
"Mas kita ke kamar aja yuk," ajak Olivia sambil membantu Jack berdiri.
"Tidak Olivia, aku tidak bisa meninggalkan acara ini sekarang. Aku tidak enak pada semua orang," tolak Jack.
"Tapi aku tidak mau Mas kenapa-kenapa. Mereka pasti mengerti," ucap Olivia dengan ekspresi wajah yang terlihat khawatir.
"Aku tidak apa-apa, hanya pusing sedikit. Nanti juga sembuh sendiri," ucap Jack sambil menyandarkan bahunya pada sandaran kursi.
"Baiklah kalau begitu ingin Mas Jack," ucap Olivia pasrah sambil membantu Jack untuk bersandar.
Di depan sana Frans sudah selesai memberikan hadiah pada beberapa karyawan yang terpilih. Dia mempersilahkan MC untuk memulai acara seru-seruan.
Tampak beberapa karyawan mengacungkan tangan, mendaftar untuk maju ke depan agar diterima menyumbangkan suara, bernyanyi dan ada pula yang membacakan puisi sedangkan karyawan yang lainnya menikmati hidangan yang disediakan sambil menunggu untuk menikmati penampilan teman-teman mereka.
Suasana tampak meriah dan begitu menyenangkan bagi semua orang saat beberapa karyawan maju ke depan dan menampilkan acara komedi. Namun, Jack sendiri tampak gelisah.
"Mas kamu kenapa sih?" tanya Olivia, gusar melihat sikap sang suami.
"Nggak tahu Olivia, aku juga bingung."
Frans mendekat ke arah mereka lalu membantu Jack bangkit dari duduknya.
"Lebih baik Tuan aku antar ke kamar," ujar Frans dan Jack yang merasa tidak nyaman berada di tempat itu langsung mengikuti saran dari Frans.
Melihat Jack dan Frans berdiri Olivia langsung mengikuti mereka, tetapi Elves tidak mau ikut.
"El!"
"Aku mau di sini Mom, mau nonton om-om dan tante-tante yang lucu itu," ujar Elves sambil menunjuk ke arah panggung dimana beberapa karyawan mulai melakukan aksi lawakannya.
"Tapi El, mommy mau nemenin Daddy," protes Olivia.
"Elves nggak mau ikut." Elves ngotot.
"Biar saya yang temani, Nyonya," ucap salah satu bodyguard yang memang ditugaskan menjaga keluarga Jack.
"Baik, tolong ya Pak?"
"Nyonya tenang saja, Elves aman bersamaku."
Olivia mengangguk sambil tersenyum lalu dengan setengah berlari menyusul Jack dan Frans.
Sampai di kamar Frans membantu merebahkan tubuh Jack lalu Olivia duduk di samping ranjang.
"Kok tubuhku panas sih Frans, aku tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya," keluh Jack yang merasakan tubuhnya terasa sangat berbeda.
"Tenanglah Tuan semua bisa diatasi," ucap Frans sambil melirik Olivia dengan senyuman penuh arti dan Olivia malah mengernyit dan berprasangka buruk terhadap Frans.
"Dia tidak ingin berbuat yang tidak baik terhadap keluarga kami, kan?" Olivia bimbang dengan arahan Frans sebelumnya.
Di saat hati Olivia mulai takut terlihat Meilin mengetuk pintu yang terbuka.
__ADS_1
"Masuk!" perintah Olivia sedikit lega melihat ada orang lain di sana selain dirinya dengan Frans sebab Jack sekarang dalam keadaan yang tidak baik sehingga memungkinkan tidak bisa berbuat apa-apa jika terjadi hal yang tidak benar.
"Ada apa?" tanya Frans dengan tatapan datar.
"Panas banget Oliv." Jack mengibaskan tangannya.
"Tolong hidupkan kipas!"
Olivia mengangguk lalu menyalakan kipas, dalam hati bertanya-tanya seperti apa panas yang dirasakan suaminya sekarang karena udara dari AC sama sekali tidak mempan padahal mereka berada di tempat yang bisa dikatakan cuacanya lebih sejuk dibandingkan dengan rumah mereka.
Jack yang tidak tahan langsung membuka bajunya.
"Ini Tuan, saya membawakan makanan ke dalam kamar Tuan Jack karena mendengar beliau sedang tidak enak badan, sedangkan yang lainnya di luar sekarang sedang menikmati hidangan yang sudah disiapkan."
Frans melirik nampan di tangan Meilin.
"Taruh saja di atas meja!" perintah Frans sambil menunjuk ke arah meja yang ada di samping tempat tidur Jack.
"Baik." Buru-buru Meilin menata makanan di atas meja.
"Gerak cepat banget nih anak, aku pikir akan beraksi nanti," batin Frans sambil menatap punggung Meilin.
"Silahkan Tuan," ucap Meilin setelah selesai menata makanannya.
"Terima kasih," ucap Frans masih dengan ekspresi datarnya.
"Oh ya sebenarnya Tuan Jack kenapa ya kok tiba-tiba sakit seperti ini?" tanya Meilin seolah enggan pergi dari ruangan tersebut.
"Wow!" Mata Meilin seakan mengagumi perut Jack yang six pack dan dadanya yang bidang. Dia tersenyum karena sebentar lagi pemandangan di hadapan dia sekarang akan menjadi milik Meilin seutuhnya.
"Semoga malam ini akan menjadi malam yang panjang dan setelah melewati malam ini bersamaku dia akan terbangun dengan rasa bersalah sehingga menjadi milikku seterusnya," batin Meilin lalu tersenyum licik.
"Kau bisa keluar!" perintah Jack membuat Meilin menjadi kecewa.
"Baik Tuan, tapi sebentar!" Meilin mengambil satu gelas berisi lalu membawanya ke dekat Jack.
"Lebih baik Tuan Jack minum saja dulu biar sedikit mengurangi rasa panas dalam tubuh!" saran Meilin jus ke hadapan Jack.
"Tidak perlu Meilin saya sudah minum tadi. Lagipula saya tidak bernafsu untuk minum atau makan apapun saat ini. Oliv, kau makanlah sebelum berangkat ke sini kamu belum makan, bukan?"
Olivia mengangguk.
"Pergilah ke meja dan isi perutmu! Saya tidak ingin kamu sakit seperti diriku ini!"
"Tidak Mas, bagaimana aku bisa makan dengan kondisimu yang seperti ini?"
Jack mengambil minuman yang masih disodorkan oleh Meilin lalu memberikannya pada Olivia.
"Minumlah biar kamu tidak terlalu panik seperti itu. Aku tidak apa-apa!"
Olivia meraih minuman dari tangan Jack. Namun, sebelum meminumnya dia melirik dulu ke arah Frans.
__ADS_1
Melihat Frans mengangguk Olivia malah ragu untuk minum.
"Minum Oliv!" perintah Jack sambil mengangguk seolah meyakinkan Olivia bahwa minuman itu tidak ada zat berbahaya di dalamnya.
Olivia mengangguk lalu meneguk minumannya.
"Kenapa malah minum jatah Tuan Jack sih," kesal Meilin. Tentu saja kalimat itu habis dalam hati.
"Aduh, kenapa kepalaku tiba-tiba sakit juga ya Mas," keluh Olivia sambil meringis kesakitan. Namun, tiba-tiba dia menguap dan terbiasa menahan kantuk.
"Kenapa mataku rasanya berat ya? Rasanya aku sangat mengantuk sekarang." Tubuh Olivia oleng di samping tubuh Jack dan mulai menutup mata. Jack pun memejamkan mata meskipun detak jantungnya masih terlihat cepat.
"Apa aku salah gelas tadi ya, yes! Akhirnya rencana hampir berhasil. Tinggal Tuan Frans." Meilin bersorak dalam hati.
"Sepertinya mereka sedang tidak ingin diganggu Tuan, sebaiknya Tuan Frans minum dulu dan setelah itu saya siapkan makanan lain di luar kalau perlu saya antar ke kamar Tuan Frans langsung."
"Tidak perlu, aku minum saja dan perkara makanan aku bisa ambil sendiri nanti kalau sudah lapar," ucapkan sambil meraih kelas yang ada di depannya membuat Meilin semakin senang karena sebentar lagi Frans juga akan terpengaruh oleh obat tidur seperti halnya Olivia.
"Tuan Frans ada sedikit masalah di luar. Sebaiknya Tuan Frans menyelesaikan dulu."
"Baik," ucap Frans sambil meletakkan gelasnya kembali.
"Sial!" geram Meilin.
"Ayo Meilin kita keluar, biarkan mereka beristirahat!"
"Baik Tuan." Mereka berdua pun keluar dari kamar Jack dan Olivia.
Namun, saat jarak mereka sudah jauh dari kamar dan Meilin melihat Frans sudah berbaur dengan para karyawan yang tampak berselisih, Meilin kembali ke kamar Jack.
Di depan pintu sudah berdiri Reza.
"Bagaimana?" tanyanya pada Meilin dan melin menunjukkan dua jempolnya.
"Sesuai rencana, sekarang kau pindah Olivia ke dalam kamarmu dan terserah kamu mau ngapain dia. Mau hanya sekedar foto untuk memfitnah dia pada Tuan Jack, melakukan hal yang lebih dari itu atau apapun sudah bukan menjadi urusanku. Sekarang tugasku hanyalah memuaskan Tuan Jack." Mata Meilin menatap penuh gairah pada Jack yang tertidur di atas ranjang.
"Hah ternyata kau benar-benar nafsu dengan pria dingin itu!" Reza menggelengkan kepala.
"Sudah dipastikan cctv aman?" tanya Meilin memastikan.
"Aman," ucap Reza.
"Oke, kalau apa yang kau tunggu cepat pindahkan Olivia dari kamar ini!"
"Jangan terburu-buru Meilin, kita harus memastikan di sekitar sini ada orang atau tidak!"
"Hah baiklah, Saya hanya takut Tuan Frans kembali karena tadi dia belum sempat minum, minuman yang sudah kita bubuhi dengan obat tidur," ucap Meilin lalu mendengus kesal. Rasanya dia sudah tidak sabar untuk memuaskan Jack.
Meilin tersenyum membayangkan pasti Jack akan sangat liar karena pengaruh obat perangsang yang sudah dia berikan di minumannya tadi.
Dan setelah ini dia akan menjadi Nyonya Jack karena akan mengandung anaknya.
__ADS_1
Bersambung.