Pengantin Kedua Tuan Muda

Pengantin Kedua Tuan Muda
CHAPTER 40 | Kidnapped


__ADS_3


......................


Lyra membolak balik majalah fashion yang ada ditangannya. Gadis itu tengah bersantai berbaring di beach seat di depan resort. Pemandangannya langsung menatap ke arah lautan.


Ia melihat pada Alessio disampingnya, laki laki itu tengah berbaring juga. Menggunakan celana pendek tanpa atasan dan memperlihatkan bagian atas tubuh pria itu yang tidak terbalut sehelai kain. Lyra harus menenggak ludahnya begitu melihat otot otot abs Alessio.


Dengan susah payah gadis itu memalingkan pandangannya. Memilih untuk kembali memfokuskan diri untuk bersantai. Gadis itu membuka kacamata hitamnya, bertanya tanya kenapa di resort sebesar ini hanya ada mereka berdua saja.


"Alessio. Kenapa hanya ada kita berdua disini?".


Alessio yang tadinya tengah menutup matanya kemudian membuka mata dan menatap pada Lyra.


"Kau pikir aku akan membiarkan orang orang melihatmu memakai itu?". Tanyanya sambil mengendikkan dagunya pada tubuh Lyra.


Lyra menatap kebawah. Ia tengah memakai bikini warna kuning pastel dengan motif bunga bunga. Lyra mengembalikan atensinya pada Alessio, tatapan gadis itu seolah menegaskan, 'lalu, apa yang salah?'


Alessio menghela nafasnya. Kemudian berdiri sedikit tegak dan menyandarkan tubuhnya sepenuhnya pada beach seat.


"Princess... Aku tidak akan melarangmu memakai pakaian seperti itu, asalkan hanya aku yang melihatnya. Kau itu wanitaku"


"Jadi maksudnya... Kau menyewa seluruh resort ini begitu?"


"Tentu saja. Apapun untukmu"


Lyra menyembunyikan wajahnya yang memerah. Alessio selalu mempunyai cara dengan kata katanya yang tak gagal membuat Lyra merasa sangat spesial.


Gadis itu berdeham untuk menyembunyikan kegugupannya, "Jadi, untuk berapa lama lagi kita akan disini"


"Selama yang kau mau"


Lyra membelalakkan matanya. Sama sekali tidak percaya dengan jawaban Alessio. Ia memutuskan untuk memastikannya.


"Kalau aku mau disini terus bagaimana?"


Alessio membalasnya simpel. "Kalau kau ingin, aku bisa membeli resort ini. Dan kita bisa kembali kapanpun kau mau"


"Kau itu berlebihan".


Padahal aslinya perasaan senang Lyra tengah membuncah. Rasanya seperti ada kembang api yang meledak ledak didalam dirinya.


"Tidak ada yang berlebihan jika itu untukmu".


Oke oke.. Jika Alessio tidak berhenti bersikap manis sekarang juga, Lyra bisa bisa diabetes jadinya.


Lyra memilih untuk diam. Kemudian sebuah ide tercetus dikepalanya.


"Sebenarnya berapa umurmu, Alessio?"


Laki laki itu menatapnya heran sembari menaikkan satu alisnya.


"Kenapa tiba tiba bertanya?"


Lyra melipat tangannya didada dan menatap sengit pada Alessio.


"Kan aku hanya tanya. Apa susahnya dijawab"

__ADS_1


Alessio memberikannya senyuman jahil, "Kau ini pemarah sekali, Lyra. Seperti kucing liar. Dan untuk menjawab pertanyaanmu. Umurku dua puluh empat tahun"


Lyra mengangguk. "Tidak mau bertanya balik berapa umurku?"


Alessio terkekeh. "Untuk apa. Aku sudah tahu segala tentangmu, sayang".


Jika memang seperti itu. Sangat tidak adil, Alessio tahu banyak tentangnya sementara Lyra sama sekali tidak tahu apa apa tentang Alessio.


Apalagi tentang masalah ibunya, gadis itu sangat penasaran. Semua orang tidak memberitahunya perihal kematian Nyonya Romanov itu.


"Alessio... Bolehkah aku bertanya?"


Alessio menatapnya dengan tatapan 'lanjutkan'


Gadis itu mengigit bibirnya gugup. "Sebenarnya, aku ingin tahu tentang ibumu"


Seketika itu juga raut muka Alessio berubah. Senyum hangat itu lenyap dari wajahnya, tergantikan oleh raut dingin yang sangat dibenci Lyra.


"Ibuku sudah meninggal". Hanya itu jawaban Alessio.


"Tapi Alessio —"


"Aku tidak ingin membicarakannya, Lyra". Potong laki laki itu tajam.


Lyra hanya terdiam dan menatap je arah pangkuannya. Apakah ia salah? ia hanya ingin tahu, Demi Tuhan! laki laki itupun memanggilnya dengan namanya, tidak dengan sebutan sayang seperti biasanya. Alessio pasti sangat marah.


Namun ia dikejutkan dengan Alessio yang mengulurkan tangan padanya. Lyra menatap pada laki laki itu yang memiliki ekspresi tak terbaca diwajahnya.


"Mau ikut aku ke bar?"


Tanpa ragu Lyra menjawab. "Mau!"


......................


Saat ini Lyra dan Alessio tengah menikmati minuman mereka disalah satu meja bar. Lyra menikmati mojito yang ada ditangannya.


Sedari tadi Alessio fokus dengan ponselnya. Ekspresinya sangat serius hingga Lyra tak berani membuka obrolan diantara mereka.


Tiba tiba laki laki itu berdiri, kemudian memberikannya tatapan menyesal. "Aku akan mengangkat ini sebentar, Princess. Tunggulah disini".


Lyra mengangguk. Kemudian Alessio memberikannya satu kecupan dikeningnya.


Sepeninggal Alessio, Lyra melanjutkan aktivitasnya menenggak mojito sembari melihat kesekelilingnya.


Hingga tiba tiba ia merasa ingin buang air kecil.


Lyra berdiri dan hendak pergi ke kamar mandi ketika dua orang pria berbadan besar yang ia kenali sebagai orang orang Alessio datang padanya.


"Maaf nona. Tuan muda memberitahu kami untuk tidak membiarkan nona pergi kemana mana"


Lyra memutar bola matanya, "Aku mau ke kamar mandi. Kalian mau menungguku didalam kamar mandi?"


Ditanya seperti itu, kedua bodyguard itu menatapnya bingung. Mereka tentu tahu jika tuan muda mereka itu sangat posessive dengan nona Lyra.


"Sudahlah, kalian disini saja. Aku akan segera kembali"


Tanpa menunggu protes dua orang itu. Lyra segera mencari kamar mandi wanita.

__ADS_1


Ketika menemukannya, Lyra bergegas menyelesaikan urusannya. Kemudian setelah selesai, gadis itu membasuh tangannya di wastafel.


Ekor matanya melihat pergerakan disudut matanya. Gadis itu mengangkat wajahnya.


Betapa terkejutnya ia saat melihat pantulan dirinya di cermin, seseorang serba hitam berada di belakangnya.


Namun ia tak dapat bereaksi banyak ketika orang itu menutup mulutnya menggunakan kain dan pandangganya menjadi gelap.


......................


"Kau yakin itu para Italia?"


"Aku tidak tahu lagu apa yang kuyakini atau tidak. Tapi yang pasti, aku melihat lambang para Nosa Nostra itu disini?"


"Dominick, kau tidak boleh asal berasumsi. Ini bisa menimbulkan peperangan"


"Aku tidak peduli. Mereka telah berniat menyakiti Elain. Aku tidak bisa tinggal diam"


Alessio memijit keningnya. Saat ia ingin menikmati waktunya dengan Lyra, Dominick Romanov menelponnya. Dan mengatakan telah terjadi penyerangan di Mansion Volkov


Tujuannya masih tidak jelas. Namun diprediksi para penyerang menargetkan Elain Volkov. Namun Dominick berhasil datang tepat waktu.


Para penjaga dihabisi semuanya. Jika ini benar benar ulah para Italian, maka itu sama saja dengan mengibarkan bendera perang.


"Baiklah, aku akan mengurusnya nanti. Tetap selidiki perkara itu Dominick"


"Baiklah"


Alessio pun kembali kedalam bar. Namun ia tidak menemukan Lyra dimana mana. Matanya mencari, kepanikan menyelimuti dirinya. Ia memanggil bodyguard yang ia tugaskan untuk menjaga Lyra.


"Dimana Lyra?"


Dua bodyguard itu berpandang pandangan. "Nona tadi sedang ada di kamar mandi, tuan"


Alessio menggeram, menatap tajam dan murka pada kedua orang itu. "Dan kalian membiarkannya? dasar bodoh!"


Alessio berlari menuju kamar mandi wanita, tidak peduli dengan tatapan aneh yang ditunjukkan padanya. Ia membuka bilik demi bilik namun tak menemukan Lyra dimanapun.


Laki laki itu dengan emosi mengaktifkan earpiece nya, kemudian berkata dengan tajam seperti sosok bratva yang ditakuti semua orang.


Keras. Penuh dominasi dan kejam.


"Kalian harus menemukan Lyra, kalau kalian kembali tanpanya, aku akan langsung memenggal kepala kalian"


......................


Lyra merasakan seperti ada beban dikepalanya. terasa sangat berat. Gadis itu membuka matanya dengan susah payah.


Ia menyadari jika posisinya tengah duduk disebuah kursi dengan tali yang mengikat tangannya dibelakang kursi. Ruangan ini sangat temaram, hanya dengan sebuah bohlam lampu yang menjadi penerangannya.


Matanya berkedip. Mencoba fokus pada objek didepannya yang ternyata adalah seorang pria menatapnya khawatir.


"Alberto?"


......................


**Halo guys.. Jadi akhir akhir ini aku sibuk banget sampai cuma bisa update satu bab huhu... Tapi tenang aja, mulai Kamis aku udah rada free.. Jadi aku bisa up 3 atau lebih Chapter sehari hehe.. Jangan lupa kasih semangat..(」゚ロ゚)」

__ADS_1


Jangan Lupa vote, like dan komen ya.. Kalau aku lihat antusian kalian jadinya semangat up sehari lebih dari satu chapter..♡´・ᴗ・`♡


Xoxo**.


__ADS_2