Pengantin Yang Ternoda

Pengantin Yang Ternoda
Bab 21. Data Diri Olivia


__ADS_3

Satu jam kemudian Frans langsung menerima telepon dari seseorang.


"Tuan saya sudah mendapatkan informasi tentang wanita itu." Frans langsung melapor.


Jack yang sedang berkutat dengan proposal di depannya menutup berkas tersebut dan mengalihkannya pandangannya pada sang asisten.


"Katakanlah!"


"Namanya Olivia Devindra. Ayahnya bernama Devindra Nauqi ibunya bernama Marisa. Ayahnya sudah meninggal dan dia hidup bertiga bersama ibu dan nenek dari pihak ayahnya." Frans menjeda ucapannya sebentar untuk mengambil nafas.


"Lanjutkan!"


Frans mengangguk.


"Keseharian Olivia memang menjajakan nasi uduk buatan ibunya."


Jack tidak heran lagi sebab sekarang pun Olivia masih menggeluti pekerjaannya itu.


"Neneknya lumpuh dan sakit-sakitan, tidak punya keluarga lagi selain Olivia. Olivia terpaksa menikah dengan Reza atas permintaan ibunya dan diancam kalau tidak mau neneknya akan ditelantarkan atau paling tidak akan dikirim ke panti jompo."


Jack William mengangguk.


"Rumah tangga Olivia dan Reza sedang tidak baik-baik saja sebab ada yang melihat Reza kerap kali membawa selingkuhannya ke rumah mereka dan bahkan sampai menginap."


"Wow ternyata brengsek juga sih Reza. Tapi kenapa ibunya Olivia sampai memaksa putrinya untuk menikahi Reza?" tanya Jack Wiliam penasaran.


"Menurut informasi yang saya dapatkan, biaya hidup Marisa ditanggung oleh kedua orang tua Reza sebab sudah menyelamatkan nama baik keluarganya. Oleh karena itu Marisa sudah tidak berjualan lagi."

__ADS_1


Jack William mengernyit dan Frans tahu atasannya itu membutuhkan penjelasan lebih lengkap dan lebih detail lagi.


"Reza terancam gagal menikah sehingga terpaksa mencari pengganti untuk menyelamatkan harga diri keluarga."


"Bagus komplit sekali penjelasannya. Ada lagi?"


"Kabarnya selingkuhan Reza itu adalah kakak kandung seayah dari Olivia dan bekerja di perusahaan ini juga."


"Oh ya? Siapa dia?"


"Orang-orang kita masih menyelidiki siapa wanita itu, tapi untuk lebih cepatnya saya akan meminta pihak HRD untuk mencari biodata karyawan kita. Barangkali dari sana ada petunjuk."


"Good, laksanakan apa yang memang ingin kamu kerjakan!"


"Siap laksanakan!" ujar Frans.


Frans mengangguk dan hendak pergi.


"Eh tapi Frans kamu belum menjelaskan masa lalu Olivia," ujar Jack William menahan kepergian sang asisten.


"Itu kan yang tadi saya jelaskan adalah masa lalu Tuan." Frans malah bingung dengan pertanyaan sang bos.


"Maksudku, apa sebelum Olivia menikah dengan Reza, wanita itu punya pacar?"


Frans kembali ke sisi Jack William dan duduk.


"Menurut informasi yang saya dapatkan dari anak buah di lapangan, sebelumnya Olivia tidak pernah pacaran, bahkan saat masih sekolah pun dia selalu menolak pria-pria yang hendak menjadikan dirinya kekasih."

__ADS_1


"Begitu? Menurutmu ada yang ganjil tidak dengan penjelasan Reza tadi?"


Frans mengangguk.


"Maksud Tuan adalah Olivier sudah tidak perawan sejak menikah dengan Reza?"


"Tepat sekali Frans. Apa penjelasanmu?"


"Kalau soal itu anak buahku belum mencari kebenarannya. Bisa saja Reza sengaja berbohong agar kita menganggap Olivia hina dan memaklumi tindakannya yang kasar pada istrinya itu. Kemungkinan lain Olivia bisa saja dijual ibunya sebab Marisa kan mendewakan uang. Uang adalah segalanya buat wanita itu tanpa mengkhawatirkan keadaan putrinya ke depannya."


"Bisa jadi atau mungkin ada alasan lain. Sebaiknya kau perintahkan anak buah untuk menyelidiki terlalu dalam."


"Iya Tuan saya akan meminta mereka agar mengusahakan informasi tersebut sebab pada kenyataannya Olivia tidak pernah menceritakan apa yang terjadi pada dirinya sebelum menikah dengan Reza sehingga tidak suci lagi setelah disentuh oleh suaminya. Kemungkinan wanita itu menjelaskan pada Reza, tetapi pria itu tidak akan pernah mengungkapkannya pada siapapun juga."


Jack William mengangguk.


"Baiklah lakukan yang menurut kami bisa membawa informasi lebih lanjut tentang dia dan kirimkan seseorang untuk membayar ganti rugi sebab dagangannya tadi berserakan di aspalan. Wanita itu sekarang pasti sedang tidak baik-baik saja."


Jack William meringis, dia seolah melihat almarhum istrinya yang menangis pilu di hadapannya.


"Baik Tuan saya akan segera pergi untuk melaksanakan perintah. Saya akan terhun langsung yang menemui dia."


"Bagus."


Frans mengangguk dan meninggalkan ruangan untuk mengurus segalanya. Dia tidak terlalu percaya jika orang suruhannya yang akan menghandle semua tugas. Dia ingin tugas hari ini kelar satu-satu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2