Pengantin Yang Ternoda

Pengantin Yang Ternoda
Bab 37. Canggung


__ADS_3

"Mommy!" Suara Elves yang memanggilnya terdengar nyaring dari kamar sebelah.


Segera Olivia meletakkan baju-bajunya di atas ranjang dan berjalan keluar untuk menghampiri Elves di kamarnya.


Namun, tatkala membuka pintu kamar ternyata Elves sudah berdiri di luar sambil mengucek kedua matanya.


"Kau sudah bangun sayang?" tanya Olivia sambil menatap wajah Elves yang terlihat masih mengantuk.


"Elves pikir mommy sudah pulang," ujar anak itu sambil bersungut-sungut.


"Nggak, mulai saat ini mommy akan terus tinggal di rumah ini menemani Elves."


"Janji?"


"Janji sayang, kenapa terbangun?"


"Tubuh Elves gerah karena belum mandi."


"Ya sudah kalau begitu Elves mandi sekarang. Mommy siapkan air hangat dulu ya!"


Elves mengangguk dan Olivia langsung menggendong tubuh anak kecil itu lalu mendudukkan di atas ranjang kamar Olivia.


Olivia pun berlalu ke kamar mandi sedangkan Elves menatap baju-baju yang ada di depannya.


Setelah selesai barulah Olivia membawa Elves ke kamar mandi dan membantu anak itu mandi.


"Sebentar ya, saya ambilkan handukmu dulu!"


Olivia meninggalkan Elves di dalam kamar mandi dan berlari keluar kamar guna mengambil handuk dan baju ganti untuk Elves di kamar sebelah.


"Mommy beli baju baru?" tanya Elves saat anak kecil itu sudah memakai baju dan kini duduk kembali di atas ranjang. Olivia mengangguk sambil menyisir rambut Elves.


"Iya Daddy kamu belikan. Daddy kamu ternyata orang baik ya?"


"Itu karena Mommy sayang sama Elves. Makanya Daddy sayang juga sama Olivia."


Olivia tidak menanggapi perkataan Elves. Mungkin memang benar Jack membelikan baju untuk dirinya karena Olivia memang begitu tulus menyayangi Elves, tapi kalau mengatakan Jack juga sayang pada Olivia itu adanya hal mustahil bagi wanita itu.


"Iya kan, Mommy?"


"Mungkin. Mungkin juga daddy kamu hanya kasihan pada mommy."


Kali ini Elves yang tidak menanggapi. Anak itu malah menoleh dan memandang wajah Olivia.


"Oh ya daddy-mu juga membelikan baju untukmu. Nanti mommy cuci dulu ya sebelum dipakai.


Elves terlihat mengangguk. Entah kenapa Olivia ini seperti pawang bagi Elves. Anak yang bisanya, usil, manja, dan terkadang meledak jika keinginannya tidak dituruti, di tangan Olivia berubah menjadi anak yang penurut dan begitu manis.


Bahkan terkadang Olivia ingin rasanya menarik kedua pipi itu karena saking gemasnya.


"Oke Elves mau duduk di sini apa kembali ke kamar? Soalnya mommy mau mandi dulu."


"Elves di sini saja."


Olivia mengangguk, menyambar handuk lalu masuk ke kamar mandi.


"Elves!"

__ADS_1


Terdengar suara Jack diiringi suara ketukan pintu di luar.


"Daddy?" Elves merosot dari ranjang dan berjalan ke arah pintu lalu membukanya.


"Kau ada disini rupanya, tadi daddy mencarimu ke kamarmu sendiri."


Elves hanya menjawab dengan anggukan.


"Kau sudah mandi?"


Sekali lagi Elves mengangguk.


"Kalau begitu kita langsung ke meja makan untuk makan malam bersama."


"Masih menunggu mommy," sahut Elves.


"Memang dia lagi ngapain?"


"Mandi."


"Oh."


Kalau begitu setelah selesai ajak mommy ke ruang makan!" Jack William berbalik dan hendak pergi.


"Dad?"


"Ya?" Jack urung pergi dan kembali ke dekat pintu dimana Elves masih berdiri.


"Daddy belikan mommy baju?"


"Elves dibelikan berapa setel?"


"Satu."


"Ya daddy nggak adil kalau begitu masa mommy dibelikan baju banyak Elves malah satu," protes anak itu sambil memberengut kesal.


"Sepertinya Daddy lebih sayang sama mommy ketimbang Elves."


Jack hanya mengernyitkan dahi. Sepertinya Elves cemburu pada Olivia.


"Iya kan Elves bajunya masih banyak yang enggak kepakai sedangkan mommy Olivia kan pakaiannya itu-itu saja. Jadi Daddy membelikan untuk mommy karena dia lebih butuh," terang Jack.


"Tapi Dad?"


"Ya sudah besok kamu ajak mommy untuk menemani kamu beli baju. Daddy pikir Mommy pasti lebih tahu baju-baju trend zaman sekarang dan juga yang sesuai dengan umur dan tubuhmu."


"Beneran Dad?"


"Elves Sayang, Mommy boleh minta tolong tidak?!" teriak Olivia dari dalam kamar mandi sedangkan Elves yang masih fokus berbicara dengan sang Daddy tidak mendengar.


"Tolong bawa ke kamar mandi pakaian yang ada di atas ranjang." Karena merasa tidak mungkin menyuruh Elves mengambil pakaian yang ada dalam lemari.


Tidak ada jawaban karena Elves masih berbicara pada Jack dan Jack pun fokus mendengar ucapan Elves.


"Kok Elves nggak dengar sih? Apa dia sudah keluar dari kamar? Ah baiklah lebih baik aku ambil sendiri." Akhirnya Olivia memutuskan untuk mengambil pakaiannya sendiri. Dengan hanya melilitkan handuk sampai atas dadanya Olivia keluar dari kamar mandi.


"Olivia?" Jack yang tidak sengaja melihat ke arah kamar mandi melihat tubuh Olivia yang hanya tertutup handuk itu. Pria itu terlihat kaget.

__ADS_1


"Aaaa!" Olivia berteriak lalu berlari kembali ke dalam kamar mandi.


"Mommy?" Elves membalikkan badan. Namun, Olivia sudah tak terlihat karena sudah masuk ke dalam kamar mandi lagi.


"Saya tunggu di ruang makan, bawalah mommy-mu ke sana!" Setelah mengatakan itu Jack William meninggalkan kamar Olivia.


"Mommy. Mommy ada apa?" Elves mengetuk pintu kamar mandi.


"Bawakan mommy pakaian!"


"Yang mana Mommy?"


"Yang di atas ranjang juga boleh."


"Baiklah."


Akhirnya Elves pun melakukan apa yang diperintahkan oleh sang mommy.


"Kata daddy, kita ditunggu di meja makan."


Olivia yang memakai make up tipis-tipis segera menoleh ke arah Elves.


"Kenapa kamu nggak makan duluan? Biar Mommy makan belakangan bersama bibi-bibi."


"Kata daddy Elves harus mengajak Mommy."


Olivia menghela nafas lalu menatap wajah Elves. Rasanya begitu berat kalau harus membuat anak itu kecewa. Namun, Olivia malu karena tadi Jack sempat melihat bagian tubuhnya.


Ya walaupun hanya bagian paha dan sedikit dada di bawah leher, tetapi Olivia yang sudah terbiasa memakai dress panjang ataupun celana panjang itu merasakan tidak nyaman saat Jack melihat bagian tubuhnya itu. Dia sangat merasa malu.


"Baiklah."


Elves tersenyum dan memegang tangan Olivia lalu menuruni tangga hingga langkah mereka kini berada di lantai satu.


"Ayo makan!" ajak Melanie yang kini duduk berhadapan dengan Jack, putranya.


Olivia mengangguk sambil tersenyum, tetapi saat Jack menoleh dan menatap dirinya, Olivia malah menunduk dan wajahnya terlihat pucat. Dia sangat canggung berbeda dengan Jack yang terlihat biasa-biasa saja.


Jangankan melihat tubuh Olivia yang hanya seperti itu, melihat wanita yang jauh lebih seksi dan buka-bukaannya full Jack pun sudah sering. Untungnya hatinya sudah terkunci pada Dianaz sehingga selama ini tidak pernah tertarik sedikitpun pada wanita-wanita cantik berpenampilan seksi yang hampir setiap hari berada di sekeliling.


Jack menatap wajah Olivia membuat wanita bertambah gugup.


"Kenapa wajahmu pucat seperti itu? Kamu sakit?" tanya Jack.


"Hah Mommy sakit?" Segera Elves menyentuh dahi Olivia seperti yang Olivia lakukan saat Elves sakit."


"Ti–dak Tuan." Olivia gugup.


"Kalau tidak kenapa pucat?" ulang Jack tanpa rasa berdosa sebab sebenarnya dirinya sendiri yang membuat Olivia seperti itu.


"Saya hanya butuh istirahat saja." Jawaban yang tidak masuk akal. Namun, Jack dan semua orang di meja makan mempercayainya. Buktinya mereka mengangguk dan tidak ada yang bertanya lagi ataupun protes.


"Sudah kita makan saja sekarang!"


Olivia mengangguk dan seperti biasa dirinya menyuapi Elves terlebih dahulu sebelum akhirnya makan sendiri.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2