
......................
Alessio menatap pada tumpukkan berkas dan file yang telah dikirimkan Viktor untuknya. Benar dengan ucapannya, dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Walaupun dengan banyak keluhan dari pria itu.
Ia membaca dengan seksama lembar demi lembar. Matanya menatap pada foto masa kecil Lyra yang langsung membuat senyum kecil menghiasi wajahnya, tatapannya hangat. Tidak seperti Alessio yang dikenal orang.
Namun kemudian, wajahnya berubah dingin ketika ia melihat salah satu informasi yang ada disana.
F*ck!
Alessio mengepalkan tangannya. Merasakan amarah membuncah. Bagaimana bisa?
Di kertas itu tertulis informasi jika Alberto Moretti memiliki hubungan baik dengan keluaraga Estrella. Bahkan disana disertakan bukti foto bagaimana Alberto kerap kali mengunjungi mansion mereka.
Tak hanya itu, Viktor juga berhasil mendapatkan kesaksian seorang maid yang bekerja disana yang mengatakan bahwa Alberto terlihat memiliki perasaan pada nona muda mereka karena selalu mengikutinya bak anak anjing kemanapun.
Alessio melempar dokumen itu. Ia mengusap wajahnya kasar. Ia sama sekali tidak menyangka. Dibalik sejuta perbedaan mereka itu, Alessio dan Alberto pada akhirnya memiliki satu kesamaan.
Lyra.
Kemudian sebuah ide licik tumbuh dikepalanya. Jika ia mendapatkan Lyra, ia juga bisa mengambil sesuatu yang berharga dari Alberto. Alessio tersenyum miring.
Seperti kata pepatah bukan? Sekali mendayung, dua pulau terlampaui.
...----------------...
"Hei, jangan mengabaikanku! Kau lihat itu, Kenzie? Dia mengabaikan kita". Lyra memijit pelipisnya pusing mendengarkan celotehan Ashley yang tak ada henti hentinya sedari tadi.
Sementara Kenzie menatap mereka tak mengerti.
"Oh, Tuhan Ashley! Baiklah aku akan memberitahumu. Kemarin aku melepas kep*raw*nanku! Kau puas". Pekik Lyra.
Kedua temannya mematung.
"Hah? Benarkah? Siapa?".
"Siapa yang mengambilnya?".
Ashley menyentil dahi Lyra.
"Tentu saja bodoh!".
"Hei, itu sakit tahu!". Ujar Lyra sembari mengusap keningnya yang habis disentil oleh Ashley.
Namun kemudian ia mendapat tatapan tajam dari kedua sahabatnya yang seolah mengatakan 'cepat katakan siapa itu!'
__ADS_1
Lyra mengangkat tangannya tanda perdamaian, "Baiklah baiklah. Dia adalah Alessio Romanov".
Tak ada reaksi. Kedua temannya terdiam. Bahkan Ashley yang biasanya sangat cerewet. Lyra menatap mereka bingung.
Hingga kemudian Kenzie bertanya ragu ragu. "Lyra... Kau yakin dia Alessio? A—Alessio Romanov?".
"Tentu saja! Kalian pikir aku berbohong? Kalian tahu siapa dia?". Tanyanya dengan tatapan menyelidik.
Kemudian Ashley mengulurkan tangannya. Menyentuh pundak Lyra. "Kau benar benar tidak tahu siapa Alessio Romanov itu?"
Lyra menghentakkan kakinya kesal. "Aku tidak tahu. Makanya cepat beritahu!". Geramnya kesal.
"Alessio Romanov. Scion dari salah satu keluarga Russia paling disegani, Keluarga Romanov. Ayahnya, Nikolai Romanov adalah Pakhan dari brotherhood Bratva mafia Rusia. Merekalah yang memegang kendali penuh atas kekuatan politik dan bisnis Mafia Rusia. Saking berkuasanya, mereka bahkan bisa membeli hukum negara ini".
Selepas penjelasan dari Kenzie, sontak lutut Lyra terasa lemas. Ia harus memegang ujung meja untuk menjaga keseimbangannya. Rasanya ia ingin menangis ketika mengingat kebodohannya.
Astaga! Aku baru saja tidur dengan orang yang disegani diseluruh Rusia! Matilah aku! ia pasti akan mencariku dan membunuhku!
Ia seketika panik bukan main, "Huee.. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?". Ia terisak kecil sembari menangkup wajahnya dengan kedua tangan.
Kemudian Ashley dan Kenzie saling berpandang pandangan.
"Erm.. Lyra, sebenarnya tidak hanya itu saja yang ingin kami katakan tentang Alessio".
Lyra menatap keduanya memelas. "Apa lagi sekarang?"
"APA?"
...----------------...
Lyra melemparkan tubuhnya pada kasur kingsize di kamarnya. Menutup seluruh wajahnya dengan bantal.
Rupanya ia sedang memikirkan tentang apa yang baru saka menimpanya.
Ia, Lyra Estrella tidur dengan lelaki yang sudah beristri!
Oh, god! Lempar saja dia ke antartika!
Ia benar benar merasa seperti wanita murahan sekarang. Kenapa ia dengan gampangnya melakukan hal itu dengan orang asing yang tak dikenal? Setampan apapun orang itu, seharusnya Lyra tidak tergoda!
Apa yang harus ia lakukan? Seorang Lyra Estrella, yang diagung agungkan bak seorang putri raja itu tidur dengan suami orang!
Astaga, semakin ia memikirkannya semakin ia ingin mengubur kepalanya.
Hingga kemudian Lyra merasakan seseorang menyentuh pundaknya. Ia berbalik dan melihat sosok pengasuhnya sejak ia bayi, Nanny Elise menatapnya khawatir.
"Lyra?"
__ADS_1
Tanpa ba bi bu, Lyra pun menenggelamkan dirinya dalam pelukan Nanny-nya. Orang yang ikut andil mengasuhnya sejak kecil.
"Ugh... Nanny... Aku sudah menjadi wanita jahat huwaaa".
Nanny Elise yang saat itu terkejut pun mengelus rambut Lyra pelan. "Ada apa? malaikat kami tidak mungkin jadi wanita jahat"
Lyra mendongak dan menatap Nanny-nya dengan bibir mencebik, seperti seorang anak kecil yang mengadu.
"Ishh.. Nanny, aku serius!".
Namun dimata Nanny Elise Lyra sama sekali tidak serius. Bagaimana bisa malaikat kecil keluarga Estrella bisa menjadi wanita jahat? Tentu, Lyra terkadang sangat manja dan pencari perhatian serta keras kepala, semua kemauannya harus dituruti. Namun mereka semua sama sekali tidak menganggap nona polosnya ini jahat.
"Baiklah. Apa yang membuat nonaku Lyra ini jahat, hm?"
Saat itulah Lyra terpengkur. Benar benar tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Tidak mungkin juga ia berkata begini,
"Oh itu. Jadi begini Nanny. Apakah kau tahu aku baru saja menyerahkan kep*raw*nanku pada pria beristri? Dan jangan lupa! Dia adalah pria paling ditakuti di Rusia.. Dan kemungkinan dia sedang memburuku sekarang"
"Umm.. Itu jadi sebenarnya aku —aku...". Lura mengigit bibir bawahnya. Tidak tahu harus mengatakan apa.
Tanpa ia duga, Nanny-nya itu malah tersenyum kecil kemudian mengelus lembut rambutnya. Senyum hangatnya merupakan sesuatu yang familier bagi Lyra.
"Rambutmu sedikit berantakan, mau nanny bantu menyisirkannya?". Lyra mengangguk dengan cepat.
Ia kemudian berdiri. Duduk di meja rias megahnya dengan cermin setengah badan dihadapannya. Dibelakangnya, Nanny Elise mengambik sisir kemudian secara lembut menyisir rambut coklat keemasannya. Sungguh, waktu seperti ini adakah kesukaan Lyra. Ia selalu merasa mengantuk setelah disisir oleh Nanny-nya.
"Kau saja masih tidak bisa menyisir rambut sendiri, bagaimana jika nanti mau menikah?". Nanny-Elise terkekeh sendiri dengan pertanyaanya.
Lyra mengerucutkan bibir tak suka, "Ish.. apa sih yang nanny katakan. Aku bisa tahu!". Serunya tidak terima.
"Benarkah? Lalu siapa yang kemarin kemarin mencoba menyisir rambut sendiri dan berakhir dengan menangis karena sisirnya tersangkut?". Lyra menunduk. Menyembunyikan rasa malunya. Oh ayolah, Nanny! jangan membuatku malu seperti ini!
"Lagipula, tuan dan tuan muda tidak akan membiarkanmu menikah saat ini. Lyra ini kesayangan mereka". Lyra mengerutkan keningnya bingung. Kenapa nanny-nya tiba tiba bicara soal pernikahan? Tapi belum sempat ia bertanya lebih lanjut, nanny-nya sudah bersuara terlebih dahulu.
"Iris. Tolong ambilkan nona Lyra piyama yang akan digunakannya, jangan lupa membantunya nanti". Ujarnya pada Iris, salah satu maid khusu untuk Lyra.
...----------------...
Malam itu, entah memgapa tidurnya tidak tenang. Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Namun belum ada tanda tanda Lyra yang mau menutup mata. Gadis itu sedari tadi berguling kesana kemari mencari posisi yang nyaman namun tak kunjung menemukannya.
Hingga kemudian terdengar suara notifikasi pesan di ponselnya. Lyra pun mengambil dan mengeceknya
^^^Besok, aku akan menunggumu di tempat yang kemarin. Aku akan membuatmu menyesal kalau tidak datang.^^^
^^^- A.R^^^
A.R?? ALESSIO ROMANOV?
__ADS_1
Oh, God! matilah aku!