itu ada!".


Alessio mengangguk pelan. Lyra kira laki laki ini sudah sadar namun kemudian ia berucap, "baiklah kalau kau mau bukti. Besok video itu kupastikan akan menjadi trending topic".


Sontak mata Lyra membulat, kemudian menatap memohon pada Alessio, "Tidak! kumohon jangan! aku setuju dengan tawaranmu"


Alessio pun tersenyum puas. "Kau memilih pilihan yang tepat. Sekarang, cium aku, baby. Untuk menyegel perjanjian kita".


Tanpa disuruh dua kali, Lyra pun memiringkan wajahnya dan mencium Alessio lembut kemudian kembali berbarinh dengan Alessio dibelakangnya. Laki laki itu mengecup punggung telanjangnya.


"Tidurlah, princess". Lyra pun menguap, kemudian merasakan matanya yang semakin berat. Hingga kemudian ia terlelap, memasuki alam mimpi.


Disisi lain, Alessio tersenyum melihat pemandangan Lyra yang ada dipelukannya. Laki laki itu mendaratkan satu ciuman akhir pada rambut coklat Lyra sebelum menyusul gadis yang terlelap itu.


Milikku.


Hanya milikku.

__ADS_1


......................


( A/N : Buat kalian yang mau fullpart bisa dm ig @balqis.yolanda atau langsung ke w*ttp*d aku @Balqisyl_ ( tanpa @ dan pakai B kapital ) dan cari cerita yang judulnya "one shot


__ADS_2