
Selepas Frans pergi, Jack duduk sambil bersandar pada kursi kebesarannya. Jari telunjuknya ia ketuk-ketukan di atas meja.
Lalu bayangan aktifitasnya dengan Olivia sejak kemarin sampai tadi pagi masih berputar di otaknya hingga ia tersenyum sendiri.
Beberapa saat kemudian dia tersentak dari lamunannya tatkala Frans datang dengan sesuatu di tangannya.
"Ini saya membawakan rekaman cctv selama tiga hari saat Tuan bertugas di luar," ucap Frans sambil duduk di hadapan Jack.
"Putar!" perintah Jack lalu bangkit berdiri kemudian melangkah ke belakang Frans dan berdiri di sana.
"Siap Tuan," ujar Jack sambil membuka laptop dan memutar video yang diminta oleh atasannya.
"Lewatkan Frans, aku tidak butuh video itu!" perintah Jack saat dalam video menampakkan para karyawannya yang baru datang kemudian bertugas.
"Baik." Frans pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Jack.
"Lewatkan itu juga, tidak penting!"
Frans mengernyit. Namun, tetap melakukan apa yang diperintahkan oleh Jack.
"Nah mulai di situ!"
Frans terkejut melihat Jack menghentikan gerakan tangannya tatkala melihat gambar Olivia di sana. Dia tidak protes hanya terlihat menggelengkan kepala.
"Kenapa denganmu?"
"Tidak apa-apa Tuan." Padahal dalam hati protes mengapa tidak dari tadi saja ingin melihat rekaman Olivia. Kalau begitu kan lebih cepat.
Jack tidak bicara, dia hanya diam menyaksikan sejak Olivia masuk ke dalam kantor dengan menggandeng tangan Elves sampai bertemu dengan Reza.
__ADS_1
Saat video itu berputar tidak hanya Jack saja yang tegang, tetapi juga Frans.
"Apakah Tuan Jack mencurigai Nyonya Olivia masih berhubungan dengan Reza?" Pertanyaan ini mengusik hati Frans, tapi tidak berani ditanyakan para Jack. Kalau sampai hal itu terjadi pasti Jack akan kecewa kemudian bersikap dingin dengan siapa saja seperti dulu.
"Aku percaya sama Oliv, dia tidak akan mengkhianati pernikahan kami apalagi bersama Reza yang sudah menyakitinya." Jack juga bicara dalam hati, mencoba meyakinkan diri meskipun tidak dipungkiri sebenarnya hatinya tidak tenang.
Kedua pria itu tampak diam, tegang dengan asumsinya masing-masing sambil menatap tak berkedip pada Reza yang berjalan mendekati Olivia.
Di dalam video rekaman itu tampak jelas bagaimana Reza menarik paksa tangan Olivia dan juga bagaimana Olivia menghempaskan tangan Reza sebelum akhirnya dia hampir terjatuh dan tubuhnya ditahan oleh Reza, sehingga nampak seperti berpelukan sebelum akhirnya Olivia cepat-cepat melepaskan diri dan bertemu dengan Frans saat hendak masuk ke dalam lift.
"Hah! Ternyata seperti itu kejadiannya." Akhirnya Jack bisa bernafas lega. Kekhawatirannya hilang sudah dan kepercayaannya terhadap Olivia semakin menguat.
"Aku yakin kamu tidak akan pernah selingkuh dariku." Jack tersenyum senang membayangkan saat Olivia meminta izin untuk belajar make up dan mengatakan itu untuk membuat Jack tidak selingkuh darinya. Cinta Olivia besar padanya seperti besarnya cinta Jack pada wanita itu.
"Ini apa maksudnya sih Tuan? Jadi Tuan mencurigai Nyonya selingkuh dengan mantannya?" tanya Frans mencoba memberanikan diri.
"Ini kau lihat saja!" Jack memberikan ponselnya pada Frans.
"Di sana ada yang mengirim foto Olivia dan Reza yang seperti orang berpelukan. Jadi, aku hanya ingin memastikan apakah itu benar atau tidak."
Sebenarnya Frans ingin protes dan mengatakan sama saja anda tidak mempercayai nyonya Olivia, tetapi dia urungkan melainkan langsung meraih ponsel Jack yang terulur di depannya.
Jack mengangguk kala Frans melihat Jack dan ponsel di tangannya secara bergantian. Seolah Frans ragu dan takut untuk membukanya.
"Lihatlah!" perintah Jack lagi dan kali ini Frans langsung mengusap-usap layar ponsel, mencari gambar yang dimaksud oleh Jack.
Frans terbelalak, ternyata memang benar ada yang mengirimkan gambar tersebut pada atasannya.
"Kau tahu nomor telepon siapa itu?" tanya Jack barangkali Frans tahu.
__ADS_1
"Sebentar!" Frans menaruh ponsel Jack di atas meja lalu meraih ponsel miliknya tersebut dan mengecek di grup kantor.
"Bagaimana?" tanya Jack.
"Tidak ditemukan itu kontak siapa Tuan."
"Kalau begitu kita cek cctv lagi. Aku ingin tahu siapa orang yang telah berani melakukan hal itu pada istriku. Apakah ini adalah bagian dari taktik Reza?"
"Baik Tuan."
Jack pun melacak siapa orang yang melakukan hal tersebut. Keduanya terperangah saat melihat dalam cctv itu Meilin yang mengambil gambar tersebut.
"Tuan, ternyata orang yang suka menggangu nyonya Olivia bukan orang lain melainkan kedua parasit itu. Apa tidak sebaiknya Tuan pecat saja mereka?"
"Tidak semudah itu Frans."
"Mengapa tidak mudah? Bukankah Tuan yang berkuasa di tempat ini? Tuan bisa menerima siapa saja untuk bekerja di tempat ini begitupun sebaliknya."
"Kau memang benar, tapi aku harus menjaga nama baik. Aku tidak mau orang lain menganggapku terlalu baper hanya karena istriku dirayu oleh Reza dan perkara gambar yang diambil oleh Meilin, bisa saja dia beralibi memang melihat adegan akhirnya saja tanpa tahu depannya seperti apa dan dia ingin memberitahuku. Aku pikir itu belum kuat sebagai alasan apabila ingin mengeluarkan mereka dari kantor ini."
Frans hanya manggut-manggut saja mendengar jawaban Jack meskipun dia sedikit tidak setuju dengan pemikiran atasannya itu.
"Jadi Tuan Jack akan membiarkan mereka terus menjadi benalu dalam rumah tangga Tuan dengan Nyonya Olivia?" Frans tidak habis pikir dengan pemikiran Jack. Kalau dirinya yang jadi Jack kedua orang itu pasti sudah dilempar dari kantor.
"Kau tenang saja, kita akan menangkap mereka berdua secara langsung. Sebentar lagi gatering ulang tahun kantor, bukan? Kabarkan pada semua karyawan untuk menyambut dan buat acara yang meriah. Aku yakin mereka tidak akan melewatkan ini semua untuk menjebak Olivia dan saat itu mereka tidak akan bisa mengelak lagi." Jack tersenyum licik.
"Baiklah," sahut Frans mulai bersemangat mendengar ide Jack William.
Bersambung.
__ADS_1